IND | EN

Jumat, 6 Januari 2017 | Penulis : Flex Free

FROZEN SHOULDER. Bagian II

Penanganan Frozen Shoulder

Jenis penanganan yang harus dilakukan bergantung pada seberapa parah kondisi frozen shoulder yang dialami dan seberapa jauh kelainan tersebut sudah berkembang, walau umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama dengan kisaran waktu 1 hingga 3 tahun. Tanpa pengobatan yang agresif, kondisi frozen shoulder ini dapat menjadi permanen.

Fokus penanganan adalah untuk mengontrol rasa nyeri dan mengembalikan gerakan dan kekuatan otot-otot bahu. Ada dua pilihan dasar untuk pengobatan yaitu pengobatan konservatif atau non bedah dan pengobatan secara bedah (operatif). Lebih dari 90% penderita akan membaik dengan metode perawatan konservatif.

1. Obat-obatan
•    Obat Antiinflamasi Non Steroid seperti Ibuprofen atau Naproxen sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Dosis obat yang diperlukan kadang lebih tinggi dari dosis untuk mengurangi nyeri dan mengingat efek sampingnya, diperlukan dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

•    Penggunaan obat-obatan untuk mengurangi proses inflamasi seperti kortikosteroid atau campuran kortokosteroid dan anestesi lokal sering dilakukan. Kortikosteroid sering diberikan dalam bentuk injeksi pada area nyeri. Injeksi Kortikosteroid umumnya diberikan pada proses akut dengan keluhan nyeri yang hebat, meskipun tidak semua orang akan mendapatkan efek yang sama. Jika efek injeksi dirasa membantu, biasanya tindakan ini akan diulang sebulan sekali sampai 3 kali. Injeksi harus dilakukan oleh dokter yang telah terlatih untuk melakukan tindakan ini. Untuk pemakaian oral, harus hati-hati mengingat efek samping yang ditimbulkannya seperti penipisan kulit, memar, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Orang-orang dengan ulkus peptikum, tekanan darah tinggi, infeksi yang tidak teratasi, diabetes, dan glaukoma sebaiknya tidak menggunakan kortikosteroid.

Terapi injeksi untuk meredakan nyeri dan peradangan
Sumber gambar: www.rotatorcuffinjurytips.net

2.   Terapi fisik (fisioterapi) dan latihan fisik 
•    Terapi fisik (Fisioterapi) merupakan perpaduan terapi menggunakan alat-alat ultrasound, laser dan latihan fisik.
Ultrasound adalah metode terapi dengan gelombang suara frekuensi tinggi pada daerah yang terkena. Gelombang suara ini akan diubah menjadi panas pada jaringan tangan bagian dalam, sehingga melebarkan pembuluh darah dan memberikan suplai oksigen yang lebih banyak pada daerah yang cedera. Terapi ini seringkali diberikan bersama dengan latihan fisik dan dilakukan oleh dokter ahli.
Terapi ini umumnya dilakukan selain untuk memperbaiki kondisi jaringan yang meradang, juga untuk mempersiapkan bahu menjalani latihan fisik yang berfungsi untuk menjaga rentang gerak bahu dan melatih kekuatan otot-otot bahu.      
•    Latihan fisik berupa peregangan dan latihan rentang gerak sendi bahu direkomendasikan di awal periode pemulihan untuk membantu menjaga mobilitas sendi dan fleksibilitas dari otot-otot dan tendon di bahu dan untuk meningkatkan jangkauan gerak sendi. Beberapa variasi  latihan peregangan akan diajarkan oleh dokter atau seorang ahli terapi fisik (fisioterapis) dengan semakin meningkatkan intensitas latihan dan rentang gerak sendi hingga diharapkan dapat benar-benar pulih.

Beberapa variasi latihan peregangan yang dianjurkan sebagai berikut: 

(1). Gerakan Eksternal Rotation (peregangan/stretch pasif).
Posisi berdiri di ambang pintu dan tekuk lengan yang sakit dengan posisi siku 90° untuk mencapai pintu tersebut. Kemudian lakukan gerakan menjauh dan memutar tubuh anda seperti yang ditunjukkan pada gambar no (1). Tahan gerakan ini selama ±30 detik. Istirahat sejenak dan kemudian ulangi kembali.

(2). Gerakan Forward Flexion 
Latihan ini dilakukan dengan posisi tubuh berbaring telentang dengan kaki lurus. Gunakan lengan yang sehat untuk mengangkat lengan yang sakit hingga di atas kepala sampai dirasakan peregangan ringan pada area bahu yang sakit. Tahan posisi ini selama ±15 detik dan turunkan lengan perlahan-lahan hingga kembali ke posisi awal. Istirahatkan sejenak dan ulangi gerkan ini kembali.
    
(3). Crossover Arm Stretch
Tarik lengan yang sakit menuju dada tepat di bawah dagu sejauh mungkin tanpa menimbulkan rasa nyeri. Tahan selama ±30 detik, istirahatkan sejenak dan ulangi kembali gerakan tersebut.

Latihan fisik untuk peregangan dan melatih rentang gerak sendi bahu
Sumber gambar: www.zipheal.com

•    Penggunaan tapping akan membantu meredakan ketegangan dan menjaga posisi bahu tetap normal.

Penggunaan tape untuk mengurangi ketegangan
Sumber gambar: www.ortho.ucla.edu

Jika pengobatan secara konservatif tidak membantu, operasi kadang-kadang dilakukan untuk melonggarkan, meregangkan atau melepaskan kapsul sendi dan beberapa jaringan ketat di sekitar bahu. 
Dua operasi yang sering dilakukan yaitu tindakan manipulasi dengan anestesi dan operasi menggunakan artroskop untuk memotong jaringan yang mengencang dan jaringan parut yang ada.

Pada tindakan manipulasi dengan anestesi, penderita akan ditidurkan dan kemudian dokter akan memaksa bahu penderita untuk bergerak yang menyebabkan kapsul dan jaringan parut menjadi regang atau sobek. Hal ini bertujuan untuk melepaskan perlengketan dan meningkatkan jangkauan gerak sendi. Komplikasi dari tindakan ini dapat terjadi patah tulang lengan atas. Setelah menjalani tindakan manipulasi, penderita diharapkan tetap aktif melatih bahu agar mobilitas dan fungsinya dapat kembali normal atau mendekati normal.

Tindakan manipulasi dengan anestesi untuk melonggarkan jaringan parut di sendi bahu
Sumber gambar: www.aidmyfrozenshoulder.com


Operasi lainnya menggunakan artroskop, yaitu sebuah alat (instrumen) kecil yang dimasukkan ke area bahu melalui sayatan kecil di bahu.

Tindakan operasi menggunakan artroskop untuk melepas jaringan parut
Sumber gambar: www.delhiarthroscopy.com

Dalam banyak kasus, tindakan manipulasi dan tindakan artroskopi diperlukan secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Operasi ini dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan. Dan umumnya akan didapatkan hasil yang baik dengan kombinasi kedua metode ini.

Hasil rentang gerak sendi setelah operasi artroskopi
Sumber gambar: www.aidmyfrozenshoulder.com

Setelah operasi, latihan fisik tetap diperlukan untuk mempertahankan gerak yang dicapai dari hasil operasi. Waktu pemulihan bervariasi, mulai dari 6 minggu hingga 3 bulan. Hasil jangka panjang setelah operasi umumnya baik, dengan penurunan rasa nyeri dan jangkauan sendi yang semakin meluas. Namun dalam beberapa kasus, meski telah beberapa tahun, gerak sendi tidak sepenuhnya kembali normal dan sejumlah kecil kekakuan tetap ada.

Dalam periode rehabilitasi, sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera ulang pada jaringan. Penderita harus menghindari gerakan bahu yang tiba-tiba, gerakan menyentak atau angkat beban berat dengan bahu yang sakit.

Pencegahan Frozen Shoulder

Salah satu penyebab yang paling umum dan sering terjadi adalah karena sendi bahu tidak bergerak (imobilitas) dalam waktu yang cukup lama. Hal ini umum terjadi pada masa pemulihan dari cedera bahu, patah lengan atau pada penyakit kronis yang menyebabkan penderita mengurangi aktivitas gerakan atau akibat ketidakmampuannya untuk bergerak, seperti pada penderita stroke. Bila hal ini terjadi, konsultasikan kepada dokter ahli untuk memastikan langkah yang harus ditempuh agar frozen shoulder tidak terjadi.

 

 

Referensi:

  • Frozen Shoulder. American Academy of  Orthopedics Surgeon. OrthoInfo. 2014.
  • Frozen Shoulder. Mayo Clinic. 2014.
  • Frozen Shoulder. Medicinenet.com. 2014.
  • Frozen Shoulder. NHS Choice. 2014.
  • Frozen Shoulder. WebMd. 2014.
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com