IND | EN

Selasa, 17 Januari 2017 | Penulis : Flex Free

INSTABILITAS BAHU. Bagian II

Sumber gambar: drhipandknee.com

Diagnosis Instabilitas Bahu

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa dan menggerakkan bahu, untuk mengetahui kekuatan dan mobilitas bahu. Dokter juga akan menekan bahu untuk memeriksa ligamen. Ketika bahu meregang pada arah tertentu, Anda dapat merasa bahwa bahu akan mengalami dislokasi. Ini merupakan tanda penting dari instabilitas. Tanda ini disebut dengan tanda apprehension.

Tes Apprehension

Sumber gambar: www.aafp.org

Pemeriksaan Pencitraan

Rontgen diperlukan untuk menyingkirkan adanya fraktur. Biasanya rontgen dilakukan setelah bahu kembali ke dalam sendi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sendi kembali pada tempatnya.

Magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan ini memberikan gambaran rinci dari jaringan lunak. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi cedera pada ligamen dan tendon di sekitar sendi bahu. 

Penanganan Instabilitas Bahu

Penanganan instabilitas bahu bergantung pada berbagai faktor, dan hampir selalu dimulai dengan pilihan non pembedahan.

Penanganan Non Pembedahan

Tujuan penanganan yang pertama adalah untuk mengendalikan nyeri dan peradangan. Terapi awal biasanya dengan istirahat dan obat anti inflamasi (peradangan), seperti aspirin atau ibuprofen. Dokter dapat memberikan injeksi kortikosteroid bila Anda tidak dapat mengendalikan rasa nyeri.

Dalam program rehabilitasi, pasien akan diajarkan cara untuk menghindari posisi dan aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera lebih lanjut atau dislokasi. Atlet yang melakukan gerakan mengangkat lengan di atas kepala dapat menggunakan strap bahu khusus untuk mencegah agar bahu tidak bergerak. Pasien juga akan diajarkan latihan yang dapat memperbaiki kisaran gerak bahu dan sendi serta otot di sekitarnya. Selanjutnya, pasien akan diajarkan latihan penguatan dan kontrol rotator cuff dan otot bilah bahu yang dapat memperbaiki stabilitas bahu dan dapat membantu bahu bergerak dengan lancar.

Sumber gambar: www.supportsusa.com

Pasien dapat memerlukan terapi selama enam hingga delapan minggu. Sebagian besar pasien dapat kembali menggunakan lengannya untuk beraktivitas dalam rentang waktu tersebut.

Penatalaksanaan Pembedahan

Bila terapi non pembedahan tidak dapat menstabilkan bahu setelah periode waktu tertentu, Anda mungkin memerlukan pembedahan. Terdapat beberapa jenis operasi bahu yang telah dikembangkan dan digunakan untuk menstabilkan bahu. Hampir semua operasi ini berusaha untuk menguatkan ligamen yang longgar. Ligamen yang longgar biasanya terdapat di sepanjang bagian depan bawah dari kapsul bahu.

Saat ini pembedahan yang paling sering dilakukan adalah artroskopi. Artroskopi adalah pembedahan invasive minimal. Jaringan lunak di bahu dapat diperbaiki dengan menggunakan instrumen dan insisi yang kecil. Dokter akan melihat bagian dalam bahu dengan menggunakan kamera kecil dan melakukan pembedahan dengan instrumen setipis pensil. Jenis operasi lainnya yaitu Bankart Repair, Capsular Shift.

Sumber gambar: eorthopod.com

Setelah Pembedahan

Rehabilitasi setelah pembedahan bersifat lebih rumit. Pasien harus menggunakan sling untuk menyokong bahu selama satu hingga empat minggu. Lamanya terapi bergantung pada jenis prosedur pembedahan. Penyembuhan seluruhnya dapat memerlukan waktu hingga enam bulan.

Pentingnya Rehabilitasi dalam Penanganan Instabilitas Bahu

Rehabilitasi berperan penting baik dalam penanganan non pembedahan maupun penanganan pembedahan. Seringkali dijumpai atrofi otot di sekitar lengan dan hilangnya kisaran gerak bahu, latihan atau program fisioterapi diperlukan untuk mengembalikan kekuatan dan memperbaiki fungsi bahu.

Imobilisasi

Setelah pembedahan, terapi berlanjut dalam beberapa tahap. Tahap awal, perbaikan perlu dilindungi selama bahu menyembuh. Agar lengan tidak bergerak, Anda akan menggunakan sling dan hindari menggunakan lengan selama 4 hingga 6 minggu pertama. Penyembuhan total memerlukan 12 hingga 16 minggu dan terjadi pada 80–85% pasien yang menjalani pembedahan.

Latihan Pasif

Setelah dokter bedah menyatakan aman untuk menggerakkan lengan dan bahu Anda, terapis akan membantu Anda melakukan latihan pasif untuk memperbaiki kisaran gerak bahu Anda. Pad sebagian besar kasus, latihan pasif dimulai pada 4 hingga 6 minggu setelah pembedahan.

Latihan Aktif

Setelah 4 hingga 6 minggu, Anda akan melanjutkan latihan aktif. Menggerakkan bahu dapat membantu meningkatkan kekuatan dan memperbaiki kontrol lengan. Pada minggu ke 12 hingga 16, Anda biasanya memulai program latihan penguatan. Penyembuhan total memerlukan waktu selama 6 hingga 9 bulan setelah pembedahan. Meskipun merupakan proses yang lambat, komitmen terhadap rehabilitasi adalah kunci keberhasilan terapi.

Risiko dan Komplikasi dari Pembedahan

Setelah pembedahan stabilisasi bahu, sejumlah kecil pasien mengalami komplikasi. Selain risiko pembedahan secara umum, seperti kehilangan darah atau masalah yang berkaitan dengan anestesi, komplikasi pembedahan dapat mencakup:

  • Kekakuan. Rehabilitasi awal mengurangi kemungkinan kekakuan permanen atau hilangnya gerakan. Seringkali, kekakuan akan membaik dengan terapi dan latihan yang lebih agresif. Bila kekakuan terjadi, rehabilitasi dapat lebih lama (hingga 6 sampai 12 bulan).
  • Infeksi.
  • Cedera saraf. Biasanya melibatkan saraf yang mengaktifkan otot bahu (deltoid).

 

 

 

Referensi:

kneeandshoulderclinic.com.au

orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00529

www.houstonmethodist.org

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com