Rabu, 18 Januari 2017 | Penulis : Flex Free

LINU PANGGUL (SCIATICA). Bagian II

Faktor Risiko Linu Panggul (Sciatica)

Sciatica atau linu panggul jarang terjadi sebelum usia 20 tahun, dan akan meningkat kejadiannya di usia pertengahan, sekitar usia 40 atau 50 tahun. Estimasi prevalensi menjadi sangat bervariasi kemungkinan dikarenakan linu panggul atau sciatica ini merupakan istilah yang sering secara umum digunakan untuk menggambarkan sakit kaki. Beberapa peneliti di luar negeri menyatakan bahwa sciatica mempengaruhi sampai 43% dari populasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan (obesitas), atau yang merokok, beresiko mengalami linu panggul dan membutuhkan rawat inap dalam perawatannya. Asupan nikotin pada perokok telah terbukti berkontribusi terhadap kejadian degenerasi diskus sebesar 5,6 kali.

Gejala Linu Panggul (Sciatica)

Gejala linu panggul (nyeri sciatic) dapat bervariasi, mulai dari jarang muncul tetapi mengganggu, hingga konstan dan melumpuhkan.

Gejala linu panggul atau sciatica sering ditandai oleh satu atau lebih dari gejala berikut:

- Nyeri konstan hanya pada satu sisi dari bokong atau kaki (jarang di kedua kaki).

- Rasa sakit yang berasal dari punggung atau bokong dan memancar ke bawah kaki dan mungkin ke kaki dan jari kaki (jarang terjadi hanya di kaki).

- Nyeri yang terasa lebih baik ketika pasien berbaring atau berjalan, tapi memburuk ketika berdiri atau duduk.

- Sakit kaki sering digambarkan sebagai terbakar, kesemutan, kelemahan, mati rasa, atau kesulitan menggerakkan kaki.

- Sebuah nyeri tajam yang dapat membuat sulit untuk berdiri atau berjalan. Kadang nyeri punggung bawah yang dirasakan lebih ringan dari rasa nyeri yang dirasakan di kaki.

- Gejala dapat terpicu timbul selama gerakan tiba-tiba, seperti bersin atau batuk, atau ketika mengubah posisi, seperti ketika bergerak dari posisi duduk ke berdiri.

Gejala biasanya didasarkan pada lokasi saraf sciatica yang terjepit.

Pola Linu Panggul (Nyeri Sciatica) berdasarkan Lokasi Saraf Sciatica yang Terjepit

Bila jepitan saraf terjadi pada sisi Lumbal 4 (L4), gejala sciatica akan mempengaruhi area paha dan bagian depan kaki disertai kelemahan atau kesulitan untuk meluruskan kaki, dan refleks spontan dari area kaki akan berkurang.

Bila jepitan terjadi di sisi Lumbal 5 (L5), gejala sciatica dapat meluas hingga jempol kaki dan pergelangan kaki, sering disertai mati rasa di atas kaki dan kulit antara ibu jari dan jari kedua.

Bila jepitan terjadi di sisi vertebra sacral 1 (S1), gejala sciatica akan dirasakan di bagian belakang kaki, yang menyebar ke jari kelingking kaki. Penderita mungkin akan kesulitan untuk mengangkat tumit atau berdiri ”jinjit” dan refleks pergelangan kaki akan berkurang.

Penanganan Linu Panggul (Sciatica)

Karena sciatica disebabkan oleh kondisi kelainan medis yang mendasari, penanganan difokuskan untuk mengatasi penyebab gejala bukan hanya menghilangkan gejala. Pengobatan biasanya berupa perawatan diri dan/atau non-bedah, tapi untuk rasa sakit berat dan disfungsi, disarankan untuk mempertimbangkan operasi.

Gejala linu panggul jarang memburuk secara cepat, sehingga umumnya penanganan linu panggul (sciatica) hanya membutuhkan perawatan konservatif dan gejala akan mereda, terlebih apabila penyebabnya diketahui secara pasti dan dilakukan terapi secara tepat sesuai dengan penyebab.

Tujuan penanganan linu panggul (sciatica) secara konservatif (non bedah) adalah untuk meringankan gejala neurologis yang disebabkan oleh akar saraf yang terjepit dan mencegah kejadian jepitan saraf berulang. Selain itu, penting untuk melakukan koreksi terhadap penyebab dari timbulnya gejala sciatica tersebut.

Ada berbagai pilihan terapi konservatif pada nyeri sciatica atau linu panggul, yaitu:

1. Penggunaan Kompres Panas atau Dingin.

Kompres panas atau dingin dapat membantu meredakan gejala nyeri di awal. Penggunaan kompres selama 20 menit diulang setiap 2 jam, cukup membantu, dilakukan 2–7 hari di fase gejala akut secara bergantian. Namun perlu hati-hati dalam penggunaan kompres panas atau dingin, agar tidak melukai kulit. Tanyakan lebih lanjut tentang metode ini kepada dokter.

2. Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas kadang efektif untuk gejala yang ringan, sementara untuk kasus yang berat, dibutuhkan obat pereda nyeri dan relaksan otot dengan resep dokter, yang penggunaannya harus berhati-hati karena efek sampingnya.

3. Suntikan Steroid Epidural

Pada kondisi nyeri yang sangat parah (kondisi akut), suntikan epidural steroid kadang dilakukan dokter untuk membantu mengurangi gejala. Suntikan dilakukan langsung ke area yang mengalami jepitan agar mengurangi peradangan, sehingga gejala nyeri akan berkurang. Hal ini penting untuk membantu penderita menjalani program latihan dan terapi fisik. Namun efektivitas suntikan steroid epidural hanya berlangsung sementara, dan teknik ini tidak dapat dilakukan pada semua orang.

4. Latihan Fisik

Latihan fisik meliputi aktivitas yang berfungsi untuk penguatan, peregangan dan latihan aerobik ringan. Namun bentuk-bentuk latihan fisik akan disesuaikan dengan penyebab utama atau kelainannya, karena berbeda penyebab akan memiliki titik fokus yang berbeda, dengan tujuan akhir tidak memperberat kelainan yang telah ada sebelumnya.

Latihan penguatan dapat membantu memperkuat tulang belakang dan mendukung otot, ligamen dan tendon. Fokus tidak hanya pada area punggung bawah, namun juga pada area perut, pantat dan otot pinggul.

Latihan peregangan biasanya dianjurkan untuk mengurangi rasa sakit sciatic, dengan merelaksasikan otot-otot yang kaku dan tegang di area punggung bawah, otot belakang paha (hamstring) dengan berbagai teknik yang akan diajarkan oleh dokter.

Latihan aerobik ringan akan membantu menstimulasi pelepasan endorfin, pembunuh rasa sakit alami tubuh, yang akan membantu mengurangi rasa sakit sciatica. Namun jenis latihan ini harus disesuaikan dengan rekomendasi dokter yang telah mengetahui penyebabnya.

Latihan panggul tertentu, yang hampir selalu merupakan bagian dari program pengobatan, akan berbeda bergantung pada penyebab yang mendasari gejala, seperti herniasi diskus, stenosis tulang belakang, degenerasi diskus, spondylolisthesis, dll.

Latihan Fisik Pada Linu Panggul (Nyeri Sciatica)

5. Terapi Fisik

Kombinasi antara latihan fisik dan terapi fisik, akan sangat membantu mengurangi gejala nyeri yang timbul. Penggunaan beberapa alat seperti ultrasound, laser, TENS, infra merah dan traksi sering dibutuhkan, berguna untuk mengurangi atau meredakan gejala nyeri sciatica, mengurangi peradangan yang terjadi, meningkatkan suplai darah dan nutrisi ke area tersebut dan untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Traksi merupakan suatu teknik dekompresi spinal, yang membantu perbaikan jaringan-jaringan di area diskus vertebralis dengan jalan meningkatkan nutrisi dan mengurangi tekanan secara langsung pada area tersebut.

Apabila dalam menjalani perawatan konservatif, gejala yang timbul semakin progresif, terus menerus tanpa mereda, harus dipikirkan tindakan operasi untuk mengoreksinya.

Beberapa indikasi tindakan operasi pada gejala sciatica:

- Gejala linu panggul semakin memburuk, yang mengindikasikan kerusakan neurologis yang berat.

- Gejala linu panggul atau sciatica yang terjadi pada kedua kaki (linu panggul atau sciatica bilateral), atau yang menyebabkan kandung kemih atau usus mengalami kesulitan melakukan fungsinya (inkontinensia/disfungsi).

- Terjadinya sindrom cauda equina, yaitu adanya gejala kompresi akut satu atau beberapa akar saraf yang terjadi sehingga menyebabkan paralisis atau kelumpuhan.

- Linu panggul yang terjadi setelah kecelakaan atau trauma, atau disertai dengan timbulnya gejala lain yang juga cukup berat, sehingga evaluasi ketat harus dilakukan.

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com