IND | EN

Senin, 20 Februari 2017 | Penulis : Flex Free

CEDERA LIGAMEN CRUCIATUM POSTERIOR

Sumber gambar: onehealth.co.uk

 

Ligamen adalah sebuah jaringan berbentuk seperti pita yang kuat yang menghubungkan satu tulang ke tulang lainnya. Ligamen cruciatum posterior (posterior cruciate ligamen, PCL) adalah ligamen yang berada di lutut. Seperti halnya ligamen cruciatum anterior (ACL), PCL menghubungkan tulang paha (femur) dengan tulang betis (tibia). PCL berada di bagian belakang lutut. PCL menjaga tibia agar tidak bergerak ke belakang terlalu jauh. Meskipun PCL lebih besar dan lebih kuat dari ACL, PCL juga dapat mengalami cedera. Cedera PCL lebih jarang terjadi dibandingkan dengan cedera ACL. Cedera pada PCL memerlukan gaya yang besar.

Robekan PCL terjadi pada sekitar 20% cedera ligamen lutut. Cedera yang merobek PCL seringkali juga merobek ligamen lain di lutut. Pada beberapa kasus, ligamen juga dapat menyebabkan retaknya sebagian tulang yang berada di bawahnya.

Meskipun nyeri, disabilitas dan instabilitas lutut pada cedera PCL lebih ringan dibandingkan cedera ACL, akan tetapi cedera PCL tetap dapat membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas selama beberapa minggu atau bulan.

Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

Cedera ligamen sering dianggap sebagai “terkilir" dan dibagi berdasarkan tingkat keparahan.

Grade 1. Ligamen mengalami kerusakan ringan. Ligamen sedikit teregang, tetapi masih mampu menjaga sendi lutut tetap stabil.

Grade 2. Ligamen meregang hingga menjadi longgar. Kondisi ini sering disebut sebagai robekan ligamen sebagian.

Grade 3. Grade ini mengacu pada robekan ligamen lengkap. Ligamen terbagi menjadi dua, dan sendi lutut menjadi tidak stabil.  

Robekan ligamen cruciatum posterior cenderung berupa robekan sebagian dengan kemungkinan menyembuh dengan sendirinya. Orang yang mengalami cedera ligamen cruciatum posterior biasanya dapat kembali berolahraga tanpa masalah stabilitas lutut.  

Sumber gambar: www.braceability.com

Penyebab Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

PCL dapat mengalami robekan bila tulang betis yang berada tepat di bawah lutut terpukul dengan keras atau bila Anda terjatuh dengan posisi lutut tertekuk. Cedera ini paling sering terjadi ketika:

  • Kecelakaan kendaraan bermotor. “Cedera dashboard" terjadi ketika lutut yang dalam posisi tertekuk membentur dashboard, sehingga mendorong tulang betis yang berada tepat di bawah lutut dan menyebabkan robekan ligamen cruciatum posterior.
  • Olahraga kontak. Atlet olahraga seperti sepakbola, baseball, atau ski, dapat mengalami robekan ligamen cruciatum posterior ketika terjatuh dengan posisi lutut tertekuk. Tulang betis membentur tanah terlebih dahulu dan bergerak ke belakang. Terjegal ketika lutut dalam posisi tertekuk juga dapat menyebabkan cedera pada PCL.

Gejala Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

Tanda dan gejala cedera PCL dapat mencakup:

  • Nyeri. Nyeri ringan hingga sedang di lutut dapat menyebabkan penderita mengalami sedikit pincang atau sulit berjalan.
  • Pembengkakan. Pembengkakan lutut terjadi dengan cepat, dalam beberapa jam setelah cedera.
  • Instabilitas. Lutut dapat terasa longgar, seolah akan lepas.

Jika tidak ada cedera yang berkaitan di bagian lutut lainnya, tanda dan gejala cedera PCL dapat sangat ringan sehingga tidak disadari. Seiring waktu, nyeri dapat memburuk dan lutut dapat menjadi tidak stabil. Bila bagian lain dari lutut juga mengalami cedera, tanda dan gejala akan lebih berat.

Sebagian besar penderita tidak merasakan atau mendengar sensasi “meletup” setelah cedera PCL. Hal ini lebih sering terjadi pada cedera ACL.

Seiring waktu, robekan PCL dapat menyebabkan osteoarthritis lutut.

Faktor Risiko Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

Mengalami kecelakaan kendaraan bermotor dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga seperti sepakbola adalah risiko yang paling sering untuk cedera PCL.

Diagnosis Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

1. Anamnesis

Dokter akan menanyakan apa yang Anda lakukan ketika cedera terjadi, misalnya berkendara atau berolahraga. Dokter juga akan menanyakan:

  • Apakah lutut Anda ditekuk, lurus, atau terkilir ketika cedera
  • Apa yang Anda rasakan pada lutut setelah cedera
  • Apakah Anda memiliki gejala sejak cedera

2. Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan cedera PCL, pasien diminta untuk berbaring dengan lutut ditekuk. Dokter akan memeriksa lutut dan menekan bagian atas tulang betis. Pergerakan lutut yang tidak normal selama pemeriksaan ini mengarah pada cedera PCL.

Bila dokter ragu-ragu mengenai seberapa parah cedera lutut Anda, dokter mungkin akan menggunakan artroskopi untuk memeriksa sendi lutut Anda. Sebuah kamera video kecil dimasukkan ke sendi lutut melalui insisi. Dokter akan melihat gambaran dalam sendi di layar.

Dokter juga akan meminta Anda untuk berjalan. Cara berjalan yang tidak normal dapat menandakan cedera PCL.

3. Pencitraan

Rontgen dapat memberikan informasi mengenai cedera PCL. Dengan rontgen dapat terdeteksi pecahan tulang yang mungkin berasal dari cedera. Fraktur tulang ini disebut dengan fraktur avulsi.

MRI adalah cara yang umum digunakan untuk mencari gambaran robekan PCL. MRI dapat menemukan lokasi robekan dengan tepat.

Sumber gambar: www.onehealth.co.uk

Penanganan Cedera Ligamen Cruciatum Posterior

Penanganan bergantung pada luasnya cedera dan apakah cedera baru terjadi atau sudah lama. Pada sebagian besar kasus, tidak diperlukan pembedahan.

1. Penanganan Non Bedah

Kasus yang tidak memerlukan pembedahan yaitu:

  • Cedera grade I atau II akut tanpa adanya cedera ligamen lutut lainnya
  • Cedera kronis yang baru terdiagnosis yang hanya mempengaruhi PCL dan tidak menimbulkan gejala

Untuk penanganan awal cedera PCL, pendekatan PRICE dapat membantu.

Sumber gambar: www.bupa.co.uk

  • Protecting. Melindungi lutut dari cedera lebih lanjut
  • Rest. Mengistirahatkan lutut
  • Ice. Mengompres lutut dalam waktu singkat menggunakan es
  • Compress. Menekan lutut dengan lembut, misalnya menggunakan perban elastis
  • Elevation. Mengangkat lutut

Obat-obatan

Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen, atau naproksen natrium, dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan.

Imobilisasi

Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan brace untuk mencegah lutut Anda bergerak. Untuk perlindungan selanjutnya, Anda mungkin akan diberikan tongkat berjalan untuk mencegah Anda menggunakan kaki yang sakit untuk menahan beban. 

Terapi Fisik

Ketika pembengkakan berkurang, program rehabilitasi yang hati-hati dapat dimulai. Latihan spesifik akan mengembalikan fungsi lutut dan menguatkan otot tungkai yang menyokongnya. Menguatkan otot bagian paha depan (quadriceps) merupakan faktor kunci untuk penyembuhan yang sukses. 

2. Penanganan Pembedahan

Bila cedera Anda berat – terutama bila disertai dengan robekan ligamen lutut lain, kerusakan tulang rawan atau patah tulang – Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk merekonstruksi ligamen. Pembedahan juga dapat dipertimbangkan bila Anda mengalami episode instabilitas lutut yang menetap meskipun sudah menjalani rehabilitasi yang sesuai.

Pembedahan biasanya dapat dilakukan dengan arthroskopi dengan cara memasukkan kamera fiber optic dan alat bedah melalui beberapa insisi kecil di sekitar lutut.

Prosedur

Pembedahan untuk menyatukan ligamen cruciatum posterior dilakukan dengan artroskopi menggunakan insisi kecil. Pembedahan artroskopik bersifat kurang invasif. Keuntungan dari teknik yang kurang invasif adalah kurangnya nyeri akibat pembedahan, waktu rawat inap di rumah sakit lebih singkat, dan waktu penyembuhan lebih cepat.  

Sumber gambar: www.braceability.com

Pembedahan untuk robekan PCL memerlukan penggantian dengan jaringan baru, bukan menjahit kembali ligamen yang robek. Ligamen dapat digantikan dengan:

  • Jaringan dari donor
  • Sebagian tendon dari bagian tubuh yang lain, misalnya dari bagian belakang paha atau tumit

Operasi terkadang dilakukan dengan pembedahan “terbuka”. Operasi ini memerlukan insisi besar di lutut.

3. Rehabilitasi

Rehabilitasi memegang peran penting dalam mengembalikan Anda ke aktivitas sehari-hari. program terapi fisik akan membantu Anda mendapatkan kembali kekuatan dan gerakan lutut. Bila Anda menjalani pembedahan, program terapi fisik dimulai 1 hingga 4 minggu setelah prosedur.  

Rehabilitasi dapat mencakup:

  • Penggunaan tongkat berjalan, kemudian bertahap berjalan dengan beban yang lebih banyak di lutut
  • Menggunakan mesin atau dengan bantuan terapis untuk menggerakkan tungkai  menurut kisaran geraknya
  • Menggunakan brace lutut sementara untuk penopang

Sumber gambar: www.braceability.com

  • Menguatkan otot paha untuk membantu lutut lebih stabil
  • Berjala atau berlari di kolam renang
  • Latihan spesifik diperllukan untuk olahraga

Waktu penyembuhan bergantung pada tingkat keparahan cedera. Cedera gabungan seringkali memerlukan waktu rehabilitasi yang lambat, tetapi sebagian besar pasien sembuh dengan baik seiring waktu. Bila cedera yang Anda alami memerlukan pembedahan, Anda butuh beberapa minggu sebelum kembali ke pekerjaan sehari-hari – bahkan mungkin beberapa bulan bila pekerjaan Anda memerlukan banyak aktivitas. Penyembuhan penuh umumnya memerlukan waktu 6 hingga 12 bulan. Meskipun merupakan proses yang lambat, komitmen Anda terhadap terapi adalah faktor yang paling penting untuk kembali ke aktivitas yang biasa Anda lakukan.  

 

 

 

 

Referensi:

  • "Posterior Cruciate Ligament injuries." Mayoclinic, 12 Januari 2017. www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcl-injury/home/ovc-20268314
  • "Posterior Cruciate Ligament Injuries." Orthoinfo, Februari 2009. orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00420.
  • "Posterior Cruciate Ligament Injury." WebMD, 25 februari 2016. www.webmd.com/fitness-exercise/posterior-cruciate-ligament-injury#1

 

 


Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com