IND | EN

Rabu, 1 Maret 2017 | Penulis : Flex Free

CEDERA LIGAMEN CRUCIATUM ANTERIOR

Cedera ligamen cruciatum anterior (Anterior Cruciate Ligament, ACL) adalah robekan dari ligamen cruciatum anterior – salah satu ligamen utama di lutut yang menghubungkan tulang tungkai atas (tulang paha) dengan tungkai bawah. ACL menjaga agar lutut tetap stabil.  

Cedera dapat ringan berupa robekan kecil, hingga berat, seperti ligamen robek seluruhnya atau ketika ligamen dan bagian dari tulang terpisah dari tulang.

Bila tidak ditangani, ACL yang cedera tidak mampu mengendalikan gerakan lutut, dan tulang akan cenderung bergesekan satu sama lain. Kondisi ini disebut dengan defisiensi ACL. Pergerakan tulang yang tidak normal juga dapat merusak jaringan (kartilago atau tulang rawan) yang menyelubungi ujung tulang dan dapat memerangkap dan merobek bantalan (meniscus) yang melapisi sendi lutut. Kerusakan ini dapat menyebabkan osteoarthritis.

Terkadang ligamen lain di lutut juga mengalami cedera. Termasuk meniscus, atau tulang di sendi lutut, yang dapat patah.  

Anatomi

Tiga buah tulang bertemu dan membentuk sendi lutut: tulang paha (femur), tulang betis (tibia) dan tempurung lutut (patella). Tempurung lutut berada di depan sendi untuk memberikan perlindungan.  

Satu tulang dihubungkan dengan tulang yang lain oleh ligamen. Terdapat empat ligamen di lutut. Ligamen tersebut berperan seperti tali yang kuat untuk menahan tulang-tulang dan menjaga lutut tetap stabil.  

Sumber gambar: orthoinfo.aaos.org

Ligamen Kolateral

Ligamen ini terdapat di sisi samping lutut. Ligamen kolateral medial berada di sisi dalam dan ligamen kolateral lateral berada di sisi luar. Ligamen-ligamen tersebut mengontrol gerakan menyamping dan menahan gerakan yang tidak biasa.  

Ligamen Cruciatum

Ligamen ini ditemukan di bagian dalam sendi lutut. Ligamen ini saling bersilangan membentuk huruf “X”, dengan ligamen cruciatum anterior di bagian depan dan ligamen cruciatum posterior di bagian belakang. Ligamen cruciatum mengontrol gerakan ke depan dan belakang lutut.  

Ligamen cruciatum anterior terletak diagonal di bagian tengah lutut. Ligamen ini mencegah tibia tergelincir ke depan femur, dan memberikan stabilitas rotasional lutut. 

Sekitar setengah dari semua cedera ligamen cruciatum anterior terjadi bersamaan dengan kerusakan struktur lain di lutut, misalnya kartilago, meniscus, atau ligamen lain.

Ligamen yang cedera disebut dengan “sprain” (terkilir) dan terdapat tiga skala tingkat keparahan cedera.

Grade 1. Ligamen mengalami kerusakan ringan. Ligamen sedikit teregang, tetapi masih dapat menjaga stabilitas lutut.  

Grade 2. Ligamen terkilir hingga menjadi longgar. Kondisi ini sering disebut sebagai robekan ligamen sebagian.  

Grade 3. Kondisi ini paling sering disebut sebagai robekan ligamen lengkap. Ligamen terbagi menjadi dua, dan sendi lutut menjadi tidak stabil.  

Sumber gambar: orthoinfo.aaos.org

Robekan sebagian dari ligamen cruciatum anterior jarang terjadi; sebagian besar cedera ACL adalah robekan lengkap atau hampir lengkap.

Penyebab Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Ligamen cruciatum anterior dapat mengalami cedera dengan berbagai cara:

  • Perubahan arah dengan cepat
  • Berhenti tiba-tiba
  • Melambat ketika berlari
  • Mendarat setelah melompat dengan gerakan yang salah
  • Kontak atau tubrukan langsung, misalnya terjegal saat bermain sepakbola
  • Memutar badan dengan kaki menginjak dengan kuat

ACL dapat mengalami cedera bila sendi lutut tertekuk ke belakang, terpuntir, atau menekuk ke samping. Kemungkinan cedera lebih tinggi bila lebih dari satu gerakan tersebut terjadi bersamaan. Kontak (terpukul oleh orang lain atau benda) juga dapat menyebabkan cedera ACL.

Sumber gambar: kneeortho.org

Cedera ACL sering terjadi ketika berolahraga. Cedera dapat terjadi ketika kaki menginjak dengan kuat dan terdapat gaya yang tiba-tiba memukul lutut ketika tungkai lurus atau sedikit tertekuk. Hal ini dapat terjadi ketika kita mengubah arah dengan cepat, melambat ketika berlari, atau mendarat setelah melompat. Jenis cedera ini sering terjadi pada olahraga sepakbola, ski, dan olahraga lain yang terdapat banyak gerakan berhenti lalu berlari, melompat, atau berliku-liku. Penyebab lain misalnya jatuh dari tangga atau salah melangkah di tangga. Seperti bagian tubuh lainnya, ACL menjadi semakin lemah seiring dengan pertambahan usia. Robekan lebih mudah terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Gejala Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Tanda dan gejala cedera ACL biasanya mencakup:

  • Bunyi "pop" yang kencang atau sensasi “meletup” di lutut
  • Nyeri pada bagian luar dan belakang lutut dan tidak mampu melanjutkan aktivitas
  • Pembengkakan yang dimulai dalam beberapa jam. Pembengkakan dapat merupakan tanda perdarahan di dalam sendi lutut. Pembengkakan yang terjadi segera biasanya merupakan tanda cedera lutut serius.
  • Kehilangan pergerakan
  • Rasa tidak stabil atau “ingin lepas” ketika berdiri
  • Rasa tidak nyaman ketika berjalan

Faktor Risiko Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Wanita lebih cenderung untuk mengalami cedera ACl dibandingkan pria yang berpartisipasi dalam olahraga yang sama. Penelitian telah menunjukkan beberapa alasan untuk perbedaan risiko ini. Secara umum, atlet wanita menunjukkan ketidakseimbangan di daerah paha dengan otot bagian depan (quadriceps) lebih kuat dibandingkan otot di bagian belakang (hamstring). Otot hamstring membantu menjaga agar tulang betis tidak bergerak terlalu jauh ke depan – gerakan yang dapat menyebabkan ekstensi ACL berlebihan. Penyebab lainnya yaitu perbedaan pada kondisi fisik, kekuatan otot dan kendali neuromuskular, perbedaan kesejajaran pelvis dan tungkai bawah, meningkatnya kelonggaran di ligamen, dan efek estrogen pada ligamen. Penelitian yang membandingkan teknik melompat dan mendarat antara pria dan wanita menunjukkan bahwa atlet wanita lebih cenderung mendarat dengan cara yang meningkatkan tekanan pada lutut. Penelitian menunjukkan bahwa latihan untuk menguatkan otot tungkai bawah, pinggang dan torso bagian bawa – juga latihan untuk memperbaiki teknik melompat dan mendarat – dapat mengurangi risiko cedera ACL yang berkaitan pada atlet wanita.

Diagnosis Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa lutut apakah terdapat pembengkakan dan nyeri – membandingkan lutut yang cedera dengan lutut yang tidak cedera. Dokter juga akan menggerakkan lutut ke berbagai posisi untuk menilai kisaran gerak dan fungsi sendi keseluruhan.  

Seringkali diagnosis dapat dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik saja, tetapi diperlukan pemeriksaan lain untuk menyingkirkan penyebab lain dan untuk menentukan tingkat keparahan cedera. Pemeriksaan ini dapat mencakup:  

  • Rontgen. Rontgen dapat diperlukan untuk menyingkirkan patah tulang (fraktur). Akan tetapi rontgen tidak  dapat menggambarkan jaringan lunak, seperti ligamen dan tendon.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet kuat untuk memberi gambaran jaringan keras dan lunak di tubuh. MRI dapat menunnjukkan cedera ACL dan tanda kerusakan jaringan lain di lutut. Akan tetapi MRI biasanya tidak diperlukan untuk membuat diagnosis robekan ACL.
  • Ultrasound. Menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan struktur internal, ultrasonografi juga digunakan untuk memeriksa cedera ligamen, tendon dan otot lutut.
  • Arthroskopi juga mungkin dilakukan. Pada artroskopi, dokter akan memasukkan alat bedah melalui satu atau beberapa lubang kecil (insisi) di lutut untuk melihat bagian dalam lutut.

Gambaran arthroskopi cedera ACL (kiri ACL normal, kanan ACL yang mengalami cedera/robekan)

Sumber gambar: orthoinfo.aaos.org

Penanganan Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Penanganan akan bergantung pada seberapa berat robekan ACL, apakah bagian lain dari lutut juga cedera, seberapa aktif Anda, usia dan kondisi kesehatan Anda secara umum, dan sejak kapan cedera terjadi.

Pertolongan pertama yang segera dilakukan dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan segera setelah cedera lutut. Gunakan pendekatan PRICE:

  • Protection. Lindungi lutut yang cedera dari cedera lanjutan.
  • Rest. Istirahat secara umum diperlukan untuk penyembuhan dan membatasi beban pada lutut Anda.
  • Ice. Ketika Anda tidak tidur, cobalah untuk mengompres lutut Anda dengan air dingin/es setidaknya setiap dua jam selama 20 menit.
  • Compression. Gunakan perban elastis untuk membebat lutut Anda.
  • Elevation. Tidur berbaring dengan posisi lutut lebih tinggi.

Sumber gambar: www.bupa.co.uk

Segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.

Penanganan non Pembedahan

ACL yang robek tidak akan menyembuh tanpa pembedahan. Tetapi penanganan non pembedahan dapat efektif untuk pasien usia lanjut atau tingkat aktivitasnya sangat rendah. Bila secara umum stabilitas lutut intak, dokter dapat merekomendasikan penanganan non bedah yang sederhana.  

Penggunaan Brace. Dokter mungkin merekomendasikan brace untuk melindungi lutut dari instabilitas. Untuk melindungi lutut lebih lanjut, Anda diberikan tongkat berjalan untuk menjaga agar Anda tidak memberikan beban berat badan pada tungkai.  

Terapi Fisik. Bila pembengkakan sudah menghilang, program rehabilitasi yang hati-hati dapat dimulai. Latihan khusus akan mengembalikan fungsi lutut dan menguatkan otot tungkai yang menyokongnya.  

Penanganan Pembedahan

Dokter akan merekomendasikan pembedahan bila:

  • Pasien adalah seorang atlet dan ingin melanjutkan karir, terutama bila olahraga yang digeluti melibatkan gerakan melompat atau memutar badan dengan poros pada kaki
  • Lebih dari satu ligamen atau kartilago lutut mengalami cedera
  • Pasien berusia muda dan aktif
  • Cedera menyebabkan lutut tertekuk selama aktivitas sehari-hari

Merekonstruksi ligamen. Sebagian besar robekan ACL tidak dapat dijahit kembali. Untuk memperbaiki ACL secara pembedahan dan mengembalikan stabilitas lutut, ligamen harus direkonstruksi. Dokter akan mengganti ligamen yang robek dengan cangkok jaringan. Cangkok jaringan ini berperan sebagai perancah bagi ligamen baru untuk tumbuh.  

Cangkok bisa didapatkan dari berbagai sumber. Seringkali cangkok diambil dari tendon patella, yang memanjang antara tempurung lutut dna tulang betis. Tendon hamstring pad abagian belakang paha juga merupakan sumber yang sering digunakan. Terkadang digunakan tendon quadriceps, yang memanjang dari tulang tempurung ke paha. Pilihan terakhir, cangkok dari cadaver dapat digunakan.  

Karena pertumbuhan kembali memerlukan waktu, diperlukan delapan hingga 12 bulan sebelum seorang atlet dapat kembali berolahraga setelah pembedahan.

Sumber gambar: www.sgsc.net

Rehabilitasi

Rehabilitasi memegang peran penting untuk penyembuhan setelah cedera lutut, baik pada penanganan dengan pembedahan maupun tanpa pembedahan. Program terapi fisik akan membantu mendapatkan kembali kekuatan dan gerak lutut.  

Setelah pembedahan, terapi fisik pertama kali memfokuskan pada pengembalian gerakan sendi dan otot di sekelilingnya. Kemudian diikuti dengan program penguatan yang dirancang untuk melindungi ligamen baru. Program penguatan ini perlahan-lahan meningkatkan tekanan pada ligamen. Fase akhir rehabilitasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.  

Pencegahan Cedera Ligamen Cruciatum Anterior

Cara terbaik untuk mencegah cedera ACL adalah dengan meregangkan dan menguatkan otot tungkai bawah, terutama otot paha bagian depan dan belakang (quadriceps dan hamstring).

Latihan dan olahraga yang tepat dapat membantu mengurangi risiko cedera ACL. Terapis fisik, pelatih atletik atau ahli dalam kedokteran olahraga dapat memberikan penilaian, instruksi dan umpan balik yang dapat membantu mengurangi risiko cedera.

Program untuk mengurangi cedera ACL mencakup:

  • Latihan yang dapat menguatkan otot tungkai, terutama latihan hamstring, untuk memastikan keseimbangan umum pada kekuatan otot tungkai
  • Latihan utnukmenguatkan inti tubuh: pinggul, pelvis dan abdomen bawah.
  • Latihan dan olahraga untuk teknik dan posisi lutut yang tepat ketika melompat dan mendarat
  • Latihan untuk memperbaiki teknik menggunakan kaki sebagai poros

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera ACL:

  • Hindari penggunaan sepatu dengan penonjolan pada olahraga kontak.
  • Hindari penggunaan sepatu hak tinggi.
  • Hindari olahraga yang melibatkan banyak gerakan memuntir dan kontak.
  • Gunakan alas kaki dan bantalan pelindung yang sesuai dengan olahraga yang dilakukan.  

Penggunaan brace lutut tidak tampak melindungi cedera ACL atau mengurangi risiko cedera berulang setelah pembedahan.

 

 

 

 

Referensi:

  • orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00549
  • www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/home/ovc-20167375
  • www.webmd.com/a-to-z-guides/tc/anterior-cruciate-ligament-acl-injuries-topic-overview#1

Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com