Kamis, 9 Maret 2017 | Penulis : Flex Free

Analisis Biomekanik

Sumber gambar: www.cityrehab.co.uk

Definisi Biomekanik

Biomekanik adalah ilmu yang memperlajari gaya internal dan eksternal di tubuh manusia dan efek yang ditimbulkan oleh gaya tersebut. Secara lebih spesifik, biomekanik adalah ilmu mengenai pergerakan manusia dan menjelaskan gaya yang menyebabkan gerakan tersebut.

Peran Biomekanik

Biomekanik dapat berperan penting pada pencegahan cedera maupun peningkatan performa. Penting bagi atlet segala usia dan tingkat keterampilan untuk memahami pentingnya edukasi untuk membentuk mekanika yang tepat. Edukasi bisa didapat dalam berbagai bentuk, tetapi dalam masyarakat saat ini, umpan balik visual adalah cara yang paling efektif untuk memperbaiki teknik atlet dan memungkinkan atlet untuk tampil se-efisien mungkin. Kemampuan atlet untuk tampil se-efisien mungkin dan bebas cedera adalah kunci pada performa, dan keduanya dapat diperbaiki dengan analisis biomekanik.

Sumber gambar: www.movement.ethz.ch

Analisis Biomekanik

Ilmu biomekanik penting untuk menentukan apa yang menyebabkan cedera sehingga kita dapat mencegah berulangnya cedera. Hal ini terutama penting atlet profesional, tetapi dapat menjadi penyebab utama pada cedera berulang pada atlet amatir.  

Analisis biomekanik dapat melibatkan:

  • Analisis gaya berjalan (gait)  - mempelajari pola berjalan.  
  • Analisis lari – mempelajari gaya berlari.  
  • Analisis video atau analisis tangkapan gerakan.  
  • Biomekanik olahraga – analisis khusus olahraga.
  • Analisis tempat kerja – mempelajari bagaimana Anda melakukan pekerjaan Anda.
  • Biomekanika berlari, lari cepat, berenang, melempar, dll.

Sumber gambar: www.salford.ac.uk

Siapa yang mendapatkan manfaat dari analisis biomekanik?

Analisis biomekanik dapat bermanfaat bagi semua atlet. Apakah Anda adalah pelari mingguan atau atlet pelari cepat, analisis biomekanik dapat bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk membentuk pola pergeraan yang lebih efisien. Hal ini dapat bermanfaat bagi pelari mingguan dengan meningkatkan jarak tempuh lari dan lari tanpa nyeri. Sedangkan bagi atlet lari cepat, analisis biomekanik dapat bermanfaat mulai dari gerakan awal lari yang lebih efisien hingga memungkinkan mereka untuk mengurangi waktu berlari hingga milidetik dari waktu terbaik mereka.

Analisis dan Rehabilitasi Biomekanik pada Atlet

Postur didefinisikan sebagai posisi tubuh. Postur tubuh yang benar adalah ketika otot dan tulang seimbang. Ketika terdapat hubungan yang terganggu di antara bagian tubuh berbeda yang menghasilkan tegangan yang lebih tinggi pada struktur penahan, keseimbangan tubuh akan terganggu, masalah postural dapat timbul. Sistem neurisensoral melalui mekanisme vestibular, visual dan proprioseptif berperan pada postur yang benar. Selain itu, mekanisme neurofisiologis berperan penting untuk mempertahankan tonus postural yang benar.

Cedera utama pada atlet disebabkan oleh trauma yang bersifat akumulatif (karena penggunaan berlebihan) akibat berat badan berlebihan secara fungsional, yang menyebabkan kondisi seperti runner’s knee, jumper’s knee, nyeri lutut depan, sindrom iliotibial band, shin split, tendonitis Achilles, fraktur stess, daerah pangkal paha dan otot yang tertarik, metatarsalgia, nyeri punggung.

Analisis Postural

Sumber gambar: www.scielo.com

Bagi atlet, evaluasi postural penting untuk mengoreksi postur yang salah dengan bantuan latihan terapeutik dan proprioseptif, yang melibatkan penggunaan insoles ortopedi, untuk mencegah cedera. Setelah trauma, rehabilitasi adalah langkah yang sangat penting untuk kembali ke aktivitas olahraga dalam waktu yang singkat. Proses rehabilitasi dibagi menjadi tiga fase: fase akut, fase post akut, dan fase “kembali bermain”.

Pada fase pertama, tujuan utama adalah mengurangi nyeri dan peradangan melalui istirahat dan penggunaan terapi medis seperti criotherapy, terapi laser, tecar dan FANS. Pada fase ini, menurut orthopedi, fisioterapis dapat memulai latihan terapeutik yang aman dan efektif, seperti latihan isometrik dan terapi hidrokinesia.

Pada fase kedua, perhatian khusus harus diberikan pada penyembuhan massa otot dan kisaran gerak melalui latihan peregangan dan proprioseptif dan latihan isotonik melawan tahanan bertahap. Pada tahap ini, terapi fisik tetap diperlukan untuk mengontrol nyeri dan peradangan.

Tujuan dari fase “kembali bermain” adalah untuk memulihkan keterampilan atletik melalui latihan peregangan dan proprioseptif, meningkatkan kekuatan dan kembali ke latihan khusus. Terapis dapat menggunakan teknik taping pada tahap ini.

Waktu penyembuhan bergantung pada keparahan cedera, usia, penyakit sebelumnya dan motivasi pasien. Pada akhirnya, tujuan dari pencegahan dan rehabilitasi adalah untuk menemukan dan menyingkirkan stress dan agen patologis, untuk mengurangi terbatasnya kisaran gerak, mengontrol nyeri dan kembali berolahraga.

 

 

 

Referensi:

  • physioworks.com.au/treatments-1/biomechanical-analysis
  • www.makingstridz.com/node/16
  • www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3797009/

 

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com