IND | EN

Selasa, 2 Mei 2017 | Penulis : Flex Free

HIP FLEXOR STRAIN

Sumber gambar: www.girlgonestrong.com

Fleksor panggul adalah kelompok otot yang bekerja mengangkat paha ke atas. Otot-otot tersebut juga membantu mengangkat batang tubuh ketika berada di posisi berbaring. Dua otot utama dalam kelompok ini adalah iliopsoas dan rectus femoris.

Fleksor panggul bertanggung jawab untuk pergerakan lutut ke arah dada (menekuk panggul) ketika beraktivitas dan terutama aktif ketika berlari cepat atau menendang. Ketika fleksor panggul berkontraksi atau diregangkan, tegangan dibebankan pada serat otot fleksor panggul. Ketika tegangan berlebihan karena terlalu banyak pengulangan atau tenaga yang besar, serat otot fleksor panggul dapat robek.

Strain adalah teregangnya atau robeknya otot atau tendon. Strain panggul terjadi ketika salah satu otot yang menyokong sendi panggul teregang melebihi batas atau mengalami robekan. Strain dapat ringan, sedang atau berat, bergantung pada luasnya cedera. Strain yang berat dapat membatasi kemampuan untuk menggerakan panggul. Siapapun dapat mengalami strain panggul akibat pekerjaan sehari-hari, tetapi strain paling sering diakibatkan oleh aktivitas olahraga. Meskipun sebagian besar strain panggul membaik dengan penanganan di rumah yang sederhana, strain yang berat dapat memerlukan terapi fisik atau penanganan medis lainnya.  

Robekan fleksor panggul dapat bervariasi dari robekan kecil dan kehilangan fungsi minimal, hingga robekan lengkap yang melibatkan nyeri berat yang muncul tiba-tiba dan disabilitas yang nyata.

Sumber gambar: www.gohockey.com

Strain fleksor panggul terbagi menjadi 3 tingkatan sebagai berikut:

  • Grade 1: sejumlah kecil serat otot robek yang menyebabkan nyeri, tetapi fungsi masih lengkap.
  • Grade 2: sejumlah serat otot robek dengan kehilangan fungsi sedang.
  • Grade 3: semua serat otot robek yang mengakibatkan kehilangan fungsi seluruhnya.

Umumnya strain fleksor panggul yang terjadi adalah grade 2.

Gejala Hip Flexor Strain

Sumber gambar: www.muscle-pull.com

  • Nyeri di bagian depan panggul.
  • Nyeri muncul tiba-tiba.
  • Nyeri diperburuk dengan mengangkat paha melawan tahanan.
  • Daerah di depan panggul dapat terasa nyeri bila disentuh, meskipun iliopsoas terletak sangat dalam sehingga sulit dirasakan. Rasa nyeri lebih sering mengindikasikan cedera rectus femoris.
  • Pada cedera berat dapat ditemukan pembengkakan dan memar.
  • Penurunan kisaran gerak.
  • Kelemahan otot.

Penyebab Hip Flexor Strain

Strain panggul dapat akibat cedera akut yang terjadi tiba-tiba, misalnya akibat terjatuh atau pukulan langsung dalam olahraga kontak. Strain panggul juga dapat diakibatkan oleh penggunaan yang berlebihan – ketika otot atau tendon secara perlahan melemah seiring waktu akibat gerakan berulang.  

Faktor-faktor yang menjadi risiko terjadinya strain panggul:

  • Cedera sebelumnya di area yang sama
  • Ketegangan otot
  • Tidak melakukan pemanasan dengan baik sebelum berolahraga
  • Berusaha lebih keras atau lebih cepat ketika berolahraga

Diagnosis Hip Flexor Strain

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menanyakan kesehatan secara keseluruhan dan menanyakan aktivitas sebelum terjadinya cedera. Dokter akan memeriksa tungkai dan panggul apakah terdapat nyeri atau pembengkakan. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menekan sejumlah otot dan menggerakkan tungkai dan panggul ke berbagai arah untuk menilai kisaran gerak. Dokter juga akan meminta Anda untuk melakukan sejumlah peregangan dan gerakan untuk menentukan otot yang cedera.  

Rontgen

Rontgen memberikan gambaran struktur padat seperti tulang. Dokter mungkin akan meminta pemeriksaan rontgen untuk menyingkirkan kemungkinan fraktur stress panggul, yang memiliki gejala yang serupa. Pada sebagian besar kasus, tidak diperlukan pemeriksaan pencitraan tambahan untuk memastikan diagnosis.  

Penanganan Hip Flexor Strain

Mayoritas strain panggul ditangani tanpa pembedahan. Penanganan medis untuk strain otot dirancang untuk meredakan nyeri dan mengembalikan kisaran gerak dan kekuatan.  

Penanganan di Rumah

Strain ringan dapat ditangani dengan protokol PRICE.

  • Protect. Lindungi otot yang cedera dari cedera lebih lanjut.
  • Rest. Hindari aktivitas yang membebani panggul selama beberapa hari pertama setelah cedera.  
  • Ice. Gunakan es segera setelah cedera untuk mencegah pembengkakan. Gunakan kompres dingin selama 2 menit setiap kalinya, beberapa kali sehari. Jangan gunakan es langsung ke kulit.  
  • Compression. Untuk mencegah pembengkakan lebih lanjut, bebat ringan area dengan perban yang lembut atau gunakan celana kompresi.  
  • Elevation. Sesering mungkin, istirahatkan tungkai lebih tinggi dari jantung.

Selain itu, obat anti inflamasi non steroid, dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri.  

Bila nyeri menetap atau Anda mengalami kesulitan menggerakkan panggul dan tungkai, segera konsultasikan ke dokter.  

Penanganan non Bedah

Selain RICE dan obat anti inflamasi, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan tongkat bantu berjalan selama beberapa hari untuk membatasi beban di panggul. Rekomendasi lainnya dapat berupa:  

  • Terapi panas. Pada cedera akut, es harus segera digunakan untuk mengurangi pembengkakan. Setelah 72 jam, ganti terapi dingin dengan terapi panas – dapat berupa berendam di air hangat atau menggunakan lampu panas atau kompres panas – dapat membantu meredakan nyeri dan memperbaiki kisaran gerak.

Sumber gambar: www.summitmedicalgroup.com

  • Program olahraga di rumah. Latihan spesifik dapat menguatkan otot yang menyokong panggul dan membantu meningkatkan ketahanan dan fleksibilitas otot.  
  • Terapi fisik. Bila nyeri menetap setelah beberapa minggu latihan di rumah, dokter mungkin akan merekomendasikan rehabilitasi fisik formal. Terapis fisik dapat memberikan program latihan khusus untuk memperbaiki kekuatan dan fleksibilitas.  
Penanganan Pembedahan

Cedera berat di mana serat otot robek seluruhnya memerlukan pembedahan untuk mengembalikan fungsi dan pergerakan normal. Pembedahan umumnya melibatkan penjahitan otot yang robek.  

Masa Penyembuhan  

Pada sebagian besar kasus, Anda harus menghindari aktivitas yang menyebabkan cedera selama 10 hingga 14 hari. Strain otot berat dapat memerlukan periode penyembuhan yang lama. Bila nyeri dirasakan ketika Anda kembali beraktivitas yang memerlukan tenaga lebih, hentikan apa yang sedang Anda lakukan dan kembali beraktivitas yang tidak menyebabkan nyeri.  

Berikut ini tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah strain otot berulang di masa yang akan datang:

  • Kondisikan otot Anda dengan program latihan teratur. Konsultasikan dengan dokter latihan yang tepat untuk Anda.  
  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan atau aktivitas olahraga. Pemanasan yang baik menyiapkan tubuh Anda untuk aktivitas yang lebih berat, karena mengalirkan darah, meningkatkan suhu otot, dan meningkatkan kecepatan pernapasan. Pemanasan memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan kebutuhan latihan. Pemanasan meningkatkan kisaran gerak dan mengurangi kekakuan.  
  • Gunakan peralatan dan pakaian yang sesuai dengan olahraga Anda.
  • Lakukan pendinginan setelah berolahraga. Lakukan peregangan secara perlahan dan bertahap, tahan peregangan untuk memberikan waktu bagi otot untuk merespons dan memanjang.
  • Berikan waktu yang cukup bagi otot untuk menyembuh sebelum kembali berolahraga. Tunggu hingga kekuatan dan fleksibilitas otot kembali seperti sebelum cedera.  

 

 

Referensi:

  • orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00361
  • www.physioadvisor.com.au/injuries/hip-groin/hip-flexor-strain/
  • www.sportsinjuryclinic.net/sport-injuries/hip-groin-pain/hip-strain

Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com