Selasa, 25 Juli 2017 | Penulis : Flex Free

NYERI TULANG EKOR

Sumber gambar: deutschchiropractic.com

Coccyx atau tulang koksigeal adalah tulang yang berada pada bagian paling bawah dari tulang belakang. Tulang ini berada di bawah tulang sakrum. Tulang ini merupakan ‘ekor’ yang tidak berkembang. Tulang ini dapat terdiri dari tiga hingga lima tulang yang berbeda yang dihubungkan dengan sendi dan/atau ligamen yang menyerupai diskus yang menyatu atau semi-menyatu. Dahulu tulang ekor dianggap menyatu, akan tetapi kini diketahui bahwa ada pergerakan terbatas antara tulang. Tulang ekor terhubung dengan tulang sakrum melalui sendi sakrokoksigeal. Tulang ekor biasanya bergerak sedikit ke depan atau belakang seiring dengan pergerakan pelvis, panggul dan tungkai. Ketika seseorang duduk atau berdiri, tulang yang menyusun panggul (termasuk tulang ekor) sedikit berotasi ke luar dan ke dalam untuk menyeimbangkan tubuh.  

Fungsi Tulang Ekor

Meskipun tulang ekor dianggap tidak lagi diperlukan di tubuh manusia, tulang ini memiliki beberapa fungsi di panggul. Tulang ekor adalah salah satu bagian dari tiga bagian pendukung ketika seseorang duduk. Berat badan didistribusikan di atara bagian bawah tulang panggul (atau ischium) dan tulang ekor, yang memberikan keseimbangan dan stabilitas ketika seseorang duduk.  

Tulang ekor adalah titik penghubung berbagai otot dasar panggul. Otot-otot ini membantu menyokong anus dan membantuk proses defekasi, menyokong vagina pada wanita, dan membantu ketika berjalan, berlari dan menggerakkan tungkai.  

Coccydynia (Nyeri Tulang Ekor) 

Coccydynia adalah nyeri pada tulang ekor (area di bawah bokong). Pada sebagian besar kasus, nyeri akan menghilang setelah beberapa minggu atau bulan, tetapi terkadang dapat berlangsung lebih lama dan sangat mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala nyeri dapat:

  • Berupa nyeri tumpul, terkadang terdapat nyeri tajam
  • Memburuk ketika duduk, bangkit berdiri dari duduk, berdiri terlalu lama, berhubungan seksual dan buang air besar
  • Membuat sulit tidur dan melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya menyetir atau membungkuk

Beberapa orang juga mengalami nyeri punggung, nyeri tajam pada tungkai (sciatica) dan nyeri bokong dan panggul. Gejala dapat berbeda dari satu orang dengan yang lainnya, bergantung pada perbedaan anatomi dan penyebab yang mendasari. Nyeri tulang ekor dapat menjadi kronis, berlangsung lebih dari 3 bulan, bila ketidakstabilan struktur tulang menetap dan otot dan ligamen di sekelilingnya terus teregang, dan bila terdapat peradangan setempat.

Penyebab Coccydynia

Penyebab yang sering antara lain:

  • melahirkan
  • cedera atau kecelakaan, misalnya terjatuh
  • regangan yang berulang atau terus menerus pada coccyx
  • postur yang buruk
  • kelebihan atau kekurangan berat badan  

Penyebab yang lebih jarang adalah pertumbuhan tulang pada coccyx, coccyx terlalu fleksibel atau terlalu kaku, dan akibat arthritis. Penyebab yang jarang tetapi serius yaitu infeksi dan kanker. Coccydydinia juga dapat disebabkan oleh nyeri alih. Nyeri sesungguhnya berasal dari tempat lain, misalnya pada kasus herniasi diskus lumbal atau degenerasi diskus lumbal.

Faktor Risiko Coccydynia 

  • Obesitas. Rotasi pelvis, termasuk pergerakan coccyx, biasanya berkurang pada individu yang kelebihan berat badan, yang menyebabkan tekanan terus menerus pada coccyx dan meningkatkan berkembangnya nyeri coccyx. Satu penelitian menemukan bahwa seseorang yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 27,4 (wanita) atau 29,4 (pria) memiliki peningkatan risiko mengalami coccydynia setelah mengalami tekanan berulang atau cedera.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko mengalami coccydynia lebih tinggi dibandingkan pria akibat lebarnya sudut pelvis dan trauma pada coccyx ketika melahirkan.

Penanganan Coccydynia

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penanganan non bedah berhasil pada 90% kasus coccydynia. Penanganan coccydynia biasanya non invasif dan mencakup modifikasi aktivitas. Penanganan yang dapat dilakukan di rumah antara lain:  

  • Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat golongan ini dapat membantu mengurangi peradangan di sekitar coccyx yang umumnya menyebabkan nyeri.
  • Kompres dingin. Kompres dingin beberapa kali sehari selama beberapa hari pertama nyeri dapat mengurangi peradangan, yang biasanya terjadi setelah cedera.
  • Kompres hangat. Mengompres hangat setelah beberapa hari nyeri dimulai dapat membantu meredakan tegangan otot, yang dapat menyertai atau memperburuk nyeri coccyx.

Sumber gambar: notsitting.com

  • Modifikasi aktivitas. Perubahan pada aktivitas sehari-hari dapat membantuk mengurangi tekanan pada tulang ekor dan meredakan nyeri. Modifikasi aktivitas dapat berupa penggunaan meja kerja untuk berdiri untuk menghindari duduk terlalu lama, atau menyesuaikan postur sehingga berat badan tidak tertumpu pada tulang ekor ketika duduk.
  • Bantal duduk. Bantal duduk dapat digunakan untuk mengurangi tekanan. Bentuk bantal dapat berupa huruf U atau V.
  • Perubahan pola makan. Bila nyeri tulang belakang disebabkan atau bertambah ketika buang air besar atau bila terjadi konstipasi, direkomendasikan untuk meningkatkan asupan serat dan air, juga dapat digunakan pelunak feses.

Bila penanganan di atas tidak membantu, diperlukan penanganan lain dari tenaga kesehatan profesional, misalnya:

  • Suntikan. Penyuntikan obat anestesi dan steroid di sekeliling coccyx dapat meredakan nyeri. Nyeri dapat menghilang selama 1 minggu hingga beberapa tahun. Bila suntikan pertama efektif, pasien bisa mendapatkan hingga 3 suntikan dalam setahun.  
  • Manipulasi manual. Beberapa pasien mendapati manipulasi manual dapat meredakan nyeri. Dengan manipulasi manual, sendi di antara sakrum dan coccyx dapat disesuaikan, tindakan ini secara potensial mengurangi nyeri yang disebabkan oleh mobilitas coccyx yang tidak adekuat.
  • Pemijatan. Coccydynia dapat dikurangi atau disembuhkan dengan memijat otot dasar panggul yang tegang yang melekat ke coccyx. Otot yang menegang dapat memberikan regangan tambahan pada ligament dan sendi sacrococcygeal, sehingga membatasi mobilitas atau menarik coccyx.
  • Peregangan. Meregangkan ligamen yang melekat pada coccyx dengan perlahan dapat membantu mengurangi tegangan otot di area koksigeal. Peregangan harus berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan profesional.

Sumber gambar: dmelibrary.com

  • TENS. Penggunaan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulator (TENS) memberikan stimulasi listrik yang berlawanan dengan transmisi sinyal nyeri dari coccyx ke otak. Alat ini dapat menjadi pilihan untuk pasien yang tidak ingin mengkonsumsi obat terlalu banyak.

Setelah nyeri hilang, aktivitas aerobik low impact dapat bermanfaat, karena peningkatan aliran darah akan membawa nutrisi ke area dan mendorong kemampuan penyembuhan tubuh. Keuntungan tambahan dari aktivitas aerobik adalah diproduksinya hormon endorphin, zat yang dapat meredakan nyeri.

Pada kasus yang jarang, nyeri tidak merespons terhadap penanganan non bedah, sehingga pembedahan dipertimbangkan.

Kapan Harus Meminta Pertolongan Medis?

Coccydynia biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Meskipun begitu, segera periksakan diri ke dokter bila:

  • Nyeri tidak berkurang setelah beberapa minggu  
  • Penanganan di rumah tidak meredakan nyeri  
  • Nyeri sangat berat
  • Terdapat perdarahan, demam, atau nyeri selain dari coccyx

Pada beberapa kasus diperlukan pemeriksaan tambahan, misalnya rontgen, atau MRI.

 

 

Referensi:

  • www.nhs.uk/Conditions/coccydinia/Pages/Introduction.aspx#
  • www.spine-health.com/conditions/lower-back-pain/coccydynia-symptoms
  • www.spine-health.com/conditions/lower-back-pain/tailbone-pain-causes
  • www.spine-health.com/conditions/lower-back-pain/treatment-coccydynia-tailbone-pain
  • www.spine-health.com/conditions/spine-anatomy/anatomy-coccyx-tailbone
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com