IND | EN

Rabu, 29 November 2017 | Penulis : Flex Free

Mengenal Saraf Terjepit

Sumber gambar: spinecare.luminhealth.com

Saraf terjepit adalah istilah untuk gejala sensasi tidak nyaman, nyeri atau mati rasa ketika ada tekanan yang meningkat yang menyebabkan iritasi atau kerusakan saraf perifer (saraf perifer adalah saraf selain yang berada di dalam otak dan tulang belakang). Meskipun kondisi ini sering dikaitkan dengan nyeri punggung atau cedera leher, hampir semua saraf rentan mengalami jepitan saraf. Diskus yang mengalami herniasi di tulang belakang bawah misalnya, dapat memberikan tekanan pada akar saraf, yang menyebabkan nyeri yang menjalar ke belakang tungkai bawah. Begitu juga dengan saraf di pergelangan tangan, dapat menyebabkan nyeri dan mati rasa di tangan dan jari (sindroma terowongan carpal).

Kerusakan dari saraf yang terjepit dapat bersifat ringan maupun berat. Kerusakan ini dapat menyebabkan masalah sementara ataupun yang berlangsung lama. Semakin cepat diagnosis dan penanganan kompresi saraf, kesembuhan akan semakin cepat. Pada beberapa kasus, kerusakan saraf akan menetap.

Penyebab Saraf Terjepit

Saraf yang terjepit terjadi ketika ada terlalu banyak tekanan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya. Pada beberapa kasus, jaringan ini dapat berupa tulang atau tulang rawan. Pada kasus lain, otot atau tendon dapat menyebabkan kondisi ini. Tekanan juga dapat terjadi akibat gerakan berulang, atau akibat menahan tubuh di satu posisi dalam waktu yang lama, misalnya menekuk siku ketika tidur. Saraf paling rentan terjepit ketika melewati terowongan atau saluran yang sempit dan hanya memiliki sedikit jaringan lunak yang melindunginya.  

Sumber gambar: www.sjchs.org

Pada kasus sindrom terowongan carpal, sejumlah jaringan dapat menyebabkan tekanan pada saraf medianus, termasuk selubung tendon yang membengkak, pembesaran tulang yang menyebabkan terowongan menyempit, atau penebalan dan degenerasi ligamen.

Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan jaringan menekan saraf, yaitu:

  • Cedera
  • Rheumatoid arthritis atau arthritis pergelangan tangan
  • Tekanan akibat pekerjaan berulang
  • Aktivitas kegemaran atau olahraga
  • Kegemukan

Gejala Saraf Terjepit

Tekanan pada saraf perifer dapat mengiritasi saraf, selubung saraf, ataupun keduanya. Ketika hal ini terjadi, saraf tidak dapat menghantarkan impuls ke otak dengan baik, sehingga menyebabkan sensasi mati rasa. Peradangan yang dikaitkan dengan kerusakan atau cedera juga dapat menyebabkan sinyal nyeri atau parestesia (sensasi kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk) dikirim ke otak.

Peradangan atau tekanan pada akar saraf yang keluar dari tulang belakang dapat menyebabkan nyeri leher atau punggung bawah dan dapat menyebabkan nyeri menjalar dari leher dan ke bahu dan lengan). Atau nyeri juga dapat menyebar ke tungkai dan kaki (sciatica). Kompresi pada leher atau lengan juga akan menyebabkan gejala di siku, tangan, pergelangan tangan, atau jari.  

Bila saraf tertekan dalam waktu singkat, biasanya tidak ada kerusakan permanen. Ketika tekanan dihilangkan, fungsi saraf dapat kembali normal. Akan tetapi bila tekanan berkelanjutan, nyeri kronis dan kerusakan saraf permanen dapat terjadi.

Gejala dan tanda saraf terjepit yaitu:

  • Sensasi mati rasa atau berkurangnya sensasi pada area yang disuplai oleh saraf. Pada awalnya gejala ini hilang timbul, tetapi lama kelamaan akan menetap.
  • Nyeri yang tajam atau seperti terbakar yang dapat menjalar.
  • Sensasi kesemutan dan seperti ditusuk jarum (parestesia).
  • Kelemahan otot pada area yang terkena. Apabila tidak teridentifikasi dan tidak dikoreksi, otot dapat mengecil ukurannya dan berkurang fungsinya.
  • Tangan atau kaki sering terasa “tidur”.

Masalah yang berkaitan dengan saraf yang terjepit dapat memburuk ketika tidur. Terkadang gejala memburuk ketika mencoba gerakan tertentu, misalnya menoleh atau menegakkan leher.

Lokasi saraf yang sering terjepit diantaranya:

  • Terowongan carpal
  • Saraf ulnaris di siku. Seringkali disebabkan karena menyandarkan siku ketika duduk atau mengemudi.
  • Saraf kutaneus femoralis. Disebabkan oleh kompresi saraf sensorik yang menuju paha bagian atas. Hal ini juga dapat ditemukan pada kehamilan, ketika rahim yang membesar menyebabkan penekanan saraf.
  • Cedera saraf peroneal. Berkaitan dengan menyilangkan tungkai setinggi lutut.
  • Masalah saraf sciatic atau sciatica. Nyeri menjalar dari punggung ke tungkai atau ke panggul.
  • Tulang servikal. Jepitan saraf di leher dapat menyebabkan nyeri atau kesemutan yang menjalar ke lengan atau daerah bilah bahu.

Sumber gambar: www.completepaincare.com

Catatan, meskipun tennis elbow adalah kondisi nyeri yang sering dikaitkan dengan aktivitas berulang, nyeri yang terjadi disebabkan oleh peradangan tendon, bukan saraf yang terjepit.

Faktor Risiko Saraf Terjepit

Faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya jepitan saraf:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami sindrom terowongan carpal, kemungkinan akibat terowongan carpal yang lebih kecil.
  • Spur tulang. Trauma atau kondisi yang menyebabkan penebalan tulang, misalnya osteoarthritis, dapat menyebabkan spur (penonjolan) tulang. Spur tulang dapat membuat tulang belakang menjadi kaku dan saluran saraf menyempit, sehingga menjepit saraf.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Penyakit tiroid. Orang yang menderita penyakit tiroid berisiko tinggi mengalami sindrom terowongan carpal.

Faktor risiko lainnya yaitu:

  • Diabetes.
  • Penggunaan yang berlebihan. Pekerjaan atau kegemaran yang memerlukan gerakan tangan, pergelangan tangan atau bahu yang berulang akan meningkatkan kemungkinan terjadinya jepitan saraf.
  • Kegemukan. Kelebihan berat badan dapat menambah tekanan ke saraf.
  • Kehamilan. Air dan kenaikan berat badan yang berkaitan dengan kehamilan dapat membuat jalur saraf membengkak, yang akan menekan saraf.
  • Bed rest berkepanjangan. Berbaring dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kompresi saraf.

Mendiagnosis Jepitan Saraf

Diagnosis jepitan saraf dibuat berdasarkan riwayat gejala dan pemeriksaan fisik yang teliti. Bergantung pada temuan yang didapat, diagnosis dapat dibuat secara klinis atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber gambar: www.healthline.com

Electromyography (EMG) adalah pemeriksaan hantaran saraf untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis saraf terjepit dan untuk menentukan luasnya kerusakan saraf.

Bila saraf yang terjepit ada di leher atau punggung, diperlukan pemeriksaan MRI atau CT scan untuk memastikan diagnosis dan mencari penyebabnya (penonjolan diskus, arthritis, atau fraktur).

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter bila gejala saraf terjepit berlangsung selama beberapa hari dan tidak merespons penanganan seperti istirahat dan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Penanganan untuk Saraf Terjepit

Penanganan untuk saraf terjepit bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya.

  1. Mengistirahatkan area yang terkena seringkali efektif, terutama pada kasus cedera akibat aktivitas berulang. Terapi fisik seringkali bermanfaat ketika saraf yang terjepit disebabkan oleh masalah pada leher atau punggung bawah. Olahraga dapat menguatkan otot punggung atau inti tubuh dan menurunkan atau menghilangkan tekanan pada akar saraf. Obat anti radang seperti ibuprofen dapat bermanfaat. Injeksi steroid juga dapat bermanfaat untuk beberapa jenis kasus jepitan saraf.
  2. Pada kasus sindrom terowongan carpal, pembidaian pergelangan tangan sering digunakan. Pada kasus neuropati ulnaris atau neuropati peroneal komunis, perlu dipelajari perubahan posisi tubuh untuk mendapatkan hasil yang baik.
  3. Mengurangi berat badan dapat bermanfaat untuk berbagai jenis kasus jepitan saraf.
  4. Pembedahan mungkin diperlukan untuk membebaskan tekanan saraf bila penggunaan obat, bidai, terapi fisk atau injeksi tidak berhasil. Jenis pembedahan bergantung pada saraf yang terjepit. Pada kasus yang lebih berat, mungkin diperlukan pembuangan material yang menyebabkan tekanan, misalnya jaringan parut, material diskus, pecahan tulang.

Prognosis Saraf Terjepit

Pada banyak kasus, setelah saraf yang terjepit teridentifikasi, gejala dapat menghilang setelah penanganan membuat saraf sembuh. Ada kasus di mana kerusakan saraf terjadi permanen, dan pasien mengalami sensasi mati rasa atau nyeri yang permanen di area yang terkena. Karena saraf beregenerasi (tumbuh kembali) secara lambat (dalam jangka waktu yang lama), penting untuk mengkonsultasikan gejala yang menetap selama beberapa hari atau minggu.

Pencegahan Saraf Terjepit

Cara-cara berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya jepitan saraf:

  • Pertahankan posisi yang baik, jangan menyilangkan kaki, bersandar dengan siku, atau berbaring pada satu posisi dalam jangka waktu yang lama. Gunakan prinsip ergonomi di tempat kerja dan di rumah.
  • Lakukan latihan kekuatan dan fleksibilitas.
  • Batasi aktivitas berulang dan lakukan banyak istirahat ketika melakukan aktivitas berulang tersebut.
  • Pertahankan berat badan sehat.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746
  • https://www.medicinenet.com/pinched_nerve_overview/article.htm
  • https://www.webmd.com/pain-management/guide/compressed-nerves#1

Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com