IND | EN

Kamis, 6 Agustus 2015 | Penulis : Dr. Arif Soemarjono, SpRM, FACSM

TERAPI DEKOMPRESI SPINAL DENGAN MENGGUNAKAN TRITON-DTS

Apa itu Terapi Dekompresi Spinal?

Terapi dekompresi spinal adalah salah satu jenis terapi non operatif atau tanpa operasi yang menggunakan alat tarik khusus untuk mengurangi tekanan intra-diskal atau tekanan yang terdapat di antara ruas tulang belakang dan diskus (bantalan tulang belakang), di mana pada keadaan kelainan diskus atau tulang belakang pada daerah punggung bawah (lumbal) dan leher (servikal) seperti HNP, disc bulging, dan protruded disc terdapat peningkatan tekanan intra-diskal yang mengakibatkan nyeri dan penjepitan saraf tulang belakang.


HNP

Apa itu Triton-DTS?

Triton-DTS (Decompression Traction Stabilization) adalah alat terapi dekompresi spinal buatan Chattanooga, USA yang menggunakan prinsip tarik seperti alat traksi tetapi berbeda dengan alat traksi biasa karena Triton-DTS mempunyai program tarikan yang sangat presisi, dapat menurunkan tekanan intra-diskal tanpa menyebabkan refleks spasme otot karena proses penarikan otot yang akan mengaktifkan sensor propriosepsi seperti apabila kita menggunakan alat traksi biasa, dan mempunyai pola tarikan yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi dan nutrisi diskus atau bantalan pada tulang belakang, yang semuanya diatur dengan sangat presisi oleh komputer. Dengan Triton-DTS juga memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau latihan untuk stabilisasi tulang belakang.

Efek vakum pada diskus yang memberikan nutrisi pada diskus sehingga terjadi proses regenerasi diskus.

Kasus Apa Saja yang Dapat Ditangani dengan Terapi Dekompresi Spinal Menggunakan Triton-DTS?

-    Kelainan diskus degeneratif, herniasi atau penonjolan baik tunggal maupun multipel.
-   Nyeri punggung bawah maupun atas karena otot-otot yang tegang, kelainan sendi faset atau pergeseran tulang belakang.
-    Nyeri skiatika.
-    Nyeri leher dan kepala karena otot yang tegang.
-    Nyeri dan kesemutan yang menjalar sampai kedua tungkai atau kedua tangan.
-    Nyeri yang timbul beberapa lama setelah operasi tulang belakang dengan indikasi herniasi diskus.

Saraf kejepit HNP Kelainan diskus degeneratif herniasi atau penonjolan diskus

Kelainan diskus degeneratif, herniasi atau penonjolan diskus.

   

nyeri skiatika otot kejang Nyeri punggung karena otot yang tegang

                      Nyeri skiatika                                         Nyeri punggung karena otot yang tegang

 

Nyeri leher menjalar sampai tangan                     Nyeri pinggang menjalar sampai kaki

Nyeri leher menjalar sampai tangan    Nyeri pinggang menjalar sampai kaki

Kondisi Apa Saja yang Tidak Boleh Diterapi Menggunakan Triton-DTS?

-    Infeksi tulang belakang yang sedang aktif.
-    Osteoporosis berat.
-    Kehamilan.
-    Kerusakan saraf yang berat.
-    Penderita yang sudah pernah menjalani operasi tulang belakang dengan pemasangan metal, sekrup atau alat lainnya di dalam tulang belakang.

Apakah Terapi Dekompresi Spinal Menggunakan Triton-DTS Aman? Berapa Kali Harus Menjalani Terapi ini dan Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

Terapi dekompresi spinal menggunakan Triton-DTS sangat aman karena menggunakan alat terapi dengan komputer, sangat presisi dan akurat dan telah disetujui oleh FDA Amerika serikat sebagai salah satu alat terapi untuk nyeri punggung yang aman dan efektif. Pada saat menjalani terapi ini tidak akan merasakan nyeri, sangat nyaman dan bahkan tidak akan merasakan ditarik seperti menggunakan alat traksi konvensional karena jenis tarikannya berbeda, dapat bersifat segmental dan menggunakan program komputer yang sangat presisi dan akurat.

Sekali terapi membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit dengan frekuensi terapi 15-35 kali, bisa dilakukan 2-3 kali per minggu atau bahkan setiap hari, tergantung dari kondisi masing-masing penderita berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Pengalaman klinis hasil signifikan setelah 20 kali terapi dalam waktu 6 minggu.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali terapi menggunakan alat ini kurang lebih IDR 425.000 setiap sesi, sebagai perbandingan, biaya di amerika serikat adalah US$65-75 per kali datang, biaya di singapura adalah sing$ 80-95 per kali datang dan biaya operasi tulang belakang di Indonesia ±150 juta, di amerika serikat ±200-300 juta rupiah dan di singapura ±200-250 juta rupiah, biaya terapi invasif minimal dengan menggunakan alat radiofrekuensi ataupun manipulasi yang lain di singapura ± 70 juta per kali dan dapat dilakukan sebanyak 3 kali, di Indonesia ±20-30 juta per kali dan di amerika serikat ±90 juta per kali.

Siapa yang Dapat Melakukan Terapi Dekompresi Spinal Menggunakan Triton-DTS?

Tenaga medis yang kompeten melakukan terapi dekompresi spinal menggunakan Triton-DTS adalah dokter spesialis rehabilitasi medik, fisioterapis, chiropractor ataupun dokter spesialis lain yang sudah mengikuti pelatihan khusus secara berkala menggunakan alat ini di pusat-pusat pelatihan yang sudah diakui dunia internasional, bukan sekedar telah mengikuti pelatihan dari sales atau pun teknisi dari penjual alat ini.

Apakah Harus Dilanjutkan dengan Terapi Lain Secara Bersamaan Setelah Menjalani Terapi Dekompresi Spinal Menggunakan Triton-DTS?

Terapi lain yang bisa diberikan secara bersamaan dengan terapi dekompresi spinal adalah fisioterapi, terutama latihan stabilisasi tulang belakang untuk mempertahankan hasil yang sudah dicapai dengan terapi dekompresi spinal. 

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com