IND | EN

Kamis, 13 Juni 2019 | Penulis : dr. Gaby Venera

Penanganan Keseleo pada Pergelangan Kaki

Pergelangan kaki keseleo atau terkilir adalah salah satu cedera pergelangan kaki yang cukup sering terjadi. Keseleo adalah istilah yang dikenal awam, namun dalam bahasa medis ada dua istilah yang merujuk pada cedera ini dengan arti yang berbeda yaitu sprain dan strain. Ankle sprain adalah cedera yang terjadi karena regangan yang berlebihan atau robeknya ligamen atau kapsul sendi pergelangan kaki, sedangkan ankle strain adalah cedera  yang terjadi karena regangan yang berlebihan atau robeknya otot atau tendon pergelangan kaki. Ankle sprain lebih sering terjadi pada bagian lateral (samping) daripada bagian medial (tengah).

Gejala ankle sprain tergantung tingkat keparahannya, antara lain adanya nyeri, bengkak, dan memar disertai kekakuan pada pergelangan kaki. Selain itu, pasien tidak dapat menumpu pada pergelangan kaki yang sakit. Faktor risiko terjadinya ankle sprain adalah tinggi dan berat badan yang tidak ideal, kurangnya kekuatan otot pergelangan kaki, anatomical alignment (dapat menimbulkan ankle joint laxity), serta gangguan muscle reaction time sehingga otot dan sendi tidak dapat menyokong gerakan saat berolahraga dengan baik.

  

 

Ankle sprain dikategorikan menjadi 3 derajat.

 

Derajat

Manifestasi

I

Robekan parsial tanpa laxity disertai edema ringan

II

Robekan parsial dengan laxity ringan disertai nyeri, bengkak, nyeri tekan, dan instabilitas derajat sedang

III

Robekan komplit disertai peningkatan nyeri, pembengkakan sedang, laxity yang lebih nyata, dan kadang sendi tidak stabil

 

    

Sumber gambar : https://id.wikihow.com/Menangani-Pergelangan-Kaki-yang-Keseleo

 

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait cedera dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan area ligamen atau otot yang cedera. Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI untuk menentukan diagnosis yang sesuai, serta menyingkirkan kemungkinan adanya patah tulang (fraktur).

Sejumlah penanganan awal ankle sprain dapat dilakukan di rumah. Penanganan awal ini dapat disingkat menjadi PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation).

  •  Protect : Lindungi pergelangan kaki dari cedera berulang dengan menggunakan sepatu yang nyaman.
  •  Rest : Gunakan tongkat untuk membantu berjalan sehingga mengurangi beban berlebihan pada pergelangan kaki yang mengalami sprain selama 2 hingga 3 hari setelah cedera.
  • Ice : Pemberian kompres dingin diberikan selama 20 menit pada temperatur kurang lebih 12.7°C setiap 2 hingga 3 jam dalam 48 jam pertama.
  • Compression : Tindakan kompresi dengan perban dilakukan untuk mengurangi pembengkakan. Kompresi dapat dilakukan selama 3 hari hingga beberapa minggu bergantung derajat keparahan sprain. Dapat mengkonsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara menggunakan perban dengan benar. Jangan aplikasikan perban dengan terlalu ketat. Lepaskan perban saat hendak tidur. Gunakan bantal untuk menopang pergelangan kaki di saat malam hari.
  • Elevation : Kaki dapat dinaikkan 15 hingga 25cm lebih tinggi untuk drainage vena dan limfatik.

Sumber gambar : https://id.wikihow.com/Menangani-Pergelangan-Kaki-yang-Keseleo

 

Obat- obatan Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) dapat membantu mengurangi nyeri dan bengkak namun hendaknya dikonsumsi saat masa akut atau kurang dari 3 hari saja.

Hindari Heat (panas) pada kondisi akut (kurang dari 3hari) karena akan memperparah pembengkakan dan inflamasi. Jangan memijat area bengkak sebelum dipastikan tidak adanya robekan yang parah atau fraktur pada area pergelangan kaki. Selain itu, jangan berolahraga berlebihan selama nyeri dan bengkak masih ada karena dapat menimbulkan cedera berulang dan menunda penyembuhan.

Waktu yang dibutuhkan ligamen untuk sembuh adalah 6 minggu namun joint laxity (loose ligament = ligament longgar) masih dapat muncul hingga 6 bulan setelah cedera. Dengan program rehabilitasi fungsional yang baik, pasien dapat kembali ke aktivitas dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Latihan rehabilitasi seperti latihan keseimbangan, proprioseptif, dan penguatan dapat diberikan pada pasien ankle sprain. Apabila latihan tidak dilakukan, dapat menimbulkan masalah persisten seperti nyeri dan instabilitas. Ankle sprain bagian medial membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, sekitar 5-10minggu dan kemungkinan besar membutuhkan tindakan pembedahan. Indikasi pembedahan lainnya adalah jika masih terdapat instabilitas pergelangan kaki setelah 6 bulan latihan keseimbangan dan penguatan.

Pencegahan ankle sprain dapat dihindari dengan beberapa cara seperti :

  • Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas. Contohnya, apabila hendak mendaki, gunakan sepatu yang diperuntukkan untuk mendaki bukan dengan sepatu berlari di permukaan yang datar.
  • Pemanasan sebelum dan sesudah berolahraga.
  • Latihan penguatan otot pergelangan kaki dan keseimbangan. Cara latihan ini dapat dikonsultasikan dengan dokter.
  • Penggunaan ankle taping atau ankle brace sebelum berolahraga terutama bagi atlet.

Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com