IND | EN

Selasa, 30 Juli 2019 | Penulis : dr Gaby Venera

Bell's Palsy (Kelumpuhan Sebelah Wajah)

Banyak orang yang menganggap kelumpuhan sebelah wajah selalu terjadi akibat stroke. Padahal, kelumpuhan sebelah wajah tidak selalu disebabkan oleh stroke. Ada beberapa penyakit yang menimbulkan keluhan ini, di antaranya paling sering disebut dengan Bell’s palsy. Penyakit Bell’s palsy adalah kelumpuhan sebelah wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf perifer yang mempersarafi fungsi motorik, sensorik, dan otonom wajah.

Peradangan dan pembengkakan saraf pada bell’s palsy dapat disebabkan oleh infeksi, kondisi autoimun, atau kondisi anatomi yang menekan saraf perifer. Penyebab tersering adalah infeksi herpes pada percabangan saraf perifer.

Bell’s palsy dapat muncul tiba-tiba dan gejala disabilitas wajah terjadi paling parah muncul dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam. Tanda dan gejala bell’s palsy dapat bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat. Tanda dan gejala bell’s palsy yang mengenai 1 sisi wajah antara lain :

  • Kelemahan atau kelumpuhan pada otot wajah bagian atas dan bawah
  • Kelopak mata tampak turun
  • Mata tidak dapat menutup sempurna sehingga mata akan terasa kering
  • Air mata berlebih
  • Sudut mulut tampak turun
  • Hilangnya indera perasa
  • Kesulitan untuk mengunyah
  • Air liur keluar dari sudut mulut
  • Perubahan sensasi raba dan rasa
  • Nyeri pada belakang atau dalam telinga
  • Pendengaran terasa lebih sensitif apabila mengenai otot dalam telinga

Bagaimana membedakan kelumpuhan wajah akibat bell’s palsy dan stroke?

Hilangnya kerutan pada dahi yang membedakan kelumpuhan sebelah wajah pada bell’s palsy dari stroke.

Sumber gambar: www.jems.com

Secara keseluruhan, angka kesembuhan bell’s palsy termasuk baik dan bell’s palsy dapat sembuh sendiri meski tidak ditangani. Namun apabila tidak ditangani hanya 70-75% pasien yang dapat sembuh total sisanya memiliki gejala sisa. Bell’s palsy yang ditangani dengan adekuat pada awal-awal gejala memberikan kemungkinan untuk sembuh total sebesar 82%.

Tujuan tatalaksana bell’s palsy adalah untuk mempercepat penyembuhan dan pencegahan komplikasi. Awalnya akan diberikan terapi obat steroid untuk menekan peradangan dan pembengkakan. Hasil maksimal apabila steroid diberikan dalam 72 jam setelah gejala muncul dan dilanjutkan selama 10 hari. Jika terdapat gejala herpes maka dapat ditambahkan obat asiklovir yang diberikan selama 5 hari. Selain obat-obatan, pengobatan bell’s pasly juga dapat diberikan melalui latihan ekspresi wajah, akupuntur, teknik pemijatan, stimulasi elektrik, atau thermoterapi.

Komplikasi bell’s palsy antara lain :

  • Terdapat gerakan wajah tidak disadari (involunter) muncul bersamaan dengan gerakan wajah yang disadari (volunter)
  • Keluarnya air mata saat sedang makan
  • Penyembuhan yang tidak sempurna
  • Kelainan bentuk otot wajah sehingga wajah memiliki ekspresi yang aneh
  • Berkurangnya sensasi rasa
  • Kesulitan berbicara

Setelah masa penyembuhan, tidak ada jaminan bahwa bell’s palsy tidak muncul kembali. Terdapat insidensi sebesar 7% kejadian berulang pada pasien.

 

 

 

Referensi :

  1. Somasundara D, Sullivan F. Management of Bell’s Palsy. Aust Prescr. 2017; 40 (3) : 94-94.
  2. Eviston TJ, Croxson GR, Kennedy PGE, Hadlock T, Krishnan AV. Bell’s Palsy : Aetiology, Clinical Features, and Multidisciplinary. Journal of Neurology, Neurpsurgery, and Psychiatry; 86 : 12.

Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com