Selasa, 29 Maret 2016 | Penulis : Flex Free

ANKLE SPRAIN. Pergelangan Kaki Terkilir/Keseleo

Definisi Ankle Sprain

Ankle sprain atau pergelangan kaki terkilir merupakan kondisi dimana terjadi penguluran atau robekan pada ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang berperan untuk menjaga stabilitas sendi. Pergelangan kaki terkilir/keseleo  adalah cedera umum yang terjadi pada hampir semua usia, mulai derajat ringan sampai berat, bergantung pada seberapa besar kerusakan yang terjadi pada ligamen tersebut.

Kaki dan pergelangan kaki, dibentuk oleh banyak tulang, yang satu dengan lainnya dihubungkan oleh jaringan elastis berserat yang kuat dan berbentuk seperti pita yang disebut ligamen. Ligamen-ligamen ini berfungsi untuk menjaga tulang-tulang berada di posisi yang tepat dan menstabilkan sendi saat kita berjalan, berlari atau melompat.

Robekan-robekan kecil pada ligamen-ligamen di pergelangan kaki dapat memicu timbulnya ketidakstabilan pergelangan kaki. Sejalan waktu, ketidakstabilan ini dapat mengakibatkan kerusakan tulang dan tulang rawan dari sendi pergelangan kaki.

Sebagian besar kaki pergelangan kaki terkilir/sprain terjadi pada ligamen lateral pada bagian luar pergelangan kaki. Umumnya terdapat 2 ligamen yang sering mengalami terkilir yaitu:

1. ATFL atau anterior talofibular ligamen, yang menghubungkan talus untuk fibula di luar pergelangan kaki. Lateral ankle sprain merupakan kasus terkilir yang paling sering dan umum dijumpai.

2. CFL atau ligamen fibula kalkanealis, yang menghubungkan fibula ke kalkaneus bawah.

Sementara ligamen Talofibular posterior yang berjalan di bagian belakang pergelangan kaki, jarang mengalami robekan

Penyebab Pergelangan Ankle Sprain

Pergelangan kaki dapat terkilir/keseleo (ankle sprain) apabila ligamen-ligamen di pergelangan kaki mendapat tekanan untuk bergerak melampaui posisi normalnya atau teregang hingga melampaui batas.

Posisi Pergelangan Kaki yang Memicu Terjadinya Sprain/Keseleo

 

Beberapa situasi yang merupakan penyebab pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) antara lain:

- Jatuh dengan pergelangan kaki terputar

- Posisi mendarat dengan posisi kaki yang tidak baik setelah melompat

- Berjalan atau berlari pada tanah dengan permukaan yang tidak rata, terutama di bebatuan

Faktor Risiko Ankle Sprain

Beberapa kondisi berikut dianggap sebagai faktor risiko pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) yaitu:

- longgarnya ligamen di pergelangan kaki akibat riwayat terkilir sebelumnya, hal ini menyebabkan ketidakstabilan posisi kaki

- jenis sepatu tertentu (misalnya sepatu tumit tinggi), akan meningkatkan risiko untuk jatuh

- pola berjalan tertentu yang cenderung memungkinkan kaki terputar atau adanya kelainan postur tumit yang sedikit mengarah ke dalam.

- Bentuk aktifitas fisik/olahraga yang banyak mengandalkan gerakan melompat, bergulir, memutar kaki, seperti basket, tennis, bulu tangkis, sepak bola, dll.

Gejala Ankle Sprain

Gejala pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) antara lain:

- Timbulnya rasa nyeri, terutama saat kaki yang terkilir menopang berat badan

- Terjadi pembengkakan dan terkadang memar

- Pergerakan yang terbatas

Beberapa komplikasi pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) yang bisa terjadi antara lain:

- Terbentuknya nodul (benjolan) kecil pada ligamen di pergelangan kaki, yang menyebabkan gesekan menetap di dalam sendi, sehingga terjadi peradangan kronis dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan menetap.

- Kerusakan saraf yang terdapat di atas ligamen pergelangan kaki. 

- Spasme pembuluh darah di daerah pergelangan kaki, sehingga tulang dan jaringan lainnya bisa mengalami kerusakan akibat kekurangan darah.

- Ketidakstabilan sendi di pergelangan kaki

- Peradangan sendi

Diagnosis Ankle Sprain

Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki terkilir/keseleo menunjukkan adanya kerusakan ligamen yang luas. Pemeriksaan foto rontgen seringkali dilakukan untuk menentukan apakah terdapat tulang yang patah atau tidak, tetapi tidak dapat digunakan untuk mengevaluasi ligamen. Untuk mengetahui dugaan kerusakan ligamen, tendon serta jaringan lunak yang cukup parah, maka dibutuhkan pemeriksaan USG Muskuloskeletal atau MRI. Namun pada kondisi yang ringan MRI tidak diperlukan. Pemeriksaan menggunakan USG Muskuloskeletal memungkinkan dokter untuk mengamati ligamen secara langsung saat pergelangan kaki digerakkan. Hal ini membantu dokter untuk menentukan berapa banyak ligamen yang rusak dan stabilitas ligamen tersisa.

Derajat Ankle Sprain

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan derajat terkilir/keseleo (sprain) yang terjadi. Hal ini dinilai berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi. Terkilir dapat berkisar dari robekan kecil di serat yang membentuk ligamen hingga robekan besar dan lengkap.

Derajat 1

- Terjadi peregangan minimal dari ligamen dan secara miskrospis akan ditemukan robekan-robekan kecil pada serat ligamen

- Nyeri ringan dan pembengkakan terjadi di sekitar pergelangan kaki.

Derajat 2

- Sebagian serat ligamen yang terlibat robek

- Terjadi pembengkakan yang cukup berat di sekitar pergelangan kaki dan memar di bagian atas dan bawah sendi pergelangan kaki.

- Terdapat kelonggaran atau ketidakstabilan pergelangan kaki pada saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Derajat 3

- Terdapat robekan lengkap dari ligamen yang terlibat

- Nyeri yang signifikan dan pembengkakan hebat di sekitar pergelangan kaki

- Pada pemeriksaan akan didapatkan ketidakstabilan hebat dari sendi pergelangan kaki.

Derajat Terkilir Berdasarkan Pembengkakan yang Terjadi pada Pergelangan Kaki

 

Penanganan Ankle Sprain

Tingkat kerusakan yang terjadi akan menentukan tindakan pengobatan terkilir/keseleo yang harus dijalani. Kebanyakan kasus terkilir termasuk cedera yang ringan yang dapat sembuh dengan perawatan rumah hanya dengan menerapkan prinsip penanganan dasar cedera yaitu RICE.

Penanganan awal terkilir/keseleo yang bisa dilakukan untuk kaki terkilir antara lain :

- Rest. Mengistirahatkan dan membatasi pergerakan pergelangan kaki yang terkena.

- Ice. Kompres dingin dengan es batu, maksimal selama 15-20 menit, dan bisa diulang jika diperlukan

- Compress. Penekanan, misalnya dengan memasang perban elastik oleh dokter

- Elevation. Meninggikan kaki yang terkilir.

Metode Pembebatan pada Kaki Terkilir/Keseleo

Jika kaki terkilir berat, pergelangan kaki sangat bengkak dan sakit untuk berjalan dan mengalami kesulitan menahan berat pada pergelangan kaki, maka diperlukan penanganan medis yang segera. Pergelangan kaki harus diistirahatkan dengan menggunakan penyangga atau gips.

Terapi fisik kaki terkilir/keseleo bertujuan untuk mengatasi peradangan, pembengkakan dan meredakan rasa sakit. Terapi fisik kaki terkilir/keseleo ini sangat diperlukan untuk mengembalikan gerakan kaki, memperkuat otot-otot sekitar pergelangan kaki, dan memperbaiki keseimbangan, sebelum akhirnya penderita kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Terapi fisik kaki terkilir/keseleo harus direkomendasikan oleh dokter ahli, meliputi pemberian terapi pemanasan, pendinginan, atau  ultrasound  untuk mengatasi nyeri dan penderita juga akan diajarkan berbagai latihan untuk mengistirahatkan pergelangan kaki dan melakukan aktifitas tanpa membebani pergelangan kaki.. Secara bertahap, dokter akan memberikan terapi fisik untuk kaki terkilir/keseleo dan pelatihan fisik untuk peregangan dan untuk menjaga kekuatan dan memperbaiki keseimbangan.

Selain terapi fisik dengan modalitas alat, metode terkini yang memberikan hasil cukup baik adalah prolotherapy, yaitu tindakan terapi berupa injeksi yang ditujukan untuk memicu proses penyembuhan alami.

Pembedahan jarang diindikasikan tetapi mungkin diperlukan pada penderita yang mengalami robekan total dan berat disertai kerusakan tulang rawan atau mengalami cedera terkait lainnya.

Waktu pemulihan tergantung pada tingkat keparahan cedera. Tanpa terapi yang tepat, ketidakstabilan pada pergelangan kaki akan semakin berat dan nyeri terus dirasakan, dan risiko berulangnya cedera akan semakin meningkat.

Pencegahan Ankle Sprain

Pencegahan pergelangan kaki terkilir/keseleo (ankle sprain) dapat dilakukan dengan beberapa hal sebagai berikut:

- Lakukan pemanasan sebelum berolahraga

- Hati-hati saat berjalan, berlari, atau bekerja di permukaan yang tidak rata

- Gunakan sepatu yang tepat ukurannya dan sesuai untuk aktivitas yang dikerjakan

- Tidak menggunakan sepatu berhak tinggi

- Tidak memaksakan diri melakukan olahraga atau kegiatan yang tidak biasa atau tidak bisa dilakukan

- Jaga kekuatan dan fleksibilitas otot

- Lakukan latihan keseimbangan

- Gunakan alat penyangga untuk membantu menstabilkan kaki dan pergelangan kaki pada orang yang mudah terkilir

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com