Jumat, 22 Juli 2016 | Penulis : Flex Free

PRP. Solusi Masalah pada Sistem Muskuloskeletal

Cukup banyak pasien yang datang dengan keluhan nyeri pada sistem muskuloskeletal (tulang, otot, sendi, ligamen, dll) dan sudah menjalani terapi di berbagai tempat untuk jangka waktu yang cukup lama, namun hanya sedikit memberikan perbaikan kondisi, bahkan ada yang merasa tidak nampak hasilnya sama sekali dan terkesan bertambah parah dan akhirnya harus menjalani operasi. Mengapa demikian? Dan benarkah kelainan di sistem muskuloskeletal tidak dapat disembuhkan? Tidak adakah solusi yang lebih baik bagi seseorang yang memiliki masalah tsb?

Apa itu Keluhan Sistem Muskuloskeletal?

Keluhan pada sistem muskuloskeletal adalah keluhan yang terjadi di bagian-bagian otot rangka seseorang mulai dari keluhan ringan hingga berat. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam kurun waktu yang lama, berpotensi menyebabkan kerusakan pada otot, sendi, tulang rawan sendi, ligamen atau tendon.

Apa Penyebab Terjadinya Keluhan Sistem Muskuloskeletal?

Kelainan sistem muskuloskeletal dapat disebabkan karena faktor aktivitas berlebihan, cedera olah raga, trauma, postur yang kurang baik, pekerjaan berulang-ulang dengan posisi tubuh yang tidak tepat, stress, pemakaian sendi berlebihan, faktor genetik, penyakit rematik dan masih banyak sebab lainnya. 

Apa Gejala yang Timbul Bila Ada Masalah pada Sistem Muskuloskeletal?

Seseorang yang mengalami gangguan atau penyakit pada sistem muskuloskeletal akan mengalami keluhan nyeri, bengkak, kekakuan, kelemahan dan kelumpuhan otot, dan segala sesuatu yang menghambat kegiatan. Pada ujungnya, keluhan ini akan menggangu aktivitas dan produktivitas kerja penderitanya.

Adakah Dampak Kelainan pada Sistem Muskuloskeletal?

Berbeda dengan kelainan sistem metabolik tubuh, kelainan muskuloskeletal tidak akan memberikan dampak kematian. Namun mobilitas dan produktivitas para penderitanya akan sangat dipengaruhi bahkan seringnya menjadi sangat terbatas dan tidak jarang harus membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami masalah pada bahunya (frozen shoulder, rotator cuff tear atau shoulder impingement, dll) akan menemui kesulitan saat harus menggunakan baju dan memasang kancing karena rasa nyeri yang hebat ketika mereka harus mengangkat lengan dan bahu. Contoh lain, seseorang dengan Carpal Tunnel Syndrome maupun De Quervain tendinosis/tenosynovitis pada tangan kanan, akan menemui kesulitan saat harus menulis atau sekedar mengangkat sendok. Pada penderita Osteoarthritis lutut, nyeri akan dirasakan dan sangat mengganggu apabila penderita harus berjalan sehingga sering kali mereka membatasi pergerakannya atau memanfaatkan alat bantu berjalan seperti tongkat penyangga, kursi roda dll.

Benarkah Kelainan Muskuloskeletal Membutuhkan Terapi Jangka Panjang dan Seumur Hidup?

Umumnya memang demikian. Kelainan pada sistem muskuloskeletal membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat berkurang gejalanya. Dan umumnya sulit untuk disembuhkan secara total, karena sistem otot rangka yang terdiri dari berbagai macam jaringan penyokong, adalah sistem yang selalu aktif digunakan untuk beraktivitas, hingga rasanya tak mungkin untuk mengistirahatkan bagian yang sakit untuk jangka waktu yang lama, karena keseharian kita selalu beraktivitas dan bergerak secara aktif.

Penggunaan yang terus menerus dan berulang, akan semakin memperburuk kondisi dan memperlama proses penyembuhan. Di sisi lain, penderita sering merasa bosan dengan model terapi yang dianggap itu-itu saja terlebih bila hasilnya dirasa tidak terlalu nampak, dan kesalahan penanganan menjadi faktor lain yang membuat penderita menjadi semakin putus asa dengan penyakit dan keluhannya.

Dunia kedokteran selalu berkembang. Berbagai macam penelitian dengan berbagai tujuan dilakukan, salah satunya yang saat ini mulai dikenal adalah PRP (Platelet Rich Plasma) dan sel punca (stem cell).

Prinsip dari kedua metode tersebut adalah memicu proses regenerasi (pertumbuhan kembali) sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak oleh berbagai sebab berikut mengoptimalkan kembali fungsi sel-sel yang rusak tersebut.

Dalam dunia kecantikan, orang berlomba-lomba untuk mencegah proses penuaan dengan terapi anti-aging dan juga menjalani proses rejuvanation (peremajaan kulit) yang secara prinsip, sebenarnya memicu pertumbuhan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang telah rusak, sehingga nampak baru (muda) kembali. Proses ini seolah mencegah atau menunda proses penuaan dan meremajakan kembali sel-sel kulit wajah yang ada. Untuk alasan inilah, metode PRP lebih dulu dikenal di dunia kecantikan, sementara dalam dunia kesehatan yang berkaitan dengan pengobatan penyakit, ke 2 metode ini baru mulai dikenal luas akhir-akhir ini.

Nyeri dan gangguan muskuloskeletal (tendo, ligamen, meniskus, tulang rawan, kapsul sendi) umumnya disebabkan oleh kerusakan jaringan, bukan hanya radang atau penyebab-penyebab lain. Pengobatan yang paling tepat untuk bagian tubuh yang rusak adalah memperbaiki bagian yang rusak tersebut dengan merangsang pertumbuhan kembali jaringan itu dan mengoptimalkan kembali fungsi sel-sel yang rusak. Ke 2 metode ini (PRP dan stem cell) mampu untuk melakukan ini sehingga PRP dan stem cell dikenal sebagai metode terapi dalam regenerative medicine.

Apakah PRP itu?

PRP (Platelets Rich Plasma) adalah salah satu metoda pengobatan regenerative medicine. Platelet adalah bagian (komponen) dari darah yang memiliki keunggulan karena mengandung zat-zat yang berfungsi merangsang pertumbuhan bagian tubuh yang rusak (growth factor).

Growrth factor pada PRP

Pada pelaksanaan proses PRP, darah yang digunakan adalah darah penderita sendiri, diambil dalam jumlah tertentu tergantung kebutuhan, dan kemudian diolah dengan alat khusus sehingga darah tersebut menjadi terpisah komponen-komponen pembentuknya. Dalam proses ini platelet dipadatkan, kemudian dimasukkan kembali dengan jalan disuntikkan ke bagian tubuh yang rusak.

Proses PRP

Agar PRP dapat merangsang pertumbuhan jaringan dengan baik, kadar platelet darah yang dihasilkan setelah proses pemisahan harus minimal 4-5x lipat sebelum diproses. Dibutuhkan alat tertentu dan khusus agar mampu menghasilkan platelet dengan kadar maksimal sehingga efektifitasnya untuk merangsang regenerasi sel yang rusak menjadi optimal.

Kelainan Muskuloskeletal Apa Saja yang Dapat Diobati dengan Metode PRP?

Beberapa kelainan muskuloskeletal seperti pada gambar di bawah ini sering dan sudah memberikan hasil yang cukup signifikan pada beberapa kasus yang kami tangani.

Penggunaan PRP untuk kelainan muskuloskeletal

Apakah PRP Saja Cukup Untuk Memperbaiki Kerusakan Otot dan Sendi?

Tidak cukup. Kelainan biomekanik, seperti sendi atau tulang yang bengkok, sendi yang terlalu kaku, serta kekuatan otot yang tidak seimbang akibat sakit lama yang dideritanya harus diperbaiki dengan latihan, terapi fisik atau pemakaian ortosis. Tanpa perbaikan kelainan biomekanik, injeksi PRP yang diberikan tidak akan efektif.

Selain itu, keberhasilan tindakan yang tepat ditentukan oleh diagnosis yang tepat. Sebelum melakukan tindakan, kami lebih dahulu melakukan diagnosis kerusakan jaringan menggunakan USG muskuloskeletal. Pemeriksaan USG untuk otot dan sendi jauh lebih murah daripada pemeriksaan MRI, tidak menimbulkan bahaya radiasi, dan dapat memeriksa otot, tendo dan ligamen sambil menggerakkan bagian tubuh yang sakit, yang hal ini tidak mungkin dilakukan dengan pemeriksaan rontgen, MRI dan CT-Scan.

Informasi detail tentang Metode PRP ini dapat dilihat di Platelet Rich Plasma sebagai Solusi untuk Masalah Otot, Tulang dan Sendi

 

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com