Kamis, 27 Juli 2017 | Penulis :

Mengapa Sendi Terasa Kaku ?

  • 1. Apa itu Sendi?

    Sendi adalah hubungan antara ujung tulang dengan ujung tulang yang lain, yang memungkinkan terjadinya suatu pergerakan. Terdapat membran synovial (synovial membrane), kapsul sendi (articular capsule), tulang rawan sendi (articular cartilage) dan cairan pelumas yang mengisi celah sendi (joint cavity containing Synovial Fluid), yang semuanya berperan penting dalam proses pergerakan yang normal

    1 / 16

  • 2. Masalah Apa yang Dapat terjadi Pada Sendi?

    Sendi-sendi di seluruh bagian tubuh dapat mengalami masalah berupa : • kerusakan pada tulang rawan sendi, • berkurangnya produksi cairan pelumas sendi, • menyempitnya celah sendi sehingga antar tulang saling bergesekan, • membran dan kapsul sendi membengkak akibat peradangan • timbulnya penulangan baru (osteofit) pada ujung-ujung tulang

    2 / 16

  • 3. Mengapa Rasa Kaku dan Nyeri Sering Terjadi Pada Pagi Hari?

    Pada saat Anda tidur dan terdiam untuk waktu yang lama, hal ini membuat cairan sendi yang biasanya membantu sendi bergerak mengalami hambatan dalam bekerja. Itulah alasannya mengapa rasa kaku dan nyeri sering dirasakan pagi hari setelah bangun tidur, dan kekakuan akan menghilang beberapa saat setelah Anda mulai aktif bergerak.

    3 / 16

  • 4. Apa Dampaknya Bila Ada Masalah pada Sendi?

    Dampak yang timbul sangat bervariasi tergantung jenis masalah yang terjadi. Dapat timbul hanya kekakuan sendi atau rasa nyeri dan sulit digerakkan yang kadang disertai suara saat sendi digerakkan, dan pada kasus yang parah dapat timbul merah, bengkak, panas di area sendi yang disertai rasa nyeri yang hebat. Dan kondisi ini dapat mengenai hampir semua sendi, terutama sendi lutut dan bahu yang sangat aktif digunakan untuk beraktifitas.

    4 / 16

  • 5. Apa Penyebab Sendi Mengalami Masalah?

    Faktor usia dan pemakaian menjadi penyebab utama masalah sendi. Cedera dan riwayat cedera dan juga penyakit autoimun sering dinggap bertanggung jawab sebagai penyebab kekakuan dan nyeri sendi

    5 / 16

  • 6. Mengapa Faktor Usia Berperan Penting Terhadap Timbulnya Masalah Pada Sendi?

    Ibarat sebuah engsel pintu, pada engsel pintu yang baru, bentuk masih halus dan licin, mengandung oli pelumas yang cukup sehingga membuat engsel tersebut mudah digerakkan. Pada engsel pintu yang lama, sering kita temukan karat diantaranya, oli pelumas sudah mulai kering bahkan tidak ada lagi, sehingga pintu menjadi sulit dibuka (digerakkan) dan kadang harus sedikit dipaksa sehingga menimbulkan bunyi berderak (berdecit). Pada manusia, hal ini yang sering disebut sebagai proses degeneratif (proses penuaan). Sendi menjadi aus, pelumas berkurang, mulai timbul kerusakan tulang rawan ibarat karat pada engsel pintu, dll.

    6 / 16

  • 7. Apakah Osteoarthritis (OA) Dapat Menyebabkan Kaku Pada Sendi?

    Osteoarthritis (OA) atau dikenal dengan “pengapuran sendi” adalah suatu gangguan sendi yang sifatnya menahun karena kerusakan pada tulang rawan sendi yang dikaitkan dengan proses penuaan dan akibat pemakaian jangka waktu yang lama. Beberapa perubahan yang terjadi akibat Osteoarthritis adalah : • Tulang rawan yang melapisi persendian akan mengalami kerusakan (pecah dan terkikis). • Tulang rawan sendi yang rusak akan merangsang/mengiritasi jaringan lunak sekitar kapsul sendi dan jaringan synovial sehingga menyebabkan peradangan • Produksi cairan synovial akan berkurang (cairan pelumas sendi kering) • Perubahan bentuk sendi sehingga permukaan tulang rawan sendi yang awalnya halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang (seperti karat), celah sendi menyempit, dan terbentuk osteofit (pengapuran). Beberapa hal inilah yang memicu timbulnya kekakuan pada sendi hingga sendi sulit untuk digerakkan (gangguan fungsi sendi). Pada kondisi lanjut, kekakuan akan disertai timbulnya rasa nyeri.

    7 / 16

  • 8. Bagaimana Penanganan Osteoarthritis (OA) ?

    Tergantung tingkat kerusakan tulang rawan sendi yang terjadi, keluhan dan gejala yang timbul. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, Rontgen dan USG pada area sendi lutut untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan terapi yang tepat sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhannya. Saat ini Regenerative treatment (PRP/Platelet Rich Plasma dan Prolotherapy) merupakan terapi pilihan bagi OA mengingat efektifitasnya yang cukup bermakna.

    8 / 16

  • 9. Apa Beda Osteoarthritis (OA) dengan Rheumatoid Arthritis (RA) ?

    Rheumatoid arthritis (RA) adalah peradangan kronis pada sendi yang terjadi akibat kelainan pada sistem imunitas/kekebalan tubuh (penyakit autoimun). Sistem imunitas tubuh, yang secara normal seharusnya melindungi tubuh kita dari serangan virus maupun bakteri, namun karena suatu alasan yang tidak sepenuhnya dapat dimengerti penyebabnya, sistem imun tubuh ini justru menyerang sel-sel sehat yang berada di synovium (suatu membran tipis yang melapisi persendian) sehingga terjadi peradangan sinovium yang menetap, bersifat kronik non spesifik (reaksi autoimun).

    9 / 16

  • 10. Apakah Pada Rheumatoid Arthritis (RA) akan timbul Kaku dan Nyeri Sendi juga?

    Tanda dan gejala rheumatoid arthritis dapat berupa: • Kekakuan sendi sering dirasakan pada pagi hari (saat bangun tidur) yang bisa berlangsung selama sekitar 30 menit hingga beberapa jam • Nyeri dan pembengkakan sendi. • Sendi yang membengkak akan terlihat kemerahan, hangat dan nyeri bila disentuh atau di tekan • Benjolan-benjolan keras pada jaringan di bawah kulit di lengan (nodul rheumatoid). • Kelelahan, demam, dan penurunan berat badan

    10 / 16

  • 11. Bagaimana Pengobatan Rheumatoid Arthritis (RA) ?

    Tujuan pemberian terapi adalah untuk memperlambat atau menghentikan respon autoimun yang terjadi sehingga tanda peradangan sendi dan rasa nyeri menghilang, memaksimalkan fungsi sendi, dan mencegah terjadinya kerusakan dan kelainan bentuk sendi lebih lanjut dengan tujuan akhir mencapai fase remisi. Penggunaan obat khusus anti rheumatoid akan diresepkan dokter sesuai dengan kebutuhan melalui pemantauan ketat terhadap kadar faktor rheumatoid dalam darah dan juga komplikasi yang mungkin timbul.

    11 / 16

  • 12. Apalagi Penyebab Sendi Kaku (dan Nyeri)?

    Bursa dan tendon merupakan jaringan yang juga sering mengalami peradangan akibat pemakaian berlebih (overuse) atau salah penggunaan (misuse). Bursa adalah kantong berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan sendi untuk mencegah terjadinya gesekan antar tulang. Tendon merupakan ujung otot yang melekat pada tulang. Penggunaan yang berlebihan, dapat membuat bantalan sendi dan tendon mengalami iritasi dan meradang akibat gesekan yang terjadi saat otot-otot bergerak.

    12 / 16

  • 13. Bagaimana Penanganan Cedera Sendi berupa Bursitis dan Tendinitis ?

    Penanganan Bursitis dan tendinitis relatif mudah dan umumnya dapat pulih secara sempurna. Tindakan homecare seperti mengistirahatkan area yang sakit, penggunaan splint untuk mencegah gerakan berlebih, konsumsi obat penghilang nyeri dan anti radang dan kompres dingin sering direkomendasikan dokter untuk mengatasinya. Pada kondisi yang akut dan parah, kadang dibutuhkan suntikan anti radang untuk meredakan gejala peradangan secara cepat dan mengurangi kekakuan dan rasa nyeri yang hebat.

    13 / 16

  • 14. Bagaimana Cara Mengurangi Kekakuan pada Sendi ?

    Apabila fase akut (keluhan nyeri) telah teratasi, tetap lakukan aktifitas sehar-hari, termasuk jalan pagi, aktifitas memasak dan berkebun. Semakin aktif Anda bergerak, semakin kecil risiko Anda mengalami kekakuan sendi. Lakukan aktifitas yang memperkuat otot yang menyokong sendi dan perbaiki keseimbangan tubuh. Lakukan secara bertahap dan tetap batasi aktifitas untuk mencegah cedera tambahan dan menghindari rasa sakit. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda melakukan berbagai aktifitas dan tanyakan dokter tentang berbagai aktifitas yang diperlukan sesuai dengan kaku dan nyeri sendi yang Anda alami.

    14 / 16

  • 15. Kapan Terapi Panas dan Dingin diperlukan?

    Bila timbul kekakuan sendi pada pagi hari, cobalah mandi atau berendam dengan air hangat. Mandi air hangat akan meningkatkan sirkulasi darah menuju area yang kaku. Bila diperlukan gunakan kompres hangat selama 15-20 menit. Hindari sentuhan kulit langsung dengan alat kompres untuk menghindari luka bakar. Bila timbul rasa nyeri pada sendi, gunakan kompres dingin yang akan mengurangi peredaran darah ke area yang sakit sehingga mengurangi sensasi nyeri. Lindungi kulita Anda saat menggunakan alat kompres dingin untuk menghindari luka bakar dingin.

    15 / 16

  • 16. Kapan Harus ke Dokter?

    • Bila timbul rasa nyeri yang hebat • Baru saja mengalami cedera pada sendi • Terjadi perubahan bentuk pada sendi • Bila terjadi pembengkakan dan timbul rasa panas pada sendi • Bila sendi mulai sulit digerakkan dan sangat kaku • Bila keluhan kaku sendi dan nyeri berlangsung lebih dari 3 hari atau terjadi beberapa kali dalam sebulan

    16 / 16

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com