IND | EN

Thursday, 28 September 2017 | Author : Flex Free

Cedera Akibat Olahraga Renang

Sumber gambar: www.thatvideogameblog.com

Meskipun olahraga renang adalah olahraga yang relatif aman karena tergolong olahraga low impact, bahkan disarankan untuk penderita cedera, karena berenang dapat mengurangi beban pada sendi (akibat efek mengapung), relaksasi tegangan otot, memperbaiki kesehatan kardiovaskular, mobilitas tulang belakang dan menguatkan otot, ternyata olahraga renang juga dapat menyebabkan cedera seperti halnya olahraga lainnya akibat gerakan yang berulang.

Cedera pada olahraga renang mungkin lebih sedikit dibandingkan olahraga lainnya misalnya sepakbola atau baseball, tetapi atlet renang tetap dapat mengalami cedera. Atlet renang sayangnya rentan terhadap cedera akibat penggunaan berlebihan, yang dapat mengenai bahu, leher, punggung bawah dan lutut. Dua lokasi cedera yang paling sering pada atlet renang adalah bahu dan lutut. Cedera akibat penggunaan berlebihan memang mendominasi kejadian cedera pada atlet renang, akan tetapi teknik yang salah juga dapat menjadi faktor predisposisi cedera.

1. Swimmer’s Shoulder

Swimmers shoulder sering terjadi terutama pada perenang gaya bebas. Gerakan pengulangan yang konstan dapat menyebabkan nyeri dan peradangan akibat teknik yang tidak benar atau akibat kerja berlebihan pada sendi bahu. Swimmer's shoulder juga dikenal dengan rotator cuff impingement.

Sumber gambar: www.vicphysiogroup.com.au

Swimmer's shoulder memiliki ciri khas berikut ini:

  • Peradangan pada tendon supraspinatus dan bicep di ruang subakromial yang menyebabkan timbulnya sindrom impingement bahu.
  • Onset gejala seringkali dikaitkan dengan perubahan postur, mobilitas sendi glenohumeral (bahu), kontrol neuromuskular, atau performa otot.
  • Kesalahan latihan misalnya latihan berlebihan, atau teknik yang buruk juga berkontribusi terhadap kondisi ini.

Pencegahan dimulai dengan koreksi teknik. Ketika perenang menguasai teknik yang benar, tekanan pada bahu yang menyebabkan nyeri akan berkurang. Bersamaan dengan koreksi teknik, pembatasan jumlah latihan berat lengan dan mengayuh dengan dayung dapat sangat membantu mencegah cedera lebih lanjut. Pendekatan lain dalam pencegahan swimmer’s shoulder adalah dengan melakukan latihan orthopedic band secara teratur setiap hari untuk membentuk kekuatan bahu.

Penanganan swimmer's shoulder cukup sederhana, dengan mengompres area yang terkena dengan es dan menggunakan obat anti inflamasi untuk mengurangi pembengkakan.

2. Robekan labrum

Swimmer's shoulder yang lebih berat, apabila dibiarkan, dapat menyebabkan terjadinya robekan labrum. Cedera ini sangat serius dan selalu memerlukan pembedahan. Bersamaan dengan pembedahan, atlet yang mengalami robekan labrum disarankan untuk melakukan fisioterapi dengan lengkap untuk membantu penyembuhan dan mencegah atrofi otot.

Sumber gambar: www.houstonmethodist.org

Pada robekan yang berbeda, diperlukan regime latihan yang berbeda pula, meskipun pasien yang telah menjalani operasi biasanya memulai dengan latihan rentang gerak sebelum latihan kekuatan.

Kasus yang serius dapat menyebabkan atlet renang harus beristirahat selama empat hingga enam bulan, meskipun bila diketahui sebelum robekan terjadi, periode penyembuhan dapat menurun dengan drastis.

3. Breaststroker’s Knee

Breaststroker’s knee adalah cedera yang sering terjadi diantara atlet renang yang menggunakan gaya dada, meskipun gaya yang lain juga dapat menyebabkan cedera. Akibat lebarnya tendangan dan rotasi berlebihan pada lutut ketika berenang dengan gaya dada, bagian dalam lutut menjadi meradang dan dapat menyebabkan nyeri kronis karena terlalu banyak beban pada MCL.

Sumber gambar: www.nuffieldhealth.com

Akan tetapi, nyeri lutut ini dapat dicegah, dengan melakukan pemanasan dengan benar, dan memberikan kesempatan pada otot untuk “panas” sebelum melakukan latihan yang berat dapat mengurangi risiko terjadinya nyeri. Dengan menggunakan tendangan yang dimodifikasi (gaya membentuk huruf ‘w’ dikurangi) dan lebih fokus pada teknik di panggul, atlet renang gaya dada dapat melanjutkan renang tanpa rasa sakit.

Mencegah cedera selalu lebih mudah dibandingkan dengan merehabilitasi setelah cedera terjadi. Hal ini terutama sangat sesuai untuk cedera lutut, yang dapat sulit ditangani.

Cedera Lainnya Akibat Olahraga Renang

Cedera lutut secara khusus berkaitan dengan gaya dada:

  • Sindrom stress ligamen kolateral medial  
  • Sindrom Patellofemoral  
  • Sindrom plica synovial medial

Kaki dan Pergelangan Kaki:

  • Tendinitis tendon ekstensor

Siku:

  • Sindrom stress
  • Epicondyalgia lateral

Tangan dan Pergelangan Tangan:

  • De Quervain's tenosynovitis
  • Thoracic Outlet Syndrome

Punggung:

  • Spondylolysis
  • Spondylolisthesis
  • Scheuermann Kyphosis
  • Penyakit Diskus Degeneratif

Penatalaksanaan Cedera Akibat Olahraga Renang

Penatalaksanaan mencakup terapi manual, akan tetapi yang lebih penting, menemukan akar masalah penyebab cedera dan memodifikasi teknik untuk mencegah masalah terulang.

Cara penatalaksanaan yang umum antara lain:

  • Melakukan teknik yang benar
  • Menghindari latihan dengan satu gaya secara berlebihan
  • Latihan penguatan inti tubuh, penguatan rotator cuff, dan olahraga di tanah yang dilakukan sebelum, selama dan setelah musim renang.
  • Pemijatan
  • TENS
  • Ultrasound
  • Mobilisasi dan manipulasi
  • Teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)
  • Akupuntur.

 

 

 

 

 

Referensi:

  • http://physioworks.com.au/Injuries-Conditions/Activities/swimming-injuries
  • http://www.sportsmed.org/aossmimis/stop/downloads/Swimming.pdf
  • https://www.swimmingworldmagazine.com/news/common-swimming-injuries-treatment-prevention/

 

 

Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Keep up with the information through our social media

Copyright © 2014 - 2018 | www.flexfreeclinic.com