Saraf kejepit biasanya dialami oleh orang lanjut usia, akan tetapi bukan berarti tidak bisa dialami oleh orang dengan usia lebih muda, anak-anak pun bisa mengalaminya.
Salah satu penyebab saraf kejepit di tulang belakang adalah akibat herniasi atau penonjolan diskus tulang belakang yang menekan saraf di sekitarnya. Tulang belakang terdiri dari ruas-ruas tulang yang dipisahkan satu sama lain oleh sebuah piringan (diskus intervertebralis) yang berisi bahan yang lunak, yang berfungsi sebagai bantalan peredam benturan.
Piringan ini terdiri dari lapisan luar, yaitu anulus fibrosus dan lapisan dalam yang disebut dengan nucleus pulposus. Nucleus pulposus dapat menonjol (yang disebut dengan herniasi) dari tempatnya melalui robekan lapisan luar piringan (anulus fibrosus) karena cedera berat atau peregangan.
Penonjolan nucleus pulposus melalui anulus fibrosus disebut hernia nucleus pulposus (HNP). Banyak orang menyebutnya dengan saraf kejepit.
Berdasarkan penelitian, beberapa penyebab saraf kejepit di usia muda yaitu orang dengan indeks massa tubuh lebih dari 30, riwayat genetik, akibat postur duduk, duduk lama (lebih dari 6 jam) dan adanya riwayat cedera.
Penyebab saraf kejepit di usia muda paling sering adalah karena olahraga. Olahraga yang terlalu agresif menyebabkan regangan berlebihan pada punggung bawah dan dapat mulai merusak diskus, yang menyebabkan herniasi diskus.
Risiko HNP paling tinggi dimiliki oleh pemain sepakbola, yang mungkin terjadi akibat latihan yang berat, gerakan-gerakan yang ekstrem dan cedera benturan yang keras.
Obesitas dan kurangnya olahraga juga dapat menyebabkan terjadinya herniasi diskus. Obesitas cenderung menyebabkan herniasi karena kurangnya kekuatan otot yang menopang punggung bawah, terutama pada anak.
Penumpukan lemak berlebihan pada badan, erat kaitannya dengan perubahan biomekanis yang merusak tulang belakang, yang dapat mempengaruhi fungsi melalui mekanisme struktural.
Orang dengan obesitas seringkali membuat postur yang ekstrem untuk mengkompensasi gejala, yang dapat membebani tulang dan sendi, dan tekanan berlebihan pada diskus di tulang belakang.
Sebagian orang cenderung lebih rentan mengalami kerusakan diskus dibandingkan dengan orang lain, dan herniasi diskus pada remaja terkadang disebabkan karena faktor keturunan.
Para ahli telah membuktikan bahwa saraf kejepit karena herniasi diskus memiliki kecenderungan genetik dalam keluarga. Menurut ahli, risiko relatif dari herniasi diskus sebelum usia 21 tahun, lima kali lebih tinggi pada pasien dengan riwayat keluarga positif saraf terjepit.
Berbagai kondisi juga dapat menyebabkan herniasi diskus pada anak-anak, misalnya karena:
Bila saraf kejepit terjadi di punggung bawah, berapapun usianya, maka gejala yang muncul pada awalnya adalah nyeri punggung dan baal, yang lama kelamaan memburuk dan menyebar ke tungkai bawah.
Gambaran khas dari herniasi diskus pada pasien usia muda adalah gejala akan membaik seiring waktu. Pada sebagian besar kasus, diskus menonjol ke ruang epidural, dan setelah periode waktu tertentu, sebuah benjolan kecil akan terbentuk di sekitar diskus yang mengalami herniasi, dan sel-sel fagosit akan bermigrasi untuk mengeliminasi area yang mengalami herniasi. Reaksi ini seringkali memperbaiki gejala.
Sebagian besar kasus tidak diperlukan operasi.
Istirahat mungkin diperlukan, bergantung pada berat-ringannya penyakit. Akan tetapi istirahat terlalu lama tidak disarankan karena dapat menyebabkan kelemahan otot dan menimbulkan sakit punggung.
Penting untuk tetap aktif dan menjaga postur dan gerakan tubuh agar tidak mencetuskan nyeri.
Olahraga khusus yang dirancang sesuai kondisi masing-masing pasien juga dapat membantu memperbaiki gejala saraf kejepit akibat herniasi diskus.
Untuk mengurangi beban tulang belakang, duduk dan berdiri dengan tegak. Posisi membungkuk dapat membebani tulang belakang, yang dapat menyebabkan penumpukan kerusakan pada diskus intervertebra.
Berdasarkan penelitian, orang yang duduk dengan postur tidak baik (duduk bersandar hingga punggung melengkung, atau membungkuk, atau menekuk lutut ke depan), atau duduk lebih dari 6 jam, rentan mengalami herniasi diskus bagian lumbal.
Anak-anak remaja dan dewasa muda, harus memperhatikan postur tubuh mereka saat duduk, dan mengurangi waktu duduk sesering mungkin untuk menghindari risiko terkena saraf kejepit.
Di klinik Flex Free, Anda dapat mengkonsultasikan dan mendapatkan terapi untuk saraf kejepit akibat HNP. Beberapa terapi saraf kejepit tanpa operasi di klinik Flex Free yaitu:
Terapi ini menggunakan gelombang kejut, yang bertujuan untuk membantu meredakan nyeri.
Diathermy adalah terapi yang menggunakan sumber energi untuk memanaskan area tubuh yang lebih dalam. Sumber energi yang digunakan antara lain suara dan listrik, yang dikonversi menjadi panas di tubuh.
Terapi ini menargetkan otot dan sendi yang digunakan untuk meredakan nyeri, ketegangan otot dan peradangan otot dan sendi.
Terapi ultrasound dapat memberikan efek termal atau efek pemanasan dalam maupun superfisial, dan efek non termal yang dapat mempengaruhi proses yang terjadi di jaringan atau sel sehingga dapat mempercepat terjadinya pemulihan atau regenerasi jaringan.
Terapi dekompresi adalah salah satu jenis terapi tanpa operasi dengan menggunakan alat tarik khusus untuk mengurangi tekanan yang terdapat di antara ruas tulang belakang dan diskus (bantalan tulang belakang). Terapi ini merupakan terapi terbaru untuk mengatasi saraf kejepit.
Referensi:
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561