Bahaya Nyeri Leher yang Perlu Anda Ketahui

Selasa, 07 Juli 2020
dr. Gaby Venera
Selasa, 07 Juli 2020
dr. Gaby Venera

Nyeri leher adalah salah satu keluhan nyeri otot, tulang, dan sendi (muskuloskeletal) yang paling sering terjadi setelah nyeri punggung bawah.

Data menunjukkan, 19-37% individu dengan nyeri leher dapat mengalami nyeri yang berkepanjangan (nyeri kronik).

Nyeri leher dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Nyeri pada leher yang berlangsung <6 minggu disebut dengan nyeri leher akut, sedangkan lebih dari 6 bulan disebut dengan nyeri kronis.

Nyeri leher menimbulkan rasa kaku seperti terkunci atau dikenal dengan fenomena ‘wry neck’.

Selain itu, nyeri leher dapat disertai dengan otot-otot yang terasa kaku dan kencang.

Otot-otot yang bermasalah antara lain otot leher, bahu, dan wajah.

bahaya nyeri leher

Wry neck

Hal apa saja yang dapat meningkatkan risiko nyeri leher?

Jurnal penelitian menunjukkan, risiko nyeri leher meningkat pada:

  • wanita,
  • lansia,
  • pekerja berat,
  • perokok,
  • orang dengan riwayat kelainan leher dan punggung bawah, riwayat pengeroposan tulang (osteoporosis), dan pengapuran tulang (osteoarthritis).

Pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang, postur tubuh membungkuk, konsentrasi tinggi, jam kerja yang panjang, dan posisi melakukan pekerjaan yang tidak ergonomis turut menyumbangkan risiko yang tinggi, terutama pada pengguna komputer.

Individu dengan posisi dan postur tubuh yang membungkuk (kifosis) lama kelamaan juga akan menimbulkan nyeri leher, karena postur kifosis memiliki posisi leher yang lebih maju ke depan.

postur kifosis

Postur kifosis biasanya disertai dengan leher yang maju ke depan

Nyeri leher seperti apa yang berbahaya?

Nyeri leher dengan riwayat di bawah ini berbahaya dan sebaiknya langsung dikonsultasikan dengan dokter, antara lain:

  1. Nyeri muncul setelah adanya riwayat trauma seperti terjatuh (terutama pada usia lanjut atau memiliki riwayat pengeroposan tulang/osteoporosis) atau kecelakaan.
  2. Memiliki riwayat penyakit autoimun: Rheumatoid Arthritis
  3. Nyeri leher disertai dengan gejala infeksi (demam), penurunan berat badan yang drastis, kaku kuduk, riwayat imunokompresi, riwayat kanker/penyakit keganasan, atau penggunaan obat intravena (obat dimasukkan lewat pembuluh darah)
  4. Gejala kelemahan anggota gerak atas ataupun bawah
  5. Nyeri leher terasa sangat sakit atau terasa seperti robek
  6. Disertai nyeri dada, sesak napas, dan keringat dingin

Nyeri leher dengan gejala-gejala di atas atau nyeri leher pada individu dengan usia >50 tahun akan memerlukan pemeriksaan penunjang seperti X-Ray, Computerised Tomography (CT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Apa bahaya apabila nyeri leher yang terus berlanjut?

  1. Nyeri leher yang tidak mendapat penanganan adekuat juga dapat menimbulkan nyeri di area kepala, rahang, dan wajah atau dalam istilah medis disebut dengan Cervico-Craniofacial Pain (CCFP).

CCFP biasa terjadi apabila terdapat masalah pada tulang belakang area leher setinggi C1-C3.

Nyeri CCFP yang dibiarkan lama kelamaan dapat menimbulkan nyeri hebat dan gangguan pergerakan leher.

  1. Nyeri leher juga akan menimbulkan nyeri kepala yang sering disebut dengan Cervicogenic Headache (CEH).

Nyeri kepala muncul akibat postur leher atau tekanan pada struktur leher dan kepala belakang.

Nyeri dirasakan mulai dari belakang kepala menjalar hingga dahi, sekitar mata, dan sisi samping kepala.

Nyeri kepala ini biasa terjadi pada 1 sisi.

  1. Radikulopati atau myelopati leher. Apa bedanya radikulopati dan myelopati leher?
  • Radikulopati leher: adanya gangguan saraf radiks leher yang dapat menimbulkan keluhan rasa nyeri, kesemutan, terbakar, atau baal yang menjalar hingga ke tangan.

Penjalaran biasanya terjadi pada 1 sisi (unilateral) yang lama kelamaan dapat menimbulkan kelemahan otot.

  • Myelopati leher: adanya penekanan pada sumsum tulang belakang area leher yang gejala awalnya berupa nyeri dan kaku pada leher serta terbatasnya rentang gerak leher.

Apabila dibiarkan maka akan menimbulkan kelemahan pada lengan dan tangan, rasa kesemutan dan baal pada lengan dan tangan, gangguan motorik halus pada tangan, ketidakseimbangan tubuh saat berjalan.

Gangguan motorik halus adalah berupa gangguan koordinasi tangan dan kesulitan untuk memegang objek benda kecil seperti koin, pulpen, kancing, dan sebagainya.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya nyeri leher?

posisi kerja ergonomis

  • Posisi ergonomis saat berdiri, duduk, mengangkat barang, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan tidur
  • Lakukan latihan peregangan dan penguatan otot leher dan bahu secara rutin
  • Menjaga berat badan tetap ideal dan nutrisi yang baik serta seimbang
  • Tidak merokok

Apa saja yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan rasa nyeri leher?

Apabila Anda mengalami nyeri leher di rumah, nyeri dapat ditangani dengan mengistirahatkan gerakan leher, mengaplikasikan kompres hangat atau dingin dan melakukan latihan peregangan leher dan bahu (Baca lebih lanjut dalam artikel: "Latihan untuk Leher dan Bahu").

  • Jangan lakukan pemijatan pada area nyeri.
  • Kompres dingin pada leher yang mengalami tanda-tanda peradangan dan nyeri seperti kemerahan dan bengkak selama 20 menit beberapa kali dalam sehari selama 48–72 jam pertama.
  • Apabila leher terasa pegal dan kaku tanpa adanya tanda peradangan maka dapat diberikan kompres hangat untuk merelaksasikan otot-otot yang kaku.
  • Berikan istirahat yang cukup pada area bahu dan leher selama beberapa hari.
  • Lakukan latihan peregangan apabila memungkinkan.

Apabila nyeri leher tidak membaik atau dirasakan semakin parah dalam beberapa hari, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anda dapat pergi ke dokter spesialis rehabilitasi medik atau dokter saraf (neurologi) untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana dengan penggunaan obat anti nyeri?

Berhati-hatilah saat mengkonsumsi obat pereda nyeri.

Obat pereda nyeri hanya boleh dikonsumsi dalam jangka pendek dengan dosis yang ditentukan dokter.

Obat pereda nyeri golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) memiliki efek samping ke lambung atau jantung sehingga sebaiknya dikonsumsi setelah berkonsultasi dengan dokter.

 

Di klinik Flex Free, dokter spesialis kami akan menanyakan riwayat keluhan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengajukan pemeriksaan penunjang.

Setelah sumber nyeri Anda dapat diidentifikasi, dokter akan merencanakan pengobatan yang sesuai.

Pengobatan yang dapat dilakukan klinik Flex Free untuk nyeri leher antara lain traksi DTS, Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT), terapi laser dan TENS.

Apabila dari hasil pemeriksaan ternyata diperlukan tindakan operatif maka dokter akan merujuk Anda kepada dokter spesialis bedah saraf atau ortopedi.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Chua NHL, Suijlekom HV, Wilder-Smith OH, Vissers KCP. Understanding Cervicogenic Headache. Anesth Pain Med. 2012; 2(1) : 3-4.
  2. Garcia DM, Martinez AG, Lopez AL, Villanueva LdU, Touche RL, Carnero JF. Chronic Neck Pain and Cervico-Craniofacial Pain Patients Express Similar Levels of Neck Pain-Related Disability Pain Catastrophizing, and Cervical Range of Motion. Pain Research and Treatment. 2016.
  3. https://www.samwellpain.com/blog/signs-your-neck-pain-is-actually--cervical-radiculopathy
  4. Kanchanomai S, Janwantanakul P, Pensri P, Jiamjarasrangsi W. Risk Factors for the Onset and Persistence of Neck Pain in Undergraduate Students : 1-Year Prospective Cohort Study. BMC Public Health. 2011; 11: 566.
  5. Teichtahl AJ, McColl G. An Approach to Neck Pain for the Family Physician. 2013; 42 : 774-777.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561