Penyebab Nyeri Lutut Usia Muda

Selasa, 23 November 2021
Flex Free
Selasa, 23 November 2021
Flex Free

Nyeri lutut sering dikaitkan dengan orang tua atau lansia, tapi tahukah Anda, keluhan nyeri lutut juga bisa dialami oleh orang berusia muda.

Apa yang bisa menjadi penyebab nyeri lutut usia muda?

Simak penjelasannya berikut ini.

Anatomi Lutut

Lutut adalah sendi terbesar dan terkuat di tubuh manusia. Lutut tersusun dari bagian ujung bawah tulang paha (femur), dan bagian atas tulang betis (tibia), dan tempurung lutut (patella).

Bagian ujung-ujung tulang tertutup dengan tulang rawan, yang melindungi tulang ketika lutut ditekuk dan diluruskan.

anatomi lutut

Ligamen dan tendon menghubungkan tulang paha dengan tulang tungkai bawah. Keempat ligamen lutut berperan seperti tali yang menahan tulang tetap pada tempatnya.

Otot-otot terhubung dengan tulang melalui tendon. Tendon quadriceps menghubungkan otot di bagian depan paha ke tempurung lutut.

Tendon yang memanjang dari tempurung lutut ke tulang betis adalah tendon patella.

Penyebab Nyeri Lutut Usia Muda  

Nyeri lutut tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia, usia muda, bahkan remaja, juga bisa mengalami nyeri lutut.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab nyeri lutut usia muda, umumnya terjadi akibat penggunaan yang berlebihan, tetapi juga bisa terjadi akibat cedera lutut dan atau kondisi medis yang mempengaruhi lutut.

Nyeri lutut pada remaja bisa terjadi sementara dan tidak berkaitan dengan cedera, tetapi terjadi akibat perubahan aktivitas atau olahraga.

Beberapa masalah nyeri lutut usia muda yang sering dialami terbagi menjadi tiga:

  1. Nyeri lutut depan, yang disebut nyeri patellofemoral
  2. Cedera ligamen dan tendon lutut atau tempurung lutut
  3. Kondisi medis yang mempengaruhi lutut
  1. Nyeri Lutut Depan

Nyeri lutut depan sering dialami oleh atlet-atlet muda, terutama atlet perempuan.

Nyeri lutut depan pada usia muda atau remaja biasanya tidak disebabkan karena kelainan fisik lutut, tetapi terjadi akibat penggunaan yang berlebihan, atau akibat kurangnya latihan peregangan atau penguatan saat  latihan rutin.  

Pada sebagian besar kasus, penanganan seperti istirahat, obat-obatan yang dijual bebas, dan latihan penguatan dapat meredakan nyeri lutut depan.

Penyebab Nyeri Lutut Depan

Anatomi sendi lutut yang rumit sangat sensitif terhadap masalah kesejajaran, aktivitas, latihan dan penggunaan yang berlebihan.

Nyeri lutut depan terjadi ketika tempurung lutut tertarik dari celahnya akibat peningkatan tekanan. Akan tetapi pada banyak kasus, penyebab nyeri lutut depan tidak diketahui.

Peningkatan tekanan pada sendi lutut disebabkan oleh:

  • Rotasi panggul yang tidak normal akibat ketidakseimbangan kekuatan otot dan fleksibilitas sekitar panggul
  • Metode latihan atau peralatan yang tidak sesuai dengan aktivitas
  • Kurangnya fleksibilitas otot paha yang menyokong sendi lutut. Otot paha yang lemah atau kencang.
  • Penggunaan lutut yang berlebihan akibat lutut yang berulang kali menekuk saat aktivitas berlari, melompat, dan lainnya
  • Masalah kesejajaran sendi. Misalnya, tempurung tidak sejajar dengan lutut, atau memiliki kaki datar, yang mengubah cara berjalan
  • Perubahan alas kaki yang digunakan atau permukaan tempat berolahraga/beraktivitas

Gejala Nyeri Lutut Depan

Selain nyeri, gejala lainnya misalnya:

  • Bunyi letupan atau seperti berderak di lutut ketika naik tangga atau ketika berdiri dan berjalan setelah duduk lama.
  • Nyeri lutut di malam hari, nyeri lutut ketika melompat, berjongkok, berlari dan olahraga yang melibatkan angkat beban.
  • Nyeri lutut yang berkaitan dengan perubahan intensitas aktivitas, permukaan tempat beraktivitas atau alat yang digunakan.

Nyeri lutut depan pada usia muda atau remaja ini biasanya tidak menyebabkan pembengkakan di sekitar lutut.

Gejala lain seperti bunyi klik, mengunci, atau lutut melemah juga jarang terjadi. Adanya gejala tersebut menandakan adanya masalah mekanis pada lutut.

Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Cedera Lutut

Cedera akibat teregang, terkilir dan robeknya ligamen dan tendon atau cedera pada jaringan lunak lainnya juga bisa menjadi penyebab nyeri lutut usia muda.

Diantaranya:

  • Robekan meniscus: Robekan bantalan tulang rawan berbentuk huruf C di lutut yang berperan sebagai peredam
  • Cedera ligamen: Ligamen cruciatum anterior (ACL), posterior (PCL), ligamen collateral lateral dan medial
  • Tendonitis: Peradangan tendon akibat cedera
  • Bursitis: Pembengkakan kantung cairan di lutut, yang menjadi bantalan lutut
  • Dislokasi tempurung lutut

Gejala trauma lutut bergantung pada bagian yang mengalami cedera, tetapi umumnya dapat berupa:

  • Suara meletup, klik, atau berderak ketika lutut menekuk (saat berjalan, hendak berdiri dari posisi duduk)
  1. Kondisi medis yang mempengaruhi lutut

Kondisi medis yang dapat menjadi penyebab nyeri lutut usia muda diantaranya:

  • Penyakit Osgood-Schlatter: Penderitanya merasa nyeri di bawah tempurung lutut. Kondisi ini lebih sering dialami laki-laki dan diperkirakan terjadi akibat penggunaan otot paha berlebihan. Ada masalah cara berjalan, kelemahan dan gangguan keseimbangan.

penyakit Sinding-Larsen-Johansson

Sumber gambar: www.epainassist.com

  • Sindroma Sinding-Larsen: Merupakan cedera pada lempeng pertumbuhan di bawah tempurung lutut. Cedera terjadi akibat kontraksi otot paha berulang saat masa pertumbuhan. Gejalanya selain nyeri dan pembengkakan di bawah tempurung lutut, yaitu gangguan keseimbangan, gangguan cara berjalan, dan kaku.
  • Arthritis juvenile: Merupakan rheumatoid arthritis pada anak, yang menimbulkan gejala nyeri, bengkak, kaku dan hilangnya gerakan sendi, termasuk sendi lutut.
  • Osteochondritis dissecans: Terpisahnya bagian tulang rawan sendi dan tulang di bawahnya dari seluruh bagian tulang. Gejalanya antara lain nyeri tumpul, bunyi ‘klik’ di sendi, gangguan cara berjalan, kelemahan dan gangguan keseimbangan.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Untuk menentukan penyebab nyeri lutut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berdiri, berjalan, melompat, jongkok, duduk dan berbaring.

Dokter juga akan memeriksa kesejajaran tungkai bawah dan posisi tempurung lutut, stabilitas lutut, rotasi panggul dan kisaran gerak lutut dan panggul.

Dokter akan memeriksa tempurung lutut, perlekatan otot paha ke tempurung lutut, kekuatan, fleksibilitas, tonus dan lingkar otot paha depan dan belakang.

Pemeriksaan Lain

  • Rontgen. Pemeriksaan rontgen dapat menunjukkan apakah ada masalah pada bentuk atau posisi tempurung lutut.
  • MRI. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran jaringan lunak sekitar lutut yang lebih jelas. MRI biasanya tidak diperlukan kecuali ada gejala lutut terkunci, atau gejala menetap bahkan setelah diberikan penanganan.

Penanganan Nyeri Lutut

Untuk nyeri lutut depan dan nyeri lutut secara umum, ada beberapa tindakan sederhana yang dapat membantu meredakan nyeri.

  • Kompres Es

Penggunaan kompres es setelah beraktivitas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Gunakan kain/handuk untuk membungkus es, jangan gunakan es secara langsung ke kulit.

Kompres dapat digunakan selama 20 menit.

  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat-obatan yang dijual bebas misalnya ibuprofen dan naproxen dapat digunakan untuk meredakan nyeri.

Perhatikan cara penggunaan dan kontraindikasi obat-obatan tersebut.

  • Terapi Fisik

Terapi fisik dapat membantu meredakan nyeri, mengurangi pembengkakan, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, memperbaiki kisaran gerak, meningkatkan kecepatan dan daya tahan dan memperbaiki koordinasi dan keseimbangan.

Penting untuk mengikuti latihan dengan teratur, karena nyeri lutut depan dapat kambuh.

  • Istirahat

Dengan istirahat, jaringan yang cedera dapat menyembuh.

  • Kompresi

Gunakan perban elastis di lutut bila dokter merekomendasikannya.

  • Tinggikan lutut saat duduk atau berbaring
  • Kurangi berat badan

Berat badan berlebihan dapat menambah tegangan di sendi lutut. Mengurangi berat badan dapat membantu mengurangi beban di lutut.

Penanganan Nyeri Lutut Usia Muda Akibat Kondisi Medis

  1. Penyakit Osgood-Schlatter

Untuk penyakit ini, penanganan yang dilakukan antara lain:

  • Mengkonsumsi obat anti radang untuk mengurangi nyeri
  • Mengompres dengan es untuk mengurangi nyeri dan bengkak
  • Konsisten mengikuti program latihan
  • Penggunaan elektroterapi dan/atau hidroterapi untuk meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman
  1. Penyakit Sinding-Larsen

Selain penanganan yang sama seperti pada penyakit Osgood-Schlatter, untuk meredakan nyeri karena penyakit ini, penderita dapat mengikuti program latihan peregangan dan penguatan, manipulasi dan pemijatan.

  1. Arthritis Juvenile

Selain berkonsultasi dengan ahli rheumatologi, gunakan bidai, brace, dan/atau orthotic sesuai saran dokter, pertimbangkan hidroterapi, dan mengikuti program penguatan otot.

  1. Osteochondritis Dissecans

Untuk penyakit ini, penanganan yang dilakukan antara lain:

  • Cryotherapy
  • Elektroterapi dan/atau hidroterapi
  • Terapi jaringan lunak, misalnya pemijatan, myofascial release, trigger points
  • Program latihan

Penanganan nyeri lutut usia muda umumnya tidak memerlukan pembedahan, tetapi ada beberapa kondisi yang memerlukan pembedahan, seperti pada robekan jaringan lunak dan patah tulang.

Pencegahan Kekambuhan

Sebagian besar nyeri lutut akibat cedera ataupun penggunaan berlebihan dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara, yaitu:

  • Selalu melakukan pemanasan secara optimal sebelum melakukan aktivitas dan pendinginan setelah berolahraga
  • Menggunakan alas kaki yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan
  • Mengurangi kegiatan yang dapat membuat lutut nyeri
  • Mengikuti program latihan kekuatan otot yang diawasi oleh ahlinya.

 

 

 

Referensi:

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16716-knee-pain-in-teens
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/adolescent-anterior-knee-pain/
  • https://www.childrens.com (Gambar Cover)

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561