Inilah Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang & Pengobatannya

Senin, 04 Juli 2022
Flex Free
Senin, 04 Juli 2022
Flex Free

Rasa terbakar dan kesusahan untuk menggerakkan area tentunya pada tubuh adalah salah satu gejala dari gangguan saraf. Hal tersebut dapat terjadi oleh banyak faktor. Hal tersebut tentunya akan sangat mengganggu aktivitas kita.

Lalu apa saja yang sebenarnya menjadi penyebab saraf kejepit di pinggang? Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaiamanakah cara yang tepat untuk menangani gangguan saraf tersebut? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari simak artikel ini hingga selesai ya.

Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang

Ada begitu banyak saraf yang ada di dalam tubuh manusia. Masing-masing memiliki perannya untuk menjaga koordinasi sistem gerak tubuh manusia. Adapun panjang saraf manusia, menurut para pakar setara dengan jarak antara bumi dengan bulan.

Jadi bisa dibayangkan sekompleks dan serumit apa sistem saraf dalam tubuh manusia. Hanya saja, karena manusia rentang mengalami penyakit dan gangguan kesehatan, maka sebagian besar dari kita pasti pernah merasakan saraf kejepit atau yang bisa disebut dengan pinched nerve.

Lalu apa saja yang dapat menyebab terjadinya hal tersebut? berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan supaya Anda bisa meminimalisir rasa tidak nyaman karena gangguan pada saraf Anda:

  1. Penuaan

Penuaan adalah salah satu kata yang cukup menjadi momok bagi banyak orang. Saat tubuh mulai menua, banyak sistem jaringan tubuh yang kemudian mengalami degradasi fungsi. Termasuk sistem gerak manusia.

Ketika tubuh manusia menua, maka susunan air dalam tubuh mengalami penurunan. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada saraf manusia. Saat tubuh kehilangan pelumasnya, maka setiap gerakan akan mendatangkan rasa nyeri dan terbakar, bahkan yang paling buruk dapat menyebabkan Anda tidak bisa menggerakkan lengan, siku, serta rasa terkilir di pinggang.

  1. Cedera

Ada begitu banyak penyebab cedera. Misalnya karena aktivitas olahraga yang biasanya memakan banyak energi serta mendorong kita untuk aktif bergerak kesana-kemari yang dengannya dapat menyebabkan pembengkakan pada area saraf jika tidak segera diobati.

Selain karena olahraga, juga karena kebiasaan kerja Anda. Misalnya karena Anda yang bekerja sebagai tenaga kerja yang sering mengangkat beban berat di tempat kerja. Hal tersebut jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf manusia.

  1. Postur Tubuh yang Tidak Baik

Sangat penting untuk menerapkan posisi duduk maupun berdiri dengan benar. Jika tidak, maka saraf bisa mengalami penekanan saat Anda membiarkan punggung membungkuk terlalu lama.

Untuk itulah, terapi postur sangat disarankan saat usia Anda sudah mulai menua. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga agar tubuh Anda tetap dalam kondisi prima dan presentable setiap saat.

  1. Rematik

Saat tulang kekurangan mineral, maka dapat menyebabkan terjadinya rematik. Ini adalah sejenis penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak mudah. Sehingga penting untuk menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga asupan gizi dan mineral dalam tubuh agar tetap seimbang.

  1. Berat Badan Berlebihan

Ada begitu banyak alasan kenapa Anda dilarang untuk makan malam di malam hari. Salah satunya untuk menjaga agar berat badan Anda tidak melonjak tajam karena kebiasaan tersebut.

Berat badan berlebihan memberikan berbagai banyak kerugian, termasuk masalah kesehatan yang akan selalu menjadi ancaman tersendiri. Misalnya sistem pernapasan akan menjadi terganggu.

Disamping itu, ada juga masalah saraf. Ketika lemak di dalam tubuh terlalu banyak dan menumpuk secara terus menerus tanpa ada waktu untuk pembakaran, maka hal tersebut dapat menekan jaringan saraf dalam tubuh.

Imbasnya Anda akan mengalami rasa nyeri yang tidak menyenangkan atau berbagai komplikasi yang tidak perlu jika saja Anda menjaga berat badan Anda di posisi normal.

  1. Aktivitas Berulang

Salah satu penyakit yang biasanya dialami oleh para pekerja kantoran adalah carpal tunel syndrome, yakni suatu kondisi yang terjadi pada jari dan menyebabkan rasa kesemutan bahkan mati rasa.

Hal ini terjadi karena aktivitas berulang tanpa ada jeda untuk peregangan. Untuk itulah, sangat disarankan untuk menjaga ritme kerja Anda. Jangan lupa untuk bangkit dari meja kerja setiap 20 menit sekali misalnya.

Lalu bagaimana dengan penyebab khusus alasan saraf kejepit di pinggang? Pinggang yang merupakan jembatan antara tubuh bagian bawah dan atas. Jika Anda tidak hati-hati, maka pinggang akan mengalami rasa kesemutan bahkan mati rasa.

Penyebabnya bisa karena Anda kurang berhati-hati saat mengangkat atau menggerakkan pinggang dan pinggul Anda. Sehingga dapat menyebabkan terkilir dan sejenisnya.

Itulah tadi beberapa hal yang menjadi penyebab saraf kejepit di pinggang. Selanjutnya mari kita bahas tentang beberapa gejala yang mungkin saja Anda rasakan saat kemarin malam tidur dengan posisi yang kurang wajar akibat kelelahan.

Gejala Saraf Kejepit yang Perlu Diketahui

Setelah kita bahas beberapa penyebab saraf kejepit termasuk penyebab saraf kejepit di pinggang, maka saatnya kita mengenali beberapa hal yang mengindikasikan terjadinya gangguan pada saraf.

  1. Mati Rasa atau Baal

Rasa mati rasa pada bagian tertentu pada tubuh adalah salah satu gejala dari saraf yang terjepit. Jika hal ini dibiarkan terlalu lama, maka dapat menyebabkan kerusakan pada saraf bahkan Anda tidak akan dapat merasakan bagian tersebut lagi.

Langkah paling mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kompres air dingin yang dengannya diharapkan dapat mengatasi rasa mati rasa tersebut.

  1. Kesemutan

Gejala lain dari saat saraf mengalami gangguan adalah kesemutan. Kesemutan ini biasanya terjadi karena Anda berdiam dalam posisi tertentu terlalu lama, sehingga sistem saraf mengalami gangguan.

Pada kasus kesemutan ini biasanya berlangsung singkat. Anda akan merasa perasaan seperti sedang dikerubungi banyak semut dan sejenak merasa mati rasa, tapi setelahnya akan menjadi normal kembali.

  1. Lemah Gerak

Untuk kasus ini biasanya terjadi pada para orang tua. Ketika sistem saraf mengalami distorsi, maka mereka akan merasa kesulitan untuk bergerak. Termasuk misalnya kasus pada pinggang.

Jika Anda tidur dalam posisi yang tidak seharusnya, hal tersebut akan menyebabkan Anda bangun dalam keadaan letih luar biasa serta tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu.

  1. Sensasi Tertusuk

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, gejala berikutnya adalah sensasi seperti ditusuk-tusuk. Contohnya pada bagian pinggang. Anda tidur terlalu miring atau tidak benar dalam memposisikan tubuh, maka itu dapat menjadi penyebab saraf kejepit di pinggang.

Lalu saat Anda mencoba menggerakkan tubuh akan terasa sangat sulit seperti tubuh sedang ditusuk-tusuk dengan jarum yang sangat banyak. Jika rasa sakit tidak tertahankan, maka Anda bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti Ibuprofen dan sejenisnya.

Penanganan Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang

Setelah kita mengetahui tentang penyebab dan gejala saraf kejepit, maka tidak akan lengkap jika kita tidak membahas tentang langkah penanganannya. Simak poin-poin berikut ini:

  1. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Mengonsumsi obat pereda nyeri adalah yang paling mudah untuk mengatasi rasa terbakar pada sendi-sendi Anda, termasuk pada bagian pinggang. Jenis penanganan ini disarankan untuk tingkat kesakitan rendah hingga menengah.

Ada begitu banyak jenis obat pereda nyeri yang beredar, mulai dari yang berbentuk pil atau tablet hingga salep. Serta tidak susah untuk mendapatkannya, Anda bisa mengunjungi apotek terdekat atau mengunjungi kelontong terdekat.

  1. Program Terapi

Jika rasa nyeri sudah sangat mengganggu, Anda bisa mengunjungi pusat kesehatan. Sudah banyak klinik yang tersedia, salah satunya Flex-Free Clinic dengan salah satu program terapi untuk mengatasi nyeri tulang belakangnya yang disebut dengan 'Traksi DTS'.

Apa itu traksi DTS? Secara sederhana, traksi DTS adalah terapi non-operatif untuk mengatasi berbagai keluhan pada tulang belakang. Terapi ini menggunakan alat yang akan bekerja untuk melepaskan tekanan diantara ruas tulang belakang dengan diskus atau bantalan tulang belakang. Tekanan ini biasanya disebut dengan tekanan intra-diskal yang menjadi biang kerok nyeri atau masalah saraf tulang belakang.

  1. Operasi

Jika kasus saraf terjepit sudah sangat parah dan membatasi ruang gerak Anda, maka jalan yang paling ekstrem adalah dengan melakukan operasi. Anda bisa mengunjungi rumah sakit spesialis tulang untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

Jadi itulah tadi beberapa cara penanganan saraf kejepit. Pilihan ada di tangan Anda.

Klinik Terapi Gangguan Saraf

Flex-Free Clinic adalah klinik kesehatan yang dibangun untuk mengatasi berbagai keluhan dan masalah terkait saraf manusia. Ada begitu banyak layanan yang kami sediakan, misalnya untuk mengatasi scoliosisi serta fisioterapis dengan harga bersaing.

Kami menggunakan peralatan modern yang dioperatori oleh para ahli professional berstandar internasional. Jika Anda ingin tau lebih jauh tentang kami dan layanan kami, silahkan kunjungi website kami di Flex-Free Clinic. Kami tunggu kehadiran Anda.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561