Gejala dan Pengobatan Cedera Otot pada Anak

Kamis, 01 September 2022
Flex Free
Kamis, 01 September 2022
Flex Free

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami cedera otot. Cedera pada anak sering terjadi saat bermain atau berolahraga, misalnya:

  • memar
  • terkilir
  • teregang

Dan cedera yang paling sering adalah pergelangan kaki terkilir atau teregang.

Kejadian terkilir atau teregang jarang terjadi pada anak-anak yang lebih muda karena lempeng pertumbuhan tulang mereka lebih lemah dibandingkan dengan otot atau tendon, sehingga mereka lebih rentan mengalami fraktur tulang dibandingkan dengan cedera otot.

  1. Memar

Memar adalah cedera pada jaringan lunak, yang seringkali disebabkan oleh tekanan tumpul, misalnya tendangan, jatuh, atau pukulan. Akibat langsung dari cedera memar adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit.

  1. Terkilir

Terkilir adalah cedera terpuntir atau robekan sebagian pada ligamen. Terkilir sering terjadi di pergelangan kaki, lutut, atau pergelangan tangan.

  1. Teregang

Cedera otot atau tendon yang teregang seringkali terjadi akibat penggunaan atau regangan berlebihan.

Cedera terkilir dan teregang lebih sering terjadi pada anak remaja dibandingkan anak-anak yang lebih muda.

Penyebab Cedera Otot pada Anak

Terkilir terjadi ketika ligamen teregang, terpuntir, atau robek tiba-tiba. Cedera ini terjadi ketika seorang anak jatuh atau terpukul. Cedera terkilir sering dialami di pergelangan kaki, pergelangan tangan atau lutut.

Cedera teregang terjadi ketika otot atau tendon tertarik atau robek. Cedera ini dapat terjadi tiba-tiba, atau terjadi seiring waktu akibat penggunaan otot atau tendon yang berlebihan dan terus menerus.  

Anak-anak yang Berisiko Mengalami Cedera Otot

Anak-anak remaja yang aktif atau atlet remaja, paling berisiko mengalami cedera.

Gejala Cedera Otot pada Anak

Gejala dapat berbeda-beda pada setiap anak dan bergantung pada beratnya cedera. Diantaranya:

  • Nyeri
  • Bengkak
  • Hangat, memar, kemerahan di area yang cedera
  • Kelemahan otot
  • Sulit menggerakkan area yang cedera

Bagaimana Mengetahui Cedera Otot pada Anak?

Untuk mendiagnosis cedera otot pada anak, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan seperti berikut:

  • Rontgen. Pemeriksaan ini menggunakan pancaran energi elektromagnetik untuk menghasilkan gambaran jaringan internal, tulang dan organ.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini menggunakan kombinasi magnet, rediofrekuensi, dan komputer untuk menghasilkan gambaran organ dan struktur tubuh.
  • Computed Tomography Scan (CT atau CAT scan). Pemeriksaan ini dapat menunjukkan gambaran tubuh yang lebih detail dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen. CT scan dapat menunjukkan tulang, otot, lemak dan organ.

Pengobatan Cedera Otot pada Anak

Pastikan anak berhenti melakukan aktivitas. Untuk penanganan awal, dapat dilakukan dengan metode RICE selama 48 jam pertama setelah cedera.

    • Rest: Istirahatkan bagian yang sakit/cedera.
    • Ice: Gunakan es yang dibungkus dengan handuk, dan kompreskan di area cedera. Kompres tidak boleh lebih dari 20 menit setiap kalinya, sebanyak empat hingga delapan kali sehari.
    • Compression: Gunakan perban elastis untuk menekan area cedera.
    • Elevation: Posisikan daerah yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan.

Anda bisa memberikan obat anti nyeri untuk meredakan sakit yang dirasakan anak, misalnya dengan parasetamol, atau ibuprofen. Pastikan untuk membaca dosis dan kontraindikasi obat-obat tersebut.

Cedera terkilir dan teregang pada anak-anak dapat menyembuh dengan cepat. Pastikan anak-anak yang cedera membatasi aktivitas dan melakukan latihan penguatan untuk mencegah cedera berulang.

Pengobatan untuk cedera otot pada anak ditentukan oleh:

  • usia anak, status kesehatan secara umum, dan riwayat penyakit
  • berat-ringannya cedera
  • toleransi anak terhadap obat-obatan tertentu, prosedur dan terapi
  • harapan dari terapi
  • pilihan terapi pasien

Selain dengan obat anti nyeri, anak mungkin akan diterapi dengan gips, terapi fisik (untuk meregangkan dan menguatkan otot, ligamen, dan tendon yang cedera), menggunakan tongkat atau kursi roda, atau dengan pembedahan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Periksakan anak ke dokter terutama bila:

  • Perubahan bentuk akibat cedera yang terlihat jelas dan berkepanjangan
  • Nyeri berat yang timbul saat anak menggunakan ligamen, tendon, atau otot
  • Area yang cedera masih tidak stabil setelah sembuh

Jangan tunda ke dokter terutama bila anak mengalami:

  • nyeri berat ketika daerah yang cedera disentuh atau digerakkan
  • sulit berdiri
  • memar bertambah
  • mati rasa atau seperti tertusuk jarum di area yang cedera
  • perubahan bentuk di bagian yang cedera
  • ada tanda-tanda infeksi (bengkak, teraba panas, merah, nyeri, tampak bergaris-garis)
  • cedera tidak tampak membaik setelah 5 hingga 7 hari

Bagaimana Mencegah cedera Otot pada Anak?

Sebagian besar cedera otot pada anak adalah akibat olahraga, baik akibat cedera saat bermain, atau akibat penggunaan terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Cedera olahraga dapat dicegah dengan:

  • Pemanasan sebelum berolahraga
  • Latihan yang tepat
  • Menggunakan perlengkapan yang benar dan lengkap

Cedera akibat penggunaan berlebihan dan terus-menerus dapat dicegah dengan memastikan anak cukup beristirahat dari aktivitas yang sama, setidaknya satu hingga dua hari setiap minggunya.

 

 

 

Referensi:

  • https://kidshealth.org/en/parents/strains-sprains-sheet.html
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/sprains-and-strains-in-children
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=sprains-and-strains-in-children-90-P01653
  • https://www.uhhospitals.org/Healthy-at-UH/articles/2021/06/sprains-and-strains-in-children-what-to-do-when-to-worry

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561