Terapi Panas (Termoterapi) untuk Penanganan Masalah Otot, Tulang, dan Sendi

Rabu, 10 Mei 2023
dr. Ferdinand Dennis K
Rabu, 10 Mei 2023
dr. Ferdinand Dennis K

Terapi panas, atau yang dikenal dengan termoterapi, merupakan salah satu jenis modalitas (cara) yang digunakan sebagai pendamping terapi fisik lainnya dalam menangani masalah pada sistem otot, tulang, dan sendi.

Termoterapi memanfaatkan sifat fisika dari panas (adanya energi dari getaran molekul) dan dingin (ketidakadaan sifat panas atau energi dari getaran molekul).

Jaringan dalam tubuh memiliki kapasitas panas spesifik, yaitu jumlah energi panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1°C pada jaringan tersebut, dan tiap-tiap jenis jaringan yang berbeda memiliki kapasitas panas spesifik yang berbeda pula.

Pada artikel ini akan diberikan informasi mengenai apa, bagaimana, dan kegunaan dari termoterapi ini.

Apa wujud terapi panas yang digunakan sebagai modalitas terapi?

Sifat penghantaran panas dibagi menjadi tiga macam; konveksi, konduksi, dan konversi, di mana ketiga sifat ini dimanfaatkan untuk menaikkan suhu jaringan yang mengalami masalah.

  1. Sifat konveksi berarti penghantaran dilakukan melalui medium cairan atau gas.
  2. Sifat konduksi berarti penghantaran panas dilakukan melalui dua permukaan yang berbeda suhunya, dari permukaan bersuhu lebih tinggi ke lebih rendah.
  3. Sifat konversi berarti penghantaran dilakukan setelah terjadi perubahan dari radiasi elektromagnetik menjadi energi panas.

Contoh dari terapi panas dengan konveksi adalah fluidoterapi, hidroterapi, dan bak kontras.

Fluidoterapi memanfaatkan aliran udara yang dipanaskan di dalam suatu jenis kantung yang membungkus daerah yang mengalami keluhan. Aliran udara panas ini akan bersirkulasi dan memanaskan permukaan yang dilalui seiring waktu.

Hidroterapi dengan kolam pusaran digunakan untuk merendam sebagian lokasi tubuh sedangkan tangki Hubbard digunakan untuk merendam tubuh secara total. Pengaturan suhu air dari terapi panas dengan medium air ini harus diawasi dengan ketat dan suhu yang dapat digunakan per bagian tubuh pun berbeda-beda.

Prinsip termoterapi berikutnya adalah konduksi atau hantaran. Pada dasarnya, yang dilakukan adalah menempelkan benda bersuhu lebih tinggi dari lokasi yang bermasalah untuk mengalirkan energi panas ke tempat tersebut.

Contoh terapi panas dengan konduksi adalah penggunaan kompres panas dan terapi dengan parafin (lilin). Beberapa macam kompres dijual secara bebas, ada yang berupa wadah kosong untuk diisi air panas, ada juga yang berupa jel yang dapat dipanaskan sebelum dikompres.

Terapi parafin sendiri menggunakan lilin khusus (campuran lilin dan minyak mineral), dan bagian tubuh pasien (biasa anggota gerak tangan dan kaki) dicelupkan ke dalam lilin yang dipanaskan, dibiarkan mengeras, dan anggota gerak yang terliputi lilin dibungkus dengan plastik dan handuk untuk mempertahankan panas di sekitar anggota gerak.

Prinsip yang ke-3 adalah konversi, di mana energi panas dihasilkan dari energi elektromagnetik yang dipancarkan/diradiasikan ke lokasi yang bermasalah. Contoh dari terapi ini adalah dengan cahaya inframerah, gelombang suara ultra, dan diatermi baik gelombang pendek maupun gelombang mikro.

Untuk terapi dengan dingin atau krioterapi, akan dibahas pada artikel yang berbeda.

Bagaimanakah terapi panas ini dapat memperbaiki masalah otot, tulang, dan sendi?

Peningkatan suhu lokal dari jaringan tubuh memiliki beberapa efek positif, terutama pada sistem otot, tulang, dan sendi. Terapi panas sendiri bertujuan untuk menciptakan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah).

Pada saat energi panas diaplikasikan pada tubuh, yang akan terjadi adalah peradangan lokal. Peradangan ini bukanlah radang karena infeksi atau cedera, tapi merupakan peradangan yang bermanfaat bagi penyembuhan dengan merangsang keluarnya senyawa perantara radang karena efek langsung dari panas tersebut.

Senyawa-senyawa ini akan merangsang pelebaran pembuluh darah melalui produksi oksida nitrik. Mekanisme lainnya adalah rangsangan langsung pada saraf yang peka terhadap panas pada kulit. Rangsangan ini akan memberikan informasi pada otak untuk melebarkan pembuluh darah secara langsung.

Pelebaran pembuluh darah ini akan menyebabkan peningkatan aliran darah, sekaligus meningkatkan asupan oksigen dan nutrisi ke jaringan yang dipanaskan, sehingga akan merangsang penyembuhan dan pertumbuhan jaringan baru.

Pengaplikasian panas pada tubuh juga memiliki efek lain yang menguntungkan, terutama pada kontrol nyeri. Terapi panas akan menghambat saraf-saraf yang berfungsi dalam penghantaran nyeri dan juga meningkatkan ambang batas nyeri seseorang, menimbulkan suatu efek ‘kekebalan’ terhadap sesuatu yang biasa menimbulkan nyeri.

Peningkatan aliran dan pelebaran pembuluh darah juga akan mengatasi nyeri karena berkurangnya aliran darah (iskemia), serta merelaksasikan otot yang kaku.

Efek lainnya dari terapi panas adalah perubahan pada elastisitas kolagen dan kekuatan otot. Suatu jaringan kolagen (urat tendon, ligamen, dan kapsul sendi) akan dapat meregang lebih jauh apabila dipanaskan.

Hal ini berguna bagi pasien yang akan menjalani latihan peregangan, walaupun demikian, untuk memanaskan jaringan kolagen yang terletak lebih dalam (sendi dan otot dalam), diperlukan modalitas seperti gelombang suara ultra dan diatermi.

Pada kekuatan otot, pengaplikasian panas akan meningkatkan ketahanan dan kekuatan lebih kurang 30 menit pertama setelah pemanasan. Efek ini diduga terjadi karena adanya saraf yang diaktivasi dan diblok sekaligus oleh terapi panas, dan karena ambang batas nyeri pun berubah, maka sakit karena kelelahan otot dapat berkurang.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum termoterapi?

Tergantung dari jenis terapi panas yang digunakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Kontraindikasi, atau larangan penggunaan terapi panas adalah:

  • Pada orang dengan riwayat perdarahan atau berisiko mengalami perdarahan,
  • Terjadi peradangan pembuluh darah (tromboflebitis),
  • Berkurangnya sensasi rasa panas, nyeri, dingin, dsb.,
  • Penurunan kesadaran,
  • Keganasan
  • Masalah di sekitar mata (untuk terapi inframerah)

Larangan bagi penderita dengan gangguan sensasi dan penurunan kesadaran adalah, termoterapi dapat menimbulkan nyeri dan luka bakar, yang hanya dapat dirasakan oleh pasien. Pada pasien dengan gangguan sensasi dan penurunan kesadaran, keluhan ini mungkin tidak dapat dipersepsikan dengan baik, sehingga risiko luka bakar dan nyeri akan lebih tinggi.

Penggunaan terapi panas pun harus hati-hati dan diawasi ketat pada populasi sebagai berikut:

  • Cedera akut atau baru saja terjadi,
  • Kehamilan,
  • Gangguan sirkulasi,
  • Terdapat pembengkakan pada jaringan,
  • Payah jantung,
  • Terdapat logam di daerah yang bermasalah (plat tulang, perhiasan, uang logam),
  • Pada luka terbuka,
  • Pada lokasi yang baru diolesi salep,
  • Saraf terdemyelinisasi.

Pada populasi ini, penggunaan terapi panas diperbolehkan asal diawasi oleh profesional terlatih, dan penggunaannya diresepkan oleh dokter. Yang perlu diawasi juga adalah efek tidak diinginkan dari terapi panas.

Kontraindikasi khusus untuk terapi panas khusus, seperti hidroterapi adalah ketidamampuan menahan berkemih dan buang air besar, infeksi pada kulit, demam, dan episode kejang yang tidak terkontrol.

Penggunaan terapi panas seperti gelombang suara ultra dan sinar inframerah pada tempat seperti rahim, dekat dengan tumor, jantung, dan organ berongga berisi cairan (mata), dan otak harus diwaspadai.

Luka bakar, perdarahan, dan pingsan adalah efek yang dihindari. Luka bakar bisa terjadi bila suhu terlalu panas melalui ambang, dan bagian luar kulit akan memerah dan mati.

Perdarahan dapat terjadi karena pelebaran pembuluh darah dan peningkatan aliran darah pada jaringan yang memanas akan memperberat perdarahan yang telah terjadi dan menimbulkan perdarahan pada pasien dengan gangguan darah.

Pingsan terjadi karena daerah yang dipanaskan akan mengalami peningkatan aliran darah, dan sebagai imbasnya, aliran darah ke otak dapat berkurang, meskipun tidak berbahaya, tapi seseorang yang menjalani terapi panas dapat mengalami sensasi melayang atau bahkan pingsan.

Penyakit apa saja yang dapat dilakukan termoterapi?

Penggunaan terapi panas boleh diberikan pada pasien-pasien dengan nyeri otot, tulang, dan sendi kronis, terdapat kontraktur (perubahan bentuk pada kulit, sendi, dan urat tendon serta ligamen yang permanen), kekakuan, dan radang sendi.

Terapi panas harus dihindari pada cedera akut (baru saja terjadi) seperti keseleo, dan cedera olahraga, dimana pada keadaan akut, penggunaan terapi dingin lebih menguntungkan.

Hidroterapi juga dapat digunakan untuk pembersihan luka bakar, di mana aliran air yang lembut dapat perlahan-lahan mengikis eskar (penebalan kulit yang menyembuh setelah luka bakar).

 

Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, hubungi Klinik Flex Free agar Anda bebas beraktivitas, bebas berkarya, dan bebas nyeri setiap hari.

  • Klinik Flex Free Jakarta: Ruko Italian Walk, Jl. Boulevard Bar. Raya No.19, RT.18/RW.8, West Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240; telepon (021) 29364016
  • Klinik Flex Free Bandung: Jalan Terusan Pasir Koja No.153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40424; telepon (022) 20580806
  • Klinik Flex Free Jakarta Selatan: The Bellezza Shopping Arcade, lantai dasar unit SA58-60 (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau no. 34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12210; telepon (021) 25675561

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561