SERBA-SERBI CEDERA OLAHRAGA DAN CARA MENGATASINYA

Jumat, 03 Mei 2024
dr. Bella Pricylla J
Jumat, 03 Mei 2024
dr. Bella Pricylla J

Mengalami cedera olahraga merupakana hal yang sering dialami terutama para atlet. Serba-serbi jenis cedera olahraga dapat dialami oleh siapapun dan dimanapun, tanpa memandang waktu.

Oleh karena itu, baiknya untuk mengenal lebih dalam tentang cedera olahraga, sehingga kita dapat mencegah hal ini terjadi.

Penyebab Cedera Olahraga

Penyebab cedera olahraga ini umumnya, disebabkan oleh:

  • Mengalami kecelakaan atau jatuh
  • Memiliki kebiasaan yang buruk saat sebelum olahraga, contohnya tidak pemanasan dalam waktu yang cukup
  • Keamanan yang kurang saat berolahraga atau alat yang dipakai sat berolahraga tidak tepat
  • Sepatu yang digunakan tidak tepat atau tidak menopang dengan baik saat berolahraga
  • Memulai olahraga secara tiba-tiba atau meningkatkan aktivitas olahraga secara tiba-tiba

Jenis Cedera Olahraga

contoh cedera olahraga yang dapat dialami

sumber: bodybuilding-wizard.com

Banyak jenis cedera olahraga yang dapat dialami saat berolahraga. Berikut jenis umum cedera olahraga, seperti:

  1. Patah tulang. Patah tulang biasanya terjadi akibat tekanan tinggi yang tiba-tiba pada tulang,
  2. Robeknya Kartilago (Tulang Rawan). Cedera tulang rawan biasanya sering terjadi pada persendian lutut ataupun bahu.
  3. Dislokasi. Dislokasi terjadi ketika ujung tulang berpindah dari posisi normalnya pada sendi.
  4. Peradangan Tendon (Tendinitis). Peradangan tendon terjadi ketika jaringan yang menghubungkan otot ke tulang menjadi bengkak dan meradangan. Kondisi ini sering disebabkan akibat gerak berulang dari waktu ke waktu pada anggota tubuh tersebut.
  5. Keseleo. Kondisi ini terjadi ketika ligamen terlalu meregang dan mengalami robekan . Ligamen merupakan jaringan yang menghubungkan tulang dan menstabilkan sendi. Cedera ini dapat bersifat  ringan atau berat, dan biasanya terjadi pada pergelangan kaki, lutut, atau pergelangan tangan.

Tanda dan Gejala Mengalami Cedera Olahraga

Tanda dan gejala mengalami cedera olahraga bervariasi bergantung dari jenis cedera olahraga yang dialami.

Gejala yang umumnya dirasakan, meliputi:

  • Terasa pegal atau nyeri pada anggota tubuh yang mengalami cedera
  • Tampak memar , bengkak atau kulit tampak berubah warna menjadi kebiruan
  • Adanya perubahan bentuk posisi anggota tubuh yang mengalami cedera
  • Terdengar bunyi klik ataupun letupan
  • Ketidakmampuan untuk menahan beban pada pinggul, tungkai atau kaki
  • Kulit yang terasa lebih hangat saat disentuh
  • Kekakuan atau kelemahan anggota gerak
  • Kesulitan menggerakkan bagian tubuh secara normal

Pemeriksaan Diagnostik Cedera Olahraga

Jika anda mengalami cedera olahraga, sebaiknya segeralah untuk berkonsultasi agar anda mendapatkan terapi yang tepat untuk mengatasi cedera anda.

Mengalami cedera olahraga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai secara pasti kondisi ini.

Pemeriksaan yang biasanya dianjurkan oleh dokter, adalah Rontgen, CT-Scan, ataupun MRI. Pemeriksaan yang dianjurkan bergantung dari jenis cedera yang dialami.

Cedera olahraga yang tidak segera teratasi tentunya dapat mempengaruhi aktivitas anda kedepannya terutama pada atlet, sehingga baiknya juga dibantu untuk mencegah cedera olahraga ini agar tidak terjadi.

CARA MENGATASI CEDERA OLAHRAGA

Cedera olahraga merupakan penyakit yang harus segera diberikan penanganan. Penanganna segera pada cedera dapat membantu memberikan rasa nyaman kepada penderita serta dapat meminimalisirkan komplikasi yang dapat terjadi. Penanganan yang dapat dilakukan segera setalah mengalami cedera, adalah menerapkan prinsip PRICE, adalah :

cara mengatasi cedera olahraga

sumber: www.knee-pain-explained.com

  1. P (Protection)

Hal yang pertama yang harus dilakukan segera setalah mengalami cedera olahraga, adalah melindungi bagian tubuh yang mengalami cedera.

Cara yang dapat dilakukan untuk memproteksi cedera adalah dengan menggunakan spalk (bidai), arm sling, ataupun kruk. Sesuai alat pelindung yang digunakan dengan lokasi cedera olahraga yang dialami.

Dengan menggunakan alat pelindug ini dapat mengurangi beban yang dialami saat cedera.

  1. R (Rest)

Segera setelah mengalami cedera olahraga, pasien wajib mengistirahatkan anggota tubuh dari aktivitas yang memperberat kondisi cedera. Mengistirahatkan anggota tubuh yang mengalami cedera dapat membantu proses penyembuhan.

Tingaktan aktivitas yang dapat dilakukan, konsultasikan sebelumnya dengan dokter anda.

  1. I (Ice, Kompres dengan Es)

Mengompres es bagian tubuh yang mengalami cedera olahraga, dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri yang dialami setelah cedera olahraga. Kompres es dilakukan segera setelah mengalami cedera selama 15-20 menit setiap 2-3 jam.

Hindari kontak es secara langsung ke bagian kulit untuk mencegah terjadinya iritasi. Iritasi pada kulit bisa terjadi, dengan ditandai  adanya perubahan warna pada kulit menjadi kemerahan. Segera hentikan kompres es jika mengalami hal ini.

  1. C (Compression)

Compression atau balut tekan adalah salah satu penanganan setalah mengalami cedera olahraga dengan menggunakan perban elastis atau dapat menggunakan brace. Balut tekan dilakukan bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan membatasi gerak pada bagian tubuh yang mengalami cedera.

Penggunaan perban elastis harus secara tepat, yaitu dengan tidak menekanan secara berlebihan elastis perban pada bagian cedera yang dialami, berikanlah tekanan yang cukup.

Perban elastis dipakai mulai dari atas yang mengalami cedera hingga bagian bawah yang mengalami cedera. Jika terasa kebas, kesemutan ataupun ujung  area yang cedera terlihat pucat segera perbaiki balutan perban elastis.

  1. E (Elevation)

Meninggikan bagian tubuh yang mengalami cedera dapat membantu mengurangi pembengkakan, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri yang dialami setelah cedera olahraga, dan mempercepat proses penyembuhan cedera.

Hal yang perlu dilakukan adalah memposisikan area yang cedera lebih tinggi dari jantung, misalnya dengan menganjal area yang cedera dengan bantal saa tidur.

Cara ini dapat bermanfaar jika dilakukan sebelum 48 jam setelah mengalami cedera. 

PENGOBATAN UNTUK CEDERA OLAHRAGA

Selain dengan menerapkan prinsip PRICE, penanganan lain dapat membantu proses penyembuhan cedera olahraga yang dialami melakukan terapi lainnya dapat membantu proses penyembuhan.

Sebelum melakukan terapi ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani cedera olahraga anda.

Berikut terapi yang dapat disarankan untuk mengatasi cedera olahraga anda:

  1. Terapi Proloterapi

Terapi proloterapi adalah terapi yang relative aman dilakukan untuk mengatasi permasalahan sendi, ligament, serta otot. Terapi proloterapi juga efektif dalam mengatasi cedera olahraga, karena dapat membantu proses penyembuhan luka saat cedera terjadi.

Terapi proloterapi dilakukan dengan cara menyuntuntikkan obat pada bagian yang mengalami cedera.

Sebelum terapi dilakukan, petugas kesehatan akan memeriksakan kondisi anda agar anda mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi anda.

Setiap pasien yang diberikan terapi proloterapi, akan dinilai kembali dalam 2-3 minggu dan terapi dapat diulang sesuai dengan kebutuhan anda.

Sebagian besar pasien memerlukan 4-6 kali terapi untuk kondisi cedera ringan-sedang dan beberapa pasien hanya memerlukan 1-2 perawatan untuk mengatasi gejala mereka.

Efek samping pasca terapi proloterapi jarang dialami oleh penderita, umumnye keluhan yang dirasakan setelah proloterapi adalah rasa nyeri pada lokasi terapi, tetapi umumnya rasa sakit ini tidak berlangsung lama, dan dapat segera berkurang setelah pemberian obat anti nyeri.

Terapi proloterapi dapat dipertimbangkan jika cedera olahraga setelah mendapatkan perawatan lain tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

  1. Terapi dengan Anti-radang

Anti-radang yang biasanya diberikan untuk mengatasi cedera olahraga adalah steroid. Steroid dapat digunakan untuk pengobatan cedera olahraga, tetapi mungkin masih jarang diberikan.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561