Masalah Berenang Bagian 1: Nyeri Bahu pada Perenang, Perlukah Khawatir?

Selasa, 20 April 2021
dr. Ferdinand Dennis K
Selasa, 20 April 2021
dr. Ferdinand Dennis K

Berenang merupakan satu olahraga yang telah mengakar di sejarah umat manusia. Tercatat sejak tahun 2500 SM, olahraga berenang telah dipraktikkan di Mesir kuno.

Semenjak itu, olahraga berenang dilakukan oleh masyarakat Asiria, Yunani kuno, dan orang Romawi, bahkan di Yunani kuno, berenang adalah mata pelajaran wajib bagi putra-putra terbaik masa itu berbarengan dengan baca tulis huruf alfabet.

Berenang sendiri merupakan olahraga yang menyenangkan bagi seluruh rentang usia.

Saat lahir, bayi akan memiliki refleks menahan napas di bawah air, menunjukkan korelasi erat evolusi manusia dan mamalia yang berasal dari makhluk bawah air di zaman purba.

Berenang memberikan banyak efek positif secara badaniah dan juga dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit dalam sudut pandang kedokteran otot, tulang, dan sendi.

Tetapi ada satu masalah kesehatan pada perenang yang akan menghambat olahraga ini, dan dapat juga disebabkan oleh olahraga ini, yaitu nyeri bahu.

Adakah aspek pada olahraga berenang yang bisa menimbulkan nyeri bahu?

Sebelum membahas mengenai penyakit otot, tulang, dan sendi pada perenang, yang harus diketahui terlebih dahulu adalah biomekanika.

Biomekanik didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari struktur, fungsi, dan pergerakan aspek mekanik dari suatu sistem biologis; ilmu gerak suatu tubuh yang hidup, termasuk bagaimana otot, tulang, ligamen, dan tendon menghasilkan suatu gerakan.

Pemahaman biomekanika seorang perenang dapat menjadi panduan bagi gerakan olahraga berenang yang minim cedera.

Seorang perenang dapat bergerak cepat di bawah air dengan meminimalisir tahanan air pada tubuhnya dengan melakukan satu dari empat gaya renang; gaya dada (breaststroke), gaya bebas (free style), gaya punggung (backstroke), dan gaya kupu (butterfly stroke).

nyeri bahu pada perenang

Sumber gambar: humanrace.co.uk

Ada satu gerakan bahu yang sama pada setiap gaya renang tersebut, yaitu abduksi (gerakan lengan menjauhi tubuh) dan endorotasi (gerakan memutar bahu, membawa lengan ke dekat sumbu tubuh).

Kedua gerakan inilah yang secara umum terjadi pada setiap gaya renang, menghasilkan gaya yang mendorong tubuh perenang ke depan, diikuti oleh gerakan tungkai bawah.

Aspek gerakan bahu ini (abduksi dan endorotasi) yang dapat menimbulkan keluhan nyeri bahu pada perenang. Keluhan nyeri bahu umumnya terjadi pada saat gerakan-gerakan ini diulang saat latihan.

Apa penyebab nyeri bahu pada perenang?

Nyeri bahu perenang (swimmer’s shoulder) dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, yaitu:

  1. penjepitan (impingement) pada celah di bawah akromion (tonjolan tulang belikat pada bagian depan gelang bahu) dan di dalam sendi bahu (intraartikular).

Penjepitan subakromial terjadi pada otot-otot rotator cuff yang berfungsi dalam abduksi bahu (otot supraspinatus) dan endorotasi (otot subskapularis).

Kedua otot ini berjalan di bawah akromion untuk melekat pada bagian atas tulang lengan, dan gerakan berulang-ulang pada kedua otot ini dapat menimbulkan gesekan dan jepitan oleh akromion.

  1. Sindroma SICK. Sindroma SICK merupakan bagian dari diskinesia/gangguan gerakan pada tulang belikat (skapula).

otot skapula

Otot-otot Skapula

Sumber gambar: physioprofessionals.com.au

SICK adalah singkatan dari empat kondisi yang menggambarkan sindroma SICK, yaitu:

  • Scapular malpositioning (perubahan posisi belikat),
  • Inferior medial border prominence (penonjolan sisi dalam dan bawah belikat),
  • Coracoid pain (nyeri pada korakoid, tonjolan belikat lain di gelang bahu depan), dan
  • dysKinesis of scapular movement (kesalahan gerak pada belikat). Kejadian diskinesia ini akan muncul dibarengi dengan kondisi penyakit pada bahu lainnya, sehingga

Diskinesia skapula terbagi menjadi tiga kriteria:

  1. Kibler tipe I (disfungsi inferior/bagian bawah belikat): umumnya disebabkan oleh gangguan pada otot rotator cuff
  2. Kibler tipe II (disfungsi medial/bagian tengah belikat): umumnya disebabkan oleh ketidakstabilan sendi bahu
  3. Kibler tipe III (disfungsi superior/bagian atas belikat): sering pada penderita gangguan otot rotator cuff dan otot bahu/deltoid.

Bagaimana cara mencegah nyeri bahu pada perenang?

Berenang sejatinya merupakan olahraga yang aman dan minim cedera, bahkan acapkali diresepkan sebagai olahraga bagi penderita keluhan-keluhan pada sistem otot, tulang, dan sendi.

Bagi seorang perenang, baik profesional maupun tidak, peregangan merupakan hal yang penting dilakukan untuk mencegah nyeri bahu.

Peregangan dan penguatan otot-otot rotator cuff dapat dilakukan pada perenang yang telah ataupun belum mengalami nyeri bahu.

Latihan-latihan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa beban, dan harus diawasi oleh pelatih atau terapis olahraga yang berpengalaman.

Penguatan otot-otot penstabil skapula pun dapat dilakukan, seperti pada otot serratus anterior, otot rhomboid mayor dan minor, otot levator skapula, dan otot-otot trapezius.

Latihan otot-otot core juga dapat dilakukan sebagai penyerta dalam program penguatan dan peregangan.

Ada beberapa jenis peregangan yang dapat dilakukan. Pilihan-pilihan jenis peregangan ini memiliki kelebihannya masing-masing:

  1. Peregangan pasif: dengan gaya dari luar (manual atau dengan alat), otot diregangkan 30–60 detik, dapat memberikan peregangan maksimal dan efisien.
  2. Peregangan balistik: memiliki efek baik apabila dilakukan langsung sebelum olahraga, di mana peregangan berintensitas tinggi dilakukan dalam durasi singkat.

Peregangan balistik merangsang unit muscle spindle dan mengaktifkan refleks regangan. Peregangan jenis ini rentan menimbulkan trauma mikro.

  1. Peregangan fasilitasi neuropropriosepsi: memanfaatkan prinsip pelemasan sebelum peregangan, sehingga unit terkecil otot bisa memanjang dengan lebih mudah. Terdapat dua jenis peregangan tipe ini, yaitu kontraksi-relaksasi dan kontraksi-relaksasi-kontraksi.                                                  

Penerapan teknik dan gerakan berenang yang baik dan benar pun akan dapat mencegah terjadi dan terulangnya nyeri bahu perenang. Pada gaya bebas misalnya, usahakan agar bagian tangan yang masuk ke dalam air terlebih dahulu adalah jari tangan lain selain ibu jari. Hindari juga penggunaan hand paddle renang, karena akan menambah beban kerja otot yang cedera.

Bagaimana cara menangani nyeri bahu perenang? Dan kapankah seorang perenang dapat kembali olahraga setelah mengalami nyeri bahu?

Nyeri bahu perenang merupakan suatu masalah kompleks yang tidak hanya memerlukan penanganan terapi dan pengobatan, tapi juga perbaikan sistem biomekanik tubuh yang berkesinambungan.

Penggunaan teknik berenang yang benar, disertai dengan peregangan dan penguatan otot pada umumnya akan dapat mengurangi gejala nyeri bahu.

Pada kejadian jepitan dan cedera, pada umumnya akan timbul peradangan pada otot maupun tendon. Saat terjadi hal seperti ini, penanganan dapat dilakukan oleh dokter.

Peresepan obat-obatan anti-nyeri dan radang baik oles maupun minum akan mengurangi gejala nyeri bahu.

Dokter juga akan dapat melakukan penyuntikan obat anti-radang dan nyeri ke selubung tendon atau lokasi yang mengalami peradangan.

Terapi fisik dapat dilakukan berbarengan dengan terapi olahraga.

Jenis terapi yang dapat digunakan adalah modalitas-modalitas yang mengurangi reaksi radang dan mencetuskan penyembuhan pada jaringan yang cedera seperti terapi rangsang listrik (transcutaneous electrical nerve stimulation/TENS), terapi cahaya inframerah, terapi dengan laser, dan terapi gelombang kejut (extracorporeal shockwave therapy/ESWT).

 

 

Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, hubungi Klinik Flex-Free agar Anda bebas beraktivitas, bebas berkarya, dan bebas nyeri setiap hari.

  • Klinik Flex-Free Jakarta: Ruko Italian Walk J No. 19, (Dekat Pintu Masuk Gate C), Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 14240; telepon (021) 29364016
  • Klinik Flex-Free Bandung: Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67
    Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 40424; telepon (022) 20580806

 

*Sumber gambar cover: www.sportsperformancebulletin.com


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561