Masalah Otot, Tulang dan Sendi pada Ibu Hamil

Kamis, 24 Maret 2022
Flex Free
Kamis, 24 Maret 2022
Flex Free

Perubahan otot dan sendi merupakan suatu proses yang normal dalam kehamilan. Perubahan ini dapat menyebabkan timbulnya nyeri otot, tulang, dan sendi ibu hamil.

Apakah nyeri otot, tulang dan sendi juga normal atau merupakan masalah? Bila menyebabkan gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, tentu menjadi masalah bagi ibu hamil yang merasakan.

Beberapa bagian tubuh yang sering terkena masalah pada ibu hamil, yaitu:

  • pinggang (70,7%)
  • Punggung (43,5%)
  • tangan dan pergelangan tangan (33,2%)
  • pinggul (32,1%)

Dengan bertambahnya usia kehamilan, masalah otot, tulang dan sendi pada ibu hamil semakin meningkat.

Apa penyebab timbulnya masalah otot, tulang dan sendi pada ibu hamil?

Ada beberapa hal yang menyebabkan timbulnya masalah, yaitu:

  • Hormonal: hormon relaksin dan progesteron.

Relaksin adalah hormon yang dikeluarkan saat hamil yang menyebabkan ligamen-ligamen mengendur agar lebih fleksibel. Ligamen panggul yang fleksibel memungkinkan gelang panggul berubah agar bayi dapat keluar melalui jalan lahir (lahir normal).

Efek relaksin pada sendi, ligamen dan tendon: mengurangi kolagen

Efek relaksin pada otot: meningkatkan regenerasi dan mengurangi jaringan parut

  • Postur dan biomekanik: ibu hamil memiliki postur tubuh yang khas karena beban yang bertambah di perut, yaitu: lumbar lordosis (pinggang semakin melengkung).

Selain itu juga punggung menjadi kifosis, servikal lordosis, panggul semakin condong ke depan, makin fleksibel dan melebar (sehingga risiko cedera meningkat).

perubahan postur ibu hamil

Sumber gambar: link.springer.com

Juga bisa terjadi masalah pada lutut, sebagai kompensasi yaitu lutut hiperekstensi (lutut cenderung lebih ke belakang), kaki juga mengalami perubahan, jatuh ke dalam (hyperpronated foot)

  • Perubahan otot core. Otot core adalah otot-otot penyangga batang tubuh (tulang belakang): pinggang, punggung.

Karena perut teregang, otot jadi melemah, sehingga otot pinggang bekerja lebih keras, dan otot menjadi kelelahan (fatigue).

Selain masalah akibat sebab-sebab di atas, terdapat masalah lain seperti:

  • Pada kaki, ada penumpukan cairan akibat hormon dan pembuluh darah balik yang tertekan oleh rahim, sehingga kaki membengkak
  • Kompresi (penekanan) saraf, misalnya carpal tunnel syndrome, tekanan saraf sciatic (daerah panggul)

Bagaimana Mencegah Masalah Otot, Tulang dan Sendi pada Ibu Hamil?

Masalah otot, tulang dan sendi pada ibu hamil dapat dicegah mulai dari sebelum ibu hamil. Oleh karena itu bila Anda merencanakan kehamilan, sebaiknya memperhatikan hal berikut.

  1. Meningkatkan kapasitas otot

Yaitu dengan melakukan olahraga.

    1. Sebelum hamil, olahraga dapat mempersiapkan otot untuk perubahan-perubahan yang akan terjadi selama hamil. Olahraga dapat dilakukan dengan lebih intens.
    2. Saat hamil, olahraga dilakukan untuk:
      1. membantu menstabilkan sendi dan postur
      2. menjaga otot tidak mudah lelah
      3. mengurangi risiko cedera
      4. meningkatkan relaksasi

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan, olahraga yang sesuai untuk Anda, karena kondisi setiap orang berbeda.

Olahraga yang dapat dilakukan misalnya (low impact moderate aerobic exercise):

  • sepeda statis
  • berjalan ringan
  • latihan air

Olahraga dilakukan 150 menit seminggu, dapat dibagi menjadi 30 menit per hari selama 5 hari, dibagi menjadi 10 menit persesi.

Jaga asupan cairan, gunakan pakaian yang nyaman dan tidak panas.

Latihan-latihan lain misalnya:

  • Latihan fleksibilitas contohnya yoga
  • latihan penguatan otot core
  • latihan pernapasan dan relaksasi
  • latihan kaki (untuk memompa cairan berlebihan yang menumpuk di kaki).

Hentikan latihan bila ada perdarahan/keluar cairan dari vagina, pusing, rasa melayang, sakit kepala, sakit dada, otot lemah, nyeri betis atau bengkak, kontraksi teratur yang nyeri.

  1. Menjaga postur. Latihan memperbaiki postur dengan cara bercermin. Bahu sejajar panggul, tulang iga diturunkan, bokong rileks, panggul ditarik ke belakang, beban berat badan bertumpu pada tumit.
  2. Mengurangi gerakan yang berlebihan.
  • Hindari gerakan asimetris, misalnya berdiri dengan satu kaki.
  • Ketika masuk mobil, duduk terlebih dahulu, baru kemudian kedua kaki diangkat masuk.
  • Selalu upayakan tubuh tegak, bila ingin mengambil sesuatu di lantai atau tempat yang lebih rendah, tekuk lutut (jangan membungkuk).
  • Ketika berabring, taruh bantal di bawah pinggang dan di antara kedua kaki.
  • Ketika melakukan pekerjaan rumah, misalnya menyapu, lakukan dalam garis lurus, jangan memutar pinggang.
  • Gunakan gadget seperlunya, jangan berlebihan, lengan sangga dengan bantal.

Cara Mengatasi Nyeri Otot, Tulang dan Sendi pada Ibu hamil

Bila mulai terasa nyeri, istirahat segera. Gunakan botol hangat atau kompres pada area yang terasa nyeri.

Obat atau krim oles yang mengandung mentol terkadang dapat membantu mengurangi nyeri, tetapi hati-hati dalam pemakaian karena dapat timbul iritasi atau alergi kulit.

Jangan sembarangan konsumsi obat dan dipijat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter lain, misalnya dokter Sp.KFR untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan sistem muskuloskeletal (otot, tulang dan sendi) yang aman untuk ibu hamil yaitu USG.

Bila dengan istirahat dan obat atau krim anti nyeri gejala masih dirasakan atau memberat, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Dokter akan memberikan terapi di antaranya:

  • Obat anti nyeri. Obat yang digunakan adalah obat yang aman untuk ibu hamil dan dengan dosis seminimal mungkin.
  • Fisioterapi. Tidak semua alat fisioterapi bisa digunakan. MWD dan laser relatif perlu dihindari karena belum ada penelitian keamanannya pada ibu hamil. Jenis dan lokasi terapi juga menentukan efektivitas dan keamanan terapi.
  • Olahraga atau latihan terapeutik: disesuaikan dengan masalah masing-masing pasien
  • Latihan peregangan dan penguatan
  • Penggunaan korset khusus ibu hamil
  • Pijat khusus ibu hamil. Pemijatan sebaiknya dilakukan oleh terapis yang terlatih dan terampil memijat ibu hamil
  • Shockwave: bila tidak memberikan getaran pada rahim, masih bisa dilakukan, hati-hati karena menimbulkan nyeri.
  • Injeksi: diberikan bila sangat perlu dengan sangat hati-hati.

 

 

 

Referensi:

  • dr. Ferius Soewito Sp.KFR, QWP (dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medis)
  • https://www.orthocarolina.com (Gambar Cover)

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561