Saraf Kejepit akibat Spondylolisthesis

Jumat, 16 September 2022
Flex Free
Jumat, 16 September 2022
Flex Free

Gejala saraf kejepit punggung biasanya dikaitkan dengan nyeri punggung atau pinggang belakang, kelemahan di kaki, kesemutan, dan lain-lain.

Saraf kejepit sendiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah spondylolisthesis.

Apa itu Spondylolisthesis?

Spondylolisthesis adalah bergesernya ruas tulang belakang terhadap tulang belakang didekatnya. Tulang belakang bisa bergeser ke depan atau belakang.

tulang belakang bergeser

Pergeseran tulang ini bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Lansia paling sering mengalami pergeseran tulang belakang di punggung bawah karena rusaknya sendi dan bantalan sendi akibat proses penuaan.

Apa Gejala Spondylolisthesis?

Pada beberapa orang, spondylolisthesis tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala spondylolisthesis timbul apabila ada saraf kejepit.

Beberapa gejala spondylolisthesis misalnya:

  1. Nyeri punggung bawah dan/atau nyeri kaki bila pergeseran tulang belakang dan saraf kejepit terjadi di daerah pinggang.
  2. Kelemahan di kaki yang sering dikaitkan dengan berdiri terlalu lama atau berjalan. Gejala bisa disertai dengan mati rasa, kesemutan, dan/atau nyeri yang sering dipengaruhi oleh postur.
  3. Nyeri pada satu atau kedua tungkai bagian bawah ketika berdiri lama atau setelah berjalan.
  4. Sakit punggung seringkali berkurang ketika penderita membungkuk atau duduk karena pada posisi ini celah antar tulang belakang lebih terbuka. Dalam posisi berdiri tegak atau berjalan, celah antar tulang belakang semakin menyempit akibat tekanan, sehingga semakin meningkatkan gejala.
  5. Terkadang otot hamstring (otot-otot di belakang paha) terasa tegang.
  6. Fleksibilitas punggung bawah kadang menurun, dan kesulitan atau nyeri pada saat ekstensi (melengkungkan punggung ke belakang).

Apa Penyebab Spondylolisthesis?

Akibat proses penuaan secara umum, akan timbul keausan dan menyebabkan perubahan di tulang belakang (vertebra) dan diskus intervertebralis.

Diskus kehilangan elastisitas menjadi kaku, dan mulai timbul tonjolan pada tulang vertebra, yang merupakan proses awal degenerasi.

Tulang, sendi, dan ligamen di tulang belakang menjadi lemah dan kurang mampu menahan tulang belakang sejajar, sehingga memungkinkan ruas-ruas tulang belakang mengalami pergeseran.

Penyebab lain pergeseran ruas tulang belakang adalah karena benturan langsung pada tulang belakang yang mengakibatkan fraktur (tulang patah) atau akibat adanya tumor yang mendesak struktur tulang vertebra, sehingga posisi ruas-ruas tulang menjadi tidak stabil.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Saraf Kejepit akibat Spondylolisthesis?

Pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mengetahui saraf kejepit akibat spondylolisthesis yaitu dengan:

  1. Pemeriksaan fisik. Pasien diperiksa untuk mengetahui gejala fisik, melalui berbagai gerakan, untuk mengetahui fleksibilitas, kelemahan otot atau gejala neurologis yang mungkin timbul akibat saraf kejepit.
  2. Pemeriksaan pencitraan.

pemeriksaan rontgen saraf kejepit spondylolisthesis

  1. X-ray atau rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengkonfirmasi pergeseran ruas tulang belakang dan/atau mengesampingkan kemungkinan penyebab lain. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah tulang vertebra yang dicurigai benar bergeser atau tidak, selain itu rontgen dapat menunjukkan perubahan akibat penuaan, seperti kehilangan tinggi diskus, adanya taji tulang ataupun patah tulang vertebra.
  2. Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI dapat memberikan gambaran jaringan lunak (otot, diskus, saraf, dan sumsum tulang belakang) yang lebih baik. MRI menampilkan pergeseran tulang dan saraf kejepit yang lebih detail.
  3. Computed tomography (CT) scan memberikan gambaran tulang belakang yang lebih detail dari rontgen.

Apa Terapi Saraf Kejepit akibat Spondylolisthesis?

Terapi saraf kejepit akibat spondylolisthesis dapat dilakukan tanpa pembedahan atau dengan pembedahan bergantung pada berat ringannya pergeseran tulang belakang.

  1. Terapi tanpa pembedahan atau operasi

Terapi saraf kejepit tanpa operasi misalnya:

  • Penggunaan kompres dingin atau hangat untuk membantu mengurangi nyeri dan merelaksasi otot yang kaku
  • Terapi stimulasi listrik untuk mengurangi nyeri
  • Terapi dengan traksi DTS untuk membantu memperbaiki tulang yang bergeser (Baca lebih lanjut mengenai terapi DTS untuk saraf kejepit dalam artikel berikut: Terapi Dekompresi Spinal).

terapi saraf kejepit tanpa operasi

  • Injeksi prolotherapy untuk membantu menguatkan struktur ligamen di sekitar tulang belakang, sehingga mengurangi nyeri punggung dan mencegah pergeseran lebih lanjut yang dapat menjepit saraf
  • Modifikasi aktivitas sehari hari untuk mengurangi rasa sakit, misalnya dengan tidak terlalu lama berdiri atau berjalan, menghindari latihan atau olahraga yang berat (olahraga harus dilakukan dengan bertahap dan memperkuat otot-otot punggung bawah dan perut, dan mempertahankan dan/atau meningkatkan kisaran gerak dan fleksibilitas). Olahraga dengan bersepeda statis ada adalah pilihan yang baik, karena aktivitas di posisi duduk masih dapat ditoleransi. Pilihan lain adalah dengan berenang di kolam renang hangat, karena air dapat memberikan dukungan dan daya apung sehingga tekanan antar tulang belakang juga berkurang. Peregangan otot paha belakang membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang yang bergeser.

olahraga penderita saraf kejepit

Pemakaian korset membantu menambah tekanan dalam perut dan menahan pergeseran tulang belakang ke depan. 

Penderita spondylolisthesis harus menghindari mengangkat benda berat atau menggendong di depan.

Berat badan juga harus dikurangi, terutama perut yang buncit harus dikecilkan.

  1. Terapi dengan pembedahan atau operasi

Pembedahan untuk spondylolisthesis degeneratif (spondylolisthesis akibat penuaan) jarang diperlukan, dan sebagian besar pasien dapat mengelola gejala dengan terapi non-bedah di atas.

Pembedahan dilakukan jika pasien mengalami kerusakan saraf yang progresif akibat pergeseran tulang vertebra yang cukup berat.

Tujuan operasi adalah untuk meluruskan kembali tulang yang bergeser, sehingga mengurangi tekanan pada saraf dan menjaga stabilitas ruas-ruas tulang belakang.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561