Jangan Remehkan Osteoporosis (Tulang Keropos), Cegah Sedari Dini

Rabu, 02 November 2022
Flex Free
Rabu, 02 November 2022
Flex Free

Osteoporosis (tulang keropos) merupakan salah satu masalah kesehatan serius di seluruh dunia. International Osteoporosis Foundation menyatakan hampir ≥ 200 juta orang menderita osteoporosis dan sekitar 30% dari seluruh wanita menopause akan mengalami osteoporosis, meskipun pria juga memiliki risiko untuk menderita osteoporosis.

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah suatu penyakit metabolisme tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang, yang akan menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

osteoporosis

Apa Penyebab Osteoporosis?

Tulang merupakan jaringan tubuh yang hidup, selalu tumbuh dan berkembang (mengalami perbaikan dan pergantian seimbang akibat pemakaian normal ataupun karena penyakit). Ketika sel-sel pembentuk jaringan tulang tersebut mati maka  akan digantikan oleh sel-sel tulang yang baru. Ketika proses pembentukan jaringan tulang baru tersebut tidak berjalan dengan baik atau proses kehilangan tulang lebih cepat daripada pembentukannya, maka terjadilah pembentukan tulang yang tidak  sempurna (kepadatannya turun/keropos).

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Tulang Keropos?

  • Wanita
  • Berusia ≥ 65 tahun atau mempunyai riwayat keluarga penderita   osteoporosis
  • kurus atau ramping
  • sudah mengalami menopause atau pernah menjalani operasi pengangkatan  indung telur 
  • kurang mengkonsumsi kalsium dalam diet sehari-hari
  • menderita gizi buruk
  • tidak berolah raga secara teratur
  • merokok
  • senang mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • menggunakan obat-obatan kortikosteroid, beberapa diuretika dan obat pengencer darah

pengeroposan tulang

Apa Gejala Osteoporosis?

Osteoporosis tidak memberikan gejala apapun, namun bersifat progresif artinya terus berkembang (the silent progressive disease). Keluhan akan timbul bila sudah terjadi patah tulang.

Anda perlu waspada bila:

  • Telah mencapai menopause
  • Adanya patah tulang akibat suatu trauma ringan.

Aktivitas ringan pada penderita osteoporosis dapat memicu timbulnya keretakan atau patah tulang dan hampir 40% penderita osteoporosis akan mengalaminya bila tidak berhati-hati.

penyakit osteoporosis

  • Postur tubuh yang semakin membungkuk
  • Tinggi tubuh berkurang
  • Adanya nyeri 

Nyeri dapat terjadi akibat patah tulang atau akibat adanya jepitan/desakan pada saraf di daerah tulang belakang, akibat kerapuhan atau retakan yang terjadi pada tulang belakang.

tulang keropos

Apakah Pria Juga Bisa Terkena Osteoporosis?

Meski angka kejadian tidak sebanyak pada wanita, namun osteoporosis atau tulang keropos dapat terjadi pada pria dengan kebiasaan merokok, banyak mengkonsumsi alkohol, kekurangan hormon testoteron ataupun menderita penyakit tertentu seperti kanker.

Bagaimana Cara Mengetahui Bila Terkena Osteoporosis?

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk memastikan apakah seseorang terkena osteoporosis, yaitu dengan:

  1. Pemeriksaan Fisik dokter
  2. Pemeriksaan Penunjang:
  • X-Ray/Foto Rontgen
  • Kadar Kalsium Darah
  • Kadar Hormon tertentu
  • Kepadatan Massa Tulang (Bone Mineral Density/BMD)

Kapan Sebaiknya Mulai Dilakukan Pemeriksaan BMD?

Anda dapat menjalani pemeriksaan BMD apabila Anda:

  • Wanita dan mengalami menopause sebelum usia 45 tahun
  • Wanita berusia ≥ 60 tahun atau pria berusia ≥ 70 tahun
  • Mengkonsumsi kortikosteroid dalam jangka waktu panjang
  • Mempunyai riwayat keluarga yang mengalami patah tulang panggul
  • Pernah menjalani tirah baring lama karena suatu penyakit (dirawat di RS atau di rumah)
  • Mempunyai postur tubuh yang kurus atau kecil
  • Mempunyai riwayat patah tulang karena terjatuh
  • Bila usia Anda dalam tahun dikurangi berat badan anda dalam kg lebih dari 20

Konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan penjelasan yang tepat tentang semua metode skrining yang perlu dilakukan dan pemeriksaan lain yang mungkin diperlukan.

Bagaimana Cara Mengobati Tulang Keropos?

Pengobatan osteoporosis didasarkan pada risiko patah tulang di masa yang akan datang. Hal ini berdasarkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin dan hasil scan tulang.  

Pengobatan osteoporosis difokuskan untuk memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya.

Biaya juga dapat mempengaruhi pilihan pengobatan osteoporosis.

Ada dua jenis pengobatan osteoporosis:

  1. Anti-resorptive agent, yang mengurangi penghancuran tulang sehingga kepadatan tulang dapat terjaga.
  2. Anabolic agent, yang dapat menstimulasi pembentukan tulang.

Bisakah Osteoporosis Dicegah?

Untuk membantu mencegah terjadinya osteoporosis, Anda dapat melakukan hal berikut:

  1. Jalani pola hidup sehat sejak dini dan lakukan perubahan pola hidup sesuai dengan anjuran dokter dengan melakukan aktivitas olahraga secara rutin.

Aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, renang, sepeda statik dan menari dapat memicu pertumbuhan dan pembentukan tulang dengan kepadatan yang cukup à 3–5 kali/minggu, 20–60 menit.

  1. Hindari konsumsi alkohol, obat-obatan sejenis kortikosteroid, merokok dan faktor risiko yang lain.
  2. Mengkonsumsi kalsium dan vitamin D yang penting untuk pembentukan tulang. Kebutuhan kalsium dan vitamin D ini akan berbeda-beda sesuai dengan usia dan keadaan.
  3. Berjemur selama 30–60 menithari pada pagi hari (jam 06.00–07.00) karena sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang sangat baik.
  4. Hindari jatuh dan hindari latihan fisik yang berat pada usia lanjut atau pada seseorang yang memang sudah terdeteksi menderita Osteoporosis à seperti olahraga yang membebani atau memberikan benturan pada tulang belakang, gerakan melengkung atau membungkuk ke depan, gerakan tungkai ke arah samping atau menyilang badan.
  5. Pemberian obat-obatan yang ditujukan untuk penyakit penyebab osteoporosisnya atau untuk mengatasi osteoporosisnya sendiri (atas rekomendasi dokter).
  6. Atasi keluhan nyeri dengan Terapi Fisik yang tepat di bawah pengawasan Dokter Spesialis Rehabilitasi Fisik dan Medis.

cara mencegah osteoporosis

Berapa banyak jumlah Kalsium dan Vitamin D yang dianjurkan agar kita terhindar dari Osteoporosis?

  • < 50 tahun harus mengkonsumsi 1000 mg kalsium dan 400–800 IU vit D
  • 51–70 tahun, untuk wanita, membutuhkan sekitar 1200 mg kalsium dan 400–800 IU vit D dan pria membutuhkan 1000 mg kalsium dan 400–800 IU vit D
  • > 71 tahun membutuhkan sekitar 1200 mg kalsium dan 400–800 IU vit D.

sumber kalsium

Osteoporosis memang tidak mematikan tetapi risiko terjadinya patah tulang cukup tinggi. International Osteoporosis Foundation menyatakan sekitar 40% penderita wanita dan 15–30% penderita laki-laki akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis minimal sekali dalam hidupnya Lakukan pencegahan dan skrining sedini mungkin untuk menghindari terkena osteoporosis.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561