Penyebab Frozen Shoulder serta Gejalanya

Selasa, 18 Januari 2022
Flex free
Selasa, 18 Januari 2022
Flex free

Frozen shoulder atau gangguan yang terjadi pada area bahu akan menimbulkan rasa kaku dan nyeri pada penderitanya. Frozen shoulder bisa berkembang bahkan memburuk, jadi Anda juga perlu mengetahui gejalanya.

Penyebab frozen shoulder sendiri memang belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan ini.

Untuk itu, Flex Free akan membahasnya untuk Anda, simak terus artikel berikut.

Apa itu Frozen Shoulder?

Frozen shoulder atau disebut juga dengan adhesive capsulitis merupakan suatu gangguan yang terjadi pada area bahu yang membuat penderitanya kesulitan menggerakkan lengan atas dan sendi bahunya. Keluhan tersebut bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Pada sendi bahu, terdapat sebuah kapsul pelindung berupa jaringan ikat yang berhubungan. Kapsul tersebut bertugas melindungi ligamen, tulang serta tendon yang dapat membangun sendi bahu.

Frozen shoulder akan terjadi saat jaringan parut membuat kapsul pelindung jadi tebal hingga membuat sendi bahu terbatas.

Untuk itu, jika Anda mengalami gangguan ini, penting kiranya untuk mengetahui penyebab frozen shoulder.

Penyebab Frozen Shoulder

Penyebab terjadinya frozen shoulder tidak sepenuhnya dipahami.

Bahu mempunyai kapsul pelindung berupa jaringan-jaringan yang saling berhubungan satu sama lain. Kapsul tersebut dapat melindungi ligamen, tulang serta tendon bahu.

penyebab frozen shoulder

Penebalan kapsul bahu penyebab frozen shoulder

Sumber gambar: orthoinfo.aaos.org

Pada frozen shoulder, jaringan halus dari kapsul bahu akan mengeras, menebal dan meradang disertai timbulnya perlengketan antara kapsul bahu dengan tendon-tendon otot yang berada di sendi bahu.

Hal ini umumnya terjadi akibat peradangan yang berlangsung cukup lama yang dipicu cedera ringan karena pemakaian berulang ataupun karena faktor lain seperti pada penyakit kronis. 

Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebab frozen shoulder pada seseorang, yaitu:

  1. Berusia lebih dari 40 tahun keatas
  2. Jenis kelamin, frozen shoulder banyak dialami oleh wanita. Wanita umumnya pada masa menopause lebih berisiko mengalami frozen shoulder dibanding pria. Namun mekanisme pasti juga tidak diketahui secara jelas.
  3. Memiliki penyakit sistemik. Sebagian dari jenis penyakit ini biasanya merupakan gangguan pada penyakit serta pembuluh darah, tuberkulosis, parkinson, kelenjar tiroid (hipertiroid atau hipotiroid) dan diabetes.
  4. Tidak bisa bergerak atau mengalami imobilisasi dalam jangka waktu yang lama. Misalnya patah tulang ringan, akibat stroke, pemulihan setelah operasi ataupun cedera pada rotator cuff atau otot di area bahu.

Bahu yang jarang digerakkan atau tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat berisiko tinggi terkena gangguan frozen shoulder.

  1. Mengalami trauma, seperti halnya karena pembedahan pada bahu, adanya robekan tendon atau mengalami patah tulang lengan atas.
  2. Permasalahan pada saraf, seperti halnya parkinson dan stroke.
  3. Permasalahan jantung, seperti halnya iskemia jantung atau hipertensi.

Sementara itu, kemungkinan komplikasi yang muncul karena frozen shoulder adalah nyeri dan kaku pada bahu yang berlangsung lama. Untuk beberapa kasus, penderita frozen shoulder akan mengalami kaku atau nyeri bahu sampai tiga tahun lamanya setelah mendapat penanganan.

Komplikasi lainnya yang bisa terjadi setelah Anda menjalani manipulasi bahu, yakni akan mengalami patah tulang lengan atas atau terjadinya robekan pada otot bisep.

Untuk itu, pemeriksaan sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi gangguan ini.

Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang ahli dan profesional di bidang ini, seperti halnya dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medis di Klinik Flex Free.

Gejala Frozen Shoulder

Selain penyebab frozen shoulder, berikut adalah gejala dari gangguan ini yang perlu Anda ketahui.

Penderita frozen shoulder dapat sulit melakukan beberapa gerakan, antara lain:

  1. Menyisir rambut
  2. Menggaruk kepala
  3. Mengenakan pakaian
  4. Menggunakan bra
  5. Mengambil barang di tempat yang tinggi

Selain itu, berikut adalah gejala frozen shoulder yang pada umumnya berkembang secara perlahan dalam tiga tahapan, dan setiap tahapannya akan berlangsung selama beberapa bulan.

gejala frozen shoulder

Sumber gambar: www.verywellhealth.com

Tiga tahapan tersebut diantaranya:

  1. Tahap pertama (Freezing stage)

Pada tahap ini, penderita akan ditandai dengan mengalami nyeri setiap kali sendi bahu digerak-gerakkan. Hal tersebut membuat pergerakkan semakin terbatas. Tahap ini biasanya berlangsung selama enam sampai sembilan bulan.

  1. Tahap kedua (Frozen stage)

Frozen stage, tahap kedua ini ditandai dengan mulai berkurangnya nyeri, namun sendi bahu menjadi lebih kaku dan sulit digerakkan. Pada periode ini, biasanya akan berlangsung selama empat bulan hingga satu tahun.

  1. Tahap ketiga (Thawing stage)

Terakhir, pada tahap ketiga atau thawing stage akan ditandai dengan pergerakan bahu yang mulai membaik. Tahapan ini biasanya terjadi sekitar enam bulan hingga dua tahun.

Untuk beberapa penderita frozen shoulder, nyeri pada sendi bahu dapat semakin memburuk pada malam hari hingga mengganggu kualitas tidur.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Frozen Shoulder

Jika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan yang Anda alami ini, dokter akan menanyakan kepada Anda mengenai gejala yang dialami serta riwayat penyakit yang Anda miliki.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada lengan atau bahu pasien dengan melakukan dua cara pemeriksaan, yakni:

  1. Pasien diminta menggerakkan bahu dan lengan, untuk mengetahui rentang gerak lengan pasien pada gerakan yang aktif.
  2. Pasien akan diminta untuk melemaskan otot bahu serta melakukan gerakan tertentu, untuk mengetahui bagaimana rentang gerak lengan pasien pada gerakan yang pasif.

Pada umumnya, dokter bisa menentukan diagnosis frozen shoulder dengan cara melakukan pemeriksaan di atas. Akan tetapi, jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, misalnya MRI atau rontgen.

Hal tersebut dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan bahwa keluhan-keluhan pasien ini disebabkan oleh kondisi lainnya.

Bisakah Frozen Shoulder Dicegah?

Salah satu penyebab frozen shoulder yang paling umum dan sering terjadi adalah karena sendi bahu tidak bergerak dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, jangan biarkan bahu tidak digerakkan dalam waktu yang lama.

Hal ini sering terjadi pada masa pemulihan dari cedera bahu, patah lengan atau pada penyakit kronis yang menyebabkan penderita mengurangi aktivitas gerakan atau akibat ketidakmampuannya untuk bergerak, seperti pada penderita stroke.

Jika Anda kesulitan menggerakkan bahu, konsultasikan dengan dokter latihan atau gerakan apa yang bisa Anda lakukan untuk melatih bahu Anda.

Apabila Anda mengalami salah satu atau lebih dari gejala-gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan diri Anda dengan dokter agar segera memperoleh penanganan lebih lanjut.

Kami, Flex Free Clinic adalah klinik rehabilitasi khusus yang fokus dalam menangani berbagai gangguan dan penyakit pada bagian otot, tulang, sendi dan saraf.

Jika Anda mengalami frozen shoulder, Anda bisa menghubungi Flex Free Clinic untuk konsultasi dan mendapatkan penanganan yang ditangani oleh tim dokter spesialis yang profesional dan berpengalaman.

Untuk informasi lebih lanjut, segera kunjungi website Flex Free Clinic untuk mengetahui layanan medis yang tersedia untuk mengatasi frozen shoulder di klinik kami.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561