Kenali Gejala dan Penyakit Radang Sendi Bahu Sebelum Menjadi Penyakit Serius

Kamis, 30 Juni 2022
Flex Free
Kamis, 30 Juni 2022
Flex Free

Artritis atau peradangan sendi merupakan kondisi kesehatan yang mengakibatkan sendi menjadi kaku dan bahkan sulit untuk digerakkan. Misalnya adalah tendinitis atau peradangan sendi bahu yang diikuti dengan rasa nyeri pada bagian bahu. Tendinitis umumnya terjadi karena endapan kalsium yang tertanam pada tendon rotator cuff.

Masalah radang sendi seperti tendinitis, nyeri bahu, dan lainnya bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk remaja dan anak-anak. Namun kondisi ini lebih sering diderita oleh pasien berusia 40-50 tahun karena bertambahnya usia. Peradangan pada sendi juga dapat disebabkan oleh banyak hal, untuk itu sistem pengobatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Kenali Karakteristik Radang Sendi Bahu dan Penyebabnya

Sendi merupakan salah satu bagian tubuh berupa bantalan yang berfungsi untuk menghubungkan bagian tulang dengan tulang. Namun secara harfiah, fungsi utama sendi adalah poros tulang yang menjadi bagian dari sistem gerak manusia.  Agar dapat bergerak secara fleksibel dan bebas sesuai dengan fungsinya.

Radang sendi yang mengakibatkan rasa nyeri menjadi salah satu keluhan yang umum dirasakan oleh hampir keseluruhan orang. Bahkan rasa nyeri pada sendi dapat dirasakan pada beberapa bagian, termasuk tulang rawan, ligamen, otot, tendon, hingga tulang di sekitar persendian. Itulah kenapa radang sendi bisa menyebabkan nyeri otot bahkan nyeri tulang.

Kondisi ini tidak hanya bisa menyerang satu persendian saja, tetapi semua sendi termasuk persendian bahu yang mengakibatkan rasa nyeri bahu. Mengingat penyebab radang sendi yang berbeda-beda, maka tindakan pengobatan perlu disesuaikan berdasarkan penyebabnya. Lantas apa saja penyebab radang sendi bahu yang umum dialami oleh banyak orang? Berikut 5 diantaranya!

  1. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis adalah salah satu jenis radang sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Dimana sistem kekebalan tubuh yang menjadi tameng atau antibodi malah menyerang membran sinovial pada persendian tulang. Kondisi ini akan mengakibatkan peradangan jangka panjang pada sendi karena sistem imun yang justru keliru menyerang tubuh.

  1. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan peradangan sendi yang disebabkan oleh kerusakan dan penipisan tulang rawan. Kondisi ini terjadi karena tulang rawan yang menjadi bantalan pelindung tulang kehilangan elastisitasnya. Akibatnya terjadi gesekan antar tulang yang mengakibatkan penipisan tulang, sehingga rentan mengalami kerusakan.

  1. Reactive Arthritis

Reactive Arthritis atau sindrome reiter merupakan peradangan sendi yang terjadi karena reaksi peradangan pada bagian tubuh lain. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamuan penyakit lain yang umum menyerang bagian sendi. Gejalanya meliputi rasa nyeri sendi dan disertai pembengkakan di beberapa sendi tubuh.

  1. Gout Arthritis

Gout Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada sendi. Kondisi ini disebabkan oleh kadar asam urat yang terlalu tinggi, sehingga memicu proses pengkristalan pada sendi. Yang mengakibatkan radang sendi dan mengalami  pengurangan sistem gerak yang tidak bebas.

  1. Septic Arthritis

Septic Arthritis merupakan gejala peradangan yang hampir sama dengan reactive arthritis. Dimana proses terjadinya radang sendi yang juga disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur pada sendi. Penyakit ini umumnya menyerang bagian-bagian sendi tertentu, seperti lutut, pinggul, tak terkecuali lengan bahu.

Waspada Radang Sendi Bahu dan Disertai 6 Gejala Berikut

Menurut bahasa medis radang sendi adalah proses peradangan pada salah satu sendi atau bahkan lebih. Penyebab utamanya tak lain seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mulai dari infeksi, asam urat, penyakit degeneratif, bahkan sampai kelainan pada autoimun. Mengingat penyebab radang sendi yang berbeda-beda, maka gejala yang muncul juga berbeda pula.

Misal, munculnya rasa nyeri pada bagian bahu. Bahu akan terasa sakit dan kemampuan untuk bergerak bebas mungkin juga akan terhambat. Kondisi nyeri bahu ini umum dan bisa jadi akibat dari peradangan sendi yang berbeda-beda. Seperti kata dokter, kenali penyakit dan gejalanya terlebih dahulu untuk lanjut ke proses pengobatan.

Untuk Lebih jelasnya berikut gejala-gejala radang sendi bahu yang harus Anda kenali sejak mulai saat ini, sebelum menjadi penyakit yang serius.

  1. Rasa Nyeri

Rasa nyeri sendi merupakan rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian sendi. Dimana jaringan yang menghubungkan kedua tulang dan untuk membantu sistem pergerakan tulang terganggu akibat peradangan sendi. Misal peradangan sendi bahu yang mengakibatkan rasa nyeri bahu dan bisa membuat sistem pergerakan lengan menjadi tidak normal.

  1. Sendi Terasa Kaku

Selain rasa nyeri bahu, peradangan sendi bahu juga bisa mengakibatkan rasa persendian terasa menjadi kaku. Kaku yang dimaksud adalah kurangnya keleluasaan sistem gerak pada sendi yang mengalami peradangan. Kondisi ini akan membuat pasien sulit untuk menggerakkan bagian sendi, sehingga membuat seseorang tidak leluasa untuk bergerak bebas.

  1. Kulit di Area Sendi Memerah

Jika peradangan sendi telah sampai pada tahap nyeri dan kaku, maka dalam jangka waktu tertentu kulit disekitar sendi akan berubah warna menjadi kemerah-merahan. Hal ini merupakan lanjutan 2 gejala sebelumnya yang mungkin tidak ada upaya pengobatan. Penting halnya untuk pasien agar segera mengecek kondisi tersebut ke klinik pengobatan seperti Flex-Free.

  1. Mengalami Pembengkakan

Peradangan sendi akan mencapai puncaknya setelah muncul gejala pembengkakan. Dimana pembengkakan terjadi karena efek peradangan sendi, yang mengakibatkan proses peredaran darah kurang lancar. Atau bahkan penyebab lain seperti infeksi bakteri dan penyakit artritis reumatoid, yang sama-sama menjadi penyakit radang sendi.

  1. Gerakan Sendi Menjadi Terbatas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pergerakan sendi akan menurun seiring dengan terjadinya peradangan. Rasa sakit, nyeri, dan proses pembengkakan pada sendi akan mengakibatkan kurangnya keleluasaan sistem gerak pada bahu. Sehingga persendian bahu tidak bisa sebebas sebelumnya.

  1. Otot Mengecil dan Melemah

Kondisi ini umumnya dialami oleh seseorang yang mengalami peradangan kronis. Efek peradangan sendi seperti ini akan menimbulkan rasa sakit, mati rasa, dan mengecilnya otot, sehingga mempengaruhi kekuatan lengan dalam bergerak. Karena seiring dengan mengecil dan melemahnya otot, tenaga yang dihasilkan tangan juga akan berkurang drastis.

Flex-Free Clinic, Klinik Pengobatan Radang Sendi Bahu dan Muskuloskeletal

Sistem muskuloskeletal merupakan struktur yang mendukung anggota tubuh, mulai dari leher, badan, dan punggung. Kondisi ini mempengaruhi fungsi otot, lingamen, saraf, tulang belakang, bahkan sendi dan tandon. Jika membicarakan permasalahan pada persendian, ada baiknya untuk tidak mengabaikannya.

Mengingat gejala penyebab penyakit sendi tidak bisa dihindari, dan patut untuk diwaspadai. Walaupun awalnya hanya sekedar rasa nyeri, namun bisa jadi bahwa gejala tersebut adalah gejala awal yang bisa menjalar ke kondisi yang lebih serius. Untuk itu segera konsultasikan penyakit anda ke klinik pilihan dengan penanganan terbaik.

Flex-Free Clinic, kini hadir sebagai salah satu pusat pengobatan untuk segala penyakit. Mulai dari penyakit muskuloskeletal, sampai dengan masalah persendian (radang sendi bahu). Adapun beberapa layanan pengobatan yang kami unggulkan diantaranya adalah. 

  1. Pengobatan saraf kejepit dengan traksi DTS
  2. Pengobatan nyeri bahu dengan ESWT
  3. dan pengobatan nyeri lutut yang dibantu dengan tindakan USG Muskuloskeletal.

Itulah beberapa  jenis penyakit dan munculnya gejala yang harus anda waspadai. Karena kesehatan merupakan kunci utama untuk kebahagiaan. Untuk itu, segera penuhi kebutuhan berobat anda hanya di Flex-Free Clinic, karena kami telah menyediakan layanan, konsultasi, diagnosis dan pengobatan untuk segala jenis penyakit, termasuk radang sendi bahu.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561