Beberapa Penyebab dan Terapi untuk Nyeri Bahu

14 Januari 2022 , Flex Free
14 Januari 2022
Flex Free

Pengetahuan tentang terapi untuk nyeri bahu menjadi salah satu modal penting untuk dipelajari. Pasalnya, bahu adalah bagian tubuh yang seringkali menimbulkan rasa sakit atau nyeri dengan level berbeda-beda.

Hal ini dikarenakan nyeri bahu memang suatu kondisi yang cukup umum terjadi di masyarakat. Rasa nyeri bisa muncul sesekali saja atau bahkan setiap saat, tergantung pada faktor penyebabnya.

Penyebab dan Terapi Untuk Nyeri Bahu

Bila tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa sangat mempengaruhi fleksibilitas dan aktivitas sehari-hari. Jika hal tersebut sudah terjadi, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau menjalani terapi untuk nyeri bahu.

Penanganan yang tepat dan akurat tentu lebih bijak, daripada menahan sakit selama berhari-hari. Jangan sampai salah langkah, berikut beberapa penyebab nyeri bahu beserta cara mengatasinya:

  1. Tendinitis

Tendinitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan penghubung tulang dan otot atau biasa disebut dengan tendon. Peradangan yang menimbulkan rasa sakit ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama:

  • Orang dengan pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang, seperti petani, atlet, kuli bangunan, dan lain-lain.
  • Punya riwayat penyakit yang memengaruhi sendi dan tulang, seperti asam urat maupun rematik.
  • Mengalami obesitas atau berusia lebih dari 40 tahun.
  • Sebelum berolahraga, tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.
  • Pertumbuhan osteofit yang menekan bagian tendon.
  • Sedang mengkonsumsi obat yang bisa memicu kerusakan tendon, seperti ciprofloxacin atau levofloxacin.

Adapun gejala yang sering dialami, yakni nyeri sendi, kaku, dan bengkak ringan, hingga timbul sensasi hangat. Biasanya, kondisi ini akan mereda dalam beberapa waktu, sehingga biasanya hanya diperlukan penanganan di rumah.

Anda bisa menggunakan metode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression dan Elevation) dan mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas (baca aturan pakai, dan efek samping obatnya).

Untuk mencegah cedera atau nyeri lebih lanjut, hindari mengangkat benda berat, atau berolahraga yang memberatkan bahu.

Bila penanganan di rumah tidak membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter. Terapi untuk nyeri bahu yang akan Anda dapatkan dari dokter misalnya fisioterapi.

Bila fisioterapi belum juga dapat meredakan gejala, terapi lain yang diberikan dokter misalnya:

  • Injeksi kortikosteroid, yang dapat meredakan nyeri sementara
  • Terapi gelombang kejut dengan ESWT
  • Injeksi PRP, yang dapat membantu proses penyembuhan
  • Pembedahan atau operasi
  1. Cedera pada Area Rotator Cuff

Rotator cuff ialah tendon bahu yang terbentuk dari 4 otot dan berfungsi untuk menstabilkan serta menunjang pergerakan sendi. Satu bagian dari rotator cuff yang seringkali mengalami cedera adalah tendon supraspinatus.

Rasa nyeri ini digolongkan menjadi dua jenis, yakni cedera akut dan degeneratif. Cedera akut bisa terjadi, apabila seseorang mengalami suatu peristiwa yang tiba-tiba menyebabkan bahu terasa nyeri untuk digerakkan, seperti terjatuh.

Berbeda dengan cedera degeneratif yang bisa disebabkan oleh gerakan berulang, faktor usia, atau pengapuran pada sendi bahu. Rasa nyeri akibat cedera rotator cuff sering dirasakan pada bagian otot deltoid hingga lengan atas.

Terapi cedera area rotator cuff bergantung pada tingkat keparahannya. Bila cedera menyebabkan robekan kecil, terapi mungkin cukup dengan metode PRICE (protect, rest, ice, compression dan elevation). Bila robekan cukup berat diperlukan penanganan dengan pembedahan.

Setelah nyeri mereda, terapi kemudian dilanjutkan dengan terapi fisik.

  1. Frozen Shoulder

Pernah mengalami rasa kaku dan nyeri pada bagian bahu kanan atau kiri? Mungkin Anda sedang mengalami frozen shoulder, yakni kondisi di mana bagian bahu terasa lebih sulit untuk digerakkan.

nyeri bahu akibat forzen shoulder

Penyebabnya sendiri cukup beragam, bisa karena rematik maupun penyakit diabetes. Hal ini bisa meningkat pada orang-orang yang mengalami penyakit sistemik, berusia lebih dari 40 tahun atau kurang gerak.

Frozen shoulder bisa pulih dalam jangka waktu 1-1.5 tahun dengan meminum jenis obat tertentu. Namun, bila obat tersebut tidak memberikan hasil yang diinginkan, maka dokter akan melakukan pembedahan.

Terapi panas akan melebarkan pembuluh darah yang menyempit pada bahu yang sakit akibat frozen shoulder dan melemaskan kapsul sendi yang mengalami perlengketan.

Setelah kapsul sendi melemas, dilakukan gerakan-gerakan khusus untuk melepaskan perlengketan yang terjadi. Pergerakan tulang scapula juga diperbaiki dengan mengurangi kekakuan otot sekitarnya.

Injeksi anti radang pada bahu sakit akibat frozen shoulder dapat diberikan sebelum terapi dan meningkatkan efektivitas terapi.

Injeksi diberikan ke dalam sendi bahu dengan panduan USG untuk menjamin ketepatan injeksi. Injeksi blok saraf suprascapularis pada bahu sakit juga membantu mengurangi nyeri.

Obat yang diberikan dapat bermanfaat untuk mengurangi nyeri, memperbaiki aliran darah atau mengobati penyakit yang memicunya, seperti misalnya diabetes.

Sebagai langkah pencegahan, tetaplah berusaha untuk bergerak meski dalam durasi yang terbatas. Anda bisa bertanya kepada dokter mengenai teknik peregangan otot untuk sekitar daerah bahu.

  1. Bursitis

Bursitis ialah sejenis pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada bagian bursae (kantong berisi cairan untuk pelumas). Bursae ini terdapat pada bagian siku, lutut, kaki, pinggul, dan tentu saja bahu.

Bagian ini berfungsi sebagai bantalan antara tulang dengan organ yang berada di sekitarnya. Kondisi peradangan ini bisa terjadi pada siapa saja, tidak tergantung pada usia maupun jenis kelamin.

Bursa dapat membengkak dan teriritasi bila kita melakukan gerakan yang sama berulang-ulang. Bursitis juga bisa terjadi akibat jatuh atau cedera lainnya.

Gejala bursitis yaitu nyeri pada bahu yang bertambah ketika bahu digerakkan, sendi bahu bengkak, panas dan nyeri.

Bila rasa sakit sudah tidak tertahan, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui seberapa parah tingkat peradangan, lalu mengambil langkah lanjutan.

Selain melalui obat-obatan, penyembuhan bursitis juga bisa dilakukan dengan cara penggunaan alat bantu, operasi, maupun terapi fisik. Keputusan tersebut tergantung pada tingkat keparahan peradangan yang terjadi.

  1. Pengapuran Sendi atau Osteoarthritis

Tidak sedikit orang yang beranggapan, bahwa peradangan sendi hanya terjadi pada orang-orang usia lanjut saja. Sayangnya, hal tersebut tidak benar, karena siapapun bisa terkena osteoarthritis.

Selain penderita obesitas, osteoarthritis juga bisa terjadi pada wanita menopause, punya riwayat cedera, atau hanya karena kurang aktivitas fisik saja. Gejala yang paling umum terjadi, yakni:

  • Rasa nyeri pada area yang mengalami peradangan.
  • Sendi terasa kaku untuk digerakkan.
  • Area kulit yang mengalami peradangan berwarna kemerahan atau bengkak. 

Untuk mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis untuk melihat tingkat keparahannya. Hal ini dikarenakan osteoarthritis termasuk penyakit kronis yang membutuhkan penanganan tepat. 

Sama seperti penyakit degeneratif lain, penyakit ini juga tidak bisa disembuhkan secara total. Anda hanya bisa mengelola gejalanya, sehingga tidak memicu reaksi rasa sakit atau nyeri yang lebih berat.

  1. Patah Tulang

Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa patah tulang bisa saja terjadi pada bagian bahu. Kondisi tersebut melibatkan tulang pada lengan atas atau humerus, tulang selangka, serta skapula.

Patah tulang pada area bahu bisa saja terjadi pada siapa saja, tidak tergantung pada jenis kelamin dan usia. Segera periksakan diri, terutama bila nyeri terasa sangat sakit, ada perdarahan hebat, atau mengalami sesak napas.

Kondisi tersebut tentu saja tidak bisa sembuh dengan sendirinya atau melalui obat-obatan. Dokter akan melakukan diagnosis, lalu menentukan langkah lanjutan, apakah diperlukan tindakan pembedahan atau operasi, atau tidak.

Terapi Untuk Nyeri Bahu di Klinik Flex Free

Flex Free Clinic merupakan sebuah klinik pengobatan yang menangani berbagai masalah dan penyakit pada otot, tulang, sendi dan saraf.

Tim di Flex Free Clinic terdiri dari dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis atau SpKFR dan terapis yang ahli dan berpengalaman.

Ada berbagai penyakit atau kelainan yang dapat kami ditangani, antara lain:

  • Nyeri pada lutut dan kaki
  • Nyeri pada bahu
  • Cedera olahraga
  • Kelainan pada tulang belakang, misalnya skoliosis.
  • Saraf kejepit pada bagian panggul, punggung, leher, maupun tangan

Terapi untuk nyeri bahu yang bisa Anda dapatkan dari klinik kami diantaranya:

  1. Edukasi modifikasi aktivitas. Modifikasi disesuaikan dengan penyebab dari nyeri bahu, misalnya dengan mengurangi atau menghindari gerakan mengangkat tangan di atas kepala, menghindari beban berat di bahu, dan melakukan gerakan melempar di atas kepala.
  2. Obat-obatan. Dokter mungkin akan meresepkan obat antinyeri misalnya parasetamol, atau antiradang non-steroid.
  3. Terapi Fisik. Terapi fisik misalnya kompres hangat dan dingin, ultrasound, latihan peregangan dan penguatan untuk memperbaiki fungsi bahu.
  1. Injeksi. Injeksi kortikosteroid yang dikombinasikan dengan anestesi diberikan bila terapi awal tidak ada perbaikan.

Terapi untuk nyeri bahu

Injeksi Obat sebagai Terapi untuk Nyeri Bahu

Untuk mengetahui terapi untuk nyeri bahu yang tepat untuk Anda, silakan hubungi klinik kami, kami akan dengan senang hati membantu Anda.

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Bagi para pekerja, entah itu mereka yang bekerja di dalam ruangan atau luar ruangan. Pasti pernah mengalami ma

ARTIKEL KESEHATAN

Penyakit tulang dan sendi seringkali menjadi momok bagi sebagian orang karena gejalanya bisa menimpa siapa saj

ARTIKEL KESEHATAN

Apa yang Dimaksud dengan Frozen Shoulder?  Frozen shoulder adalah suatu keadaan di mana kapsul sendi

ARTIKEL KESEHATAN

Apa itu Fisioterapi? Fisioterapi adalah metode terapi untuk merehabilitasi seseorang agar terhindar dari ca

Tanya Jawab

Tanya jawab seputar muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) kepada dokter kami

WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Flexfree Jakarta Utara

Flexfree Jakarta Selatan

Flexfree Bandung