12 PENYEBAB PENGAPURAN TULANG

Apa itu Pengapuran Tulang?

Pengapuran tulang tidak diartikan adanya zat atau komponen kapur tambahan pada tulang ataupun tulang rapuh yang kemudian menjadi zat kapur. Pengapuran tulang dalam istilah medis disebut dengan Osteoartritis (OA).

Pengapuran tulang atau osteoarthritis (OA) adalah sebuah proses degenerasi bantalan sendi di antara tulang (sendi kartilago/tulang rawan). Proses degenerasi ini lama kelamaan akan menimbulkan penipisan bantalan sendi dan penyempitan celah sendi.

penyebab pengapuran tulang

Gambar Kiri: lutut normal, Kanan: lutut dengan pengapuran tulang (OA)

Osteoarthritis dapat terjadi pada berbagai usia dengan prevalensi paling sering pada populasi usia lanjut dan populasi obesitas (berat badan berlebih). Osteoarthritis dapat muncul pada persendian bahu, leher, pinggang, panggul, lutut, serta tangan dan kaki, namun paling banyak terjadi pada tulang-tulang yang menahan beban berat badan tubuh, seperti sendi lutut dan sendi panggul.

Osteoarthritis yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan gangguan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, contohnya seperti kesulitan berjalan, naik dan turun tangga, berjongkok.

Apa Gejala Pengapuran Tulang (Osteoarthritis)?

Osteoarthritis akan menimbulkan peradangan pada jaringan sekitar yang akan memberikan gejala sebagai berikut:

  • Rasa sakit pada sendi yang muncul terutama saat banyak melakukan aktivitas yang menggunakan sendi
  • Kekakuan sendi yang muncul pada pagi hari. Rasa kaku ini berkurang dalam waktu 30 menit sejak bangun tidur
  • Lama kelamaan sendi akan sulit untuk bergerak maksimal
  • Adanya bunyi seperti “klik” saat sendi digerakkan
  • Munculnya gejala peradangan seperti sendi membengkak dan kemerahan
  • Sendi sekitar akan terasa tidak stabil

Apa Penyebab Pengapuran Tulang (Osteoarthritis)?

Penyebab pengapuran tulang atau osteoarthritis adalah multifaktorial yaitu faktor sistemik dan faktor lokal. Faktor-faktor sistemik apabila ditambah dengan faktor-faktor lokal dapat meningkatkan keparahan osteoarthritis.

  1. Faktor-faktor Sistemik Pengapuran Tulang

  1. Usia

Seiring dengan bertambahnya usia maka kartilago akan semakin menipis, otot semakin melemah, dan terjadi kerusakan oksidatif.

  1. Jenis kelamin

Wanita lebih berisiko untuk mengalami osteoarthritis dan juga mengalami derajat keparahan osteoarthritis yang lebih berat dibandingkan dengan pria. Wanita yang telah menopause juga memiliki peningkatan risiko mengalami osteoarthritis tangan dan lutut. Risiko osteoarthritis tangan dan lutut pada wanita menopause meningkat >=3.5 kali lebih tinggi dibanding pria.

  1. Genetik

Studi memperkirakan 50-65% kasus osteoarthritis tangan dan pinggang diwarisi secara genetik dibandingkan osteoarthritis lutut. Selain itu juga ditemukan adanya kromosom DNA yang dapat meningkatkan 30% progresi penyakit osteoarthritis lutut.

  1. Etnis

Etnis Afrika-Amerika dilaporkan memiliki risiko terjadinya osteoarthritis lutut dan panggul dibanding kulit putih.

  1. Gangguan kongenital (bawaan sejak lahir)

Gangguan anatomi dan penyakit bawaan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis. Gangguan anatomi paling umum misalkan adanya bentuk kaki tertentu seperti kaki X atau O yang berpengaruh pada sudut panggul-lutut dan pergelangan kaki serta kekuatan ligament otot di sekitarnya.

  1. Gangguan nutrisi

Nutrisi yang berpengaruh terhadap pengapuran tulang adalah vitamin D, C, dan K.

Vitamin D

Defisiensi vitamin D akan membuat tulang menjadi tipis, rapuh, dan cacat. Studi menunjukkan, orang-orang dengan insufisinesi dan defisiensi vitamin D akan mendapat risiko 3 kali lebih mudah mengalami pengapuran tulang yang ditandai dengan penyempitan celah sendi.

Insufisiensi vitamin D adalah kadar vitamin D dalam pemeriksaan darah sebesar 23-29ng/mL sedangkan defisiensi vitamin D dengan kadar 8-22ng/mL. Diperlukan asupan vitamin D sebesar 1000 IU setiap harinya untuk mencegah terjadinya pengapuran tulang.

Vitamin C

Dalam studi, ditemukan perlunya asupan vitamin C untuk mencegah progresivitas dari pengapuran tulang dengan mengatasi stress oksidatif dan mengurangi laju penipisan tulang rawan. Konsumsi maksimal dari vitamin C adalah 100mg per kilogram berat badan.

Vitamin K

Vitamin K berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan kartilago (tulang rawan). Studi yang ada menunjukkan defisiensi vitamin K akan meningkatkan risiko kerusakan kartilago dan meniscus.

  1. Faktor-faktor Lokal Pengapuran Tulang

  1. Obesitas

Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis terutama osteoarthritis lutut. Berat badan yang berlebih tersebut akan memberikan beban lebih pada lutut atau panggul yang menjadi penopang berat badan. Beban lebih tersebut akan merusak jaringan bantalan sendi serta ligamen otot sekitarnya.

Jagalah kadar berat badan anda pada rentang normal. Cara untuk mengetahui berapa berat badan yang ideal untuk tinggi anda adalah dengan menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT).

cara menghitung indkes massa tubuh

Cara menghitung Indeks Masa Tubuh

  1. Trauma sendi

Trauma sendi yang cukup parah dan merusak jaringan sekitar sendi dapat meningkatkan risiko osteoarthritis karena jaringan sekitar sendi tersebutlah yang menahan agar tidak terjadi penyempitan sendi.

  1. Pekerjaan

Pekerjaan yang membutuhkan gerakan repetitif akan meningkatkan osteoarthritis karena membuat jaringan sekitar mengalami peradangan sehingga tidak sanggup menahan celah sendi untuk tidak menyempit.

Pekerjaan yang membutuhkan mengangkat beban berat dan gerakan jongkok-berdiri akan meningkatkan risiko osteoarthritis lutut. Pekerjaan yang membutuhkan gerakan memegang menjepit akan meningkatkan risiko osteoarthritis tangan.

  1. Olahraga

Olahraga-olahraga yang dapat meningkatkan risiko osteoarthritis antara lain seperti:

  • berlari jarak jauh akan meningkatkan risiko osteoarthritis lutut dan panggul
  • bermain bola (professional) akan meningkatkan risiko osteoarthritis lutut
  1. Aktivitas sehari-hari

Beberapa aktivitas sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko osteoarthritis adalah aktivitas yang membutuhkan gerakan berlutut, berjongkok, dan berdiri terlalu lama.

  1. Faktor mekanik

Adanya hubungan antara otot dan persendian. Kelemahan dan pengecilan otot paha akan menambah beban pada lutut sehingga meningkatkan risiko osteoarthritis lutut. Selain itu, orang dengan kekuatan menggenggam yang terlalu kuat dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis tangan.

Bagaimana Penanganan Pengapuran Tulang (Osteoarthritis)?

Terdapat 2 spesialis kedokteran yang dapat menangani osteoarthritis. Untuk penanganan non-operatif, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis rehabilitasi medis, khususnya subspesialis muskuloskeletal (otot, tulang, sendi). Sedangkan apabila Anda memutuskan untuk operasi maka disarankan untuk memeriksakan ke dokter ortopedi (bedah tulang).

Di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, kami memberikan penanganan pengapuran tulang oleh dokter rehabilitasi medis. Pada awalnya dokter akan mengajukan pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain seperti USG, röntgen, CT-scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat derajat penyempitan sendi. Setelahnya dokter akan menentukan apakah masih dapat ditangani secara operatif atau tidak.

Tindakan non-operatif untuk pengapuran sendi di klinik kami antara lain tindakan penyuntikan Platelet Rich Plasma (PRP), pemberian gel Hyaluronic Acid untuk menambah bantalan sendi, pemberian suntikan penguatan ligamen otot, tindakan Extracorporeal ShockWave Therapy (ESWT), rencana latihan peregangan dan penguatan otot di sekitar area pengapuran sendi, serta edukasi untuk menurunkan berat badan.

 

 

 

Referensi:

  1. Zhang Y, Jordan JM. Epidemiology of Osteoarthritis. Clin Geriatr Med. 2010; 26(3) : 355-369.
  2. Park CY. Vitamin D in the Prevention and Treatment of Osteoarthritis : from Clinical Intervensions to Cellular Evidence. Nutrients. 2019; 11(2) : 243.
  3. Chiu PR, Hu YC, Huang TC, Hsieh BS, Yeh JP, Cheng HL, et al. Vitamin C Protects Chondrocytes against Monosodium Iodoacetate- Induced Osteoarthritis by Multiple Pathways. Int J Mol Sci. 2017; 18(1) : 38.
  4. Mahajan A, Patno R. Menopause and Osteoarthritis : Any Association?. J Midlife Health. 2018; 9(4): 171-172.
  5. Shea MK, Kritchevsky SB, Hsu FC, Nevitt M, Booth SL, Kwoh CK, et al. The association between vitamin K status and Knee Osteoarthritis Features in Older Adults. The Health, Aging and Body Composition Study. Osteoarthritis Cartilage. 2015; 23(3) : 370-378.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561

Layanan Terkait Penyakit