Rehabilitasi Penyakit Blount, Mengatasi Tungkai Bengkung pada Anak

Senin, 26 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Senin, 26 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Penyebab Tungkai Bengkung pada Anak

Tungkai bengkung pada anak (genu varum) biasanya muncul pada bayi atau balita muda. Pada kebanyakan anak, kondisi ini bersifat fisiologis dan membaik sendiri sekitar usia 2–3 tahun. Namun, jika kelengkungan tidak membaik, beberapa penyebab patologis perlu dicurigai.

Penyebab tungkai bengkung pada anak antara lain kondisi fisiologis, rakitis akibat kekurangan vitamin D, penyakit Blount, kelainan genetik atau displasia tulang, serta penyebab lain seperti trauma atau infeksi tulang. Pada kondisi fisiologis, tungkai tampak melengkung karena struktur tulang dan ligamen yang belum matang, dan biasanya akan membaik seiring pertumbuhan.

Rakitis menyebabkan tulang menjadi lunak sehingga mudah melengkung dan menimbulkan tungkai bengkung pada anak. Sementara itu, penyakit Blount merupakan penyebab patologis penting karena kelengkungan tungkai justru bersifat progresif dan tidak membaik dengan sendirinya. Kelainan genetik seperti achondroplasia juga dapat menyebabkan pertumbuhan tulang tidak seimbang sehingga tungkai tampak bengkung.

 

Penyakit Blount dan Tungkai Bengkung pada Anak

Penyakit Blount adalah gangguan pertumbuhan pada lempeng pertumbuhan bagian dalam tulang kering (tibia). Gangguan ini menyebabkan pertumbuhan tulang tidak seimbang sehingga tungkai bengkung pada anak semakin jelas seiring waktu. Deformitas biasanya berbentuk huruf O dan terpusat pada area lutut.

tungkai bengkok atau kaki bengkung

Sumber gambar: www.sciencedirect.com

Penyakit Blount dapat muncul sejak usia dini (tipe infantile, usia 1–4 tahun) atau pada usia lebih besar dan remaja (tipe juvenile dan adolescent). Pada tipe infantile, tungkai bengkung pada anak sering terjadi pada kedua sisi, sedangkan pada tipe remaja dapat terjadi hanya pada satu tungkai.

Faktor risiko penyakit Blount meliputi berat badan berlebih, anak yang mulai berjalan terlalu dini, faktor genetik, serta tekanan mekanik berlebih pada sisi dalam lutut. Kondisi ini menyebabkan deformitas tungkai tidak membaik secara alami, berbeda dengan tungkai bengkung fisiologis.

 

Tanda dan Gejala Awal Penyakit Blount

Tanda utama penyakit Blount adalah tungkai bengkung pada anak yang semakin nyata dan tidak berkurang seiring bertambahnya usia. Kelengkungan biasanya tampak jelas saat anak berdiri atau berjalan.

Selain deformitas, dapat ditemukan perbedaan derajat bengkok antara tungkai kanan dan kiri. Anak mungkin tampak berjalan dengan posisi lutut terbuka atau mengalami perubahan pola berjalan. Pada tahap awal, nyeri jarang dikeluhkan, sehingga orang tua sering tidak menyadari adanya gangguan pertumbuhan tulang.

Tungkai bengkung pada anak akibat penyakit Blount biasanya tidak disertai tanda peradangan akut seperti kemerahan atau nyeri hebat. Namun, jika tidak ditangani, deformitas dapat semakin berat dan memengaruhi keseimbangan, postur, serta fungsi berjalan di kemudian hari.

 

Kapan Tungkai Bengkung pada Anak Harus Ditangani oleh Sp.K.F.R.?

Evaluasi oleh dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.K.F.R.) diperlukan bila tungkai bengkung pada anak tidak membaik setelah usia 2–3 tahun atau justru bertambah berat. Kondisi ini terutama penting bila disertai faktor risiko seperti obesitas, perbedaan derajat bengkok antar tungkai, atau riwayat berjalan sangat dini.

Peran Sp.K.F.R. berfokus pada penanganan konservatif non-bedah. Tatalaksana utama meliputi penggunaan orthosis atau brace untuk membantu mengoreksi sumbu mekanik tungkai, terutama pada anak usia dini. Brace biasanya digunakan secara konsisten sesuai anjuran medis untuk memberikan tekanan korektif pada tulang yang sedang tumbuh.

Selain itu, terapi fisik berperan dalam memperbaiki fungsi dan kekuatan otot sekitar lutut dan panggul. Latihan peregangan, penguatan otot, serta latihan pola berjalan membantu mengoptimalkan fungsi tungkai dan mencegah kompensasi gerak yang salah. Program latihan biasanya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.

Edukasi orang tua merupakan bagian penting dari rehabilitasi. Orang tua perlu memantau perubahan bentuk tungkai anak, memastikan kepatuhan penggunaan brace, menjaga berat badan ideal anak, serta memastikan asupan nutrisi yang cukup untuk kesehatan tulang. Pemantauan pertumbuhan secara berkala sangat penting untuk menilai respons terhadap terapi konservatif.

Tindakan bedah hanya dipertimbangkan bila seluruh tatalaksana konservatif tidak memberikan perbaikan yang memadai atau bila deformitas tungkai bengkung pada anak sudah berat. Oleh karena itu, deteksi dini dan rehabilitasi yang tepat sangat menentukan keberhasilan penanganan penyakit Blount.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui