Nyeri Pergelangan Kaki karena Cedera Ligamen, Kenali Jenis, Gejala, dan Cara Rehabilitasinya

Rabu, 25 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Rabu, 25 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Nyeri pergelangan kaki sering dianggap sepele, apalagi jika terjadi setelah salah pijak atau keseleo ringan. Padahal, di dalam pergelangan kaki terdapat beberapa ligamen penting yang menjaga stabilitas sendi. Jika salah satu ligamen ini cedera, nyeri pergelangan kaki bisa menjadi lebih berat, berlangsung lama, bahkan menimbulkan ketidakstabilan kronis.

Secara garis besar, ligamen pergelangan kaki dibagi menjadi tiga kelompok besar: ligamen lateral (bagian luar), ligamen medial (bagian dalam), dan ligamen sindesmosis (bagian atas yang menghubungkan tibia dan fibula). Cedera pada masing-masing kelompok ini memiliki mekanisme dan gejala yang berbeda.

Mari kita bahas satu per satu.

 

Apa Saja Ligamen pada Pergelangan Kaki?

A. Ligamen Lateral (Bagian Luar)

Ini adalah kelompok ligamen yang paling sering cedera dan menjadi penyebab utama nyeri pergelangan kaki.

Ligamen lateral terdiri dari:

  • ATFL (Anterior Talofibular Ligament)
  • CFL (Calcaneofibular Ligament)
  • PTFL (Posterior Talofibular Ligament)

ATFL adalah ligamen yang paling sering robek saat keseleo. CFL biasanya ikut terlibat jika cedera lebih berat. PTFL jarang cedera kecuali pada trauma berat.

 

B. Ligamen Medial (Ligamen Deltoid)

Ligamen medial disebut juga ligamen deltoid. Strukturnya lebih tebal dan kuat dibanding ligamen lateral.

Ligamen ini terdiri dari:

  • Anterior tibiotalar
  • Posterior tibiotalar
  • Tibionavikular
  • Tibiokalkaneal

Karena lebih kuat, cedera ligamen medial lebih jarang terjadi. Namun jika cedera, nyeri pergelangan kaki bisa terasa lebih luas dan berat.

 

C. Ligamen Sindesmosis (Bagian Atas)

Ligamen sindesmosis menghubungkan tulang tibia dan fibula di bagian atas pergelangan kaki.

Komponennya meliputi:

  • AITFL (Anterior Inferior Tibiofibular Ligament)
  • PITFL (Posterior Inferior Tibiofibular Ligament)
  • Ligamen transvers
  • Membran interoseus

Cedera pada AITFL dikenal sebagai high ankle sprain. Jenis ini menyebabkan nyeri pergelangan kaki di bagian atas dan biasanya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

 

Bagaimana Mekanisme Cedera Masing-Masing Ligamen?

Cedera Ligamen Lateral

Mekanisme paling umum adalah inversi, yaitu kaki terpuntir ke dalam saat menapak. Hal ini sering terjadi saat berjalan di permukaan tidak rata atau mendarat setelah melompat.

Akibatnya:

  • ATFL tertarik atau robek
  • Timbul pembengkakan cepat
  • Muncul nyeri pergelangan kaki di sisi luar

Jika gaya lebih besar, CFL bisa ikut cedera.

Cedera Ligamen Medial

Terjadi akibat gerakan eversi, yaitu kaki terdorong ke luar secara berlebihan.

Biasanya terjadi pada:

  • Trauma berat
  • Kecelakaan
  • Olahraga kontak

Cedera ini menimbulkan nyeri pergelangan kaki di sisi dalam dan sering disertai pembengkakan luas.

Cedera Sindesmosis (Cedera AITFL/High Ankle Sprain)

Mekanisme khasnya adalah:

  • Dorsifleksi (kaki ditekuk ke atas)
  • Rotasi eksternal
  • Beban tubuh bertumpu

Kondisi ini menyebabkan tibia dan fibula sedikit terpisah dan merobek AITFL.

Berbeda dari keseleo biasa, nyeri pergelangan kaki pada high ankle sprain terasa lebih dalam dan muncul saat berjalan cepat atau naik tangga.

 

Gejala Selain Nyeri Pergelangan Kaki

Selain nyeri pergelangan kaki, setiap jenis cedera memiliki tanda tambahan.

Cedera Lateral

  • Bengkak di sisi luar
  • Memar
  • Pergelangan terasa goyah
  • Sulit berdiri satu kaki

Cedera Medial

  • Bengkak sisi dalam
  • Nyeri saat kaki diputar keluar
  • Kadang disertai cedera tulang

Cedera Sindesmosis

  • Nyeri saat pergelangan ditekan dari samping
  • Nyeri saat berjalan cepat
  • Rasa tidak stabil di atas pergelangan

 

Derajat cedera dibagi menjadi:

  • Grade I: peregangan ringan
  • Grade II: robekan sebagian
  • Grade III: robekan total dan instabilitas

Pada Grade III atau jika terdapat pergeseran tulang, pasien perlu dirujuk ke ortopedi untuk pertimbangan tindakan bedah.

Jika setelah 3–6 bulan nyeri pergelangan kaki tetap menetap atau sering kambuh, evaluasi lanjutan juga diperlukan.

 

Bagaimana Mencegah Cedera Ligamen dan Bagaimana Rehabilitasinya?

Pencegahan

Untuk mencegah nyeri pergelangan kaki akibat cedera ligamen:

  • Lakukan pemanasan sebelum olahraga
  • Gunakan sepatu dengan dukungan baik
  • Latihan keseimbangan rutin
  • Perkuat otot betis dan pergelangan
  • Hindari permukaan licin

Latihan keseimbangan sederhana seperti berdiri satu kaki selama 30 detik sangat efektif menurunkan risiko cedera ulang.

 

Rehabilitasi Konservatif

Sebagian besar kasus nyeri pergelangan kaki akibat cedera ligamen ditangani tanpa operasi.

  • Fase Akut
    • Istirahat relatif
    • Kompres es
    • Elevasi
    • Compression bandage
    • Brace atau ankle support
  • Fase Subakut
    • Latihan rentang gerak
    • Mobilisasi bertahap
    • Hindari gerakan memutar ekstrem
  • Fase Penguatan (Paling Penting)

Latihan penguatan meliputi:

  • Resistance band untuk eversi dan inversi
  • Calf raise
  • Squat ringan
  • Latihan keseimbangan

Latihan ini membantu mencegah nyeri pergelangan kaki berulang dan memperbaiki stabilitas.

 

Terapi Invasif Non-Bedah

Jika nyeri pergelangan kaki tidak membaik setelah terapi optimal, dapat dipertimbangkan:

  1. PRP (Platelet-Rich Plasma)

Membantu mempercepat regenerasi jaringan ligamen.

  1. Proloterapi Dextrose

Merangsang penyembuhan ligamen melalui stimulasi respons inflamasi ringan.

Kedua metode ini digunakan pada cedera kronis atau instabilitas persisten tanpa pergeseran tulang.

 

Kapan Harus Dirujuk ke Ortopedi?

Pasien perlu dirujuk bila:

  • Grade III dengan instabilitas nyata
  • Ada pergeseran tibia-fibula pada high ankle sprain
  • Terdapat fraktur
  • Nyeri pergelangan kaki menetap >6 bulan
  • Instabilitas berulang mengganggu aktivitas

 

Nyeri pergelangan kaki akibat cedera ligamen dapat berasal dari ligamen lateral, medial, maupun sindesmosis. Memahami mekanisme cedera membantu menentukan penanganan yang tepat. Sebagian besar kasus dapat pulih dengan rehabilitasi konservatif yang konsisten, terutama latihan penguatan dan keseimbangan.

Penanganan dini yang tepat akan mencegah nyeri pergelangan kaki berkembang menjadi masalah kronis dan menjaga pergelangan tetap stabil dalam jangka panjang.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui