Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh ? Kenali Pilihan Pengobatannya

Selasa, 13 Okt 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Selasa, 13 Oktober 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Saraf kejepit terjadi ketika saraf tertekan secara berlebihan oleh jaringan di sekitarnya, misalnya tulang, tulang rawan, otot atau tendon. Saraf kejepit paling sering terjadi di leher, punggung atas, atau punggung bawah. Akan tetapi juga bisa terjadi di tangan, siku dan pergelangan tangan.

Bagaimana dengan pengobatannya? Apakah saraf kejepit bisa sembuh?

Berikut ini penjelasannya.

 

Penyebab Saraf Kejepit

Beberapa kondisi atau penyakit dapat menyebabkan jepitan pada saraf, misalnya:

  • Proses penuaan. Proses penuaan alami menyebabkan kerusakan pada tulang belakang dan bantalan di tulang belakang. Seiring waktu, cairan di dalam bantalan tersebut akan berkurang dan bantalan akan menipis. Jarak tulang belakang akan semakin kecil dan tubuh akan membentuk tulang baru, yang dapat menekan saraf.
  • Gerakan berulang dalam waktu lama, misalnya mengetik, dapat menyebabkan tekanan pada prgelangan tangan dan tangan, yang dapat menyebabkan sindroma terowongan karpal.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Cedera atau kecelakaan.
  • Kegemukan juga dapat menekan saraf.
  • Kehamilan. Wanita hamil mengalami kenaikan berat badan yang siginfikan, yang juga dapat menyebabkan saraf tertekan.
  • Penderita diabetes dapat mengalami kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula dalam darah.

 

Gejala Saraf Kejepit

Gejala bergantung pada lokasi saraf yang kejepit, antara lain:

  1. Rasa kesemutan, seperti terbakar, baal (kebas) atau nyeri yang menjalar ke tungkai bawah.
  2. Nyeri menjalar dari leher ke lengan.
  3. Nyeri tajam seperti ditusuk jarum.
  4. Nyeri yang berubah ketika Anda berubah posisi.
  5. Kelemahan otot.
  6. Area yang terkena dapat terasa lemah, tidak ada tenaga untuk bergerak.
  7. Tidak kuat menggenggam.

Gejala dapat memburuk ketika berbaring atau sesaat setelah bangun tidur.

 

Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh?

Kesembuhan bergantung pada banyak faktor, misalnya:

  • saraf apa yang terjepit
  • penyebab saraf terjepit
  • seberapa berat gejala
  • kesehatan pasien secara umum

Pada sebagian besar kasus, pasien yang mendapatkan pengobatan tanpa operasi memiliki prognosis yang baik dan gejala akan menghilang. Akan tetapi gejala dapat muncul kembali setelah sebelumnya mengalami perbaikan.

 

Konsultasikan dengan dokter kami untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat untuk kondisi Anda.

 

Penanganan Saraf Kejepit di Rumah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan nyeri akibat saraf kejepit di rumah, diantaranya:

  1. Istirahat

Pada banyak kasus, mengistirahatkan area yang sakit dan tidur lebih lama dapat membantu pemulihan.

  1. Memperhatikan postur tubuh

Syaraf kejepit dapat disebabkan oleh postur yang buruk. Perbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, dan bahkan saat tidur untuk memberikan waktu bagi saraf untuk pulih.

  1. Memperhatikan ergonomi area kerja

Misalnya menggunakan mouse dan keyboard komputer yang ergonomis, dapat membantu mengurangi tekanan di tangan dan pergelangan tangan. Mengatur layar komputer setinggi pandangan mata dapat membantu mengurangi nyeri leher.

  1. Mengkonsumsi obat anti nyeri

Obat-obat anti nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri pada kasus ringan. Misalnya obat-obat golongan anti-inflamasi non steroid.

Akan tetapi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai jenis dan dosis obat yang tepat karena potensi efek samping yang dapat timbul.

  1. Pijat

Pijat dapat membantu mengurangi nyeri dan stress. Memijat area yang nyeri dapat membantu mengurangi tegangan pada otot.

Pastikan pijat dilakukan oleh terapis yang bersertifikat, ahli dan berpengalaman menangani pasien saraf kejepit.

  1. Meninggikan tungkai saat berbaring

Pasien dengan saraf yang terjepit di bagian punggung merasakan nyeri berkurang ketika tungkai bawah ditinggikan 45°.

  1. Menggunakan kompres dingin dan hangat

Menggunakan kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan. Kompres bagian yang sakit selama 15 menit, tiga kali sehari. Kompres hangat dapat dilakukan untuk waktu yang lebih lama, hingga 1 jam, tiga kali sehari. Sirkulasi darah ke area yang sakit akan meningkat sehingga dapat membantu meredakan nyeri.

  1. Olahraga ringan

Melakukan olahraga ringan dengan impact rendah (berjalan kaki, berenang atau bersepeda) dengan teratur dapat membantu mengurangi gejala, mengontrol berat badan tetap ideal, dan menjaga tubuh tetap sehat.

 

Pengobatan Saraf Kejepit oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Klinik Flex Free

Di klinik Flex Free, pengobatan saraf kejepit dilakukan tanpa operasi. Untuk pengobatan awal, dokter akan memberikan terapi konvensional. Namun bila kondisi penyakit sudah berat, atau ada risiko perburukan, pasien perlu mendapatkan terapi intervensi, yang akan dirujuk ke dokter spesialis ortopedi atau bedah saraf.

Terapi konvensional yang diberikan oleh dokter antara lain:

  1. Obat antinyeri (diminum atau disuntik apabila nyeri sangat berat).
  2. Fisioterapi. Tujuan pemberian fisioterapi ini untuk mengurangi nyeri, meningkatkan relaksasi otot, memperbaiki gerak otot dan persendian, mengurangi pembengkakan otot, serta mengurangi keperluan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri.

Fisioterapi yang dilakukan di klinik Flex Free antara lain:

  • Terapi laser

terapi laser

Terapi laser memiliki efek anti radang, anti nyeri dan regenerasi jaringan.

Terapi ultrasound dapat memberikan efek termal atau efek pemanasan dalam maupun superfisial, dan efek non termal (efek mekanik yang dapat berfungsi untuk memasukan jenis obat tertentu, efek pemijatan dan efek biologis yang dapat mempengaruhi proses yang terjadi di jaringan atau sel sehingga dapat mempercepat terjadinya pemulihan atau regenerasi jaringan).

terapi saraf kejepit

Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan membantu menangani kelemahan otot karena gangguan syaraf.

Triton-DTS (Decompression Traction Stabilization) adalah alat terapi dekompresi spinal yang memberikan tarikan pada tulang belakang secara ritmis dengan pola tarikan. Program traksi ini dilakukan sesuai dengan tempat penyempitan dan derajat keparahan penjepitan.

Tarikan terapi DTS ini akan memberikan efek vakum pada diskus sehingga pada saat ditarik, material yang sudah keluar atau terlepas dari diskus (penonjolan diskus) yang menyebabkan penjepitan saraf akan kembali masuk.

terapi saraf kejepit tanpa operasi

Terapi ini adalah pengobatan saraf kejepit terkini tanpa operasi yang dapat membantu penyembuhan.

 

Bagaimana Bila Saraf Kejepit Tidak Diobati?

Sebagian besar saraf kejepit bisa sembuh sendiri dengan penanganan di rumah dalam waktu tiga hingga empat minggu. Akan tetapi bila kondisinya berat, diperlukan pengobatan lebih lanjut, karena dapat berbahaya bagi penderitanya.

Tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera antara lain:

  1. Gangguan buang air kecil dan buang air besar.
  2. Tidak dapat menggenggam atau mudah menjatuhkan benda-benda.
  3. Tungkai atas atau bawah yang tidak bisa digerakkan.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561

Klinik Flex-Free Tangerang

Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Booking