Saraf kejepit merupakan penyakit yang sangat sering dikeluhkan hampir semua kalangan masyarakat. Para penderita saraf kejepit seringkali menunda pengobatan saraf kejepit atau mendapatkan pengobatan yang tidak tepat.
Saraf kejepit dapat terjadi dibagian tubuh mana saja, seperti leher, punggung, tangan, kaki ataupun bagian tubuh yang lain.
Seiring dengan perjalanan waktu, jika saraf kejepit tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan tanda saraf kejepit sudah parah.
Tanda saraf kejepit sudah parah bervariasi tergantung lokasi saraf yang mengenai. Lokasi saraf yang sering mengalami saraf kejepit adalah punggung.
Tanda awal saraf kejepit daerah punggung mungkin dapat hilang timbul atau masih menimbulkan keluhan yang ringan.
Baca artikel kesehatan ini lebih lanjut untuk mengetahui tanda saraf kejepit sudah parah , sehingga anda dapat penyakit ini sedini mungkin.
Tahapan Saraf Kejepit Sudah Parah
Saraf kejepit seringkali terjadi pada tulang belakang. Pada tulang belakang terdapat saraf disepanjang tulang belakang. Saraf tulang belakang terdapat diskus yang merupakan bantalan kenyal yang berada di antara masing-masing ruas tulang belakang.
Saraf kejepit tejadi ketika bagian tengah diskus yang lembut seperti jeli (nukleus) mengalami hernia atau robekan melalui bagian luar yang lebih keras dan kenyal (annulus). Tahap inilah yang terjadi pada saraf kejepit dan mulai menimbulkan gejala saraf kejepit.

sumber: https://physiosunit.com
Ada 4 tahapan saraf kejepit , yaitu :
- Bulging (Penggembungan) - Penggembungan diskus menyebabkan sebagian atau seluruh anulus diskus menonjol keluar lebih jauh dari biasanya.
- Protrusion (Penonjolan) - Nukleus diskus menonjol keluar dari pusat diskus tetapi tidak menembus anulus.
- Ekstrusi - Inti diskus sudah menembus anulus.
- Sequestration - Fragmen diskus pecah dan berpindah ke kanal tulang belakang.
Tahap 1 dan 2 adalah tahap saraf kejepit yang tidak lengkap, sedangkan tahap 3 dan 4 adalah herniasi lengkap.
Tidak semua diskus (bantalan) yang mengalami herniasi mencapai tahap penyerapan. Diskus dapat tetap berada pada salah satu tahap sebelumnya atau dapat berkembang melalui keempat tahap tersebut.
Kenali Tanda Saraf Kejepit Sudah Parah
Dalam perjalanan waktu yang lama, saraf kejepit sudah parah dapat berkembang menjadi Stenosis tulang belakang. Stenosis tulang belakang adalah kondisi penyempitan ruang yang mengelilingi tulang belakang. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan pada saraf dan tulang belakang, adanya perubahan tekanan pada tulang belakang yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan yang berisiko untuk menimbulkan keluhan seperti:
- Nyeri punggung atau leher yang kronis (cukup lama)
- Kehilangan mobilitas dan kelemahan anggota tubuh
- Kram atau kekakuan anggota pada saraf yang mengalami kerusakan
- Mati rasa pada anggota tubuh yang terkena
- Kehilangan atau gangguan kontrol kandung kemih atau usus
- Kesemutan, kebas dan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum
Nyeri kronis akibat saraf kejepit juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Dalam sebuah penelitian, hampir separuh dari pasien dengan nyeri punggung atau leher kronis akibat saraf kejepit mengalami gangguan suasana hati, termasuk gangguan depresi mayor dan gangguan kecemasan umum.
Saraf kejepit yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.
Dalam kasus yang jarang terjadi, saraf kejepit yang parah dapat menekan sekumpulan akar saraf tulang belakang yang berada di dalam kantung saraf tulang belakang, kondisi ini dikenal dengan Sindrom Cauda Equina

sumber: https://cmglaw.com
Sindrom cauda equina sering disebabkan oleh herniasi diskus lumbal akut, akibat penekanan saraf sindrom cauda equine menimbulkan keluhan, seperti:
1. Rasa nyeri pada Punggung Bagian Bawah
Rasa nyeri yang timbul pada kondisi ini biasanya cukup hebat dan sanggat menganggu penderita. Selain rasa nyeri pada punggung bagian bawah, sindrom cauda equine menimbulkan keluhan lain, seperti:
- Kelemahan pada anggota gerak bagian bawah
- Timbulnya keluhan mati rasa pada area paha
- Timbul keluhan nyeri yang menjalar mulai dari pinggang bagian bawah, bokong, lalu hingga ke kaki, baik pada salah satu kaki ataupun keduanya.
- Berkurangnya mobilitas dan refleks anggota tubuh bagian bawah
2. Gangguan pada saluran pencernaan
Akibat penekanan saraf, sindrom cauda equina juga dapat memicu gangguan pada saluran pencernaan, seperti :
- Area dubur mengalami keluhan mati rasa
- Sulit buang air besar
- Ketidakmampuan mengontrol keluarnya buang air besar atau saat proses BAB (inkontinensia tinja)
- Sulit menahan perasaan buang air besar
3. Gangguan pada saluran kemih (saluran kencing)
Sindrom cauda equina ini juga dapat menimbulkan keluhan terkait saluran kemih, seperti :
- Buang air kecil tidak bisa atau tertahan (retensi urin)
- Kehilangan kontrol untuk buang air kecil, sehingga penderita tidak dapat menahan bak (inkontinesia urin)
- Penderita merasa sulit untuk buang air kecil
- Berkutang sensasi untuk beuang air kecil
Sindrom cauda equina memerlukan perawatan yang segera untuk menghindari komplikasi jangka panjang, yaitu dapat mengakibatkan kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak secara permanen.
Pengobatan yang umumnya disarankan untuk mengatasi sindrom cauda equine adalah tindakan pembedahan segera, yang sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam hingga 48 jam.
Cara Mengatasi Saraf Kejepit Sudah Parah
Jika anda sudah mulai mengalami tanda saraf kejepit sudah parah , maka anda sebaiknya untuk berkonsultasi segera untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada kondisi saraf kejepit sudah parah sangat disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai kondisi dan kerusakan yang telah terjadi akibat penyakit ini.
Cara yang dapat disarankan untuk mengatasi saraf kejepit sudah parah adalah dipertimbangkan untuk melakukan tindakan pembedahan.
Tetapi, sebelum saraf kejepit sudah parah ini berkembang ke tahap ini. Anda dapat melakukan berbagai terapi untuk mengatasi saraf kejepit ini, seperti :
- Terapi dekompresi Spinal dengan Triton DTS
Salah satu terapi pengobatan tanpa pembedahan terbaik untuk mengatasi keluhan saraf kejepit pada tulang belakang.
Jenis traksi ini berbeda dengan jenis traksi biasanya. Jenis traksi dengan triton ini mempunyai program tarikan yang sangat presisi dan akurat, sehingga dapat mengurangi tekanan yang berlebihan pada tulang belakang dan dapat mengurangi keluhan nyeri dan kebas pada saraf kejepit. Selain itu, prosedur ini dapat membantu proses penyembuhan dengan cara mempercepat proses regenerasi saraf tulang belakang.
Waktu terapi yang dibutuhkan menggunakan Triton-DTS ini adalah sekitar 15-20 menit dapat dilakukan 3-4 kali/minggu untuk hasil yang efektif, dengan frekuensi terapi 6-10 kali biasanya pasien sudah merasakan perubahan pada keluhan.
Estimasi biaya yang dikeluarkan per kali terapi lebih kurang Rp.500.000.
Efektivitas yang dirasakan pada setiap penderita berbeda-beda, hasil klinis menunujukkan terapi jenis ini efektif lebih dari 75% pada penderita.
Terapi ini dapa bermanfaat jika keluhan saraf kejepit yang dirasakan belum terlalu berat.
- Injeksi Kortikosteroid (Anti Radang)
Injeksi kortikosteroid atau injeksi anti radang dapat membantu mengatasi keluhan nyeri akibat peradangan pada bagian yang terkena saraf kejepit.
Injeksi kortikosteroid merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi keluhan nyeri akibat saraf kejepit yang bersifat kronik (sudah lama).
Berapa biaya yang harus disiapkan untuk Injeksi Kortikosteroid?
Biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali terapi injeksi kortikosteroid kurang lebih Rp.1.000.000,- Rp.1.500.000,- per kali injeksi.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.