Nyeri Lutut pada Remaja, Rehabilitasi Penyakit Osgood-Schlatter

Rabu, 21 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Rabu, 21 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Nyeri lutut pada remaja merupakan keluhan yang sering muncul, terutama pada remaja yang aktif bergerak dan berolahraga. Pada masa pertumbuhan, tulang, otot, dan tendon mengalami perubahan cepat sehingga sendi lutut menjadi lebih rentan terhadap stres berulang. Salah satu penyebab tersering nyeri lutut pada remaja adalah penyakit Osgood-Schlatter, yaitu gangguan pertumbuhan tulang di bawah tempurung lutut yang sering terjadi pada usia pubertas.

Keluhan nyeri lutut pada remaja sering dianggap ringan dan akan hilang sendiri. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, nyeri dapat berlangsung lama, mengganggu aktivitas sekolah dan olahraga, serta menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai penyebab, gejala, serta tatalaksana awal Osgood-Schlatter sangat penting bagi remaja dan orang tua.

 

Apa Saja Penyebab Nyeri Lutut pada Remaja?

Nyeri lutut pada remaja dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, baik akibat penggunaan berlebihan maupun proses pertumbuhan. Salah satu faktor utama adalah aktivitas fisik yang intens seperti berlari, melompat, dan olahraga kompetitif. Gerakan berulang tersebut memberi tekanan besar pada sendi lutut dan jaringan di sekitarnya.

Selain itu, pertumbuhan tulang yang cepat membuat otot dan tendon relatif lebih pendek dan kaku, sehingga meningkatkan tarikan pada tulang. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri lutut pada remaja meskipun tidak ada cedera langsung. Faktor lain yang berperan meliputi kelemahan otot paha, kurangnya peregangan, teknik olahraga yang tidak tepat, serta penggunaan alas kaki yang kurang mendukung.

Gangguan tertentu seperti sindrom patellofemoral, tendinitis patela, dan penyakit Osgood-Schlatter merupakan penyebab paling sering nyeri lutut pada remaja yang aktif secara fisik.

 

Apa Itu Penyakit Osgood-Schlatter dan Kenapa Bisa Menimbulkan Nyeri Lutut pada Remaja?

nyeri lutut

Penyakit Osgood-Schlatter adalah gangguan pertumbuhan tulang yang terjadi di bagian atas tulang kering, tepat di bawah tempurung lutut. Pada area ini terdapat titik perlekatan tendon patela yang menghubungkan otot paha depan dengan tulang kering. Pada remaja yang sedang tumbuh, area ini masih lunak dan rentan terhadap tarikan berulang.

Saat remaja berlari, melompat, atau berlutut, otot paha depan menarik tendon patela secara berulang. Tarikan ini menimbulkan iritasi dan peradangan pada tulang yang sedang tumbuh, sehingga muncul nyeri lutut pada remaja. Nyeri biasanya terasa saat aktivitas dan berkurang saat istirahat.

Penyakit ini paling sering terjadi pada remaja usia 10–15 tahun yang aktif berolahraga seperti sepak bola, basket, voli, dan atletik. Meski bersifat jinak dan akan membaik seiring selesainya masa pertumbuhan, Osgood-Schlatter tetap dapat menyebabkan nyeri lutut pada remaja dalam jangka waktu yang cukup lama jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Apa Saja Tanda dan Gejala Awal Penyakit Osgood-Schlatter?

Gejala utama penyakit Osgood-Schlatter adalah nyeri lutut pada remaja yang terlokalisasi di bawah tempurung lutut. Nyeri biasanya muncul secara bertahap dan terasa semakin berat saat beraktivitas fisik seperti berlari, melompat, atau naik turun tangga.

Selain nyeri, dapat muncul benjolan tulang kecil di bagian atas tulang kering yang terasa nyeri saat ditekan. Area tersebut juga dapat tampak sedikit bengkak dan terasa hangat. Pada beberapa remaja, lutut terasa kaku setelah aktivitas atau saat bangun dari posisi duduk lama.

Nyeri lutut pada remaja dengan Osgood-Schlatter sering kali bersifat satu sisi, tetapi dapat juga terjadi pada kedua lutut. Meskipun nyeri biasanya berkurang saat istirahat, aktivitas yang berulang tanpa pemulihan cukup dapat memperpanjang keluhan.

 

Kapan Keluhan Nyeri Lutut pada Remaja Harus Ditangani oleh Sp.K.F.R.?

Sebagian besar kasus nyeri lutut pada remaja akibat Osgood-Schlatter dapat ditangani secara konservatif di rumah. Namun, konsultasi ke dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.K.F.R.) diperlukan bila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sp.K.F.R. berperan penting dalam menilai kondisi lutut secara menyeluruh dan menyusun program rehabilitasi yang aman. Penanganan berfokus pada pengurangan nyeri, perbaikan fungsi lutut, serta pencegahan kekambuhan.

Tatalaksana awal meliputi edukasi mengenai modifikasi aktivitas, pengurangan olahraga berdampak tinggi, serta pemberian latihan peregangan dan penguatan otot paha. Sp.K.F.R. juga dapat merekomendasikan kompres dingin setelah aktivitas, penggunaan penyangga lutut, serta latihan yang sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhan remaja.

Remaja dianjurkan kembali berolahraga secara bertahap setelah nyeri berkurang, dengan penekanan pada pemanasan, peregangan, dan teknik gerak yang benar. Dengan pendekatan rehabilitatif yang tepat, nyeri lutut pada remaja akibat Osgood-Schlatter umumnya dapat terkontrol dengan baik tanpa memerlukan tindakan bedah.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui