Bermain padel secara berulang dapat menyebabkan nyeri siku sesudah padel pada banyak pemain, mirip dengan tennis elbow yang umum terjadi pada petenis. Pada kasus ini, penyebab utamanya adalah ketegangan berlebih pada tendon otot ekstensor pergelangan tangan di sisi luar siku. Tulisan ini membahas penyebab nyeri siku sesudah padel, cara membedakan tennis elbow dari penyebab nyeri siku lainnya, penanganan awal yang bisa dilakukan, serta tatalaksana regeneratif dan rehabilitatif untuk menyembuhkan tennis elbow secara menyeluruh.
Sebagian besar nyeri siku sesudah padel disebabkan oleh lateral epicondylitis atau tennis elbow. Berikut ini penyebab-penyebab utama:
Penyebab tersering adalah gerakan backhand yang berulang dengan teknik yang kurang tepat. Menggunakan pergelangan tangan terlalu aktif atau menggenggam raket terlalu kuat menyebabkan tendon ekstensor pergelangan (terutama extensor carpi radialis brevis) mengalami penekanan berlebihan. Seiring waktu, tendon ini mengalami iritasi, mikro-robekan, dan peradangan, sehingga muncul nyeri di sisi luar siku saat bergerak atau mengangkat benda.
Meski lebih jarang pada padel, dapat muncul bila gerakan forehand yang agresif atau memukul bola mengakibatkan stres berlebih pada sisi dalam siku (tendon fleksor pergelangan). Gejalanya serupa namun terasa di sisi dalam siku.
Perpindahan mendadak atau jatuh dapat menyebabkan keseleo ligamen di sekitar siku atau memar otot lengan bawah, yang juga menimbulkan nyeri siku setelah bermain.
Benturan atau tekanan berulang di ujung siku bisa menyebabkan radang bursa olekranon, menimbulkan benjolan lunak dan nyeri di puncak siku.
Saraf radial dapat terjepit (radial tunnel syndrome) karena peradangan otot, menyebabkan nyeri menjalar dari luar siku ke lengan bawah meski tanpa cedera tendon eksplisit.
Secara garis besar, tennis elbow akibat overuse adalah penyebab dominan nyeri siku sesudah padel. Faktor risiko tambahan termasuk memakai raket terlalu berat, pegangan raket terlalu kencang, teknik ayunan yang buruk, atau frekuensi latihan yang terlalu tinggi tanpa istirahat.
Untuk mengenali apakah nyeri siku sesudah padel adalah tennis elbow atau gangguan lain, perhatikan ciri khas berikut:
Dengan demikian, tennis elbow dicurigai bila nyeri siku sesudah padel terjadi secara bertahap di sisi luar siku, terutama saat aktivitas yang membebani ekstensor pergelangan tangan. Gangguan lain (golfer’s elbow, bursitis, neuropati) ditandai oleh lokasi sakit atau gejala spesifik berbeda. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan jika diagnosis kurang jelas.
Saat merasakan nyeri siku sesudah padel, langkah awal berikut dapat dilakukan di rumah sebelum ke dokter:
Jika setelah 1–2 minggu pengobatan mandiri di atas nyeri belum berkurang, atau bahkan semakin parah (misalnya nyeri muncul saat istirahat atau beraktivitas ringan), sebaiknya periksakan ke dokter. Terutama bila nyeri menghambat fungsi tangan (sulit menggenggam, mengangkat), atau terjadi pembengkakan dan kemerahan yang tidak wajar.
Setelah penanganan awal dan diagnosis tennis elbow ditetapkan, berikut langkah tatalaksana yang biasanya diberikan oleh spesialis rehabilitasi medik:
Fisioterapi dan Latihan Rehabilitasi: Ini adalah pilar utama perawatan tennis elbow. Program fisioterapi disesuaikan dengan kondisi dan fase penyembuhan pasien. Umumnya mencakup:
Hasil dari teknik regeneratif di atas bervariasi. Ulasan 2025 menunjukkan pasien yang mendapatkan injeksi PRP atau proloterapi cenderung mengalami pemulihan fungsi dan penurunan nyeri yang lebih besar daripada yang hanya menjalani fisioterapi atau ESWT saja dalam dua tahun. Sementara itu, penelitian lain menemukan efek jangka panjang PRP mirip plasebo, menyoroti kebutuhan untuk pemilihan pasien yang tepat. Dokter akan mempertimbangkan faktor usia, derajat cedera tendon, dan hasil pengobatan sebelumnya sebelum merekomendasikan injeksi ini.
Tatalaksana Khusus Lainnya:
Sangat penting memberikan penjelasan tentang kondisi ini dan membimbing pasien menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Pengurangan penggunaan tangan dominan untuk sementara, atau teknik mengangkat yang baik, dapat mencegah kambuhnya nyeri.
Penggantian Teknik dan Perlengkapan: Ahli fisioterapi atau pelatih mungkin menyarankan perubahan cara memukul atau menggunakan raket padel yang lebih ringan. Menambah latihan penguatan tangan yang berfokus pada teknik juga dapat membantu mencegah cedera ulang.
Hanya dipertimbangkan jika semua terapi non-bedah gagal setelah 6–12 bulan, dan tendon masih sering robek. Operasi sederhana memotong sebagian tendon yang menipis (debridement) bisa mengurangi tekanan dan gejala, tetapi jarang diperlukan.
Dengan kombinasi terapi fisioterapi dan tindakan regeneratif yang tepat, kebanyakan penderita tennis elbow (termasuk nyeri siku sesudah padel) dapat pulih sepenuhnya. Latihan harus dilanjutkan secara berkala meski gejala berkurang, untuk memastikan tendon kembali kuat. Sabar dan konsisten dalam rehabilitasi adalah kunci, karena perbaikan fungsi siku biasanya terjadi bertahap dalam beberapa bulan.
Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, hubungi Klinik Flex-Free agar Anda bebas beraktivitas, bebas berkarya, dan mandiri setiap hari.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561Klinik Flex-Free Tangerang
Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277