Bermain padel secara berulang dapat menyebabkan nyeri siku sesudah padel pada banyak pemain, mirip dengan tennis elbow yang umum terjadi pada petenis. Pada kasus ini, penyebab utamanya adalah ketegangan berlebih pada tendon otot ekstensor pergelangan tangan di sisi luar siku. Tulisan ini membahas penyebab nyeri siku sesudah padel, cara membedakan tennis elbow dari penyebab nyeri siku lainnya, penanganan awal yang bisa dilakukan, serta tatalaksana regeneratif dan rehabilitatif untuk menyembuhkan tennis elbow secara menyeluruh.
1) Apa Penyebab Nyeri Siku Sesudah Padel ?
Sebagian besar nyeri siku sesudah padel disebabkan oleh lateral epicondylitis atau tennis elbow. Berikut ini penyebab-penyebab utama:
- Tenis elbow (lateral epicondylitis)
Penyebab tersering adalah gerakan backhand yang berulang dengan teknik yang kurang tepat. Menggunakan pergelangan tangan terlalu aktif atau menggenggam raket terlalu kuat menyebabkan tendon ekstensor pergelangan (terutama extensor carpi radialis brevis) mengalami penekanan berlebihan. Seiring waktu, tendon ini mengalami iritasi, mikro-robekan, dan peradangan, sehingga muncul nyeri di sisi luar siku saat bergerak atau mengangkat benda.
- Golfer’s elbow (medial epicondylitis)
Meski lebih jarang pada padel, dapat muncul bila gerakan forehand yang agresif atau memukul bola mengakibatkan stres berlebih pada sisi dalam siku (tendon fleksor pergelangan). Gejalanya serupa namun terasa di sisi dalam siku.
Perpindahan mendadak atau jatuh dapat menyebabkan keseleo ligamen di sekitar siku atau memar otot lengan bawah, yang juga menimbulkan nyeri siku setelah bermain.
Benturan atau tekanan berulang di ujung siku bisa menyebabkan radang bursa olekranon, menimbulkan benjolan lunak dan nyeri di puncak siku.
Saraf radial dapat terjepit (radial tunnel syndrome) karena peradangan otot, menyebabkan nyeri menjalar dari luar siku ke lengan bawah meski tanpa cedera tendon eksplisit.
Secara garis besar, tennis elbow akibat overuse adalah penyebab dominan nyeri siku sesudah padel. Faktor risiko tambahan termasuk memakai raket terlalu berat, pegangan raket terlalu kencang, teknik ayunan yang buruk, atau frekuensi latihan yang terlalu tinggi tanpa istirahat.
2) Membedakan Tennis Elbow dengan Penyebab Lain Nyeri Siku
Untuk mengenali apakah nyeri siku sesudah padel adalah tennis elbow atau gangguan lain, perhatikan ciri khas berikut:
- Lokasi Nyeri: Tennis elbow menimbulkan rasa nyeri di sisi luar (lateral) siku, tepat di tempat perlekatan tendon ekstensor. Jika nyeri di sisi dalam (medial) siku, kemungkinan golfer’s elbow. Nyeri di puncak siku mungkin dari bursitis olekranon. Sementara rasa nyeri yang menjalar ke ibu jari atau jari kelingking dapat menandakan gangguan saraf.
- Pemicu Nyeri: Pada tennis elbow, nyeri timbul saat menggenggam kuat, mengangkat benda, atau menekan telapak tangan seperti jari tengah menolak (Cozen’s test). Pada golfer’s elbow, gerakan menekuk pergelangan tangan melawan resistensi memicu nyeri. Beda halnya dengan cedera ligamen atau otot, yang umumnya muncul setelah trauma atau peregangan berlebihan.
- Pemeriksaan Klinis: Dokter fisioterapi atau orthopedi akan menekan titik tertentu untuk menilai nyeri. Nyeri saat menekan sisi luar siku mengarah ke tennis elbow. Tes fisik seperti Cozen’s atau Mill’s test (tekan pergelangan dengan lengan lurus) akan positif pada tennis elbow. Pemeriksaan saraf (misalnya tes ketahanan jari atau sentuhan) membantu mengesampingkan kompresi saraf.
- Durasi dan Riwayat: Tennis elbow biasanya berkembang perlahan akibat penggunaan repetitif, bukan cedera mendadak. Jika nyeri muncul setelah satu insiden spesifik, kemungkinan cedera akut (seperti keseleo) lebih besar daripada tendinopati.
Dengan demikian, tennis elbow dicurigai bila nyeri siku sesudah padel terjadi secara bertahap di sisi luar siku, terutama saat aktivitas yang membebani ekstensor pergelangan tangan. Gangguan lain (golfer’s elbow, bursitis, neuropati) ditandai oleh lokasi sakit atau gejala spesifik berbeda. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan jika diagnosis kurang jelas.
3) Penanganan Awal Nyeri Siku Sesudah Padel
Saat merasakan nyeri siku sesudah padel, langkah awal berikut dapat dilakukan di rumah sebelum ke dokter:
- Istirahat Ringan: Berhenti bermain padel atau aktivitas lain yang membebani siku minimal 1–2 minggu. Biarkan tendon yang meradang mendapatkan waktu istirahat agar tidak semakin parah.
- Kompres Es (Cold Pack): Tempelkan kantong es di bagian luar siku 15–20 menit beberapa kali sehari untuk meredakan nyeri dan pembengkakan akut. Hindari mengompres es terus-menerus agar tidak menyebabkan pembekuan dingin kulit.
- Penopang atau Penyangga Siku: Gunakan strap khusus tennis elbow (counterforce brace) di sekitar lengan bawah, tepat di bawah siku. Alat ini membantu mengurangi beban pada tendon yang sakit saat bergerak atau mengangkat.
- Obat Pereda Nyeri: Minum obat pereda nyeri ringan seperti parasetamol atau ibuprofen jika diperlukan untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, konsumsi NSAID (ibuprofen, naproksen) sebaiknya tidak berlebihan. Hindari mengoles salep hangat/obat koyo panas pada fase akut karena dapat memperparah inflamasi.
- Latihan Ringan: Setelah 2–3 hari istirahat, mulai lakukan peregangan lembut pada otot lengan bawah. Misalnya, luruskan lengan depan sejajar lantai, gunakan tangan sehat untuk menekuk pergelangan tangan yang sakit perlahan ke atas dan ke bawah (stretcing tendon). Jangan paksakan jika masih sangat sakit.
- Perubahan Teknik: Pertimbangkan memodifikasi cara bermain padel — gunakan teknik ayunan yang lebih baik, pegang raket dengan santai, atau turunkan kekencangan pegangan. Mengganti raket atau senar dengan yang lebih ringan dan fleksibel juga dapat membantu mengurangi getaran yang diteruskan ke siku.
Jika setelah 1–2 minggu pengobatan mandiri di atas nyeri belum berkurang, atau bahkan semakin parah (misalnya nyeri muncul saat istirahat atau beraktivitas ringan), sebaiknya periksakan ke dokter. Terutama bila nyeri menghambat fungsi tangan (sulit menggenggam, mengangkat), atau terjadi pembengkakan dan kemerahan yang tidak wajar.
4) Tatalaksana Regeneratif dan Rehabilitatif Tennis Elbow
Setelah penanganan awal dan diagnosis tennis elbow ditetapkan, berikut langkah tatalaksana yang biasanya diberikan oleh spesialis rehabilitasi medik:
Fisioterapi dan Latihan Rehabilitasi: Ini adalah pilar utama perawatan tennis elbow. Program fisioterapi disesuaikan dengan kondisi dan fase penyembuhan pasien. Umumnya mencakup:
- Peregangan dan Pemanasan: Peregangan otot-otot lengan bawah (ekstensor dan fleksor pergelangan) sebelum latihan utama untuk meningkatkan fleksibilitas dan aliran darah.
- Latihan Penguatan Eccentric: Latihan penurunan pergelangan secara perlahan (eccentric wrist curl) dengan beban ringan (misalnya berpegangan dumbbell 1–2 kg), dipercaya sangat efektif mengurangi nyeri dan memperbaiki kekuatan tendon. Contohnya, pegang beban dengan punggung tangan ke atas, lalu perlahan turunkan tangan bawah ke posisi lurus walau terasa menarik di sisi luar siku.
- Latihan Penguatan Isometrik: Tahan pergelangan atau jari dalam posisi tertentu untuk memperkuat otot tanpa gerakan dinamis pada fase awal. Misalnya, tekan tangan ke dinding dengan posisi sudut siku tertentu.
- Latihan Otot Pendukung: Memperkuat otot bahu, punggung atas, dan inti tubuh (core stability) untuk memastikan gerakan lengan yang lebih stabil dan mengurangi beban langsung ke siku.
- Terapi Manual: Pijatan lembut, trigger point release, atau friction massage pada otot lengan bawah dapat membantu mengendurkan otot dan meningkatkan pemulihan tendon.
- Modalitas Pendukung: Fisioterapis dapat menggunakan ultrasound atau terapi laser frekuensi rendah untuk mengurangi peradangan. Selain itu, terapis akan mengajarkan cara istirahat ergonomis dan teknik aktivitas sehari-hari untuk mencegah iritasi lebih lanjut.
- Latihan biasanya dilakukan secara teratur, bahkan beberapa kali sehari, selama beberapa minggu hingga bulan. Penelitian terkini menunjukkan bahwa latihan program konservatif ini mampu meredakan nyeri hingga 40% dan meningkatkan fungsi tangan hingga 30–35% dalam beberapa minggu.
- Alat Bantu: Selain strap pada lengan bawah, penyangga siku elastis atau taping dapat direkomendasikan untuk memberikan stabilitas tambahan selama latihan atau saat olahraga. Memakai perban kompresi lembut juga membantu mengurangi pembengkakan.
- Injeksi Terapi (Regeneratif): Jika gejala nyeri siku sesudah padel tidak kunjung pulih setelah 6–12 minggu terapi konservatif intensif, spesialis dapat menawarkan terapi injeksi. Pilihan yang kini banyak digunakan adalah:
- Platelet-Rich Plasma (PRP): Darah pasien diambil dan diproses untuk menghasilkan plasma kaya trombosit yang kemudian disuntikkan ke area tendon yang bermasalah. Faktor pertumbuhan dalam PRP dapat merangsang perbaikan jaringan tendon. Beberapa studi membuktikan PRP menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi lebih baik dibanding latihan saja dalam jangka panjang.
- Proloterapi (Suntik Dekstrosa): Larutan gula (dekstrosa) disuntikkan ke sekitar tendon yang cedera, bertujuan merangsang respons penyembuhan. Proloterapi juga menunjukkan hasil klinis yang baik dalam mengurangi nyeri dalam studi jangka panjang.
- Terapi Gelombang Kejut (ESWT): Shockwave dipancarkan ke area siku untuk memicu proses penyembuhan tendon. Efikasinya masih diperdebatkan; beberapa penelitian melaporkan perbaikan nyeri ringan, sementara yang lain belum menemukan bukti pasti.
- Kortikosteroid: Suntikan steroid dapat diberikan untuk meredakan nyeri parah atau pembengkakan akut. Namun, efek steroid biasanya hanya jangka pendek (sekitar 1 bulan) dan berulang dapat menipiskan jaringan tendon. Oleh karena itu, injeksi steroid umumnya menjadi pilihan sementara bila terapi lain belum cukup mengurangi nyeri.
- Terapi Eksperimental: Dalam konteks regeneratif, beberapa penelitian baru mengeksplorasi injeksi sel punca atau sekretom (faktor pertumbuhan sel punca). Walaupun menjanjikan, terapi ini masih dalam tahap uji klinis dan belum umum diterapkan.
Hasil dari teknik regeneratif di atas bervariasi. Ulasan 2025 menunjukkan pasien yang mendapatkan injeksi PRP atau proloterapi cenderung mengalami pemulihan fungsi dan penurunan nyeri yang lebih besar daripada yang hanya menjalani fisioterapi atau ESWT saja dalam dua tahun. Sementara itu, penelitian lain menemukan efek jangka panjang PRP mirip plasebo, menyoroti kebutuhan untuk pemilihan pasien yang tepat. Dokter akan mempertimbangkan faktor usia, derajat cedera tendon, dan hasil pengobatan sebelumnya sebelum merekomendasikan injeksi ini.
Tatalaksana Khusus Lainnya:
Sangat penting memberikan penjelasan tentang kondisi ini dan membimbing pasien menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Pengurangan penggunaan tangan dominan untuk sementara, atau teknik mengangkat yang baik, dapat mencegah kambuhnya nyeri.
Penggantian Teknik dan Perlengkapan: Ahli fisioterapi atau pelatih mungkin menyarankan perubahan cara memukul atau menggunakan raket padel yang lebih ringan. Menambah latihan penguatan tangan yang berfokus pada teknik juga dapat membantu mencegah cedera ulang.
Hanya dipertimbangkan jika semua terapi non-bedah gagal setelah 6–12 bulan, dan tendon masih sering robek. Operasi sederhana memotong sebagian tendon yang menipis (debridement) bisa mengurangi tekanan dan gejala, tetapi jarang diperlukan.
Dengan kombinasi terapi fisioterapi dan tindakan regeneratif yang tepat, kebanyakan penderita tennis elbow (termasuk nyeri siku sesudah padel) dapat pulih sepenuhnya. Latihan harus dilanjutkan secara berkala meski gejala berkurang, untuk memastikan tendon kembali kuat. Sabar dan konsisten dalam rehabilitasi adalah kunci, karena perbaikan fungsi siku biasanya terjadi bertahap dalam beberapa bulan.
Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, hubungi Klinik Flex-Free agar Anda bebas beraktivitas, bebas berkarya, dan mandiri setiap hari.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.