Nyeri Punggung Bawah Akibat Lordosis

04 November 2020 , Flex Free
04 November 2020
Flex Free

Lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang terlalu melengkung ke dalam.

Kelainan bentuk tulang belakang ini paling sering terjadi di punggung bawah, yang disebut dengan lumbar lordosis.

Bergantung lokasinya, kelainan bentuk tulang belakang ini dapat menyebabkan perut dan bokong penderitanya menonjol.

Penderitanya bisa kesulitan untuk berbaring telentang di lantai karena lengkungan tulang belakangnya.

Lordosis biasanya tidak menimbulkan gejala, akan tetapi bila berat dapat menyebabkan nyeri dan bisa memerlukan pembedahan.

Penyebab Lordosis

Penyebab kelainan bentuk tulang belakang ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya lordosis.

  • Lordosis kongenital, yaitu lordosis yang terjadi sejak lahir.
  • Lordosis postural, disebabkan oleh postur yang tidak sempurna. Kelebihan berat badan atau kelemahan otot abdomen (perut) dapat meningkatkan risiko karena dapat menyebabkan regangan punggung bawah.
  • Lordosis setelah pembedahan, terjadi karena pembedahan tulang belakang yang menyebabkan tulang menjadi kurang stabil.
  • Lordosis traumatik, disebabkan karena cedera pada tulang belakang, misalnya patah tulang.
  • Lordosis neuromuskular, disebabkan karena berbagai kondisi neuromuskular, termasuk distrofi otot dan serebral palsy.
  • Lordosis sekunder, terjadi akibat kondisi lain, kemungkinan akibat kelainan bentuk tulang belakang lainnya, misalnya kifosis atau skoliosis, atau kondisi yang mempengaruhi sendi panggul
  • Obesitas. Berat badan yang sangat berlebihan dapat menyebabkan tulang dan otot “tertarik ke belakang” untuk menyeimbangkan tubuh.
  • Osteoporosis. Tulang menjadi rapuh dan dapat menyebabkan lengkungan berlebihan.
  • Spondylolisthesis. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang (vertebra) tergelincir ke depan sehingga terjadi lordosis.

Nyeri Punggung Bawah akibat Lordosis

Meningkatnya sudut lordosis akan meningkatkan regangan atau stress di bagian depan dan menggeser pusat gravitasi ke anterior.

Meningkatnya sudut dan stress tersebut diperkirakan berkaitan dengan postur yang buruk dan nyeri punggung.

Akan tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa nyeri pinggang tidak secara langsung berkaitan dengan lordosis lumbar.

Ada berbagai faktor yang juga berperan pada lordosis lumbar.

Faktor-faktor seperti kelemahan otot badan, otot punggung yang pendek, otot paha dan hamstring yang lemah, dapat menyebabkan nyeri punggung bawah.

Diagnosis Lordosis

Dokter umumnya dapat mendiagnosis dengan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan lain yang diperlukan misalnya pemeriksaan sinar-X, MRI, atau CT-scan untuk memastikan diagnosis.

Bila disebabkan karena cedera atau kondisi medis lain, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mendiagnosis penyebabnya.

Penanganan Lordosis

Bila lengkungan tulang belakang tidak terlalu berat, penanganan mungkin tidak diperlukan.

Ketika diperlukan, penanganan lordosis bergantung pada penyebabnya.

Misalnya, lordosis postural akibat kelemahan otot atau kelebihan berat badan, dapat diatasi dengan terapi fisik dan kontrol berat badan.

Bila terjadi pada anak, dokter dapat merekomendasikan penggunaan penyangga punggung untuk mencegah lengkungan tulang belakang bertambah seiring dengan pertumbuhan anak.

Lordosis berat atau yang disertai dengan gangguan saraf dapat memerlukan pembedahan.

Penanganan konservatif  untuk lordosis antara lain:

  1. Obat anti nyeri dan anti peradangan
  2. Terapi fisik (untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan meningkatkan rentang gerak)
  3. Mengurangi berat bedan hingga ideal

Terapi Fisik untuk Lordosis

Olahraga

  1. Hip flexor stretch

Untuk melakukan peregangan ini, mulailah dengan posisi berlutut pada permukaan yang lembut, misalnya matras yoga.

hip flexor stretch

Sumber gambar: backintelligence.com

  • Posisikan kaki kanan di depan badan sehingga lutut membentuk sudut 90 derajat.
  • Tarik bahu ke bawah dan belakang, tanpa melengkungkan punggung, jaga pelvis dan tulang belakang tetap stabil.
  • Condongkan badan ke panggul kanan sambil menjaga lutut kiri tetap di lantai, dan pelvis menghadap ke depan.
  • Tahan regangan selama 30–45 detik, dan ulangi sebanyak 2–5 kali pada masing-masing panggul.

Bila masih terasa nyaman, condongkan badan lebih maju lagi untuk memperdalam regangan.

  1. Cat-Cow Pose

cat cow pose

Sumber gambar: www.lifewithcancer.org

Untuk melakukan pose ini, mulai dengan meletakkan tangan dan lutut di lantai atau matras yoga.

  • Posisikan kedua lutut sejajar panggul, dengan jari-jari kaki fleksi.
  • Posisikan kedua tangan tepat di bawah bahu, menghadap ke depan dan dengan jarak sejajar bahu.
  • Gunakan otot abdomen untuk menggerakkan tulang belakang ke posisi netral, dan lurus.
  • Keluarkan napas dan dengan perlahan lengkungkan tulang belakang ke arah atap, sehingga kepala mengarah ke bawah, tahan posisi ini selama 10–15 detik.
  • Tarik napas dan relaksasikan tulang belakang, sehingga perut dapat ‘jatuh’ ke bawah, tahan posisi ini selama 10–15 detik.
  • Kembali ke posisi netral.
  1. Supine hollowing

supine hollowing lordosis

Sumber gambar: www.acefitness.org

Untuk melakukan gerakan ini:

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan telapak kaki datar di lantai, sekitar 5 cm dari bokong.
  • Rentangkan kedua lengan ke samping sejajar dengan bahu.
  • Tarik napas dalam dan biarkan bahu rileks.
  • Tarik bahu ke bawah dan belakang, tanpa melengkugnkan punggung, tahan posisi ini selama latihan.
  • Lakukan gerakan Kegel (mengkontraksikan otot dasar panggul seperti sedang menahan buang air kecil) dengan lembut.
  • Tarik pusar masuk ke arah perut tanpa menggerakkan panggul ataupun tulang iga.
  • Lakukan gerakan Kegel bersamaan dengan menarik perut ke arah dalam, dan ulangi gerakan sambil tetap bernapas dengan normal.

Bila sudah mahir dengan gerakan di atas, latihan berikut ini dapat ditambahkan:

  • Angkat satu tungkai sekitar 7,5–15 cm dari lantai tanpa menggerakkan torso.
  • Angkat kaki dari lantai dan gerakkan menjauhi bokong sekitar 7,5–15 cm tanpa menggerakkan torso.

Bila gerakan-gerakan latihan di atas menyebabkan nyeri atau memperburuk gejala, hentikan latihan dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Agar latihan bervariasi, pasien juga dapat melakukan olahraga lainnya.

Olahraga yang direkomendasikan adalah, jalan kaki, berenang dan cross-training.

Olahraga kontak seperti bola basket harus dihindari.

Selain latihan-latihan di atas, untuk membantu mengatasi rasa nyeri punggung bawah akibat lordosis, postur yang benar ketika duduk, berdiri dan berjalan harus diterapkan.

 

 

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/lordosis
  • https://www.physio-pedia.com/Low_Back_Pain_Related_to_Hyperlordosis
  • https://www.spineuniverse.com/conditions/spinal-disorders/closer-look-lordosis
  • https://www.spineuniverse.com/treatments/how-doctors-diagnose-treat-lordosis

Artikel lain

Informasi CS Hub. 085858646477