Obat Nyeri Sendi dan Otot Kaku

16 Desember 2020 , Flex Free
16 Desember 2020
Flex Free

Sendi menghubungkan tulang dan membantu pergerakan. Setiap kerusakan pada sendi akibat penyakit atau cedera dapat mengganggu pergerakan dan menyebabkan nyeri.

Nyeri sendi sangat sering terjadi. Berbagai hal dapat menyebabkan nyeri sendi, seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, gout (asam urat), teregang, terkilir, dan cedera lainnya.

Nyeri sendi yang paling sering terjadi adalah nyeri lutut, diikuti dengan nyeri bahu dan panggul. Akan tetapi bagian tubuh lainnya juga dapat mengalami masalah pada sendi. Seiring dengan pertambahan usia, nyeri sendi lebih sering terjadi.

Nyeri atau kaku otot wajar dirasakan setelah bekerja, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah, terutama bila Anda:

  • Melakukan sesuatu yang jarang Anda lakukan (tidak terbiasa), misalnya Anda biasa jogging lalu tiba-tiba lari marathon.
  • Tiba-tiba melakukan olahraga dengan intensitas berat atau durasi lebih lama.
  • Melakukan gerakan yang berdampak pada pemanjangan otot (misalnya berjalan turun bukit atau merentangkan lengan saat melakukan gerakan ‘bicep curl’)

Perubahan-perubahan yang tiba-tiba tersebut dapat menyebabkan cedera-cedera kecil dan jaringan ikat. Cedera tersebut yang dapat menimbulkan otot kaku dan nyeri.

Obat Nyeri Sendi dan Otot Kaku

Ada beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri sendi dan otot kaku. Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan penyebab masalah pada sendi dan otot, agar obat nyeri sendi dan otot kaku yang diberikan dapat maksimal.

Tujuan dari pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri dan peradangan dan mempertahankan fungsi sendi.

Berikut ini beberapa obat nyeri sendi dan otot kaku yang sering digunakan.

  1. Anti radang

Obat anti radang atau anti inflamasi non steroid (OAINS) digunakan untuk nyeri sendi sedang hingga berat yang disertai dengan pembengkakan.

Obat golongan ini misalnya aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Golongan terbaru dari OAINS disebut dengan inhibitor.

Efek samping OAINS antara lain perdarahan saluran pencernaan. Hindari menggunakan obat golongan ini bila Anda memiliki masalah ulkus lambung, atau penyakit lainnya.

  1. Anti nyeri

Bila nyeri sendi dan otot kaku ringan dan tidak ada pembengkakan, Anda dapat menggunakan parasetamol. Akan tetapi hati-hati menggunakan obat ini karena dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan liver.

  1. Obat topikal (obat yang digunakan langsung di kulit)

Zat yang ditemukan di cabai, capsaicin, dapat meredakan nyeri sendi dan otot. Capsaicin dapat memblokir substansi yang mentransmisi sinyal nyeri, dan mencetuskan pelepasan endorphin yang dapat memblokir nyeri.

Efek samping dari penggunaan capsaicin yaitu rasa terbakar atau tersengat. Obat topikal lainnya yang dapat digunakan adalah metil salisilat.

  1. Injeksi kortikosteroid

Apabila nyeri sendi tidak hilang dengan obat oral (minum) ataupun topikal (oles), dokter akan memberikan suntikan steroid, yang mungkin juga dikombinasikan dengan obat anestesi lokal langsung ke sendi setiap tiga atau empat bulan sekali.

Prosedur injeksi lainnya misalnya mengeluarkan cairan dalam sendi yang seringkali dilakukan berkaitan dengan injeksi steroid.

  1. Injeksi hyaluronat.

Injeksi hyaluronat diberikan pada kasus nyeri sendi akibat osteoarthritis.

  1. Relaksan otot

Relaksan otot diberikan untuk menangani spasme otot atau otot kaku. Obat ini biasanya diberikan bersamaan dengan OAINS untuk meningkatkan efeknya.

  1. Anti gout

Obat ini digunakan sebagai obat nyeri sendi apabila nyeri disebabkan oleh karena masalah asam urat.

  1. Obat-obat penekan sistem imun

Obat golongan ini digunakan untuk mengobati nyeri sendi akibat penyakit arthritis psoriatik dan rheumatoid arthritis.

Penanganan Nyeri Sendi dan Otot Kaku di Rumah

Selain penggunaan obat nyeri sendi dan otot kaku, Anda dapat mencoba meredakan nyeri dengan cara berikut.

  1. Metode PRICE
  • Protect. Lindungi sendi dengan brace atau bebat
  • Rest. Istirahatkan sendi, hindari aktivitas yang menyebabkan nyeri
  • Ice. Kompres dengan es selama 15 menit beberapa kali sehari
  • Compress. Tekan/bebat sendi dengan perban elastis
  • Elevate. Tinggikan sendi di atas jantung ketika berbaring

Penggunaan kompres es pada sendi yang sakit dapat meredakan nyeri dan peradangan. Untuk otot kaku, gunakan kompres hangat beberapa kali sehari.

Hindari mengistirahatkan atau membebat sendi terlalu lama karena justru dapat membuat sendi menjadi kaku.

Mengompres menggunakan es segera setelah cedera sendi dapat menghentikan peradangan. Setelah peradangan mereda, kompres hangat dapat melancarkan aliran darah.

  1. Suplemen

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa glukosamin dan kondroitin dapat membantu meredakan nyeri sendi dan memperbaiki fungsi sendi.

Meskipun kedua suplemen ini tidak selalu bermanfaat untuk semua orang, suplemen ini aman digunakan karena tidak ada efek samping yang signifikan.

Terapi Fisik

Selain penggunaan obat nyeri sendi dan suplemen, penanganan untuk nyeri sendi dan otot kaku selanjutnya adalah terapi fisik. Terapi fisik bisa dengan ultrasound, terapi panas atau dingin, stimulasi listrik, dan manipulasi.

Terapi fisik bertujuan untuk menguatkan otot di sekitar sendi, menstabilkan sendi dan memperbaiki rentang gerak sendi.

Dan apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan adalah cara terbaik untuk mengurangi beban pada sendi.

Mencegah Nyeri Sendi dan Otot Kaku

Penelitian menunjukkan bahwa peregangan sebelum berolahraga tidak terlalu efektif mencegah nyeri otot atau cedera sendi. Peregangan sebaiknya dilakukan setelah otot ‘panas’.

Beberapa suplemen seperti antioksidan dan vitamin C disebut dapat mencegah nyeri otot. Akan tetapi konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengkonsumsi suplemen-suplemen tersebut.

Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa suplemen protein dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah olahraga berat.

Cara terbaik untuk mencegah nyeri sendi dan otot adalah dengan memulai  olahraga ringan secara teratur dan menaikkan intensitas secara bertahap.

Ketika mengalami nyeri sendi dan otot, Anda mungkin merasa hanya ingin berbaring, akan tetapi sebenarnya hal terbaik untuk sendi adalah tetap bergerak (berolahraga).

Olahraga yang menggunakan beban berat badan dapat membantu menguatkan otot yang menyokong sendi akan tetapi jangan lakukan olahraga hingga Anda merasa nyeri.

Olahraga yang aman untuk nyeri sendi adalah berenang dan bersepeda.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan terapis fisik ahli untuk menentukan olahraga atau latihan yang aman dan tepat, dan mempelajari bagaimana postur yang baik atau adaptasi kegiatan sehari-hari untuk mengurangi nyeri atau mencegah cedera pada sendi bertambah buruk.

Yang terpenting dari nyeri sendi dan otot adalah segera memeriksakan diri ke dokter bila nyeri dirasakan memberat, meradang atau berubah bentuk, atau tidak dapat digerakkan sama sekali.

Penanganan awal yang tepat dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan kerusakan fungsi sendi lebih lanjut.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.emedicinehealth.com/joint_pain/article_em.htm#what_are_the_medications_for_joint_pain
  • https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/art-sore-muscles-joint-pain##1
  • https://www.webmd.com/pain-management/guide/joint-pain#1

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Sumber gambar: www.uppercervicalsd.com   Apakah Anda sering mengalami nyeri leher ketika bangun tid

ARTIKEL KESEHATAN

Sakit punggung atau nyeri punggung (back pain) dapat dirasa sebagai rasa sakit yang tajam atau hanya berupa ra

ARTIKEL KESEHATAN

Saat masa pandemi ini, akan banyak terjadi perubahan aktivitas. Perubahan ini menyebabkan kebanyakan orang aka

ARTIKEL KESEHATAN

Tangan yang sakit tentu sangat mengganggu karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering kita gunakan. B

Tanya Jawab

Tanya jawab seputar muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) kepada dokter kami

Informasi CS Hub. 085858646477