Kunjungi Klinik Fisioterapi Saraf Kejepit Profesional untuk Penyembuhan Penyakit Saraf

09 Agustus 2021 , Flex Free
09 Agustus 2021
Flex Free

Di saat pandemi seperti saat ini banyak sekali klinik fisioterapi saraf kejepit yang yang memutuskan untuk tidak buka praktek. Hal ini tentu sangat menyulitkan bagi Anda yang sedang menderita saraf kejepit.

Bagi Anda yang sedang menderita saraf kejepit dan membutuhkan perawatan, Anda tidak perlu khawatir. Anda dapat mengunjungi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, untuk mendapatkan perawatan dari dokter yang berpengalaman.

Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic menangani berbagai kelainan pada nyeri otot, tulang, sendi dan saraf. Keunggulan dari klinik kami ialah, pasien akan dirawat langsung oleh dokter spesialis yang sudah berpengalaman dibidangnya.

5 Gejala Saraf Kejepit yang Wajib Anda Waspadai Mulai dari Sekarang

Saraf kejepit merupakan suatu kondisi di mana terjadi masalah bantalan ruas tulang bergeser sehingga menimbulkan tekanan pada saraf. Jika terus dibiarkan maka saraf yang terjepit ini bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang berbahaya.

Bagi Anda yang mengalami saraf kejepit, tentu mengalami kesulitan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Anda tidak akan bisa melakukan pekerjaan secara produktif dan yang paling parah justru Anda harus beristirahat total dari berbagai pekerjaan berat.

Untuk mencegah terjadinya saraf kejepit menjadi semakin parah, Anda harus mengetahui gejala saraf kejepit.

Berikut ini 5 gejala saraf kejepit yang perlu Anda waspadai.

1. Mati Rasa

Gejala pertama dan yang paling sering muncul ketika seseorang mengalami saraf kejepit adalah mati rasa atau kebas. Biasanya sensasi mati rasa ini akan timbul pada sekitar tubuh yang mengalami saraf kejepit.

 

Biasanya mati rasa bisa disebabkan oleh berbagai hal sederhana seperti duduk terlalu lama, salah posisi duduk, dan kurang gerak. Namun perlu diperhatikan mati rasa atau kebas juga bisa menjadi salah satu gejala yang menunjukkan, jika Anda mengalami saraf kejepit.

Lalu apa bedanya mati rasa yang terjadi pada gejala saraf kejepit dengan kebas umumnya? Sensasi mati rasa yang normal bisa Anda rasakan ketika Anda melakukan aktivitas yang menyebabkan saraf tertekan terlalu lama. Dan jika Anda mengalami saraf kejepit, maka kebas akan muncul begitu saja tanpa ada penyebab tertentu.

2. Lemah otot

Berikutnya, gejala saraf kejepit yang wajib Anda waspadai sejak dini adalah kelemahan otot. Ketika Anda mengalami saraf kejepit maka akan sangat besar kemungkinan otot-otot ditubuh Anda akan melemah.

Otot yang lemah tentu akan sangat menganggu Anda ketika beraktivitas setiap harinya. kelemahan otot akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan juga nyeri ketika Anda harus melakukan banyak gerak.

Lemah otot umumnya disebabkan karena kurangnya produksi hormon tiroid, peningkatan kalsium dalam darah, dan kurangnya aktivitas gerak. Perlu Anda ketahui, lemah otot yang disebabkan karena kurang gerak dengan lemah otot karena menderita saraf kejepit tentu berbeda.

Kelemahan otot yang disebabkan oleh saraf kejepit biasanya tidak hanya menyebabkan rasa nyaman pada satu titik saja. Misalnya jika Anda mengalami saraf kejepit dibagian tulang belakang area leher, maka otot leher akan melemah dan diikuti dengan otot tangan.

3. Rasa nyeri menusuk pada area saraf terjepit

Jika Anda merasakan nyeri yang cukup parah pada bagian tubuh tertentu, maka Anda sangat disarankan untuk segera mengunjungi klinik fisioterapi, karena dikhawatirkan Anda sudah menderita saraf kejepit yang cukup parah.

Kunjungi klinik fisioterapi profesional seperti Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, untuk mendapatkan perawatan dari dokter terbaik yang berpengalaman dibidangnya.

Munculnya rasa nyeri yang berlebih merupakan salah satu gejala yang pasti muncul jika Anda mengalami saraf kejepit. Rasa nyeri yang timbul biasanya akan dirasakan berbeda-beda, tergantung dengan seberapa parah kondisi saraf yang terjepit.

Rasa nyeri akan terasa parah pada bagian saraf yang terjepit dan biasanya akan menjalar pada bagian tubuh lainnya. Nyeri karena saraf kejepit ini biasanya akan sangat terasa ketika Anda berjalan, duduk, batuk juga bersin.

4. Timbul sensasi terbakar

Selain munculnya rasa nyeri, sensasi panas dan terbakar juga akan muncul pada bagian tubuh yang mengalami saraf kejepit. Sensasi terbakar ini biasanya muncul karena adanya bagian saraf yang tertekan atau terluka.

Jika Anda mengalami saraf kejepit maka sensasi panas terbakar ini akan muncul dalam intensitas yang lebih sering. Kebanyakan rasa panas ini timbul disekitar punggung, leher, dan bagian tubuh yang mengalami saraf terjepit.

Pada awalnya rasa panas ini hanya terjadi di bagian dalam tubuh, namun lama kelamaan sensasi terbakar akan menjalar keluar dan menyebabkan rasa panas di kulit yang tidak nyaman.

5. Gangguan pada buang air kecil

Gejala yang cukup berbahaya dan tentunya sangat menganggu jika Anda mengalami saraf kejepit adalah timbulnya gangguan pada buang air kecil. Seperti yang sudah dijelaskan, saraf kejepit yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya yang berbahaya.

Ketika terjadi penekanan saraf bagian bawah tulang belakang secara terus menerus, akan menyebabkan timbulnya sindrom cauda equina. Sindrom ini bisa menimbulkan inkontinensia urine dan tinja. Kemungkinan yang paling berbahaya jika terjadi saraf kejepit dibagian tulang belakang adalah terjadinya kelumpuhan.

 

Kelima hal diatas merupakan beberapa gejala yang seringkali muncul ketika seseorang mengalami saraf kejepit. Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, maka Anda harus berhati-hati dan mulai waspada. Semakin tinggi intensitas dari gejala yang Anda rasakan, kemungkinan semakin parah pula saraf kejepit yang Anda alami.

Segera kunjungi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, untuk mendapat perawatan fisioterapi yang ditangani langsung oleh dokter ahli dibidangnya. Selain itu, klinik kami juga sudah terbukti menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, sehingga Anda tak perlu lagi takut untuk melakukan pengobatan di klinik kami, Flex Free Clinic

Segera Kunjungi Klinik Fisioterapi Saraf Kejepit Sebelum Penyakit Anda menjadi Berat

Seperti yang kita tahu saraf kejepit yang tidak segera ditangani oleh dokter ahlinya, bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit lain yang berbahaya. Mengunjungi klinik fisioterapi merupakan solusi terbaik, bagi Anda yang mulai merasakan gejala saraf kejepit.

Dalam memilih klinik fisioterapi Anda juga tidak boleh sembarangan. Pastikan klinik fisioterapi saraf kejepit yang Anda kunjungi sudah memiliki izin resmi, dan ditangani oleh dokter berpengalaman dibidangnya.

Bagi Anda yang menderita saraf kejepit sangat disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis rehabilitasi medik. Usahakan Anda menemui dokter dengan subspesialis muskuloskeletal atau yang ahli di bidang otot, tulang, sendi serta saraf.

Kini tidak perlu bingung lagi jika mengalami saraf kejepit, segera kunjungi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation untuk mendapat perawatan yang intensif.

Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation merupakan klinik fisioterapi profesional yang berada di kota Jakarta dan Bandung. Semua pasien yang berkunjung ke klinik kami akan ditangani langsung oleh dokter yang memiliki spesialisasi rehabilitasi medik.

Berikut merupakan beberapa perawatan fisioterapi yang bisa Anda dapatkan di klinik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation.

1. Terapi pemanasan infrared (IR)

Jenis perawatan fisioterapi pertama yang bisa Anda di klinik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation adalah terapi pemanasan atau infrared. Proses dari terapi infrared ini adalah memberikan pemanasan melalui kulit sehingga menimbulkan efek fisiologis untuk penyembuhan.

Dengan melakukan terapi pemanasan atau infrared Anda bisa menyembuhkan berbagai rasa nyeri yang muncul karena gejala saraf kejepit. Terapi ini diketahui sangat berpengaruh untuk meredakan nyeri di bagian punggung bawah, leher, sendi lutut dan lain sebagainya.

2. Terapi simulasi listrik (Electrical Simulation)

Berikutnya Anda juga bisa mendapatkan perawatan terapi simulasi listrik atau electrical simulation di klinik fisioterapi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation. Untuk melakukan terapi ini dibutuhkan aliran listrik dengan berbagai macam frekuensi sesuai kebutuhan.

Terapi simulasi listrik dilakukan dengan tujuan untuk memengaruhi aliran listrik yang ada di area kulit, saraf, otot, maupun sendi. Di sini kulit berperan sebagai perantara untuk tujuan penyembuah melalui terapi electrical simulation.

Anda bisa menyembuhkan rasa nyeri karena gejala saraf kejepit, dengan melakukan terapi simulasi listrik di klinik fisioterapi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation. Terapi ini juga bermanfaat untuk menguatkan otot, re-edukasi otot, dan mencegah kelemahan otot karena gangguan saraf.

3. Terapi ultrasound

Jenis terapi lain yang yang bisa Anda lakukan untuk penyembuhan saraf kejepit ialah terapi ultrasound. Anda bisa mengatasi berbagai gejala saraf kejepit seperti nyeri, lemah otot, dan mati rasa dengan melakukan terapi ini.

Keunggulan dari terapi ultrasound yang wajib Anda ketahui adalah, terapi ini termasuk relatif aman dibandingkan dengan jenis terapi lainnya. Seperti yang kita tahu di dunia ini tidak ada satupun hal yang memiliki keamanan 100%.

Begitu pula dengan terapi pasti memiliki efek samping atau kontradiksi tertentu. Namun terapi ultrasound terbukti menjadi jenis terapi yang paling aman, karena dilakukan hanya dengan menggunakan gelombang suara.

Frekuensi gelombang suara yang digunakan untuk terapi ultrasound tidak bisa didengar langsung oleh telinga manusia. Karena terapi ini hanya menggunakan gelombang suara >20.000Hz.

4. Terapi lilin (Paraffin Bath)

Terapi Paraffin Bath bisa menjadi jenis perawatan terbaik bagi Anda yang ingin meredakan nyeri otot dan nyeri sendi dikarenakan saraf kejepit. Terapi ini sangat bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien penderita saraf terjepit.

Proses terapi lilin atau Paraffin Bath bisa dibilang cukup sederhana. Bagian Tubuh pasien yang nyeri atau cedera, akan disiram atau dicelupkan pada lilin paraffin yang sudah dilelehkan dengan suhu tertentu.

Efek nyata yang bisa Anda rasakan setelah melakukan terapi lilin adalah sendi yang terasa lebih rileks. Aliran darah dan sirkulasi tubuh juga bisa menjadi lebih lancar setelah melakukan terapi Paraffin Bath di klinik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation.

5. Terapi Kinesio Tape

Seseorang yang menderita saraf kejepit biasanya sering merasakan otot yang melemah dan rasa nyeri yang timbul dibagian tubuh tertentu. Solusi terbaik untuk mengatasi berbagai masalah tersebut adalah, segera melakukan terapi Kinesio Tape di klinik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation.

Terapi Kinesio Tape sangat bermanfaat untuk mengurangi otot yang lemah maupun terluka. Terapi ini juga bisa meredakan rasa nyeri pada otot juga sendi yang disebabkan karena saraf kejepit.

Terapi Kinesio Tape dilakukan dengan cara menggunakan pita kinesio pada bagian tubuh yang merasakan nyeri sesuai dengan kebutuhan. Wajib diperhatikan pemasangan pita kinesio harus dilakukan oleh seseorang yang ahli dibidangnya, misalnya dokter atau perawat.

6. Terapi Laser

Dan terakhir jenis perawatan terapi yang bisa Anda dapatkan di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation adalah terapi laser. Jenis terapi ini sangat bermanfaat sebagai anti nyeri.

Rasa nyeri yang disebabkan oleh saraf kejepit biasanya akan muncul cukup sering sehingga mengganggu keseharian Anda. Untuk mencegah nyeri menjadi lebih parah, akan sangat baik jika Anda segera mengunjungi klinik fisioterapi.

Perlu Anda ketahui, selain berguna sebagai anti nyeri, terapi laser juga bermanfaat untuk anti radang dan menyembuhkan luka. Terapi laser juga sering dikenal sebagai terapi cahaya atau aktinoterapi.

Terapi laser sering digunakan pada kasus saraf terjepit yang menyebabkan rasa nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Tahukah Anda, ternyata terapi laser juga bermanfaat untuk regenerasi jaringan.

7. Traksi dengan Triton-DTS

Selain Fisioterapi yang menjadi unggulan di Klinik Flex Free dalam pengobatan saraf kejepit adalah traksi dengan Triton-DTS (Decompression Traction Stabilization) adalah alat terapi dekompresi spinal yang menggunakan prinsip tarik seperti alat traksi tetapi berbeda dengan alat traksi biasa.

Fisioterapi saraf kejepit

Terapi ini merupakan pengobatan saraf kejepit terkini yang dapat menunjang penyembuhan. Triton-DTS akan memberikan tarikan pada tulang belakang secara ritmis dengan pola tarikan yang diatur secara komputerize sesuai yang diresepkan Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.

Efek tarikan terapi saraf terjepit DTS ini akan memberikan efek vakum pada diskus sehingga pada saat ditarik, material yang sudah keluar atau terlepas dari diskus (penonjolan diskus) yang menyebabkan penjepitan saraf akan kembali masuk.

Kini Anda tidak perlu bingung lagi, jika mengalami saraf kejepit dan merasakan berbagai gejalanya yang mengganggu aktivitas gerak tubuh. Anda bisa langsung mengunjungi klinik fisioterapi terbaik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation.

Klinik Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation berada di kota Jakarta dan Bandung, jadi Anda bisa mengunjungi klinik yang terdekat. Kami menyediakan berbagai layanan kesehatan seperti konsultasi, pemeriksaan, diagnosis, penanganan, pengobatan, serta pencegahan untuk berbagai kelainan otot, tulang dan sendi.

Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic merupakan sebuah klinik rehabilitasi medik khusus di bidang muskuloskeletal yang mengatasi kelainan dan nyeri otot, tulang, sendi dan saraf. Selain menangani terapi saraf kejepit, kami juga menyediakan layanan PRP (Platelet Rich Plasma) dan Musculoskeletal atau terapi regenerasi otot tulang sendi.

Klinik kami memastikan penentuan terapi dari Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) yang mana dulu dikenal dengan Dokter Spesialis Rehab Medik (Sp. RM). Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) adalah satu-satunya spesialis yang mendalami kinesiology yaitu ilmu gerak tubuh manusia sehingga cocok untuk menangani masalah syaraf kejepit.

Sebelum menentukan pengobatan saraf kejepit, dokter akan mendiagnosis penyakit dan menanyakan riwayat penyakit sebelumnya. Hal ini perlu untuk pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan MRI, atau Computerized Axial Tomography (CAT) scan, untuk mendapatkan gambaran saraf yang lebih jelas.

Pemeriksaan tersebut yang akan menentukan terapi apa yang diperlukan pasien, apakah dengan antinyeri, kortikosteroid, terapi fisik, atau pada kasus yang berat dengan pembedahan.

5 Penyebab Saraf Kejepit yang Wajib Anda ketahui

Tentunya Anda sudah sering mendengar pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitu pula dengan saraf kejepit, akan jauh lebih baik jika Anda melakukan pencegahan dan jangan sampai mengalami hal tersebut.

Karena jika Anda sampai menderita saraf kejepit, maka Anda tidak akan bisa bergerak aktif sama seperti biasanya. Berikut kami akan membagikan sedikit informasi mengenai 5 penyebab saraf kejepit yang wajib Anda ketahui dan dicegah sejak dini.

1. Kelebihan berat badan

Penyebab pertama yang sangat memungkinkan Anda untuk menderita saraf kejepit adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Wajib Anda ketahui orang dengan berat badan berlebih memiliki resiko lebih tinggi yaitu 12 kali lipat untuk mengalami saraf kejepit.

2. Cedera pada bagian tubuh tertentu

Berikutnya cedera juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya saraf kejepit. Cedera umumnya terjadi ketika Anda mengangkat benda berat, melakukan gerak tubuh yang ekstrim, dan mengalami kecelakaan.

3. Dalam kondisi hamil

Seperti yang kita tahu perempuan yang sedang masa hamil pasti mengalami kenaikan berat badan. Semakin tua usia kehamilan, maka berat badan perempuan tersebut juga akan semakin naik. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya saraf kejepit, dan biasanya terjadi di area tulang belakang.

4. Degenerasi tulang

Saraf kejepit juga bisa terjadi dikarenakan degenerasi tulang, dan seringnya terjadi pada tulang belakang. Untuk mencegah terjadinya degenerasi tulang belakang kurag kebiasaan membawa beban berat dengan punggung dan dalam posisi membungkuk.

5. Menderita penyakit diabetes

Tahukah Anda ternyata penyakit diabetes ternyata bisa menyebabkan terjadinya saraf kejepit. Ketika orang menderita diabetes maka kadar glukosa yang ada didalam tubuhnya akan berada dalam kondisi yang berlebih.

Jika tubuh memiliki kadar glukosa yang tinggi apalagi sampai berlebih, maka akan menyebabkan beberapa saraf rusak. Dan saraf yang rusak tersebut bisa menjadi penyebab saraf kejepit.

Selain kelima faktor diatas masih banyak hal lain yang bisa menyebabkan saraf kejepit diantaranya, melakukan pekerjaan tertentu secara berulang tanpa istirahat. Jadi Anda harus berhati-hati dengan berbagai penyebab di atas, lakukan pencegahan supaya Anda tidak mengalami saraf kejepit nantinya.

Untuk pencegahan terjadinya saraf kejepit Anda bisa berolahraga secara rutin, dan melakukan terapi pencegahan di klinik fisioterapi. Segera kunjungi Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation, disana tersedia layanan kesehatan dari dokter yang sangat memahami kelainan otot, tulang, sendi, juga saraf.

 

 

 

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Ketika mendengar istilah syaraf kejepit, apa yang ada dalam pikiran Anda? Mungkin keluhan nyeri, kesemutan

ARTIKEL KESEHATAN

Saraf kejepit di pinggang mengacu pada terjepitnya satu atau sekelompok saraf di tulang belakang lumbal (pungg

ARTIKEL KESEHATAN

Pembedahan kadang diperlukan pada beberapa kondisi kesehatan, termasuk pada masalah muskuloskeletal (otot, tul

ARTIKEL KESEHATAN

Bagi orang awam, istilah fisioterapi mungkin identik dengan terapi untuk memulihkan penyakit kronis terutama b

Tanya Jawab

Tanya jawab seputar muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) kepada dokter kami

WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
CABANG JAKARTA
CABANG BANDUNG