Pengobatan Radang Sendi

Senin, 29 November 2021
Klinik Flex-Free
Senin, 29 November 2021
Klinik Flex-Free

Siapa bilang radang sendi hanya menyerang kalangan lanjut usia saja? Pada kenyataannya, kondisi ini bisa dialami oleh segala kalangan termasuk anak-anak dan remaja. Itulah mengapa setiap dari Anda perlu melakukan upaya pencegahan dan pengobatan radang sendi jika sudah terlanjur menyerang diri.

Meski bisa terjadi oleh semua jenis kalangan, radang sendi umumnya lebih banyak terjadi pada lansia dan golongan orang-orang tertentu.  Apakah Anda salah satu dari golongan tersebut?  Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini.

 Jenis-Jenis Radang Sendi dan Pengobatan Radang Sendi

Radang sendi atau artritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada bagian sendi dan membuat sendi tersebut terasa lebih kaku, ngilu, dan sulit untuk digerakkan.  Meski terdengar seperti penyakit orang tua, nyatanya penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

Hal ini karena faktor yang menimbulkan peradangan pada sendi bisa timbul dari adanya infeksi, penumpukan batu kristal asam urat, penyakit autoimun, penyakit degeneratif, dan masih banyak lagi.

Jika Anda merasa nyeri di bagian tubuh tertentu, jangan buru-buru self diagnosis dan memutuskan langkah pengobatan radang sendi tanpa bantuan ahli. Setidaknya, ketahui dulu jenis-jenis radang sendi berikut sebelum menentukan cara penanganan yang tepat. Adapun macam-macam radang sendi antara lain:

    1. Osteoartritis

Osteoartritis adalah radang sendi yang terjadi akibat adanya penipisan dan kerusakan tulang rawan. Kondisi tersebut akan dapat menimbulkan gesekan antar tulang secara langsung, sehingga persendian akan terasa sakit, bengkak, dan kaku.

Osteoartritis juga kerap disebut sebagai penyempitan celah sendi, yang umumnya disebabkan oleh faktor penuaan dan menyerang semua jenis persendian seperti lutut, ruas jari, pinggul, dan tulang punggung.

Selain karena penuaan, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko osteoartritis antara lain:

  • Perempuan yang sudah mulai mengalami masa menopause.
  • Obesitas.
  • Pernah mengalami cedera sendi.
  • Pernah menjalani operasi tulang dan sendi.
  • Sering melakukan aktivitas berat yang dapat menekan persendian secara terus menerus.
  • Terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi.
  • Memiliki kelainan bawaan pada tulang rawan dan sendi.
  • Menderita penyakit hemokromatosis dan rheumatoid arthritis.
  • Mempunyai riwayat osteoartritis dalam keluarga

Osteoarthritis ini merupakan jenis radang sendi yang paling sering terjadi dan gejalanya dapat berkembang secara perlahan.

Seiring berjalannya waktu, gejala tersebut akan semakin bertambah parah dan dapat mengganggu aktivitas normal penderitanya.

Adapun gejala-gejala umum dari osteoartritis antara lain:

  • Rasa sakit dan kaku pada persendian.
  • Muncul suara seperti gesekan saat sendi digerakkan.
  • Persendian mengalami pembengkakan.
  • Muncul taji atau tulang tambahan.
  • Melemahnya kekuatan dan berkurangnya massa otot.
  • Jari tangan mulai membengkok.
  • Muncul benjolan pada persendian jari tangan.

Diagnosis osteoartritis hanya boleh ditetapkan oleh dokter atau tenaga medis ahli.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sebelum keluhannya akan bertambah parah.

Umumnya, proses diagnosis harus menjalani beberapa jenis pemeriksaan seperti pemindaian MRI dan Rontgen, blood test (tes darah), dan analisis cairan sendi.

Untuk pengobatan radang sendi ini biasanya lebih ditujukan untuk mengurangi rasa sakit agar penderita dapat beraktivitas secara normal.

Penderita dapat mengonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter seperti paracetamol, capsaicin cream, obat anti-inflamasi non-steroid, suntikan kortikosteroid, dan lain sebagainya.

Selain dengan obat-obatan, pengobatan radang sendi osteoartritis juga bisa ditangani dengan jalan operasi dan fisioterapi.

Bingung cari informasi klinik fisioterapi yang aman dan profesional?

Di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic saja. Kami dapat melayani segala jenis kelainan sendi menahun dengan efektif menggunakan teknik dan alat-alat canggih.

     2. Sindrom Reiter

Sindrom Reiter atau Reactive Arthritis adalah radang sendi disertai pembengkakan yang dipicu oleh adanya infeksi bakteri pada bagian tubuh lain seperti saluran kemih, alat kelamin, dan usus.

Dilansir dari Hello Sehat, jenis-jenis bakteri yang menjadi penyebab timbulnya Sindrom Reiter antara lain:

  • Clamidia
  • Shigella
  • Salmonella
  • Campylobacter
  • Yersinia
  • Clostridium difficile

Infeksi bakteri di atas biasanya sudah ada sejak satu sampai empat minggu sebelumnya dan menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Nyeri dan kekakuan sendi, kondisi ini biasanya sering terjadi di area lutut, tumit, pergelangan kaki, punggung bagian bawah, hingga area panggul
  • Lebih sering buang air kecil, penderitanya juga kerap merasa tidak nyaman saat buang air kecil akibat adanya peradangan pada kelenjar prostat dan leher rahim
  • Konjungtivitis, peradangan mata.
  • Pembengkakan jari, baik jari tangan maupun jari kaki.
  • Enthesitis, peradangan pada jaringan lunak tulang, otot, ligamen, dan tendon.
  • Nyeri punggung bawah, rasa sakitnya akan semakin memburuk pada pagi dan malam hari.
  • Masalah kulit, contohnya adalah timbulnya ruam dan sariawan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya jangan langsung mengambil kesimpulan secara sepihak dan mendiagnosis diri tanpa keterangan pasti. Anda perlu melakukan prosedur pemeriksaan dengan benar agar mendapat pengobatan radang sendi yang tepat. Untuk cara mengidentifikasi penyakit tersebut biasanya melalui serangkaian proses pemeriksaan seperti tes darah, imaging test (tes pencitraan), dan joint fluid test (tes cairan sendi).

Untuk pengobatan radang sendi jenis ini, penderita dapat melakukan beberapa perawatan rumahan seperti:

  • Melakukan kompres air hangat di area nyeri selama 5-10 menit
  • Menggunakan kacamata selama keluar rumah, khususnya bagi penderita yang mengalami konjungtivitis
  • Tidur cukup
  • Konsumsi makanan yang bersih dan menyehatkan
  • Aktif bergerak sesuai arahan dokter
  • Menjaga kebersihan organ intim
  • Jangan menunda buang air kecil    

     3. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis atau rematik adalah jenis radang sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Autoimun adalah suatu kelainan pada sistem imun yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Selain autoimun, ada beberapa faktor penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya rheumatoid arthritis, yakni:

  • Perempuan, karena jenis kelamin ini lebih rentan terkena rematik dibandingkan laki-laki.
  • Usia paruh baya dan lanjut usia.
  • Adanya riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga.
  • Obesitas.
  • Kebiasaan merokok.

Secara umum, gejala penyakit rematik ini hampir sama dengan osteoartritis. Meski demikian, kedua radang sendi ini merupakan jenis penyakit yang berbeda serta memerlukan treatment pengobatan radang sendi yang berbeda pula. Osteoartritis adalah radang sendi yang terjadi pada tulang rawan dan sendi, sedangkan rheumatoid arthritis terjadi pada lapisan sendi atau sinovium.

Rematik dapat menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada persendian serta menimbulkan kelainan bentuk sendi dan erosi tulang. Umumnya, rasa nyeri tersebut terjadi di area persendian tangan, kaki, lutut, dan pergelangan tangan.

Penderitanya pun akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas-aktivitas ringan hariannya seperti menulis, berdiri, berjalan, memegang barang, membuka botol, sampai memakai pakaiannya sendiri.

Selain itu, gejala-gejala lain yang terjadi pada penderita rematik yakni:

  • Mudah lelah, meski tidak sedang menjalankan aktivitas apapun.
  • Demam, tetapi tidak terlalu tinggi.
  •  Penurunan berat badan.
  • Sering mengeluarkan keringat.
  • Kehilangan nafsu makan.

Jika Anda merasa khawatir terhadap gejala lain yang mengarah ke rematik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter umum sebelum mendapat pengobatan radang sendi yang tepat.

Jika Anda benar-benar memiliki gejala penyakit rematik, biasanya dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan kondisinya. Proses diagnosis penyakit rematik memang terbilang sulit, terutama pada tingkatan stadium awal.

Hal ini karena gejala yang timbul dalam rematik stadium awal masih sangat mirip dengan jenis radang sendi lain. Umumnya proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk memastikan kondisi tersebut adalah dengan melakukan:

  • Tes darah, yang terdiri dari tes laju endap darah (ESR), tes darah lengkap, dan tes untuk mengidentifikasi faktor reumatoid dan anti-CCP.
  • Tes pencitraan, seperti MRI, sinar X, atau ultrasound.

Untuk pengobatan radang sendi rematik ini, Anda bisa mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu sesuai anjuran dokter, melakukan operasi, atau terapi fisik di Flex Free Clinic. Lakukan upaya pengobatan secara rutin sebelum kondisi kesehatan Anda semakin memburuk. Pasalnya, penyakit rematik bisa menimbulkan beberapa jenis komplikasi lain yang lebih membahayakan dan dapat mengancam nyawa penderitanya.

Adapun beberapa komplikasi yang timbul akibat penyakit rematik antara lain:

  • Osteoporosis, pengeroposan tulang dan membuat tulang jadi lemah dan rentan patah.
  • Rheumatoid nodules, benjolan keras di bawah kulit.
  • Sindrom Sjogren, kelainan yang menyebabkan mata dan mulut penderitanya selalu kering.
  • Carpal tunnel syndrome, kondisi dimana pergelangan tangan penderitanya akan mengalami rasa nyeri, mati rasa, dan kesemutan .
  • Masalah jantung.
  • Infeksi.
  • Peradangan pada jaringan paru-paru.
  • Limfoma, kanker darah yang terjadi di sistem limfatik.

Tidak mau menanggung beban komplikasi di atas?

Maka dari itu, lakukan pola hidup sehat dan cegah gejalanya sebelum tambah parah. Lakukan pengobatan radang sendi yang tepat dan mintalah bantuan ahli medis profesional dan berpengalaman di Flex Free Clinic.

      4. Septic Arthritis

Septic arthritis atau infectious arthritis adalah jenis radang sendi yang dipicu oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang batas usia. Septic arthritis umumnya terjadi karena ketidakmampuan synovium (selaput sendi) dalam melindungi sendi dari infeksi.

Septic arthritis merupakan jenis radang sendi yang harus segera mendapatkan penanganan, dan upaya pengobatan radang sendi dengan tepat. Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan infeksinya akan berlangsung semakin parah dan menyebabkan timbulnya kerusakan pada tulang dalam sendi.

Infeksi tersebut disebabkan oleh beberapa jenis bakteri seperti Haemophilus influenza, Staphylococcus, dan Streptococcus.

Bakteri-bakteri di atas dapat melalui sistem peredaran darah hingga akhirnya sampai ke bagian-bagian sendi. Infeksi bakteri bisa terjadi melalui suntikan obat, luka terbuka, atau riwayat operasi pada area sendi.

Selanjutnya, septic arthritis juga bisa terjadi akibat infeksi virus herpes, mumps, adenovirus, HIV, serta hepatitis A, B, dan C.

Selain bakteri dan virus, septic arthritis juga disebabkan oleh adanya infeksi jamur seperti jamur Histoplasma, Blastomyces, atau Coccidioides. Proses infeksi jamur umumnya agak lebih lambat dibanding dengan bakteri.

Ada beberapa kriteria yang menyebabkan seseorang rentan terkena infeksi dan terserang septic arthritis, antara lain:

  • Sistem imunnya lemah.
  • Sering menggunakan obat-obatan suntik.
  • Kondisi kulit mudah pecah, terluka, dan sulit sembuh.
  • Baru saja pulih dari cedera sendi.
  • Sedang menjalani operasi sendi.
  • Sedang mengalami masalah sendi seperti cedera sendi, osteoarthritis, rematik, ataupun lupus.

Jika seseorang sudah terkena infeksi, mereka akan menunjukkan gejala dan tanda penyakit septic arthritis berikut ini:

  • Demam.
  • Pembengkakan pada area sendi.
  • Merasa kelelahan.
  • Bagian persendian terasa nyeri saat digerakkan.
  • Sendi yang terinfeksi akan sulit digerakkan.

Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, silakan konsultasikan kepada dokter atau ahli medis terkait agar dilakukan pemeriksaan. Umumnya, proses deteksi atau diagnosis penyakit septic arthritis ini dilakukan dengan cara:

  • Arthrocentesis, pengambilan cairan sendi dengan jarum khusus untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium.
  • Pemeriksaan darah.
  • Pemindaian rontgen.

Untuk pengobatan radang sendi septic arthritis adalah dengan mengonsumsi obat antibiotik sesuai dengan jenis mikroba penyebab infeksi tersebut.

     5. Gout Arthritis

Gout arthritis atau artritis gout adalah jenis radang sendi yang dipicu oleh penumpukan kristal asam urat, pada bagian-bagian persendian. Kristal-kristal asam urat memiliki bentuk serupa jarum di dalam sendi.

Akibatnya, kristal tersebut akan menimbulkan serangan gout yang sangat menyakitkan disertai dengan pembengkakan, kemerahan, dan efek hangat di sekitar area tersebut.

Adapun gejala-gejala yang muncul bagi penderita artritis gout antara lain:

  • Nyeri hebat di sekitar area persendian, biasanya sering muncul secara tiba-tiba terutama saat tengah malam.
  • Area persendian terasa kaku dan sulit digerakkan.
  • Bagian sendi yang sering terkena serangan gout yakni sendi jempol kaki, lutut, siku, pergelangan kaki, pergelangan tangan, sampai jari-jari tangan.

Sering merasakan gejala-gejala di atas?

Periksakan diri Anda segera sebelum bertambah parah. Umumnya, pasien akan melalui serangkaian pemeriksaan seperti tes cairan sendi, tes darah, sinar X, dan USG.

Untuk para penderita artritis gout, segera lakukan pengobatan radang sendi dengan rutin dan sesuai dengan anjuran dokter. Obat-obatan yang kerap digunakan untuk pengobatan artritis gout adalah obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dan kortikosteroid.

  Pengobatan Radang Sendi

Selain dengan obat-obatan, pengobatan radang sendi juga sering menggunakan teknik fisioterapi. Tujuan dari fisioterapi adalah untuk melatih dan memperkuat otot-otot persendian untuk meningkatkan kemampuan gerak tubuh.

Contoh praktik fisioterapi sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri adalah pemberian kompres dingin atau hangat. Untuk teknik fisioterapi secara profesional, silakan lakukan reservasi pertemuan dan pelayanan di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic agar bisa kami tangani dengan metode paling efektif.

Disini, Anda akan ditangani oleh tim Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang sudah berpengalaman dalam penanganan dan pengobatan radang sendi baik di dalam maupun luar negeri.

Selain penanganan radang sendi melalui fisioterapi, Flex Free Clinic juga melayani penanganan terhadap jenis kelainan lain yakni:

  • Saraf kejepit.
  • Nyeri bagian-bagian tubuh.
  • Cedera olahraga.
  • Kelainan tulang belakang.

Silakan kunjungi website kami untuk mencari tahu seputar jenis-jenis penyakit yang bisa kami tangani.

  Pelayanan Medis di Flex Free Clinic

Apakah Anda merasa memiliki tanda-tanda penyakit radang sendi dan ingin memastikan diagnosisnya?

Di Flex Free Clinic juga melayani berbagai jenis pemeriksaan, dan diagnosis secara lengkap dan menyeluruh.

Adapun layanan medis lain yang bisa Anda dapatkan untuk menangani masalah tulang, sendi, dan saraf antara lain:

Sayangi diri Anda dan lakukan pengobatan radang sendi dengan segera.

Jika Anda merasa belum siap melakukan pemeriksaan dan pengobatan, konsultasikan masalah persendian Anda kepada kami melalui layanan Telepon, WhatsApp, dan Surel.

Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan kunjungi website kami.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561