Terapi Cedera di Flex Free Clinic

28 April 2022 , Flex Free
28 April 2022
Flex Free

Cedera muskuloskeletal adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak, dan gangguan fungsi pada otot, tendon, ligamen, persendian, maupun tulang akibat aktivitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan.

Seseorang yang cedera akan mengalami proses yang disebut dengan inflamasi (peradangan). Di mana tubuh melakukan proses secara alamiahnya melakukan pertahanan diri dengan melepaskan zat kimia tertentu sebagai reaksi imun bertujuan merusak zat atau objek asing yang dianggap merugikan (sel yang rusak, bakteri, virus) dalam memperbaiki kerusakan tubuh di tingkat sel.

Banyak dari kita beranggapan setelah diurut atau dipijat, rasa nyeri akan hilang. Apakah hal ini benar? Sebenarnya yang terjadi saat pemijatan, tubuh secara otomatis melakukan pertahanan dengan mengeluarkan zat kimia tertentu, sehingga nilai rangsang ambang rasa nyeri meningkat yang berakibat menurunnya rasa sakit pada kondisi tertentu.

Sayangnya kondisi ini justru meningkatkan inflamasi, karena meningkatnya kerusakan sel dalam tubuh. Penekanan yang dilakukan pada jaringan yang mengalami kerusakan akan meningkatkan kerusakan yang lebih berat pada tingkat sel.

Jika tidak ditangani dengan baik, maka berakibat pada menurunnya fungsi dan gerak tubuh. Lalu bagaimana penanganan cedera yang tepat?

Terapi Cedera di Rumah

Anda bisa melakukan metode PRICE sebagai tindakan awal dalam mengatasi cedera.

  • Protection. Lindungi dari cedera lebih lanjut (misalnya dengan menggunakan korset).
  • Rest. Istirahatkan bagian tubuh yang cedera selama 4872 jam setelah cedera.
  • Ice. Gunakan kompres es segera setelah cedera selama 10–30 menit (kurang dari 10 menit hanya memiliki sedikit efek. Lebih dari 30 menit dapat merusak kulit). Jangan langsung letakkan es di kulit karena dapat menyebabkan luka dingin.

Tekan dengan lembut pada area yang cedera. pengompresan ini dapat mengurangi nyeri, peradangan dan memar. Beberapa dokter menyarankan untuk mengompres selama 15 menit setiap jam selama 48–72 jam pertama.

  • Compression. Penekanan dapat dilakukan menggunakan perban. Penekanan dapat mengurangi pembengkakan dan membantu sendi untuk istirahat.

Jangan menggunakan perban terlalu kencang. Buka perban sebelum Anda tidur. Anda disarankan untuk membuka perban setelah 48 jam sehingga sendi dapat bergerak.

  • Elevation. Posisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung. Tindakan ini bertujuan untuk membatasi dan mengurangi pembengkakan.

Bila mengalami cedera, jangan melakukan hal-hal berikut di rumah:

  1. memaksakan aktivitas atau berolahraga
  2. dipijat sebelum mengetahui dengan jelas masalahnya
  3. minum obat sembarangan (terutama obat-obatan dengan logo lingkaran merah) tanpa petunjuk dan saran dokter

Terapi Cedera di Flex Free Clinic

Sebelum menentukan terapi yang tepat, dokter-dokter ahli di Flex Free Clinic akan melakukan pemeriksaan pada struktur yang mengalami cedera (seperti otot, tendon, ligamen, sendi, tulang, dll). Pemeriksaan dimulai dengan menanyakan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan, misalnya USG, rontgen, CT scan atau MRI.

Kemudian ditentukan kondisi cedera yang terjadi, apakah ada peradangan, robekan sebagian, robekan total, patah tulang, dll.

Langkah selanjutnya adalah menentukan terapi cedera yang tepat, seperti:

terapi cedera dengan infrared

  • Bila ada peradangan, diberikan terapi untuk radang, misalnya dengan laser, terapi listrik, ultrasound, infrared, atau terapi injeksi (yang dilakukan dengan bantuan panduan USG)
  • Bila ada kerusakan jaringan (misalnya robekan), dilakukan terapi regenerasi (distimulasi agar jaringan yang cedera dapat melakukan penyembuhan). Terapi regenerasi misalnya laser, shockwave, prolotherapy, dan terapi platelet rich plasma.
  • Dilakukan penanganan pada komplikasi cedera bila ada (misalnya kekakuan dan kelemahan otot, gangguan postur)

Langkah terakhir yang tidak kalah penting yaitu mencegah cedera berulang. Dokter akan menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan cedera berulang, misalnya, apakah ada perbedaan panjang tungkai bawah, tulang belakang yang melengkung (masalah postur), dll.

Kemudian pasien akan diajarkan mengenai postur yang baik dan latihan untuk menurunkan risiko cedera.

 

 

 

Referensi:

  • dr. Ferius Soewito, Sp.KFR, QWP

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Lutut tersusun dari beberapa jenis sendi dan tulang yang akan memudahkan pergerakan kaki. Hal inilah yang menj

ARTIKEL KESEHATAN

Tirah baring adalah suatu keadaan ketika kita tidak dapat bergerak secara aktif dan berbaring selama hampir ku

ARTIKEL KESEHATAN

Cedera Saraf Tulang Belakang Cedera saraf tulang belakang adalah kerusakan pada korda spinal, yang membawa

ARTIKEL KESEHATAN

Cedera otot dapat dialami siapapun, tak peduli apakah Anda seorang atlet profesional, penikmat olahraga, atau

Tanya Jawab

Tanya jawab seputar muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) kepada dokter kami

WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
CABANG JAKARTA
CABANG BANDUNG