7 Tips Berolahraga yang Aman Bagi Anak

28 Oktober 2016 , FLex Free
28 Oktober 2016
FLex Free

Anak dapat mulai berpartisipasi dalam olahraga sejak berusia 4 atau 5 tahun.

Akan tetapi, sebagian besar olahraga berisiko tinggi menyebabkan cedera pada anak karena koordinasi dan reaksi tubuh lebih lambat dibandingkan orang dewasa.

Anak harus diajarkan teknik yang tepat agar tetap aman.

Berbagai macam bentuk cedera dapat dialami anak, namun cedera pada anak yang berkaitan dengan olahraga terbagi menjadi lima kategori.

Terkilir dan Teregang

Terkilir mencakup trauma minor pada ligamen, sedangkan teregang terjadi pada otot dan tendon.

Cedera ini umumnya ringan dan pulih dengan penanganan metode RICE (rest, ice, compression, elevation).

Jangan berikan aspirin pada anak karena aspirin dikaitkan dengan sejumlah sindrom yang berbahaya.

Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat untuk anak.

Cedera Lempeng Pertumbuhan dan Tulang

Cedera pada jaringan yang berkembang seperti tangan, kaki, tungkai bawah dan atas dapat menjadi masalah yang serius.

Cedera bisanya disertai cedera tulang.

Ujung dari tulang panjang anak memiliki struktur tulang rawan yang disebut dengan lempeng pertumbuhan.

Lempeng pertumbuhan menentukan bentuk dan ukuran tulang dewasa.

Area ini dapat terpisah dan bergeser akibat penggunaan berlebihan atau cedera.

Penatalaksanaannya memerlukan pembedahan.

Cedera yang Berhubungan dengan Panas

Cedera yang berkaitan dengan panas akibat dehidrasi dan sengatan panas matahari sering terjadi tetapi mudah dicegah.

Cedera akibat Gerakan Berulang

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan cedera gerakan berulang seperti fraktur (patah tulang) dan tendinitis (radang tendon).

Cedera ini dapat sulit terdeteksi karena jarang terlihat pada pemeriksaan.

Olahraga yang memiliki gerakan melempar umumnya menyebabkan usaha yang terlalu keras pada bahu dan siku.

Olahraga lari dan melompat cenderung meregangkan tungkai antara lutut dan kaki.

Olahraga yang melibatkan gerakan menggenggam seperti senam, golf dan tenis dapat menyebabkan cedera di lengan bawah dan tangan.

football-contact sport

Benturan

Benturan sangat sering terjadi pada olahraga kontak.

Pelajari gejala dan akibat dari benturan sehingga Anda dapat mengidentifikasi kemungkinan terjadinya benturan pada anak Anda.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar anak dapat berolahraga dengan aman?

Berikut ini beberapa tips untuk berolahraga dengan aman bagi anak.

stretching

Sumber gambar: www.verywell.com

1. Selalu lakukan pemanasan dan pendinginan

Peregangan dan jogging dapat mengurangi kemungkinan regangan otot atau cedera jaringan lunak.

Pemanasan dan pendinginan dapat membantu otot menjadi lebih fleksibel sehingga dapat meregang dengan baik.

2. Lindungi diri dari panas

Dehidrasi dan serangan panas adalah masalah yang umum pada anak, terutama anak yang bermain di luar ruangan.

Ajari anak bahaya bermain di cuaca yang panas.

Selalu gunakan pelindung matahari, makan dan minum yang cukup.

3. Gunakan alat yang tepat

Alat yang tepat merupakan kunci bagi keamanan anak dalam berolahraga.

Alat pelindung yang penting yaitu:  

  • helm
  • busa pelindung siku, lutut
  • sepatu penunjang
  • tali keamanan
  • pelindung mulut
  • kacamata pelindung

Pastikan anak Anda memakai alat pelindung yang tepat sesuai dengan olahraga yang dimainkannya.

right helmet

4. Tekankan teknik yang tepat

Pelatih harus mengajarkan teknik yang tepat kepada anak. Pelatih harus mengetahu:

  • Keterampilan olahraga dasar
  • Teknik pengajaran
  • Prinsip kesehatan
  • Keolahragaan
  • Pertolongan pertama

5. Hindari penggunaan berlebihan

Cedera akibat penggunaan berlebihan paling sering terjadi pada olahraga:

  • Baseball
  • Bola basket
  • Atletik
  • Senam
  • Renang

6. Pertimbangkan latihan silang  

Peregangan, melompat, latihan keseimbangan dan sejumlah kecil latihan beban dapat mencegah cedera.

Latihan aerobik dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan jantung dan paru.

7. Pertimbangkan latihan neuromuskular

Ligamen cruciatum anterior (ACL) adalah ligamen di lutut. Cedera ACL sering terjadi pada anak perempuan.

Latihan neuromuskular mengajarkan atlet untuk melompat dan mendarat dengan tepat, yang mengurangi benturan pada lutut dan menguatkan tungkai.

Latihan ini terutama penting bagi atlet anak yang bermain basket, dan sepak bola.

Mereka sering mengalami cedera akibat berhenti tiba-tiba, berputar dan mendarat setelah melompat.

sport safety 101

Selain yang disebutkan di atas, sebelum memulai olahraga tertentu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi anak dapat mengikuti olahraga tertentu.

Anda juga sebaiknya memilihkan olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan usia anak.

Jika memungkinkan, pilih lah pelatih yang kompeten dan mengetahui cara melakukan pertolongan pada cedera.

Anda juga harus mengajarkan kepada anak untuk berhenti bila ia merasa sakit.

Jangan memaksa anak untuk terus berolahraga atau berkompetisi bila cedera.

Dan yang paling penting, biarkan anak memilih olahraga yang ia sukai.

Biarkan anak berhenti bila anak merasa bosan.

 

 

 

Referensi:

  • www.healthline.com/health/sports-injuries/sports-safety-kids#Overview1
  • www.webmd.com/parenting/kids-sports-safety

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Sumber gambar: www.sharecare.com Penderita osteoarthritis mungkin takut untuk berolahraga karena akan menye

ARTIKEL KESEHATAN

Sumber gambar: runningmagazine.ca Olahraga adalah salah satu alat penting yang dapat memberikan banyak manf

ARTIKEL KESEHATAN

Nyeri pada leher adalah kondisi medis yang umum terjadi, dapat disebabkan karena penyakit infeksi atau kelaina

ARTIKEL KESEHATAN

Sendi adalah penghubung antar tulang. Sendi dan struktur di sekitarnya memungkinkan Anda untuk menekuk siku da

Informasi CS Hub. 085858646477