Nyeri Panggul Akibat Osteoartritis Sendi Panggul

Senin, 19 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Senin, 19 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang terjadi akibat kerusakan bertahap pada tulang rawan sendi. Pada osteoartritis sendi panggul, lapisan tulang rawan yang melapisi kepala tulang paha dan rongga sendi panggul mengalami penipisan hingga akhirnya tidak lagi mampu berfungsi sebagai bantalan. Akibatnya, tulang saling bergesekan saat sendi digerakkan. Proses inilah yang menjadi penyebab utama nyeri panggul pada penderita osteoartritis.

Nyeri panggul akibat osteoartritis umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal. Banyak penderita menganggap keluhan ini sebagai bagian dari proses penuaan biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan pendekatan rehabilitatif yang tepat, osteoartritis dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas, penurunan kualitas hidup, dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari, terutama pada populasi dewasa dan lansia.

 

Apa Itu Osteoartritis?

Osteoartritis merupakan bentuk radang sendi yang paling sering dijumpai pada usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan sendi mengalami kerusakan progresif sehingga tidak lagi mampu melindungi ujung tulang secara optimal. Selain tulang rawan, osteoartritis juga melibatkan perubahan pada tulang subkondral, ligamen, otot sekitar sendi, dan cairan sendi.

Pada sendi panggul, osteoartritis menyebabkan perubahan struktur sendi yang kompleks. Tubuh merespons kerusakan tulang rawan dengan membentuk tulang baru di tepi sendi yang dikenal sebagai osteofit. Walaupun bertujuan menstabilkan sendi, osteofit justru dapat memperberat nyeri panggul dan membatasi gerakan. Proses ini berlangsung bertahun-tahun dan bersifat progresif.

 

Mengapa Osteoartritis Bisa Menimbulkan Nyeri Panggul?

Nyeri panggul pada osteoartritis muncul akibat kombinasi beberapa mekanisme. Pertama, hilangnya bantalan tulang rawan menyebabkan gesekan langsung antar tulang saat bergerak. Gesekan ini memicu rasa nyeri, terutama saat berdiri, berjalan, atau naik turun tangga. Kedua, peradangan ringan pada jaringan sendi menyebabkan sensasi nyeri yang menetap, bahkan saat istirahat pada tahap lanjut.

Selain itu, perubahan biomekanik sendi panggul memengaruhi cara tubuh bergerak. Otot-otot sekitar panggul bekerja lebih keras untuk menstabilkan sendi yang rusak, sehingga mudah mengalami kelelahan dan nyeri tambahan. Inilah sebabnya nyeri panggul sering dirasakan lebih berat setelah aktivitas fisik dan dapat menjalar ke paha, bokong, atau lutut. Pada banyak kasus, nyeri panggul menjadi keluhan utama yang mendorong pasien mencari pertolongan medis.

 

Tanda dan Gejala Awal Osteoartritis Selain Nyeri Panggul

Selain nyeri panggul, osteoartritis sendi panggul menimbulkan sejumlah gejala awal yang penting dikenali. Kekakuan sendi panggul sering muncul setelah bangun tidur atau setelah duduk lama. Kekakuan ini biasanya membaik setelah beberapa menit bergerak, tetapi akan kembali muncul jika aktivitas berlebihan.

Keterbatasan rentang gerak juga menjadi tanda awal yang umum. Pasien mulai kesulitan menekuk pinggul, duduk bersila, atau memutar kaki. Pada beberapa orang, muncul sensasi berderak atau gemeretak saat sendi digerakkan. Perubahan pola berjalan juga sering terjadi, ditandai dengan langkah yang lebih pendek atau pincang ringan untuk mengurangi nyeri panggul.

Dalam jangka panjang, kelemahan otot sekitar panggul dapat berkembang akibat kurangnya penggunaan sendi secara optimal. Hal ini semakin memperburuk stabilitas panggul dan meningkatkan risiko jatuh, terutama pada lansia.

 

Kapan Harus ke Sp.K.F.R. untuk Nyeri Panggul karena Osteoartritis?

Konsultasi ke dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.K.F.R.) dianjurkan ketika nyeri panggul mulai mengganggu aktivitas harian, tidak membaik dengan istirahat, atau semakin sering muncul. Sp.K.F.R. berperan penting dalam menangani osteoartritis panggul melalui pendekatan rehabilitatif non-bedah yang komprehensif.

Penanganan non-invasif menjadi dasar terapi, meliputi latihan peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi, latihan penguatan otot panggul dan paha untuk meningkatkan stabilitas, serta latihan aerobik berdampak rendah seperti jalan santai atau bersepeda statis. Modalitas fisik seperti terapi panas, terapi listrik, dan ultrasound dapat membantu mengurangi nyeri panggul dan kekakuan.

Pada kondisi tertentu, Sp.K.F.R. dapat mempertimbangkan terapi invasif berupa injeksi intra-sendi atau sekitar sendi untuk mengendalikan nyeri panggul yang tidak responsif terhadap terapi latihan. Injeksi ini bertujuan mengurangi peradangan dan memungkinkan pasien kembali mengikuti program rehabilitasi secara optimal.

Pendekatan rehabilitatif yang tepat dapat membantu mengendalikan nyeri panggul, memperbaiki fungsi sendi, serta menunda progresivitas osteoartritis. Oleh karena itu, evaluasi dan terapi dini oleh Sp.K.F.R. sangat dianjurkan bagi penderita osteoartritis sendi panggul.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui