Bahaya Saraf Kejepit

29 Mei 2020 , Flex Free
29 Mei 2020
Flex Free

Ketika mendengar istilah syaraf kejepit, apa yang ada dalam pikiran Anda?

Mungkin keluhan nyeri, kesemutan, kelumpuhan hingga operasi yang terbayangkan.

Sebenarnya apa bahaya saraf kejepit? Bagaimana tanda-tandanya? Bagaimana pengobatan syaraf kejepit?

Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Saraf Kejepit?

Syaraf kejepit adalah saraf yang tertekan. Jaringan di sekeliling saraf yang menekan dapat menimbulkan gejala nyeri, baal dan kesemutan di berbagai bagian tubuh.

Sebagian besar kasus terjadi di bagian leher (radikulopati servikal), punggung atas (radikulopati torakal) atau punggung bawah (radikulopati lumbal).

Syaraf kejepit juga bisa terjadi di tangan, siku dan pergelangan tangan (sindrom terowongan karpal).

Apa Penyebab Saraf Kejepit?

Pada banyak kasus, penyebabnya adalah herniasi (penonjolan) diskus. (Baca lebih lanjut dalam artikel: Hernia Nukelus Pulposus (Syaraf Kejepit)) Diskus yang mengalami herniasi di antara tulang belakang menekan saraf spinal.

bahaya saraf kejepit

Beberapa kondisi lainnya dapat menyebabkan jaringan atau tulang menekan saraf, misalnya:

  1. Proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang belakang dan diskus juga akan mengalami kerusakan akibat penggunaan terus menerus. Diskus akan kehilangan kandungan air dan bentuknya berubah menjadi rata. Tulang belakang akan merapat, dan sebagai respons, tubuh akan membentuk tulang baru. Pertumbuhan tulang baru ini dapat menekan saraf.
  2. Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan peradangan sendi yang dapat menekan saraf di sekitarnya.
  3. Cedera olahraga atau akibat kecelakaan. Posisi gerak tubuh yang salah (misal memutar punggung, atau mengangkat barang berat) dapat menyebabkan diskus mengalami herniasi (menonjol).
  4. Gerakan berulang, misalnya terlalu lama mengetik komputer, dapat menekan pergelangan tangan.
  5. Kegemukan. Kelebihan berat badan dapat membuat jalur saraf bengkak sehingga menekan saraf.
  6. Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf.

Bagaimana Gejala Saraf Kejepit?

Gejala bergantung pada lokasi saraf yang kejepit. Tanda dan gejala syaraf kejepit antara lain:

  1. Rasa kesemutan, seperti terbakar, baal (kebas) atau nyeri yang menjalar ke tungkai bawah.
  2. Nyeri menjalar dari leher ke lengan.
  3. Nyeri tajam seperti ditusuk jarum. Nyeri seperti ditusuk jarum terjadi ketika syaraf kejepit atau mengalami iritasi. Sinyal antara saraf dan otak tidak sepenuhnya terputus, tetapi mengalami gangguan sehingga muncul gejala yang mengganggu. Gejala ini sering menjadi indikator awal dari sindroma terowongan karpal.
  4. Nyeri yang berubah ketika Anda berubah posisi.
  5. Kelemahan otot.
  6. Area yang terkena dapat terasa lemah tidak ada tenaga untuk bergerak
  7. Tidak kuat menggenggam.

sindroma terowongan karpal

Sindroma Terwongan Karpal

Gejala dapat memburuk ketika berbaring atau sesaat setelah bangun tidur.

Apa Bahaya Saraf Kejepit?

Sebagian besar syaraf kejepit bersifat sementara (biasanya selama empat hingga enam minggu) dan dapat ditangani dengan mudah di rumah.

Akan tetapi bila gejala menetap, bertambah buruk, atau menyebabkan nyeri kronis, maka diperlukan penanganan yang lebih serius.

Bahaya saraf kejepit adalah bila terjadi penumpukan cairan dan pembengkakan yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Bahaya saraf kejepit

Bahaya Saraf Kejepit

Gejala-gejala yang merupakan tanda bahaya saraf kejepit dan memerlukan penanganan medis segera antara lain:

  1. Masalah pada buang air kecil atau buang air besar.
  2. Tidak dapat menggenggam atau mudah menjatuhkan benda-benda.
  3. Tungkai atas atau bawah yang tidak bisa digerakkan.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan pemeriksaan MRI, computerized axial tomography (CAT) scan, untuk mendapatkan gambaran dari saraf yang lebih jelas.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan, apakah dengan antinyeri, kortikosteroid, terapi fisik, atau pada kasus yang berat dengan pembedahan.

Pengobatan Saraf Kejepit

Ada beberapa cara untuk meredakan nyeri akibat syaraf kejepit yang bisa dilakukan di rumah.

  1. Banyak beristirahat

Tidur sangat penting untuk kesembuhan saraf. Pada banyak kasus, mengistirahatkan area yang sakit dan tidur lebih lama dapat membantu saraf yang kejepit untuk pulih.

  1. Mengubah posisi

Syaraf kejepit dapat disebabkan oleh postur yang buruk. Gunakan bantal tambahan, kursi yang disesuaikan dan bantal leher ketika duduk untuk membantu mengurangi tekanan dan memberikan waktu bagi saraf untuk pulih sehingga terhindar dari bahaya saraf kejepit.

  1. Mengatur tempat bekerja lebih ergonomis.

posisi ergonomis di kantor

Duduk dengan Postur yang Baik untuk Menghindari Bahaya Saraf Kejepit

Sumber gambar: elementalergonomics.wordpress.com

Menggunakan mouse dan keyboard komputer yang ergonomis dapat membantu mengurangi tekanan di tangan dan pergelangan tangan. Mengatur layar komputer setinggi pandangan mata dapat membantu mengurangi nyeri leher.

  1. Mengkonsumsi obat anti nyeri.

Obat-obat anti nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri pada kasus syaraf kejepit ringan. Misalnya obat-obat golongan anti-inflamasi non steroid.

Sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan karena potensi efek samping yang dapat timbul dapat berbahaya pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

  1. Pijat atau terapi fisik

Pijat juga dapat membantu mengurangi nyeri fisik dan stress. Memijat area yang nyeri dapat membantu mengurangi tegangan.

Akan tetapi sebaiknya tidak melakukan pijatan dalam karena tekanan yang berlebihan justru dapat membuat gejala memburuk.

Terapi fisik dikombinasikan dengan olahraga, pijat, dan peregangan ringan dapat membantu meredakan gejala.

  1. Mengangkat tungkai.

Pasien dengan seraf punggung kejepit merasakan nyeri berkurang ketika meninggikan tungkai bawahnya 45°.

  1. Menggunakan kompres dingin dan panas.

Mengompres bergantian dengan kompres dingin dan panas dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada berbagai kasus. Kombinasi panas dan dingin dapat meningkatkan sirkulasi darah ke area yang sakit, yang dapat membantu meredakan nyeri.

Kompres dingin selama 15 menit, tiga kali sehari untuk membantu mengurangi peradangan. Kompres panas dapat dilakukan untuk waktu yang lebih lama, hingga 1 jam, tiga kali sehari.

  1. Mengubah gaya hidup

Untuk waktu yang lama, menambahkan latihan dengan impact rendah (misalnya berjalan, berenang atau bersepeda) ke dalam latihan sehari-hari dapat membantu mengurangi gejala dan menjaga tubuh tetap sehat.

Mengurangi berat badan juga membantu mengurangi tekanan pada saraf yang dapat mengurangi bahaya saraf kejepit.

Bila Anda memiliki keluhan seperti yang telah dijelaskan dalam artikel di atas, terutama dengan tanda bahaya saraf kejepit, segera konsultasikan dengan dokter agar Anda mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Untuk penanganan masalah syaraf kejepit di klinik Flex Free, Anda dapat membaca lebih lanjut dalam artikel: Pengobatan Saraf Kejepit di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6481-pinched-nerves
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320045
  • https://www.self.com/story/pinched-nerve-signs
  • https://www.spinecenterbr.com (gambar cover)
  • https://www.southeasttexasspine.com/blog/8-top-warning-signs-you-have-a-pinched-nerve

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Dalam artikel ini akan dibahas tentang pantangan syaraf kejepit dan olahraga yang harus dihindari oleh penderi

ARTIKEL KESEHATAN

Sumber gambar: www.sarasotamagazine.com Ketika Anda mengalami nyeri atau masalah pada punggung, apa yang An

ARTIKEL KESEHATAN

Apa Jenis Nyeri Punggung yang Anda Alami? Banyak struktur di tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri p

ARTIKEL KESEHATAN

Apa itu Hernia Nucleus Pulposus? Tulang belakang terdiri dari 33 buah tulang dan diantara terdapat suatu ba

Informasi CS Hub. 085858646477