Pickleball adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis, badminton, dan ping-pong. Lapangannya berukuran kecil dan bolanya relatif pelan dibanding tenis, sehingga sering dikira ringan. Padahal, pickleball menuntut gerakan fisik intensif seperti lari cepat (akselerasi dan deselerasi), melompat, dan perubahan arah mendadak. Semua gerakan agresif ini memberi beban pada lutut, pergelangan kaki, serta pinggul dan punggung bawah (Jayanthi, Naresh; 2022; British Journal of Sports Medicine).
Kebiasaan pemanasan yang tepat (pemanasan dinamis dan pendinginan statis) sebelum bermain sangat penting untuk mencegah cedera (Zandiyeh, Payam; 2023; Journal of Sports Science & Medicine). Selain itu, penggunaan alas kaki yang tepat serta pemilihan paddle yang sesuai membantu mengurangi stres pada sendi (Titchenal, Matthew; 2024; PM&R Clinics).
Dalam data epidemiologi, lutut menjadi bagian tubuh yang paling sering cedera saat bermain pickleball. Sebuah studi luas mencatat bahwa lutut menyumbang sekitar 29% dari semua cedera pemain (Stojanovic, Marko; 2023; Sports Health). Cedera lain meliputi pergelangan kaki, bahu, siku, dan punggung. Cedera bisa bersifat mendadak seperti keseleo atau hamstring tertarik, tetapi sebagian besar bersifat overuse seperti nyeri lutut, jumper's knee, atau cedera bahu kronis (Wang, Zhihui; 2023; Clinical Journal of Sport Medicine).
Dengan memahami gerakan berisiko dan menerapkan pencegahan seperti pemanasan, peregangan, dan penguatan otot paha dan betis, pemain muda maupun dewasa pemula dapat menurunkan risiko nyeri lutut mendadak saat pickleball.
Jika Anda merasakan nyeri lutut mendadak saat bermain, segera hentikan aktivitas. Langkah awal penanganan adalah metode R.I.C.E: Rest, Ice, Compression, dan Elevation (Garcia, Adrian; 2023; American Family Physician).

Contohnya, istirahatlah untuk mengurangi beban pada lutut, tempelkan kantong es (dibungkus kain) selama 15–20 menit beberapa kali sehari, gunakan pembalut elastis untuk kompresi ringan, dan angkat kaki di atas bantal untuk membantu sirkulasi. Obat anti-nyeri seperti ibuprofen juga dapat dikonsumsi sementara untuk meredakan gejala.
Namun, jika nyeri sangat hebat, lutut membengkak cepat, terdapat memar luas, atau Anda tidak bisa menopang berat badan di sisi tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas medis. Mayo Clinic menyebutkan bahwa nyeri hebat disertai kesulitan berjalan, lutut terasa tidak stabil, atau mati rasa memerlukan penilaian profesional (Mahoney, John; 2022; Mayo Clinic Proceedings).
Jika nyeri tidak mereda dalam 2–3 hari meskipun sudah dilakukan RICE, maka pemeriksaan ke dokter juga diperlukan.
Jika nyeri lutut mendadak tidak kunjung membaik, periksakan ke dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.K.F.R.). Terutama bila muncul gejala seperti sulit berjalan, lutut terasa mengunci atau membengkak, dan nyeri mengganggu aktivitas harian.
Setiap terapi memiliki indikasi dan kontraindikasi. Laser dan ultrasound cocok untuk nyeri ringan–sedang. PRP dan sekretom MSC lebih disarankan untuk OA lutut sedang–berat. Proloterapi sesuai untuk ligamentum yang melemah akibat overuse.
Jika Anda mengalami nyeri lutut mendadak saat pickleball, jangan menunggu terlalu lama. Semakin cepat terapi dimulai, semakin besar peluang pemulihan penuh.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561