Bengkak pada Lengan akibat Limfedema Pasca-Kemoterapi Tumor Payudara

Rabu, 07 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Rabu, 07 Januari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Bengkak pada lengan merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh penyintas kanker payudara setelah menjalani kemoterapi maupun rangkaian terapi kanker lainnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat mengganggu fungsi lengan dalam aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang, berpakaian, hingga melakukan pekerjaan rumah tangga.

Bengkak pada lengan akibat limfedema sering berkembang secara perlahan dan dapat bersifat menetap bila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai limfedema, penyebabnya, serta langkah penanganan di rumah dan kapan harus berobat menjadi sangat penting, terutama bagi populasi rentan kanker payudara.

 

Apa Itu Limfedema?

Limfedema adalah kondisi pembengkakan jaringan yang terjadi akibat terganggunya aliran cairan limfe di dalam tubuh. Cairan limfe seharusnya mengalir melalui pembuluh dan kelenjar getah bening untuk kemudian kembali ke sirkulasi darah. Ketika sistem ini terganggu, cairan akan menumpuk di jaringan dan menyebabkan pembengkakan.

Pada kasus kanker payudara, limfedema paling sering muncul sebagai bengkak pada lengan di sisi tubuh yang mendapatkan terapi kanker. Bengkak pada lengan dapat disertai rasa berat, kencang, nyeri tumpul, kesemutan, atau keterbatasan gerak. Pada tahap awal, bengkak pada lengan mungkin hanya tampak ringan dan hilang timbul, tetapi seiring waktu dapat menjadi lebih jelas dan menetap.

Limfedema bukan hanya masalah kosmetik. Bila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi kulit, nyeri kronis, dan gangguan fungsi lengan jangka panjang.

 

Mengapa Kemoterapi Bisa Menimbulkan Bengkak pada Lengan?

Bengkak pada lengan setelah kemoterapi pada kanker payudara terjadi melalui beberapa mekanisme. Kemoterapi dapat menyebabkan perubahan keseimbangan cairan tubuh, sehingga cairan lebih mudah tertahan di jaringan. Pada sebagian pasien, obat kemoterapi juga memicu peradangan ringan yang memperberat gangguan aliran limfe.

Selain itu, kemoterapi sering diberikan bersamaan dengan tindakan lain seperti operasi pengangkatan kelenjar getah bening atau terapi radiasi. Kombinasi tindakan ini dapat merusak atau mengurangi jumlah pembuluh limfe yang berfungsi normal. Akibatnya, cairan limfe tidak dapat dialirkan secara optimal dan menumpuk di lengan, menyebabkan bengkak pada lengan.

Kondisi ini dapat diperberat oleh faktor lain seperti infeksi ringan, luka kecil pada kulit, penggunaan lengan secara berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik yang terarah. Oleh karena itu, bengkak pada lengan akibat limfedema perlu dipahami sebagai kondisi kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang.

 

Do and Don’t Penanganan Bengkak pada Lengan di Rumah

Penanganan bengkak pada lengan akibat limfedema tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga sangat bergantung pada perawatan sehari-hari di rumah.

Hal yang Dianjurkan (Do):

  • Mengangkat posisi lengan secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan cairan. Saat duduk atau berbaring, posisikan lengan lebih tinggi dari dada menggunakan bantal.
  • Latihan ringan sangat dianjurkan untuk membantu aliran cairan limfe. Gerakan sederhana seperti membuka dan menutup jari, menekuk dan meluruskan siku, serta mengangkat lengan perlahan ke atas dapat dilakukan setiap hari. Latihan dilakukan tanpa rasa nyeri dan dengan napas teratur.
  • Penggunaan alat kompresi seperti manset lengan dapat membantu mengontrol bengkak pada lengan, terutama saat beraktivitas. Alat ini sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Perawatan kulit sangat penting. Kulit harus dijaga tetap bersih dan lembap untuk mencegah luka dan infeksi. Luka kecil, gigitan serangga, atau goresan harus segera dibersihkan.
  • Menjaga berat badan ideal dan pola makan seimbang juga berperan dalam mengendalikan bengkak pada lengan. Asupan garam berlebihan sebaiknya dibatasi.

Hal yang Harus Dihindari (Don’t)

  • Mengangkat beban berat menggunakan lengan yang bengkak sebaiknya dihindari karena dapat memperparah pembengkakan.
  • Hindari pakaian, gelang, atau jam tangan yang terlalu ketat pada lengan karena dapat menghambat aliran cairan.
  • Jangan melakukan suntikan, pengambilan darah, atau pengukuran tekanan darah pada lengan yang mengalami bengkak pada lengan, kecuali dalam keadaan darurat.
  • Paparan panas berlebihan seperti sauna atau berjemur terlalu lama sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan pembengkakan.
  • Mengabaikan perubahan mendadak pada bengkak pada lengan, terutama bila disertai nyeri hebat, kemerahan, atau demam, dapat berbahaya dan memerlukan evaluasi medis segera.

 

Kapan Bengkak pada Lengan Harus Diobati ke Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi?

Bengkak pada lengan akibat limfedema perlu ditangani oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi apabila pembengkakan tidak membaik dengan perawatan mandiri, atau justru semakin bertambah. Konsultasi juga diperlukan bila bengkak pada lengan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti menulis, memasak, atau berpakaian.

Tanda lain yang mengharuskan pemeriksaan segera adalah nyeri hebat, kemerahan luas, rasa panas pada lengan, atau munculnya infeksi berulang. Pada kondisi ini, penanganan profesional sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dapat memberikan program terapi komprehensif, termasuk terapi kompresi, latihan khusus, edukasi perawatan mandiri, serta teknik manual untuk membantu pengaliran cairan limfe. Penanganan yang tepat dan berkelanjutan dapat membantu mengendalikan bengkak pada lengan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui