Sakit ibu jari kaki merupakan keluhan yang sering dialami oleh berbagai kelompok usia, baik pada individu yang aktif berolahraga maupun masyarakat umum. Keluhan sakit ibu jari kaki dapat muncul secara perlahan atau mendadak, dan sering kali mengganggu aktivitas berjalan, berdiri lama, hingga berolahraga.
Pada sebagian orang, sakit ibu jari kaki hanya dirasakan sebagai rasa tidak nyaman ringan, namun pada kondisi tertentu nyeri dapat menetap dan semakin memberat. Salah satu penyebab yang sering terlewat namun penting dikenali adalah plantar plate tear, yaitu robekan pada struktur penopang sendi ibu jari kaki. Apabila tidak ditangani dengan tepat, plantar plate tear dapat menyebabkan sakit ibu jari kaki yang kronis dan memengaruhi kualitas hidup.
Artikel ini akan membahas secara awam mengenai penyebab sakit ibu jari kaki, struktur anatomi yang berperan, penjelasan tentang plantar plate tear, serta diagnosis dan penanganan rehabilitatif yang dapat dilakukan.
Sakit ibu jari kaki dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, baik akibat penggunaan berlebihan, gangguan struktur kaki, maupun cedera. Beberapa penyebab yang sering dijumpai antara lain:
Bunion atau benjolan tulang di pangkal ibu jari kaki sering menimbulkan sakit ibu jari kaki, terutama saat menggunakan sepatu sempit atau berdiri lama. Selain itu, pengapuran sendi ibu jari kaki atau arthritis dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan, terutama saat jari digerakkan ke atas.
Asam urat juga merupakan penyebab klasik sakit ibu jari kaki yang muncul secara tiba-tiba, disertai pembengkakan dan rasa panas. Pada kondisi ini, nyeri sering kali sangat hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cedera jaringan lunak seperti keseleo, robekan ligamen, atau peradangan tendon juga dapat menyebabkan sakit ibu jari kaki. Kondisi ini sering terjadi pada individu yang aktif dalam olahraga high-impact seperti padel, basket, futsal, atau lari, di mana kaki menerima beban dan tekanan berulang.
Selain itu, penggunaan sepatu yang tidak sesuai, postur kaki yang kurang baik, serta aktivitas berdiri atau berjalan lama juga dapat memicu sakit ibu jari kaki secara bertahap.
Untuk memahami mengapa sakit ibu jari kaki dapat terjadi, penting mengenal struktur anatomi di area tersebut. Ibu jari kaki tersusun atas tulang metatarsal pertama dan dua tulang jari. Di bagian bawah sendi pangkal ibu jari terdapat dua tulang kecil yang disebut tulang sesamoid, yang berfungsi membantu pergerakan dan menyalurkan beban.


Sumber gambar: my.clevelandclinic.org
Otot dan tendon yang menggerakkan ibu jari kaki memungkinkan jari untuk menekuk ke bawah dan mengangkat ke atas. Bila otot atau tendon ini mengalami peradangan atau cedera, sakit ibu jari kaki akan terasa terutama saat berjalan atau berlari.
Ligamen merupakan jaringan kuat yang menjaga kestabilan sendi. Salah satu ligamen terpenting di bawah sendi ibu jari kaki adalah plantar plate, yang berfungsi sebagai bantalan sekaligus penopang utama sendi saat kaki menapak. Kerusakan pada struktur ini akan menyebabkan sendi menjadi tidak stabil dan memicu sakit ibu jari kaki, terutama saat menahan beban tubuh.
Plantar plate tear adalah kondisi robekan pada plantar plate, yaitu jaringan penopang tebal di bawah sendi ibu jari kaki. Struktur ini berperan penting dalam menjaga kestabilan sendi dan menyerap tekanan saat berjalan atau berlari.

Sumber gambar: certifiedfoot.com
Plantar plate tear sering terjadi akibat tekanan berulang atau gerakan memaksa yang melebihi kemampuan jaringan. Contohnya adalah gerakan mendorong kuat dengan ujung kaki, mendarat dari lompatan, atau perubahan arah mendadak saat berolahraga. Kondisi ini sering ditemukan pada atlet atau individu yang aktif dalam olahraga dengan intensitas tinggi.
Saat plantar plate mengalami robekan, sendi ibu jari kaki menjadi kurang stabil. Akibatnya, beban tubuh tidak terdistribusi dengan baik dan menyebabkan sakit ibu jari kaki, terutama di bagian telapak kaki dekat pangkal jari. Nyeri biasanya bertambah saat berdiri lama, berjalan jauh, atau saat ujung kaki digunakan untuk mendorong tubuh ke depan.
Jika tidak ditangani, plantar plate tear dapat menyebabkan perubahan posisi jari, di mana ibu jari kaki tampak terangkat atau bergeser. Kondisi ini dapat memperberat sakit ibu jari kaki dan memicu gangguan jangka panjang.
Diagnosis plantar plate tear diawali dengan wawancara medis mengenai keluhan sakit ibu jari kaki, aktivitas yang memicu nyeri, serta riwayat olahraga atau cedera. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menilai kestabilan sendi, adanya pembengkakan, serta lokasi nyeri.
Pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dapat membantu menyingkirkan patah tulang atau kelainan bentuk, sedangkan pemeriksaan lanjutan seperti MRI atau USG digunakan untuk melihat kondisi jaringan lunak, termasuk plantar plate.
Penanganan awal plantar plate tear umumnya bersifat konservatif dan berfokus pada rehabilitasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi aktivitas yang membebani kaki, menggunakan alas kaki dengan sol kaku, serta penyangga kaki untuk mengurangi tekanan pada ibu jari.
Latihan rehabilitasi berperan penting dalam pemulihan. Latihan biasanya dimulai dengan gerakan ringan untuk menjaga kelenturan jari, dilanjutkan dengan latihan penguatan otot kaki dan pergelangan kaki. Latihan ini bertujuan membantu distribusi beban yang lebih baik dan mengurangi sakit ibu jari kaki secara bertahap.
Latihan mandiri di rumah dapat dilakukan, seperti latihan menekuk dan mengangkat jari secara perlahan, latihan menggenggam handuk dengan jari kaki, serta peregangan betis untuk mengurangi tekanan berlebih pada kaki depan. Namun, bila setelah 4–6 minggu latihan mandiri sakit ibu jari kaki tidak menunjukkan perbaikan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Tanda-tanda lain yang memerlukan evaluasi medis antara lain nyeri yang semakin berat, kesulitan berjalan, atau perubahan bentuk jari. Pada kasus tertentu yang tidak membaik dengan terapi konservatif, tindakan lanjutan dapat dipertimbangkan sesuai evaluasi dokter.
Sakit ibu jari kaki bukanlah keluhan sepele, terutama bila disebabkan oleh plantar plate tear. Dengan mengenali penyebab, memahami struktur kaki, serta melakukan penanganan rehabilitatif yang tepat, sebagian besar kasus dapat membaik tanpa tindakan operasi. Deteksi dini dan pengelolaan yang tepat sangat penting untuk mencegah sakit ibu jari kaki menjadi masalah jangka panjang yang mengganggu aktivitas dan kualitas hidup.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561