Terapi untuk Cedera Bahu

Senin, 30 Maret 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Senin, 30 Maret 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Cedera bahu bisa dialami siapa saja, tetapi yang paling berisiko biasanya adalah atlet. Pada atlet, masalah bahu dapat berkembang perlahan akibat gerakan berulang dalam waktu lama yang membebani berbagai jaringan lunak di sekitar bahu.

Beberapa contoh cedera bahu yang sering terjadi diantaranya sebagai berikut:

  1. Bahu terkilir  

Bahu terkilir biasanya terjadi akibat cedera sendi akromioklavikular yang berada di bagian atas bahu (pertemuan antara tulang selangka dan bagian atas bilah bahu).

  1. Cedera rotator cuff

cedera bahu rotator cuff injury

Kondisi ini terjadi akibat robekan bertahap atau tiba-tiba dari sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu yang membantu mempertahankan sendi tetap di tempatnya.

  1. Dislokasi

Dislokasi bahu terjadi ketika bagian ujung tulang lengan atas keluar dari tempatnya (soket). Dislokasi bisa terjadi ketika gerakan-gerakan berulang menyebabkan ligamen bahu teregang melebihi batas kemampuannya sehingga tidak lagi dapat menopang sendi bahu. Selain itu, trauma seperti pukulan keras ke bahu, atau terjatuh, juga bisa menyebabkan terjadinya dislokasi.

 

Tanda Bahaya Cedera Bahu

Beberapa tanda dan gejala dari cedera bahu diantaranya:

  • bahu nyeri, memar atau bengkak
  • gerak bahu lemah atau terbatas
  • sensasi sendi bahu tidak stabil
  • bahu terlihat berubah bentuk

Apabila Anda mengalami hal-hal seperti berikut ini, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai:

  • Bahu kaku, tidak dapat dirotasi atau kembali ke posisi normal
  • Bahu terasa seperti tergelincir atau bisa keluar dari tempatnya
  • Lengan atau bahu yang cedera terasa sangat lemah hingga tidak dapat digunakan untuk beraktivtias sehari-hari

 

Terapi untuk Cedera Bahu

Bergantung pada penyebab dan berat-ringannya masalah, terapi untuk cedera bahu dapat berbeda-beda. Kunci dari terapi yang berhasil dan pencegahan komplikasi yang serius adalah deteksi awal dan terapi yang tepat.

Dokter biasanya akan merekomendasikan terapi konservatif terlebih dahulu bila memungkinkan, seperti istirahat, kompres, obat dan terapi fisik.

  1. Istirahat

Istirahat dapat memberikan waktu bagi bahu untuk menyembuh. Hindari mengangkat benda berat, mengangkat lengan melebihi tinggi bahu, dan melakukan gerakan yang memperburuk rasa sakit.

  1. Kompres dingin dan hangat

Segera setelah mengalami cedera bahu, kompres menggunakan air dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Gunakan kompres dingin selama 24–48 jam setelah cedera, selama 15–20 menit, setiap tiga hingga empat jam sekali.

Setelah bengkak berkurang, Anda dapat menggunakan kompres hangat untuk membantu mengurangi otot dan sendi yang kaku dan untuk meningkatkan aliran darah.

  1. Obat-obatan

Obat pereda nyeri yang dijual bebas (misalnya parasetamol atau ibuprofen) dapat dikonsumsi untuk membantu meredakanya nyeri dan peradangan. Pastikan untuk membaca aturan pakai dan kontraindikasi obat. Jangan konsumsi obat lebih dari 5 hari. Bila nyeri tidak berkurang atau bertambah berat, segera konsultasikan dengan dokter.

  1. Terapi lain

Anda mungkin memerlukan sling, atau korset yang dapat membantu menopang bahu di tempatnya.

Terapi Fisik

Program terapi fisik secara umum mencakup sejumlah latihan bahu (untuk menguatkan dan memperbaiki mobilitas otot yang menopang sendi bahu, dan terapi lain misalnya terapi manual.

Reduksi tertutup

Dislokasi bahu dapat diatasi dengan prosedur reduksi tertutup, yaitu traksi lembut untuk mengembalikan posisi bahu. Prosedur harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman, karena bila tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan kerusakan bahu lebih lanjut dan dikemudian hari bahu menjadi tidak stabil.

Setelah prosedur, Anda akan menggunakan sling selama beberapa minggu hingga bahu sembuh. Setelah nyeri dan bengkak menghilang, Anda dapat melanjutkan terapi dengan latihan.

 

Latihan untuk Terapi Cedera Bahu

Berikut ini beberapa latihan untuk cedera bahu, yang dapat membantu menguatkan otot bahu dan mencegah cedera.

  1. Basic shoulder strengthening

Ikatkan tali elastis ke gagang pintu. Kemudian tarik tali ke arah badan. Tahan hingga hitungan ke lima. Ulangi 5 kali di setiap lengan. Lakukan dua kali sehari.

  1. Wall push-ups

Berdiri menghadap dinding dengan kedua tangan menapak ke dinding dan kedua kaki dibuka selebar bahu. Lakukan push-up dengan perlahan. Tahan selama lima hitungan, ulangi lima kali. Lakukan dua kali sehari.

  1. Shoulder press-ups

Duduk tegak di kursi yang memiliki sandaran lengan, kedua kaki menapak di lantai. Gunakan kedua lengan untuk berdiri perlahan dari kursi. Tahan hingga lima hitungan. Ulangi lima kali. Lakukan dua kali sehari.

 

Apabila tidak ada perbaikan dengan obat-obatan dan/atau terapi fisik, dokter mungkin akan merekomendasikan suntikan kortikosteroid. Bila keluhan tidak juga membaik, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan. 

 

Berapa Lama Cedera Bahu Sembuh?

Proses penyembuhan bergantung pada berat-ringannya cedera bahu. Pada cedera ringan, penyembuhan dapat berlansung selama beberapa minggu. Cedera yang lebih berat bisa memerlukan beberapa bulan untuk sembuh. Dokter akan memberikan penjelasan kepada Anda.

Tanyakan kepada dokter aktivitas apa yang boleh dilakukan selama masa penyembuhan. Jangan menggunakan bahu meskipun sudah tidak ada keluhan, tunggu hingga dinyatakan aman oleh dokter. Bila Anda memaksakan diri, ligamen dan jaringan bahu dapat kembali cedera atau kondisi dapat memburuk.

 

 

Referensi:

  • my.clevelandclinic.org. Shoulder Sprains. 2024.
  • orthoinfo.aaos.org. Common Shoulder Injuries.
  • www.health.harvard.edu. Shoulder pain. 2023.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui