Osteoporosis pada Wanita Menopause

Rabu, 16 Sep 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Rabu, 16 September 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah sebuah kondisi ketika kepadatan tulang berkurang, sehingga tulang mudah retak atau patah.  

Tulang seperti halnya jaringan tubuh yang lain, juga bisa mengalami kerusakan. Dalam tubuh, jaringan tulang yang rusak akan diganti dengan jaringan yang baru. Pada sekitar usia 30-an, produksi jaringan tulang yang baru ini akan mulai melambat, hingga pada akhirnya, proses pemecahan jaringan tulang yang rusak lebih cepat dibandingkan pembentukan jaringan baru, sehingga lubang-lubang tulang bertambah banyak atau menjadi keropos dan tidak lagi padat.

tulang osteoporosis

Apa Penyebab Osteoporosis?

Penyebab pasti dari osteoporosis tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang diketahui ikut berperan pada kejadian osteoporosis, yaitu:

  • Keturunan
  • Kurang aktif secara fisik
  • Proses penuaan
  • Penurunan kadar estrogen
  • Hormon kortison atau tiroid yang berlebihan
  • Merokok
  • Asupan alkohol yang berlebihan

 

Osteoporosis pada Wanita Menopause

Ada hubungan langsung antara kurangnya hormon estrogen selama masa perimenopause dan menopause, dengan osteoporosis. Rendahnya kadar hormon tersebut dapat menyebabkan hilangnya massa tulang.

Sebagai rata-rata, wanita kehilangan hingga 10% kepadatan tulang pada 5 tahun pertama setelah menopause, dan sekitar satu dari dua wanita berusia lebih dari 60 tahun akan mengalami setidaknya satu retakan tulang akibat osteoporosis.

 

Bagaimana Cara Mencegah Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang ketika usianya bertambah. Akan tetapi kecepatan dan efek dari osteoporosis dapat dimodifikasi dengan diagnosis dan penanganan sejak dini.

  1. Melakukan pemeriksaan kepadatan tulang

Ketika memasuki masa menopause, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan kepadatan tulang (DXA scan). Pemeriksaan ini sangat mudah dan tidak sakit, yang serupa dengan pemeriksaan rontgen.

Setiap wanita yang memasuki usia 65 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Akan tetapi bila Anda memiliki faktor-faktor risiko tertentu, sebaiknya pemeriksaan dilakukan lebih awal.

Beberapa faktor risiko yang dimaksud antara lain:

  • Riwayat patah tulang sebelumnya
  • Berat badan rendah (kurang dari 57 Kg)
  • Riwayat merokok
  • Ada riwayat osteoporosis dalam keluarga
  • Menderita kondisi kesehatan tertentu (misalnya diabetes dan rheumatoid arthritis)
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya penggunaan steroid (contoh: prednisone) jangka panjang
  1. Mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D

Berikut ini kebutuhan kalsium dan vitamin D per hari berdasarkan usia:

  • 0–6 bulan: 200 mg
  • 7–12 bulan: 260 mg

Kebutuhan vitamin D bayi baru lahir hingga usia 1 tahun = 400 IU.

  • Usia 1–3 tahun: 700 mg kalsium dan 600 IU vitamin D
  • Usia 4–8 tahun: 1.000 mg kalsium dan 600 IU vitamin D
  • Usia pubertas – 20 tahun: 1.300 mg kalsium, yang setara dengan:
    • Satu gelas jus jeruk yang ditambahkan kalsium
    • Dua gelas susu
    • Satu gelas yogurt
  • Usia 20–30 tahun: 1.000 mg kalsium per hari
  • Usia 30–50 tahun: 1.000 mg kalsium dan 1.000 IU vitamin D per hari.
  • Di atas 50 tahun:
    • Pria: 1.000 mg kalsium per hari
    • Wanita: 1.200 mg kalsium per hari
  • Di atas 70 tahun: 1.200 mg kalsium perhari, dan 800 IU vitamin D per hari.

Selain itu, agar tetap sehat, tulang juga membutuhkan jumlah protein, vitamin K, vitamin C, magnesium, dan seng yang cukup.

cara mencegah osteoporosis

  1. Berolahraga teratur

Seperti halnya manfaat olahraga pada otot, olahraga dapat membuat tulang menjadi lebih kuat.

Olahraga di masa muda dapat membentuk tulang yang kuat dan olahraga di usia yang lebih tua dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang, bila diimbangi dengan nutrisi yang baik. Manfaat olahraga lainnya adalah memperbaiki keseimbangan dan koordinasi yang terutama baik bagi lansia untuk mencegah jatuh dan atau patah tulang.

Olahraga untuk memperbaiki kekuatan tulang bersifat spesifik lokasi. Misalnya, berjalan kaki akan meningkatkan kekuatan tulang tungkai dan tulang belakang, bukan pergelangan tangan.

 

Olahraga ‘weight-bearing’

Olahraga ‘weight bearing’ adalah olahraga yang dilakukan saat berdiri. Ketika kita berdiri, tulang mendapatkan tekanan sehingga bekerja lebih kuat. Olahraga ‘weight bearing’ misalnya:

  • Jalan cepat dan hiking
  • Jogging atau lari
  • Menari
  • Lompat tali
  • Tenis, bulutangkis, tenis meja
  • Bola basket, sepakbola, bola voli
  • Naik tangga

Olahraga ‘weight-bearing’ harus dilakukan dengan teratur, tiga hingga empat jam seminggu, untuk membentuk tulang yang kuat.

 

Olahraga ‘kekuatan’

Olahraga ‘kekuatan’ menggunakan tahanan agar otot bekerja lebih keras dan kemudian menjadi lebih kuat. Selain dapat meningkatkan massa otot, olahraga kekuatan juga memberikan tekanan pada tulang. Contoh olahraga kekuatan misalnya angkat berat, push up, dan olahraga menggunakan pita elastis.

 

Olahraga lainnya

Olahraga seperti yoga atau tai chi dapat membantu melatih fleksibilitas dan keseimbangan, meskipun tidak terlalu efektif untuk menguatkan tulang.

 

  1. Menghindari rokok dan kafein

Asap rokok dapat merusak tulang dan menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Begitu juga dengan kafein, yang bila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurang dari 400 mg kafein per hari tidak meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan, termasuk osteoporosis.

400 mg kafein setara dengan:

  • Empat cangkir kopi (sekitar 230 ml per cangkirnya)
  • Sembilan atau 10 kaleng minuman soda berkafein
  • Lima minuman berenergi (Red Bull)

 

Penanganan Osteoporosis

Apabila Anda sudah terdiagnosis mengalami osteoporosis, penanganan yang akan diberikan oleh dokter diantaranya:

  • Suplemen kalsium dan vitamin D
  • Obat-obatan, misalnya alendronate, ibandronate, raloxifene, risedronate, dan zoledronic acid
  • Injeksi abaloparatide, teriparatide atau PTH untuk membentuk kembali tulang
  • Injeksi denosumab untuk wanita berisiko tinggi mengalami fraktur, bila obat-obatan lain tidak berhasil
  • Terapi hormon
  • Olahraga weight-bearing (yang melatih otot melawan gravitasi)

 

 

 

Referensi:

  • health.clevelandclinic.org. What To Know About Menopause and Bone Loss. 2026.
  • www.betterhealth.vic.gov.au. Menopause and osteoporosis.
  • www.verywellhealth.com. What You Need to Know About Caffeine and Osteoporosis. 2026.
  • www.webmd.com. Osteoporosis and Menopause. 2024.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561

Klinik Flex-Free Tangerang

Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Booking